Kamis, 03 Mei 2012

Rob Hampir Setiap Hari Datang

Rob Rendam Tambak, Petani Gagal Panen 

 PEKALONGAN – Air laut pasang atau rob, merendam puluhan hektare tambak di Kelurahan Kandang Panjang pada hari Selasa (1/5) lalu. Akibatnya petani tambak gagal memanen ikan dan rumput laut yang telah dipelihara dengan perkiraan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. “Ketinggian rob semakin bertambah tiap tahunnya. Bahkan hampir seluruh lahan tambak di Kelurahan Kandang Panjang tergenang,” ujar Ketua Kelompok Tani Tambak Muara Rejeki Kelurahan Kandang Panjang Kota Pekalongan Miftahudin.

Ia mengatakan, luas lahan pertambakan di Kelurahan Kandang Panjang mencapai sekitar 40 hektare. Jika dihitung untuk setiap hektarnya, petani tambak rata-rata mengalami kerugian Rp. 9 juta.

Tersapu Arus
Tidak hanya menggenangi lahan pertambakan, rob juga menggenangi sebagian besar pemukiman warga dan lahan pertanian di Kecamatan Pekalongan Utara. “Rob hampir setiap hari datang, namun pada selasa (1/5) lalu merupakan yang terbesar, dan membuat puluhan hektare tambak yang berisi budidaya yang siap dipanen tersapu atau henyut terbawa arus rob katanya.

Miftah mengungkapkan, kerugian masih akan terus dialami petambak apabila Pemerintah Daerah tidak segera mengatasi air pasang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Pemerintah yakni memperbaiki sarana prasarana yang ada seperti tanggul.

Penahan air di pesisir kini rusak, sehingga tidak mampu lagi menahan air pasang dan arus. Kami sangat berharap Pemerintah segera mengatasi masalah ini, karena sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya menganggu aktivitas sehari-hari seperti belajar dan beribadah, rob juga merugikan sektor ekonomi,” harapnya. (H79-86)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 02-05-2012) & sumber lain

 

Tidak ada komentar: