Minggu, 10 Februari 2013

Festival Durian 2013 Diwarnai Kericuhan

Festival Durian Pekalongan diwarnai kericuhan

Pekalongan (ANTARA News) - Festival Durian 2013 yang berlangsung di Desa Lolong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diwarnai kericuhan yang melibatkan pengunjung dan panitia acara.

Kejadian bermula ketika seorang pengunjung, Subkhan, asal Surakarta menukarkan tiket festival seharga Rp325 ribu dengan 15 durian.

Saat menerima 15 durian itu, ia mendapati beberapa diantaranya masih mentah dan ada juga yang sudah busuk.

"Tujuh dari 15 durian tersebut mentah dan busuk sehingga durian itu ditukarkan lagi pada panitia Festival tetapi ditolak. Kami pun sempat marah dan mendorong panitia itu," katanya.

Padahal, ia berharap dapat menikmati semua buah kegemarannya itu sambil menikmati panorama Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar.

"Akan tetapi, kami kecewa setelah tiket yang ditukarkan dengan buah durian ternyata busuk dan masih mentah. Kami merasa tertipu dan tidak terima perlakuan dari panitia tersebut," katanya.

Pengunjung lainnya, Joko Pratomo yang membeli 20 tiket, juga mengaku sangat kecewa dengan panitia yang telah memberikan durian mentah atau busuk.

"Kami kecewa dengan perlakuan panitia karena dari 20 tiket yang saya tukarkan dengan 60 durian ternyata 40 durian masih mentah dan rasanya tidak enak," kata Joko warga Kabupaten Temanggung itu.

Menurut dia, puluhan durian dari hasil penukaran 20 tiket itu akan dibawa pulang sebagai oleh-oleh keluarganya di Temanggung.

"Akan tetapi, karena durian itu tidak sesuai dengan janji panitia maka sebagian durian tersebut dikembalikan. Janjinya panitia, durian itu dijamin enak dan bisa dikembalikan jika masih mentah atau busuk tetapi kenyataan tidak bisa ditukar," katanya.

Panitia Festival Durian, bagian penukaran tiket, Rofaut mengatakan jika dirinya hanya bertugas menukarkan tiket pengunjung dengan durian.

Menurut dia, setiap satu tiket, pengunjung akan mendapatkan tiga buah durian yang sudah disediakan oleh panitia lain.

"Saya tidak tahu kalau duriannya mentah dan busuk. Tetapi, tiba-tiba salah seorang langsung marah-marah dan memukul," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Pekalongan, Muritno mengatakan bahwa pemkab akan mengevaluasi pelaksanaan festival durian pada tahun mendatang agar belangsung lebih baik.

"Pengadaan durian yang disajikan pada kegiatan Festival Durian itu, mulai dari tiket hingga penukaran durian dilakukan oleh panitia Desa Lolong. Akan tetapi dengan adanya kejadian itu maka kami akan evaluasi kegiatan itu supaya menjadi lebih baik lagi," katanya.

(KR-KTD/A035)
Editor: Heppy

Tidak ada komentar: