Jumat, 08 Februari 2013

BPBD Akan Digabung Dengan Kantor Lingkungan Hidup

BPBD – Lingkungan Hidup Siap Digabung 

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan berencana menggabungkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan Kantor Lingkungan Hidup. Sebab, penanganan bencana alam erat kaitannya dengan kondisi lingkungan hidup wilayah bersangkutan. Walikota Pekalongan HM Basyir Akhmad dalam acara coffe morning di rumah dinas Walikota, kemarin mengatakan, berbagai bencana alam yang terjadi di seluruh daerah, seperti banjir, rob, angin kencang, tsunami, dan lainnya berkaitan erat dengan lingkungan sekitarnya. Jika penggabungan tersebut terealiasasi, maka akan menjadi Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana.

Hingga kini Kota Pekalongan merupakan satu dari beberapa kota di Jawa Tengah yang belum memiliki BPBD. Selama ini, penanggulangan bencana alam di wilayah Kota Pekalongan ditangani oleh Satpol PP stempat. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Walikota mengenai penanggulangan bencana,” katanya. Pemerintah provinsi sudah beberapa kali meminta agar pemkot segera membentuk BPBD. Namun, hingga sekarang enam kota di Jawa Tengah, yakni Salatiga, Pekalongan, Surakarta, Magelang, Semarang, dan Tegal, belum memiliki BPBD karena terkendala anggaran.

Dengan menggabungkan BPBD dengan Kantor Lingkungan Hidup, maka akan mengakomodasi du aturan perundangan yang menyangkut tentang penanganan bencana dan lingkungan. Selain itu, pemerintah juga akan memberdayakan semua komponen masyarakat untuk turut menangani bencana alam di wilayah Kota Pekalongan,” tandasnya.

Kesiapan – Kesiapan
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Pekalongan, Budiyanto mengatakan, selain pemerintah setempat, keberadaan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kota Pekalongan diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kesiagaan masyarakat saat menghadapi bencana. KSB Kota Pekalongan yang terbentuk dan diresmikan pada November 2012 lalu, merupakan bentuk keterlibatan masyarakat untuk sadar bencana dan melakukan upaya penyelamatan. Antara lain mengetahui cara penyelamatan para korban, menyiapkan lokasi evakuasi, pengadaan logistik, serta mendirikan dapur umum.

KSB ini dibuat untuk mempersiapkan masyarakat agar tidak panik dan kebingungan jika terjadi suatu bencana, dan masyarakat memahami apa yang harus dilakukan,” paparnya. Kota Pekalongan dipilih sebagai KSB karena letak geografisnya berada di pesisir pantai dan rawan bencana, terutama bencana rob. Sekitar tujuh kilometer kawasan pesisir Kota Pekalongan merupakan wilayah langganan rob. (mni/06)

(SUMBER : HARIAN PEKALONGAN, 06-02-2013)

 

Tidak ada komentar: