Rabu, 27 Februari 2013

Mantan Pemain Arsenal Senang Dapat Batik

Dapat Batik, Robert Pires Senang

Mantan pemain Arsenal Robert Pires mendatangi Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/13). Pires pun dihadiahi batik bergambar pemain volly.
 

Seorang ABK Tewas

ABK KM Amri Mina Perkasa Tewas Diperairan Madura 

Salah seorang Anak Buah Kapal Motor Amri Mina Perkasa ditemukan tewas saat berlayar di perairan Masakambing Madura, Rabu 20 Februari. ABK bernama Tasmun, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, tewas karena penyakit jantungnya kambuh.

Juru Bicara Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Purwanto, kepada Radio Kota Batik mengatakan, sebelum tewas Tasmun sempat meminta tolong kepada kawannya sesama ABK untuk memijit tubuhnya karena merasa sakit. Namun setelah itu tubuhnya kejang-kejang dan akhirnya meninggal.

Pemulangan jenazah Tasmun baru dilakukan pada Selasa, 26 Februari, karena terkendala memburuknya cuaca di laut, sehingga proses pemulanganya memerlukan waktu sepekan. 
sumber

Seorang Satpam Menjadi Korban Penganiayaan, Saat Terjadi Aksi Unjuk Rasa Buruh

Satpam Dupantex Laporkan Kasus Pemukulan Saat Unjuk Rasa Buruh 

Bambang Bimasono, salah seorang petugas keamanan di Pabrik Tekstil PT Dupantex, Kabupaten Pekalongan, menjadi korban penganiayaan saat terjadi aksi unjuk rasa buruh gabungan Serikat Pekerja Nasional Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin kemarin.

Kepada Radio Kota Batik, Kassubag Humas Polres Pekalongan, Ajun Komisaris Polisi Margono mengatakan, kejadian ini bermula ketika terjadi aksi saling dorong antara sejumlah buruh dengan petugas keamanan.



Menurut Margono, tiba – tiba salah seorang petugas keamanan bernama Abdul Rahman dikejar-kejar oleh massa. Sedangkan kawan-nya Bambang Bimasono berupaya melerai. Namun naas, justru Bambang lah yang mendapatkan pukulan dari salah satu massa sehingga membuat luka lebam ditangan kanannya.

Margono menambahkan, untuk mengetahui pelaku penganiayaan, pihak Kepolisian Resort Pekalongan kini tengah melakukan penyidikan. 
sumber

Keluhan Warga Terhadap Keberadaan Konteiner Sampah

Pemkot Atur Pembuangan Sampah di Depan TK Batik Buaran 

Pemkot Pekalongan mulai awal Maret akan mengatur pembuangan sampah di konteiner di depan TK Batik Buaran, Kelurahan Kradenan, Pekalongan Selatan. Menyusul keluhan sejumlah warga maupun pihak sekolah terhadap keberadaan konteiner sampah tersebut.

Kepada Radio Kota Batik, Kabid Kebersihan dan Persampahan DPU setempat, Heru Sukamto mengungkapkan, nantinya kontainer sampah akan dipindahkan sementara, mulai pukul 7 pagi hingga 12 siang. Pengaturan ini dilakukan supaya tidak menganggu kegiatan belajar mengajar di TK.

Sementara itu, Kasatpol PP setempat, Muanas Budi Setyono menjelaskan, untuk mencegah warga agar tak lagi membuang sampah dilokasi tersebut, pihaknya akan menempatkan minimal 2 personilnya mulai pukul 5 pagi hingga 2 siang.

Muanas menambahkan, warga masih diperbolehkan untuk membuang sampah di konteiner tersebut setelah pukul 2 siang. 
sumber

Permintaan Ikan Impor Meningkat

Tangkapan Nelayan Sepi Permintaan Ikan Impor Meningkat 

Sepinya produksi ikan di TPI Kota Pekalongan selama beberapa hari terakhir ini, membuat permintaan ikan impor dari sejumlah pedagang maupun produsen ikan pindang setempat semakin meningkat.

Kepada Radio Kota Batik, salah seorang pedagang ikan di kompleks TPI, Jujuk mengatakan, permintaan ikan impor dari sejumlah pedagang dan produsen ikan pindang meningkat tajam sejak sepekan terakhir.
 


Jujuk menjelaskan, pada hari-hari biasa ia hanya mampu menjual ikan impor jenis salaem 300 kardus per hari, namun saat ikan lokal mulai sulit diperoleh maka penjualannya bisa mencapai 500 kardus per hari dengan harga jual sekitar 105 ribu hingga 108 ribu rupiah per kardus.

Sementara itu, Kepala TPI setempat, Kasim Sumadi mengungkapkan, setiap gelombang besar dan nelayan tidak ada yang melaut akan berdampak pada kenaikan harga ikan lokal dipasaran.

Kasim menambahkan, kondisi seperti ini tidak hanya nelayan yang kesulitan mencari ikan tetapi para bakul juga terkendala dengan tidak adanya stok ikan untuk dijual kembali. Akibatnya banyak bakul ikan beralih membeli ikan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 

TPQ Khusus Ibu – ibu Hamil

Badko Rencanakan Dirikan TPQ Ibu Hamil 

PEMKOT – Badan Koordinasi (Badkot) TPQ Kota Pekalongan merencanakan terobosan baru yang terbilang cukup unik, ialah membuat TPQ khusus bagi ibu – ibu hamil. Nanti dalam kelas tersebut, bukan sang ibu yang akan menerima pembelajaran mengenai Baca Tulis Al Qur'an, melainkan bayi yang ada dalam kandungannya. Ketua Umum Badan Koordinasi (Badkot) TPQ, Drs H Khumaidi mengatakan, pihaknya saar juga telah memiliki kurikulum khusus bagi kelas baru tersebut. “Kurikulum sudah ada, tinggal nanti bagaimana pengelolaannya di masing – masing TPQ. Silahkan bagi TPQ yang berminat bisa untuk berkonsultasi lebih lanjut,” tuturnya dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan BTQ bagi Kepala TPQ se-Kota Pekalongan.

Dirinya menilai, agar dapat diterima dan berkembang dengan baik, BTQ perlu dikenalkan sejak dini. Bahkan sejak bayi ada dalam kandungan. Pembelajaran mengani BTQ yang ada saat ini, menurut Khumaidi sudah cukup bagus. Namun kedepan diharapkan sistem dan program pembelajaran BTQ di Kota Pekalongan tidak satgnan. “Untuk itu perlu terobosan baru yang bisa membuat dunia BTQ kita akan semakin maju dan berkualitas,” imbuh pria yang juga sebagai Ketua Barkod TPQ Jateng tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Khumaidi juga berpesan agar mulai tahun ini seluruh TPQ dapat memiliki program perencanaan per lima tahun. Hal tersebut, sebagai upaya mengembangkan dan memajukan TPQ secara bertahap. “Jika hanya menjalankan saja tanpa perencanaan atau target program. Pertumbuhannya akan lamban dan kualitasnya juga tidak meningkat,” tuturnya.

Dalam rencana lima tahunan tersebut, sambungnya, ada beberapa poin yang harus diprogramkan. Diantaranya peningkatan ketrampilan guru, peningkatan kualitas murid, gedung, alat – alat pendukung, kurikulum, keuangan, evaluasi dan terakhir hasilnya. Dalam setiap lima tahun, lanjutnya lagi, poin – poin tersebut harus ada peningkatan, sehingga berdampak terhadap kemajuan TPQ. Terobosan TPQ ibu hamil, juga mendapatkan dukungan dari Walikota Pekalongan, di HM Basyir Ahmad.

Dalam sambutannya, Basyir mengatakan memang perlu terobosan terus menerus untuk meningkatkan kualitas, termasuk dalam dunia BTQ. “Rencana tersebut sangat bagus dan kami mendukung,” tegasnya. Meskipun diakui Basyir Pemkot belum bisa memberikan perhatian penuh pada TPQ, namun diharapkannya para guru masih bersedia berkorban untuk membantu meningkatkan kualitas generasi penerus di Kota Pekalongan. ”Kami akui Pemkot belum bisa maksimal dalam membantu bapak ibu guru di TPQ. Tapi kami berharap, anda semua masih bersedia untuk berkorban ikut membantu memajukan kualitas generasi penerus di Kota Pekalongan,” harapnya. (ap16)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 27-02-2013)

 

Pelatihan Jurnalistik di Aula Gedung Baru Dindikpora Kota Pekalongan

Wajib Kembangkan Kemampuan Berbahasa 

PEKALONGAN – Puluhan pelajar SMP, SMA, dan SMK baik negeri maupun swasta se-Kota Pekalongan mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik di aula gedung baru Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan, (26/2) – (27/2). Pelatihan jurnalistik kerjasama antara Dindikpora Kota Pekalongan dan Suara Merdeka itu, para pelajar tampak sangat antusias mengikuti sesi materi. Dalam pembukaan, dibuka oleh Sekretaris Dindikpora Kadaryanto, didampingi Gufron Faza Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dindikpora Kota Pekalongan, selaku permateri Trias Purwadi dan Kuswandi (Suara Merdeka perwakilan biro Pekalongan), serta Sugeng Isdianto (guru Bahasa Indonesia SMP 7 Pekalongan).

Disamping diisi materi kejurnalistikan, cara membuat berita, dan teknik wawancara, disampaikan pula materi tentang menulis puisi. Kemudian, pada hari ke dua (hari ini – red) dilakukan praktik menulis berita yang baik dan benar bagi peserta. Menurut Kadaryanto, kegiatan ini diikuti perwakilan pelajar dari 26 SMP, 10 SMA dan 11 SMK negeri maupun swasta se-Kota Pekalongan. “Pelatihan ini dalam rangka pengembangan kompetensi bahasa indonesia, utamanya dalam bidang menulis. Kemudian, mampu menyampaikan tulisan itu, baik secara faktual maupun opini. Dan, bisa menambah wawasan bagi peserta mampu mengaplikasikan ilmunya di sekolah masing – masing, baik menulis mading maupun majalah. (H63-90)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 27-02-2013)

 

Sejumlah Agen dan Pangkalan Elpiji Kemasan 3 kilogram Akan Dipantau Pemkot

Pemkot Pekalongan Awasi Distribusi Elpiji 3 Kilogram 

PEKALONGAN. suaramerdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan memantau secara intensif ketersediaan dan distribusi elpiji kemasan 3 kilogram di sejumlah agen dan pangkalan gas untuk mengantisipasi gejolak masyarakat terkait rencana kenaikan harga jual elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram pada Maret nanti.

“Kami akan melakukan maping dan mengecek ulang pada agen dan pangkalan elpiji untuk mengetahui ada tidaknya peralihan konsumen pengguna elpiji 12 kilogram ke elpiji 3 kilogram,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkp dan UMKM) Kota Pekalongan, Wismo Adityo, Rabu (27/2). Di Kota Pekalongan terdapat lima agen elpiji dan 140 pangkalan elpiji. 

Pertamina berencana menaikkan harga elpiji kemasan 12 kg sebesar Rp 25.400 per tabung, atau dari semula sekitar Rp70.200 menjadi Rp 95.600 per tabung. Kenaikan harga elpiji 12 kilogram tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan peralihan konsumen pengguna elpiji 12 kilogram ke gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.


Namun menurut Wismo, kenaikan harga elpiji 12 kilogram diperkirakan tidak terlalu berdampak terhadap ketersediaan elpiji 3 kilogram. Karena segmentasi pengguna elpiji kemasan 12 kilogram dan 3 kilogram sudah ditetapkan.

“Sasaran pengguna elpiji 12 kilogram dan 3 kilogram sudah ditentukan. Sehingga kami memperkirakan kenaikan harga elpiji kemasan 12 kilogram tersebut tidak terlalu mempengaruhi ketersediaan dan kecukupan elpiji 3 kilogram,” paparnya.

Apalagi, PT Pertamina telah menambah alokasi gas elpiji kemasan 3 kilogram untuk Kota Pekalongan pada tahun ini sebesar 9 persen dari alokasi tahun lalu. Dijelaskan dia, pada tahun 2012, alokasi elpiji 3 kilogram tercatat 2.954.501 tabung. Sedangkan alokasi elpiji kemasan 3 kilogram pada tahun ini bertambah menjadi 3.223.968 tabung.
( Isnawati / CN34 / JBSM
sumber

PSIS Akan Bertandang ke Markas Persip Pekalongan

M Irfan Tak Diboyong ke Pekalongan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gelandang M Irfan harus kembali menepi. Keinginannya untuk tampil saat PSIS bertandang ke markas Persip Pekalongan, Stadion Kota Batik, Jumat (1/3), dikubur dalam-dalam. Meski mengaku dalam kondisi cukup baik, sang nahkoda PSIS Firmandoyo berkata lain.

Mantan pelatih PON Jateng 2012 itu menuturkan, tidak ingin ambil risiko. Menurutnya, kondisi M Irfan memang sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, namun belum mencapai 100 persen. Dia pun tak ingin ambil risiko dengan menurunkannya dalam pertandingan penting.


''Kami butuh pemain yang siap 100 persen untuk tampil di sebuah pertandingan. Sementara yang belum dalam kondisi terbaik, akan diistirahatkan terlebih dulu. Tidak ada masalah dengan hal ini, kami masih memiliki pemain pengganti Irfan, seperti Rizky Yulian dan Robi Fajar,'' tutur Firmandoyo.

Adapun M Irfan, dibelut cedera engkel usai melawan Persikad Kabupaten Depok. Kondisi tersebut membuatnya harus menepi saat PSIS menjalani dua laga penting, yakni bertangan ke Persikabo Kabupaten Bogor dan menjamu Persitara Jakarta Utara.

Sementara itu kabar baik juga datang ke skuad Mahesa Jenar. Kiper nomor satu Catur Adi Nugroho telah pulih dari cedera bahu. Peluang untuk tampil menghadapi Laskar Kalong pun terbuka cukup besar setelah masuk dalam 18 pemain yang diberangkatkan.

Pelatih kiper PSIS Budi Cipto mengungkapkan, telah berkoordinasi dengan tim medis tentang kondisi bahu Catur. Menurut hasil medis, kiper asal Kabupaten Semarang itu siap bila diturunkan. Dengan pertimbangan itulah, dirinya merekomandasi Catur untuk berangkat. Selain Catur, kiper Ghoni Yanuar juga diboyong.

Kala Catur absen lantaran cedera, Ghoni Yanuar tampil di bawah mistar saat PSIS mengalahkan Persitara Jakarta Utara 2-1 di Stadion Jatidiri, belum lama ini. Meski tampil cukup baik, Ghoni masih mendapatkan kritikan. Yakni kurang konsentrasi yang menjadi salah satu penyebab terciptanya gol lawan.

''Sejauh ini, kami belum menentukan kiper utama saat melawan Persip. Baik Ghoni maupun Catur memiliki kualitas yang hampir sama. Hanya saja, antara yang satu dengan yang lain memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Kami akan lihat perkembangannya hingga jelang laga,'' imbuhnya.

Adapun Iswandi Dai cs, harus rela turun satu tangga ke posisi kedua. Hal itu tidak lepas dari hasil manis yang ditorehkan PSCS Cilacap saat melawat ke Persikad Depok. Skuad arahan Gatot Barnowo menang 2-0. PSCS dan PSIS sama-sama mengumpulkan sembilan poin, tetapi PSCS lebih unggul produktivitas gol.
(Hendra Setiawan/CN26

Lowongan Kerja Restoran Udon

Restoran Udon Buka 1.500 Lowongan Kerja

JAKARTA, KOMPAS.com- Usaha di industri restoran terus berkembang, Restoran Udon akan membuka 38 gerai di Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Bandung.

Dengan adanya ekspansi tersebut, Restoran Udon akan menyerap 1.200-1.500 lapangan kerja. Restoran Udon dikelola PT Sriboga Marugame Indonesia dengan waralaba Marugame Udon milik Toridoll Corporati on Jepang.

Untuk ekspansi usahanya itu, Sriboga Marugame menyediakan investasi senilai Rp 150 miliar. Sriboga Marugame adalah anak perusahaan yang selama ini menangani bisnis waralaba Pizza Hut.

Gerai Pizza Hut saat ini telah mencapai 207 unit dengan kebutuhan terigu 15.000 karung per bulan. "Kami memilih waralaba ini karena selain bahan bakunya terigu, secara khusus di Indonesia belum ada restoran udon, yang dibuat secara fresh tiap hari," papar Jeo Sasanto, Direktur Sriboga Marugame.

Marugame Udon telah beroperasi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Hongkong, Rusia, Korea, dan Australia.

"Kami yakin keunikan produk kami dan pengalaman Sriboga dalam bisnis restoran akan menarik minat konsumen Indonesia, yang terkenal dengan selera kulinernya," kata Senior Managing Director Toridoll Corporation, Takashi Nagasawa.    

Potensi Besar Dalam Diri Vania Yang Memiliki Talent Besar

Liliana Optimistis Vania Ukir Prestasi di Miss World 2013

KEIKUTSERTAAN Vania Larissa di ajang Miss World 2013 membuahkan keyakinan tersendiri di mata Liliana Tanoesoedibjo. Pendiri Yayasan Miss Indonesia ini pun yakin bahwa sosok Vania bisa memersembahkan yang terbaik untuk Indonesia.

Dipilihnya Vania Larissa sebagai pemenang Miss Indonesia bukanlah tanpa alasan. Ada sejumlah potensi besar yang dimiliki dara 17 tahun tersebut, di mana jika diasah akan menjadi modal tersendiri yang bisa membuatnya terlihat lebih saat bertanding di Miss World 2013.

Setidaknya, penilaian itulah yang diberikan Liliana Tanoesoedibjo, Chairwoman of Miss Indonesia Organization sekaligus Ketua Dewan Juri Miss Indonesia 2013.
 


“Ada banyak potensi penting dari Vania. Dia sosok yang masih muda, serta bisa mewakili generasi bangsa dan generasi penerus, meski usianya masih 17 tahun,” tuturnya kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Liliana melihat bahwa ada potensi besar dalam diri Vania yang memiliki talent besar dan jika diasah lebih dalam akan jauh lebih maksimal. Dan, modal itulah yang bisa mengharumkan nama Indonesia ketika Vania berlaga di Miss World 2013.

“Dia memiliki talent besar menyanyi seriosa yang sangat internasional. Itu talent terbesar yang dia punya. Selain itu, dia pun memiliki pendidikan yang baik di luar negeri. Saat mengikuti Miss Indonesia, dia juga rela berhenti sejenak demi mengikuti ajang ini,” tutupnya.
(tty)

 

Vania Larissa Persiapkan Fisik Melaju Ke Ajang Miss World 2013

Persiapan Khusus Vania Jelang Kompetisi Miss World 2013

SELAIN pengetahuan, persiapan fisik juga tidak luput dari perhatian Vania Larissa untuk melaju ke ajang Miss World 2013. Bahkan, gadis cantik ini sudah berniat menurunkan berat badan.

“Saya mau menurunkan berat badan lagi. Kira-kira sebanyak 6 kilogram lagi. Saya ingin tampil maksimal saat acara Miss World di Indonesia,” tutur Vania secara eksklusif kepada Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.



Vania pun menjalani program menurunkan berat badan tersebut dengan senang hati dan tidak menjadi beban. Pasalnya, dia pernah menjalani program yang sama sebelum menjalani masa karantina Miss Indonesia.

“Sebelumnya saya menurunkan berat badan mencapai 7 kilogram,” tambah dara cantik kelahiran Pontianak ini.
Program diet yang dia jalani dengan tidak mengonsumsi nasi atau dinamakan diet karbo.

“Tidak makan mi juga, tapi boleh makan daging karena mengandung asupan protein dan memperbanyak sayuran,” jelasnya.

 

Selasa, 26 Februari 2013

Jovita Dwijayanti Terpilih Menjadi Miss Favorit

Miss Jawa Tengah Raih Penghargaan Miss Favorit 2013

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Miss Jawa Tengah Jovita Dwijayanti  terpilih menjadi Miss Favorit 2013. Jovita diganjar hadiah sebesar Rp 20 juta dipotong pajak.

Selain itu, Malam Puncak Penghargaan Miss Indonesia juga memilih beberapa kategori Miss lainnya. Yakni Miss Kulit Cantik, Miss Fresh, Miss Online dan Miss Lifestyle., Miss Persahabatan.


Dari hasil pemilihan Juri, Miss Sulawesi Tenggara Claudia Marcia terpilih menjadi Miss Kulit Cantik 2013. Sedangkan Miss Maluku Marsha Emilia Pical terpilih menjadi Miss Very Fresh.

Miss Online diraih Miss Bengkulu Nadira Titalia. Dan Miss Lifestyle diraih Miss Kepulauan Riau illi Lavenia. Sedangkan Miss Persahabatan diraih Miss Kalimantan Tengah Agis Novrilia.

Para pemenang Miss kategori ini mendapat hadiah Rp 20 juta dipotong pajak.
sumber

 

Evaluasi Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan

MUSKER PMI KAB. PEKALONGAN TAHUN 2013 DIGELAR 

Hari ini, Selasa 26 Pebruari 2013 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2013. Acara yang dihelat di Pendopo Internasional Batik Centre (IBC) Wiradesa dihadiri oleh Ketua PMI Kab. Pekalongan Ibu Arini Antono beserta jajaran pengurus PMI se-Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, Muspika, para camat, Kepala SKPD di Lingkungan Pemda Kab. Pekalongan, serta para kepala sekolah, Pembina ,pelatih, KSR, PMR dan Dewan Kehormatan PMI Kab. Pekalongan.

Drs. Ali Riza, M.Si dalam laporannya sebagai penyelenggara mengatakan bahwa Musker adalah sebuah amanat konstitusi, dan dalam penyelenggaraan Musker akan dilaksanakan evaluasi kinerja di Tahun 2012 serta rencana kerja pada Tahun 2013. “Setelah pembukaan Musker, PMI Kab. Pekalongan juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (Mou) dengan Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan tentang pemenuhan kecukupan darah siap pakai untuk ibu bersalin dalam rangka penurunan angka kematian ibu (AKI) di Kab. Pekalongan,”ungkapnya.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Kab. Pekalongan mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada segenap pengurus PMI, relawan, SKPD/instansi serta masyarakat Kab. Pekalongan atas dedikasi dukungan peran serta kerjasamanya sehingga PMI Kab.Pekalongan dinyatakan memiliki kapasitas baik oleh PMI Prov. Jawa Tengah pada Tahun 2012. “Ini berarti variabel evaluasi yang meliputi kinerja,pondasi dan kapasitas semuanya dalam kategori baik, demikian juga dalam pelaksanaan bulan dana PMI menjadi salah satu dari 10 kabupaten /kota yang memiliki kenaikan diatas 25% dibanding tahun 2011, Tahun ini perolehan Bulan Dana PMI kita mencapai 29%,”terangnya.

Lebih lanjut Ibu Arini mengungkapkan bahwa pada Tahun 2012, PMI Kab. Pekalongan mengelola anggaran sebesar Rp. 438.826.969, dimana dari jumlah tersebut Rp. 125.000.000 merupakan bantuan dari Pemkab Pekalongan. Sumbangan masyarakat dan bantuan pemerintah daerah itu dikelola untuk mendukung tugas pokok PMI diantaranya penguatan kelembagaan dan konsolidasi organisasi,pendidikan dan pelatihan bagi Korps Sukarela dan Palang Merah Remaja, Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan dan sosial, serta pelayanan donor darah.

Pada kesempatan kali ini Ketua PMI juga menyerahkan uang pembinaan dan bantuan konsumsi bagi 9 kecamatan dengan jumlah pendonor terbanyak dari 19 kecamatan yang ada di Kab. Pekalongan. Kecamatan Lebak Barang menjadi kecamatan dengan jumlah pendonor tertinggi, yaitu 152 pendonor, disusul oleh Kecamatan Tirto dengan jumlah pendonor 109 orang, sedangkan Kecamatan Sragi menempati urutan ketiga dengan jumlah pendonor sebanyak 77 orang. Disusul oleh Kecamatan Paninggaran, Kedungwuni, Kajen, Kandangserang, Wonopringgo, dan Doro. Total jumlah pendonor selama tahun 2012 dari 9 kecamatan tersebut adalah 679 pendonor. (dian’s-aan)
Sumber berita dan foto : Press Release Bagian HUMAS Setda
Editor web : an-P (Bid.Kominfo)

Tiga Mahasiswa Asal Universitas Tokyo Memberikan Motivasi Siswa SMP-N 8

Mahasiswa Jepang Motivasi Siswa SMP 8 

SMPN8 – Siswa SMP N 8 Kota Pekalongan, mendapatkan kesempatan istimewa untuk menimba ilmu dari mahasiswa asal Jepang. (23/2) lalu, tiga orang mahasiswa asal Universitas Tokyo, Jepang, didampingi mahasiswa dari Udinus melakukan kunjungan untuk memberikan motivasi dan berbagai pengalaman kepada siswa di SMPN 8. Kedatangan tiga orang mahasiswa tersebut, disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Zaenal Muhibin SPd dan seluruh jajaran guru. Kemudian, mereka menggelar diskusi di aula sekolah diikuti oleh seluruh siswa dan guru.

Payo, salah satu mahasiswa menceritakan pengalaman mengenai kehidupan sehari – harinya di Jepang. Diceritakannya, bahwa selain kuliah, Payo juga bekerja paruh waktu di senuah restoran. Hal itu dilakukan Payo untuk kehidupannya sehari – hari. Setiap hari, dirinya berangkat kuliah sekitar pukul 9 pagi dan selesai pukul 6 sore. Baru setelah itu dirinya berangkat ke sebuah restoran untuk bekerja. “Disana sebagian besar mahasiswa melakukan kebiasaan itu terkecuali mahasiswa yang sebenarnya berasal dari keluarga yang mampu. Hal itu dilakukannya agar mereka dapat belajar mandiri sejak dini,” bebernya lagi. Meskipun sibuk bekerja saat malam hari.

Payo mengaku dirinya dan mahasiswa lain tetap tak meninggalkan kewajiban utamanya untuk belajar. “Sebagai mahasiswa, tugas untuk menuntut ilmu merupakan yang utama. Sehingga sesibuk apapun kami bekerja, tak akan meninggalkan belajar,” ucap mahasiswa yang bercita – cita menjadi seorang guru tersebut. Payo mengatakan, hal itulah yang menjadi perbedaan utama mahasiswa Indonesia. Dirinya melihat, masih sedikit mahasiswa Indonesia yang belajar mandiri dengan membiayai hidupnya sendiri. Padahal menurutnya, kebiasaan tersebut perlu dilakukan sejak dini agar tidak selalu meminta kepada orang tua untuk kebutuhannya sendiri.

Sementara itu Kepsek SMPN 8, Zaenal Muhibin SPd, mengaku senang dengan adanya kunjungan dari mahasiswa Jepang. Menurut Zaenal kunjungan tersebut akan menambah wawasan dan ilmu bagi siswanya terutama menganai kebudayaan dan cara berkehidupan di negara lain. “Kami berharap siswa bisa memanfaatkan momen ini untuk menggali lebih banyak pengalaman dari mereka,” pesannya. Dirinya juga ingin agar dengan adanya kegiatan tersebut juga dapat membuka cakrawala serta wawasan siswa sehingga mengetahui kebiasaan di negaralain. “Tentu saja pelajaran itu jangan hanya didengarkan namun dapat dijadikan motivasi dan cerminan tersendiri bagi siswa,” pungkasnya. (ap16)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 26-02-2013)

 

Pelatihan 'Basic Trauma Cardiac Life Support PPNI RSUD Bendan

PPNI RSUD Bendan Gelar Pelatihan BTCLS 
BENDAN – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat RSUD Bendan menggelar pelatihan 'Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi tenaga profesional kesehatan di Aula lantai 4 RSUD Bendan. Kegiatan yang dibuka mulai Senin (25/2) dan berlangsung hingga Jum'at (1/3) ini bekerjasama dengan tim dari Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Panitia Pelatihan Zainudin AMk, menjelaskan bahwa kegiatan itu diikuti oleh 81 peserta. Mereka adalah para tenaga kesehatan, seperti perawat, dokter, bidan, hingga mahasiswa kesehatan dari instansi – instansi se-Eks Karesidenan Pekalongan. “Diantaranya dari RSUD Bendan, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, RS Budi Rahayu, RS Siti Khodijah, RSUD Kalisari Batang, RS Kardinah Tegal, RS Mitra Keluarga Kota Tegal, puskesmas – puskesmas, dan masih banyak lagi,” kata dia, (25/2). Ia menjelaskan, tujuan dari pelatihan BTCLS ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para tenaga medis, terutama dalam menangani pasien – pasien yang membutuhkan perawatan kegawatdaruratan, untuk kemudian diaplikasikan sesuai tugas dilapangan. Hal ini juga sesuai dengan tuntutan masyarakat agar tenaga medis atau perawat bisa lebih profesional. “Sehingga, diharapkan risiko kematian akibat salah penanganan kondisi gawat darurat pertama bisa ditekan,” ujarnya.

Zainudin menambahkan, sebelumnya panitia merencanakan pelatihan itu untuk satu kali tahap saja. Tetapi karena tingginya antusiasme peserta untuk mengikuti pelatihan, maka yang tadinya hanya akan dibuka kelas diubah menjadi tiga kelas. “Untuk tahap pertama kita gelar dari 25 Februari ini hingga 1 Maret. Tahap duanya, akan kita laksanakan pada 3-7 Maret,” bebernya. Pada peserta akan mendapatkan materi teori serta praktik dari tim ahli atau dokter yang berkompeten di bidangnya. Tim dokter spesialis ini berasal dari RSUD Bendan sendiri dan tin dari Ambulans Gawat Darurat DKI Jakarta. “Materinya 40 persen teori, sisanya praktik langsung,” imbuhnya.

Direktur RSUD Bendan, dr Bambang Prasetyo MKes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan seperti itu adalah yang pertama kali digelar oleh PPNI Komisariat RSUD Bendan. “Alhamdulillah, pesertanya membludak. Sehingga, kami masih membuka kesempatan untuk peserta yang akan mengikuti pelatihan di gelombang II,” ujarnya. Ketua Tim Ambulans Gawat Darurat Pemprov DKI Jakarta, dr Sudigdo, menyambut baik dengan adanya kerjasama pelatihan seperti yang dilakukan oleh RSUD Bendan. “Kami selalu terbuka untuk menjalin kerjasama dengan seluruh rumah sakit, di semua daerah,” jelasnya.

Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan menyampaikan, apresiasinya dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, pengetahuan untuk menangani pasien sejak tahap awal dengan cara yang benar, akan sangat memengaruhi hasil perawatan terhadap pasien yang bersangkutan selanjutnya. “Kalau penanganan awalnya sudah bagus, sudah benar, maka hasil akhirnya akan bagus pula. Sedangkan kalau awalnya sudah salah, akibatnya bisa fatal,” kata Basyir. Dia mengaharapkan, peningkatan ketrampilan untuk tenaga medis itu bisa terus digelar secara periodik. Disertai dengan latihan – latihan yang lebih sering, sehingga akan meningkatan kualitas tenaga medis itu sendiri. “Dengan semakin banyak berlatih, maka kita akan semakin pintar,” tandas Walikota. (way)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 26-02-2013)

 

Makanan Tambahan Dalam Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah

Rp 1,5 Miliar, Makanan Tambahan Anak Sekolah 

PEKALONGAN – Sekitar 7.000 siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kota Pekalongan akan mendapatkan makanan tambahan dalam program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk program tersebut. “Dengan dna sebesar Rp 1,5 miliar, kami akan memberikan makanan tambahan bagi siswa SD da MI sebanya 6.000 siswa hingga 7.000 siswa,” terang Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPMP2AKB) Kota Pekalongan Nur Chasanah, di sela – sela Pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UUPKS) Kota Pekalongan di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, kemarin.

Dijelaskan, sasaran program ini adalah sekolah – sekolah dengan tingkat kemiskinan siswa di atas 50 persen. Makanan tambahan tersebut rencananya akan diberikan pada awal tahun ajaran baru, dan diberikan selama 108 hari. “Nantinya setiap hari siswa akan mendapat makanan tambahan berupa susu dan kudapan. Tujuannya, untuk meningkatkan derajat kesehatan siswa. Jika asupan gizi terpenuhi, hal tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan kecerdasan dan prestasi siswa,” paparnya.

Lebih Banyak
Jumlah siswa yang akan mendapat makanan tambahan pada tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, kata dia, anggaran yang dialokasikan untuk PMT-AS sebesar Rp 1,2 miliar. Tercatat sekitar 5.000 siswa SD dan MI mendapatkan makanan tambahan melalui program PMT-AS tersebut.

Dia menambahkan, anggaran untuk program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah berasal dari pos anggaran Program Akselerasi Pembangunan Keluarga Sejahtera Berbasis Masyarakat. Menurutnya, hal ini merupakan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Percepatan Pembangunan Keluarga Sejahtera Berbasis Masyarakat. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar manusia agar lebih sejahtera, perlu adanya program akselerasi pembangunan keluarga sejahtera berbasis masyarakat.

(SUMBER : HARIAN PEKALONGAN, 26-02-2013)

 

Basyir: Saya Ingin Seluruh Warga Muslim Kota Pekalongan Bisa Baca Tulis Al-Quran dan Mengaji

TPQ Perlu Terobosan dan Inovasi 

Pekalongan, Info Publik - Sebagai tempat untuk memberikan pembelajaran bagi anakperkembangan ahlaq anak –anak, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memegang peranan yang cukup penting. Karenanya guna perbaikan yang terus menerus dan menjadi lebih baik dari hari kehari, TPQ perlu selalu melakukan terobosan dan inovasi.

Demikian disampaikan Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat membuka Peningkatan dan Pembalajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Bagi Kepala TPQ Se Kota Pekalongan, di Ruang Amarta, Selasa (26/2).

Menurut Basyir pembelajaran TPQ selama ini telah mampu memberikan manfaat yang sangat bagi kehidupan yang ‘berahlaq ul karimah’. “Kedepan saya ingin agar TPQ bisa menjangkau seluruh masyarakat Kota Pekalongan, dengan bahasa lugas saya ingin seluruh warga muslim Kota Pekalongan bisa baca tulis Al-Quran dan mengaji,” katanya.

Dia berharap pendidikan TPQ juga sudah bisa diberikan bagi anak-anak usia dini dengan mendirikan PAUD – TPQ. “Semakin cepat pendidikan Al – Quran diberikan kepada anak akan semakin besar daya serapnya,” tandasnya. 

Basyir menilai hal ini sangat penting karena sangat berkaitan denga keberkahan. “Selama ini saya merasa sangat dimudahkan dalam melaksanakan tugas sebagai walikota tentu juga dikarenakan keikhlasan bapak ibu semua dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak,” ujarnya. 

Disii lain Basyir juga menyoroti minimnya penghasilan yang diterima oleh guru dan pengelola TPQ. “Pekerjaan ini memang lebih memerlukan pengorbanan, meskipun begitu saya sangat berharap agar Bapak ibu tetap bekerja maksimal karena TPQ amat menentukan masa depan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Badan Koordinasi (Badko) TPQ Se Jawa Tengah yang juga Kepala badko Kota Pekalongan Khumaidi menggaris bawahi pentingnya pendidikan baca tulis Al-quran bagi anak-anak usia dini. “Semakin dini dimulai akan semakin baik, bahkan jika perlu untuk ibu-ibu yang hamil diatas 4 bulan juga perlu dibuatkan TPQ,” katanya. Alasanya janin bayi dengan usia lebih dari 4 bulan itu sudah bisa menyerap apa yang juga didengarkan oleh sang ibu. (diskominfo/007) 

 

Mogok Kerja Karyawan PT S Dupantex

Karyawan Dupantex Mogok Kerja

KAJEN - Ratusan karyawan PT S Dupantex dan aktivis DPC SPN Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kamis (25/2) pukul 10.00 melakukan aksi unjuk rasa menuntut PT S Dupantex memberi tunjangan makan dan penambahan uang lembur kepada karyawan. 

Mereka melakukan aksi dengan konvoi  sepeda motor dari jalur pantura, Jalan Raya Tirto menuju ke kompleks perkantoran Pemkab Pekalongan.

Selain menuntut penambahan uang lembur dan tunjangan makan, para pendemo juga menuntut dua karyawan PT S Dupantex yang diputus hubungan kerja secara sepihak oleh perusahaan dipekerjakan kembali.

Di sela-sela aksi, Ketua SPN PT S Dupantex Ahir Prasetyo mengatakan, tuntutan buruh adalah meminta tunjangan makan, mempekerjakan kembali dua karyawan yang diputus hubungan kerja (di-PHK) secara sepihak atas nama Isri dan Puji, penambahan upah lembur, pembayaran upah saat cuti dan pemberlakuan Jamsostek.

Menurutnya, pemogokan kerja sah karena kesepakatan dilakukan di depan kantor pemerintah daerah terkait atau Dinsosnakertran. 

Sekretaris DPC SPN Kabupaten Pekalongan Mustabiin menambahkan, sikap perusahaan yang tidak menghadiri undangan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) berarti tidak memiliki iktikad baik. 

Sekretaris SPN Kota Pekalongan Damirin menyatakan, melihat sikap perusahaan yang tidak kooperatif tersebut buruh akan melakukan dua langkah, yakni meminta pihak perusahaan memenuhi tuntutan dan melaporkan ke kepolisian dan melakukan mogok kerja.

Berkaitan masalah tersebut, Manager Personalia PT S Dupantex Budiatmoko ketika dikonfirmasi menyatakan, secara prinsip perusahaan siap duduk bersama dengan para karyawan dan serikat pekerja untuk membahas tuntutan mereka. 

Adapun mengenai ketidakhadiran perusahaan, hal itu disebabkan pimpinan ada kesibukan lain.  (H65,H79-49,23)

Penetapan Peraturan Daerah Tentang Bangunan Gedung

Perda Bangunan Gedung di Kabupaten Pekalongan Ditetapkan 

KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penetapan Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung, Jumat (22/2/2013) di Gedung Paripurna DPRD setempat.

Rapat Paripurna dihadiri oleh Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si, Ketua DPRD H. Asip Kholbihi beserta kedua Waki Ketua yaitu Tuti Harmonis dan Nur Balistik beserta sebagian besar anggota DPRD, Kapolres Pekalongan AKBP Hanif, SIK, perwakilan FKPD, Sekda beserta para Kepala SKPD, pimpinan instansi Vertikal, BUMN/BUMD, para pimpinan ormas, dan tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan kata akhir dari 6 (enam) Fraksi DPRD, dilanjutkan dengan sambutan Bupati Pekalongan serta penandatanganan persetujuan bersama. Ke-6 Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan yaitu Fraksi PKB, Fraksi PDIP, Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi Persatuan Pembangunan Demokrat dan Fraksi Harum dapat menerima dan menyetujui Raperda tentang Bangunan Gedung untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada segenap anggota Dewan yang telah membahas dan menyetujui Raperda Bangunan Gedung, serta ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Bupati menuturkan, dalam menyusun Raperda Bangunan Gedung, selain mengacu pada prinsip-prinsip dan norma yang ada, Pemkab Pekalongan juga melakukan konsultasi publik sebagai forum untuk menampung aspirasi maupun masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Serta telah dilaksanakan langkah-langkah penyempurnaan sebagai upaya penyelarasan Raperda Bangunan Gedung dengan kepentingan umum, peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi yaitu UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002, serta Peraturan Menteri PU No. 29 Tahun 2006. Sehingga diharapkan Peraturan Daerah Bangunan Gedung dapat lebih aplikatif sebagai acuan kita dalam penataan bangunan gedung di Kabupaten Pekalongan.

Dengan diberlakukannya Perda Bangunan Gedung diharapkan dalam pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan bangunan gedung di Kabupaten Pekalongan dapat terwujud, yaitu (a) bangunan gedung yang fungsional dan sesuai dengan tata bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan lingkungannya; (b) tertib penyelenggaraan bangunan gedung yang menjamin keandalan teknis bangunan gedung dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan; dan (c) kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung.

Dalam pembahasan materinya, Bupati menjelaskan bahwa Perda Bangunan Gedung telah diselaraskan dengan Perda No. 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pekalongan Tahun 2011 – 2031. Dan substansi pasal-pasal didalamnya diarahkan agar didalam pelaksanaannya dapat bersinergi dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTR) dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang masih dalam proses penyusunan.

Segenap potensi, kemampuan dan pemikiran telah kita curahkan bersama dalam merealisasikan cita-cita luhur guna memenuhi kepentingan dan kebutuhan kehidupan masyarakat, namun masih banyak harapan masyarakat yang belum dapat kita wujudkan. “Untuk itu kepada semua elemen, baik pemerintah terutama instansi terkait seperti DPU, BPM-PPT, Satpol PP, bahkan masyarakat perlu menjalin semangat kebersamaan dan kerjasama yang haromis dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan yang dapat dinikmati secara demokratis, adil, dan merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,” terang Bupati mengakhiri sambutannya.

Sebagai wujud nyata persetujuan dan penetapan Perda Bangunan Gedung, dilakukan penandatanganan persetujuan bersama antara Bupati Pekalongan dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan yang disaksikan oleh seluruh hadirin dan tamu undangan. (kasmudi, kontributor kab. Pekalongan)
Sumber : Bag. Humas Setda
Editor web : nd

sumber

 

Pemberlakuan Jam Belajar di Desa Tambakroto Didukung Penuh Warganya

Kegiatan Malam Selasa Legi; BUPATI BERDIALOG DENGAN JAJARAN PENDIDIKAN 

KAJEN - Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si sangat mengapresiasi usulan akan perlunya sinergitas antara pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat untuk menciptakan kondisi yang kondusif dalam proses belajar anak. Misalnya pemberlakuan jam belajar menjelang dan saat hari ujian seperti yang dilaksanakan di Desa Tambakroto Kecamatan Kajen yang didukung penuh warganya. Demikian terungkap dalam dialog acara malam Selasa Legi yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Pekalongan di pendopo rumdin Bupati, Senin (25/2/13).

Informasi akan kesepakatan warga Desa Tambakroto ini disampaikan oleh Murfasi dari UPT Pendidikan Kec. Kajen. Menurutnya, para pemuda desa juga berpartisipasi aktif  membantu dengan patrol keliling setiap jam belajar 19.00-21.00 WIB. Oleh Bupati, masukan berharga ini diharapkan dapat menjadi virus kebaikan yang menular ke daerah lain demi mensukseskan ujian nasional.


Dalam kesempatan perdana tadi malam, jajaran pendidikan Kab. Pekalongan mendapat giliran pertama berdialog dengan mengusung tema ‘Sukses Ujian Nasional Tanpa Stress’. Berbagai informasi dan permasalahan terkait dunia pendidikan mengemuka. Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pekalongan Drs. H. Umaidi, MSi, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2012/2013 akan dimulai di tingkat SLTA tanggal 15-17 April 2013. Tingkat SLTP tanggal 22-25 April 2013 dan tingkat SD tanggal 6-8 Mei 2013.

“Sistem pelaksanaan ujiannya juga akan berbeda dari tahun sebelumnya, kala sebelumnya hanya ada soal 5 paket sekarang menjadi 20 paket soal setiap ruangan. Jadi dapat dikatakan setiap anak dalam satu ruangan akan mendapatkan soal yang berbeda. Dan kesulitannya pun meningkat. Unsur pengawas dari perguruan tinggi tidak hanya untuk SLTA dan SLTP, tapi juga untuk SD”, jelasnya.

Bupati Pekalongan menekankan dalam setiap acara dialog, beliau ingin lebih banyak bisa mendengar masukan bagaimana membangun Kabupaten Pekalongan yang lebih baik, apa yang harus dilakukan dalam rangka memenuhi harapan masyarakat. “Saya harapkan semua yang ada disini dapat memberikan masukan secara jernih, bukan untuk kepentingan pribadi atau membela kepentingan tertentu. Apa yang disampaikan akan sangat bermanfaat untuk sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Untuk kesempatan berikutnya dapat diagendakan menghadirkan komunitas lain seperti pengusaha-pengusaha yang berpotensi menghasilkan limbah, para petani yang kesulitan panen dan lainnya”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKD Heru Utomo, MMPd mengatakan upaya menghidupkan kembali kegiatan apresiasi seni dan sarasehan setiap malam Selasa Legi ini dalam rangka lebih mendekatkan pemangku kebijakan dengan beragam komunitas untuk memajukan Kab. Pekalongan. “Kami harapkan dalam setiap acara yang terdiri dari apresiasi seni dan dialog dengan Bupati, suasana akan berlangsung santai dan penuh keakraban. Kedepan kegiatan semacam ini akan dijadikan agenda rutin dengan mengundang berbagai kalangan”, ujarnya.

Permasalahan lain yang sempat diutarakan penanya antara lain perlu adanya penataan tempat-tempat untuk berpromosi seperti pentas seni produk-produk tertentu atau hiburan rakyat agar tidak mengganggu proses belajar, perbaikan sarana prasarana sekolah yang terkena banjir atau tergenang rob, serta sekolah inklusi untuk anak berkebutuhan khusus. (rizka-hamin-wahyudin)
Sumber : Bag. Humas Setda
Editor web : nd

sumber

 

Angka Putus Sekolah Cukup Tinggi

118 Siswa Putus Sekolah 

PEKALONGAN – Sebanyak 118 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, mengalami putus sekolah. Hal tersebut terungkap pada Rapat Sinkronasi Database Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, beberapa waktu lalu. Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kesetaraan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan Soeroso memaparkan, “Di tingkat SMA/MA/SMK di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, angka putus sekolah sebanyak 98 siswa.” Sementara di tingkat SMP/MTs tercatat 15 siswa dan di tingkat SD/MI, lima siswa.

Dijelaskan, dari sebelas SMA/MA/SMK di Kecamatan Pekalongan Barat, 98 siswa putus sekolah tersebut tersebar di tiga SMK. Sementara di jenjang SMP/MTs, siswa putus sekolah tersebar di empat SMP Negeri dan swasta, serta satu MTs dari sembilan sekolah di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, sedangkan di jenjang SD/MI, angka putus sekolah tersebar di tiga sekolah satu SD dan dua MSI. “Tingginya angka putus sekolah ini karena anak lebih senang bekerja daripada menempuh pendidikan. Ada, orang tua emenariki anaknya dari sekolah karena anak tersebut lebih senang bekerja,” terangnya . Karena itu, ia meminta Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Pekalongan mendata dan memberi peringatan kepada perusahaan – perusahaan yang mempekerjakan anak di bawah umur.

Selain data anak putus sekolah yang memotret angka partisipasi sekolah, pada kegiatan hari itu juga dipaparkan data – data terkait kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Pekalongan Barat. Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Administrasi Slamet Prihantono menjelaskan, data – data tersebut diperlukan untuk menyusun berbagai program guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (K30-49)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-02-2013)

 

Organisasi Wanita GOW Kota Pekalongan Gelar Kelas Kecantikan

Perempuan Bisa Jadi “Dewi Saraswati” 

PEKALONGAN – Sebanyak 270 perempuan yang tergabung Organisasi Wanita (GOW) Kota Pekalongan dan masayarakat umum mengikuti kelas kecantikan di Carrefour, (23/2). Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan Balgies Diab berharap, para perempuan yang mengikuti kelas kecantikan tersebut bisa tampil cantik secantik Dewi Saraswati. “Dewi Saraswati itu tidak hanya cantik secara fisik, tetapi juga memancarkan inner beauty. Semoga setelah mengikuti beauty class ini, ibu – ibu bisa menjadi Dewi Saraswati – Dewi Saraswati di Pekalongan,” terangnya saat membuka beauty class yang diselenggarakan Carrefour bekerja sama dengan GOW dan Sariayu Martha Tilaar.

Ia menjelaskan, Dewi Saraswati adalah dewi pengetahuan, kebijaksanaan, kesenian dan inspirasi. Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih. Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Baik pikiran, intelektual, waspada (mawas siri) dan ego. Di masing – masing lengan tergenggam empat benda yang berbeda yakni lontar (buku), ganitri (tasbih), wina (kecapi) dan damaru (kendang kecil).

Tasbih melambangkan wanita harus mempunyai iman yang kuat. Sedangkan kecapi melambangkan perempuan harus pandai berkomunikasi atau pandai bergaul dan menjaga tutur kata dan sopan santun. Daun lontar pada tangan lainnya simbol pengetahuan. Brand Manager Carrefour Warso Supeno menjelaskan, beauty class hari itu merupakan yang kedua diselenggarakan Carrefour bekerja sama dengan Sariayu Martha Tilaar. (K30-49)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-02-2013)

 

Pemkot Pekalongan Berpacu Untuk Mengejar Predikat Kota Kreatif ke-35 UNESCO

Songsong Kota Kreatif UNESCO

PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tengah berpacu untuk mengejar predikat sebagai Kota Kreatif ke-35 UNESCO kategori Kota Kerajinan dan Kesenian rakyat (craft and folk art). Untuk mencapai hal itu, Pemkot Pekalongan merangkul sebelas komunitas dari berbagai bidang di Kota Pekalongan. akhir pekan lalu, Sekda Kota Pekalongan Dwi Arie Putranto mengumpulkan beberapa kalangan pendidikan, pengusaha batik dan perwakilan sejumlah organisasi atau komunitas di Kota Pekalongan, di ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan.

Hadir antara lain Ketua Dewan Kesenian Kota Pekalongan Aan Jindan. Ketua Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan Fatchiyah A Kadir, grup band Raprox, dan pengusaha batik Zikin serta warga kehormatan Kota Pekalongan, Gaura Mancacaritadipura. “Kami berharap bisa bersama – sama untuk mewujudkan Pekalongan sebagai Kota Kreatif UNESCO,” terang Sekda. Ia menjelaskan, aplikasi mengenai informasi sebagai nominator Kota Kreatif UNESCO harus sudah diterima UNESCO pada 31 Maret.

Saat memberi pengarahan, Walikota M Basyir Ahmad menjelaskan, persiapan Kota Pekalongan jauh tertinggal dibandingkan tiga kota yang telah dipersiapkan untuk diajukan ke UNESCO, yakni Solo, Bandung dan Yogyakarta. Namun Kota Pekalongan dinilai paling siap. “Tiga kota itu telah didampingi Kementerian Pariwisata da Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak 2012. Sedangkan Kota Pekalongan baru akan didampingi tahun ini. Meskipun baru akan didampingi tahun ini, kami sudah siap semuanya. Lima persyaratan itu sudah dimiliki, walaupun ada beberapa unsur yang harus dibenahi,” paparnya.

Beberapa Keuntungan
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemkot Pekalongan membentuk dua tim. Dijelaskan dia, tim pertama akan berkonsentrasi mempersiapkan persyaratan yang akan diajukan ke UNESCO. Tim pertama tersebut akan melibatkan sebelas komunitas dan organisasi tersebut. Sementara tim kedua bertugas melobi Kemenparekraf agar segera meninjau Kota pekalongan. “Harapan kami, didaftar ke-35 Kota Kreatif UNESCO ada Kota Pekalongan. itu impian kami, tegasnya.

Gaura Mancacaritadipura menambahkan, ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh Kota Pekalongan jika menyandang predikat sebagai Kota Kreatif UNESCO. Nantinya, logo Kota Pekalongan akan disandingkan dengan logo UNESCO. “Jika logo Kota Pekalongan bersanding dengan logo UNESCO, akan menarik minat warga dari negara – negara lain untuk datang ke Kota Pekalongan,” (K30-49)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-02-2013)

Diskusi Publik:Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Kota Pekalongan

Pelayanan Publik Pemerintah Masih Tertutup Bagi Warga 

Pekalongan, Info Publik - Saat ini proses penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah masih sangat tertutup bagi partisipasi warga negara. Warga hanya ditempatkan sebagai pengguna yang pasif dan harus menerima pelayanan publik sebagaimana adanya. Mereka tidak memiliki hak untuk bicara, kesulitan mengajukan komplain, apalagi ikut memutuskan mengenai apa pelayanan yang diselenggarakan, bagaimana kualitasnya dan bagaimana seharusnya dilakukan.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Pekalongan Sugiharto pada diskusi publik dengan tema Pengelolaan pengaduan pelayanan Publik di Kota Pekalongan yang digelar di Hotel Nirwana, Senin (25/2). Hadir selain diikuti para tokoh masyarakat, hadir juga sejumlah Kepala Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD). Seperti kepala Dinas kependudukan Dan catatan Sipil (Disdukcapil) Drs Budi Santosa, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Agus Mahendrayana dan lain-lainya.

Menurut Sugiharto untuk memperbaharui penyelenggaraan pelayanan publik diperlukan pendekatan baru yakni dengan memberdayakan potensi masyarakat. “Potensi warga masyarakat harus diberdayakan sehingga mereka tidak hanya sebagai pengguna pasif tetapi bisa juga ikut menentukan bagaimana proses pelayanan publik tersebut seharusnya diselenggarakan,” katanya.

Ditambahkan oleh Sugiharto, pengesahan UU No 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik menjadi salah satu terobosan baru untuk upaya percepatan reformasi pelayanan publik yang menjadi bagian dari strtegi pemberantasan korupsi secara menyeluruh. “tetapi UU dengan substansu yang bagus tidak serta menjawab seluruh persoalan pelayanan publik, perlu kesadaran kritis agar publik aktif menuntut haknya seperti yang dijamin dalam UU tersebut,” tandasnya.

Sebagai contoh Sugiharto menunjuk survey yang dilakukan PATTIRO selama Bulan November sampai dengan Desember 2012. “Kami mendapatkan 314 pengaduan melalui mobile complain dan 91 pengaduan melalui SMS yang sebagian besar adalah masalah pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya. Sedangkan masalah-masalah lain seperti layanan administrasi kependudukan , perijinan dan kelistrikan hanyalah sebagian kecil saja.

Terkait dengan itu PATTIRO merekomendasikan agar Pemkot Pekalongan segera menyusun dan menerapkan standar pelayanan pada unit kerja yang bertugas menyelenggarakan pelayanan publik. Selain itu Pemkot Pekalongan juga diminta segera membangtun sistem pengelolaan pengaduan terpadu melaui unit pengaduan dan penyelesaian pelayanan publik. “Akses informasi tentang standar pelayanan disebarluaskan agar diketahui seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (diskominfo/007) 

 

Pertandingan PSIS Semarang VS Persip Pekalongan 1 Maret 2013

PSIS Bertekad Curi Poin di Kandang Persip Pekalongan
"Insha Allah kita bisa mencuri poin dikandang Persip. Kita akan berusaha mencapai target itu," kata kapten PSIS, Iswandi Dai.

JAKARTA, Jaringnews.com - PSIS Semarang bertekad mencuri poin saat bertandang ke markas Persip Pekalongan di laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia Grup 2. Punggawa 'Laskar Mahesa Jenar' pun saat ini dalam kondisi on-fire setelah di pertandingan sebelumnya sukses membungkan Persitara Jakarta Utara dengan skor 2-1.

Laga ini akan berlangsung di Stadion Kota Batik Pekalongan, Jumat (1/3) mendatang. PSIS membutuhkan tambahan poin demi terus mengamankan posisinya di puncak Grup 2 dengan torehan sembilan poin hasil dari empat pertandingan.

"Kami sudah siap bertanding melawan Persip nanti. Semua pemain dalam kondisi on-fire apalagi kami mempunyai modal kemenangan di laga terakhir," kata kapten PSIS, Iswandi Dai kepada Jaringnews.com via BlackBerry Messenger, Selasa (26/2).

"Insha Allah kita bisa mencuri poin dikandang Persip. Kita akan berusaha mencapai target itu," sambungnya.

Iswandi juga mengungkapkan di setiap latihan yang digelar, pelatih PSIS, Firmandoyo selalu mengintruksikan para pemainnya untuk tampil menekan dan melakukan penjagaan ketat terhadap setiap pemain Persip Pekalongan. Apalagi, Persip bakal bertanding di hadapan pendukungnya sendiri.

"Penjagaaan ketat satu lawan satu harus dioptimalkan. Mengingat kita bermain di kandang mereka. Jadi, kita akan terus menekan mereka supaya tidak leluasa mengembangkan permainannya," ujarnya

"Tentu mereka tidak akan tinggal diam. Dan kita kita yakin mereka juga akan bermain menyerang sejak menit-menit awal," tukasnya.
(Nps / Riz)
sumber

 

Senin, 25 Februari 2013

Pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh Indonesia kab.Pekalongan

Pengurus Cabang PRSI Kabupaten Pekalongan Dilantik 

KAJEN - Minggu (24/2), Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Pekalongan periode 2012-2016 dilantik. Bertempat di Kolam Renang dan Rumah Makan Kulu Asri, mereka dilantik oleh Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PRSI Jawa Tengah, Hartadi.

Pelantikan dihadiri Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra – Drs. Mujiyanto, Wakapolres Pekalongan, beberapa Kepala SKPD terkait, perwakilan KONI Kabupaten Pekalongan dan BUMN/BUMD serta tamu undangan lainnya. Drs. Mujiyanto saat membacakan sambutan Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si. menyampaikan bahwa menjadi pengurus sebuah organisasi termasuk menjadi Pengurus PRSI merupakan orang-orang pilihan. Karena menjadi pengurus harus memiliki jiwa amanah, mempunyai kecintaan dan panggilan jiwa yang kuat untuk menyumbangkan pikiran, tenaga dan finansial demi pengabdian kepada kemajuan organisasi.


"Oleh karena itu saya minta agar pengurus baru dapat siap mengemban amanah dengan baik dan penuh tanggungjawab," pinta Bupati. Dalam kesempatan itu Bupati meminta kepada segenap pengurus PRSI agar hendaknya mensikapi potensi sungai yang banyak di Kabupaten Pekalongan untuk dijadikan arena bermain dan berlatih renang secara alamiah bagi anak-anak. Kolam renang, menurut Bupati, merupakan wahana tindaklanjut untuk mencetak atlit yang berhasil dan mengukir prestasi.

Di akhir sambutan, Bupati menghimbau pengurus PRSI melakukan pola pembinaan renang secara terprogram dan terintegrasi dengan menghimpun klub-klub yang sudah ada. Dan kepada Pengprov PRSI Jateng, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu mengharap agar kiranya dapat mengarahkan dan membimbing serta bekerjasama dengan Pengcab PRSI Kabupaten Pekalongan sehingga renang Kabupaten Pekalongan dapat meningkat. Pengurus PRSI Kabupaten Pekalongan periode 2012-2016 yang dilantik pada hari itu diketuai oleh M. Husni Mubarok. (di2k/udin).
Sumber : Bag. Humas Setda
Editor web : nd

sumber

 

Komuniti Forestri dan Pemkab Mengadakan Cinta Lingkungan

BUPATI AJAK ANAK-ANAK CINTA LINGKUNGAN 



Raut sumringah dan antusias menghiasi wajah sekitar 50 anak, siswa kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar (SD) pagi itu. Mereka berasal dari 5 kecamatan di Kab. Pekalongan yaitu Kandangserang, Paninggaran, Petungkriyono, Kajen dan Kesesi. Anak-anak tersebut dipilih untuk melakukan praktek cinta lingkungan yang diselenggarakan oleh Komuniti Forestri (KF) bekerja sama dengan Pemkab. Pekalongan.

Tidak hanya sekedar berkunjung, mereka juga mendapat kesempatan istimewa untuk melihat-lihat ke dalam rumah dinas Bupati dan beragam koleksi flora dan fauna yang ada di rumah dinas. Kepala Bagian Humas Drs. Ali Riza, Msi pun didapuk menjadi ‘guide’ dadakan yang mengantarkan para siswa berkeliling sembari memberikan bermacam penjelasan.

Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, Msi dalam sambutannya mendukung upaya  kegiatan praktek cinta lingkungan di rumdin Bupati dan lingkungannya, karena lingkungan rumdin dapat menjadi tempat pembelajaran dan memotivasi anak-anak agar untuk turut menjaga lingkungan. “Selain itu, juga sebagai salah satu sarana pembangunan karakter cinta lingkungan sejak dini. Saya harapkan dari Dinas baik Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup maupun dari organisasi masyarakat dapat meneruskan program ini yang manfaat jangka panjangnya antara lain untuk merehabilitasi lingkungan dan mencegah kerusakan yang lebih parah”, jelasnya.

Tak lupa, Bupati berpesan kepada anak-anak untuk dapat menjadi anak pintar dengan selalu belajar yang rajin dan disiplin. “Kalau kalian pintar, nantinya sekolah bisa dapat beasiswa. Belajar dan bekerja keras untuk meraih cita-cita. Siapa yang mau jadi Bupati? Siapapun pasti bisa asalkan rajin belajar”, imbaunya.

Sementara itu Thomas Hari Adi dari Komuniti Forestri (KF) mengatakan anak-anak merupakan agen perubahan yang masih dapat dibentuk karakternya dengan mudah. “Kegiatan semacam ini merupakan sarana untuk menanamkan cinta lingkungan sejak dini. Praktek cinta lingkungan ini merupakan salah satu dari agenda kampanye cinta lingkungan yang dilakukan oleh KF bekerja sama dengan Pemkab. Pekalongan, selain semiloka pendidikan lingkungan sekolah untuk para guru beberapa waktu lalu”, ujarnya.

    Thomas menambahkan mengenalkan lingkungan memang harus dilakukan dengan berkesinambungan serta didukung oleh semua pihak terkait baik pemerintah, LSM maupun masyarakat luas. “Pembentukan karakter cinta lingkungan harus dilakukan secara terus menerus, tidak bisa hanya sekali kegiatan lalu selesai. Melalui sosialisasi, kurikulum di sekolah maupun praktek langsung dapat membantu anak-anak belajar mengenal lingkungan”. (didik-rizka)
Sumber : Bag. Humas Setda
Editor web : nd

 

Lomba Krenova Diadakan Oleh Bappeda Kabupaten Pekalongan

Lomba Krenova Tingkat Kab. Pekalongan Tahun 2013

KAJEN - Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) tahun ini kembali diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pekalongan. Menurut Kepala Bappeda Kab. Pekalongan Ir. Bambang Irianto, MSi, kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penguasaan teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat Kab. Pekalongan baik secara individu maupun kelompok masyarakat yang telah berhasil sebagai penggali, penemu atau pengembang di bidang IPTEK dan karyanya secara nyata berhasil memajukan teknologi terterapkan, teruji dan terbukti kemanfaatannya. Selanjutnya, diharapkan akan terbentuk budaya kreatif dan inovatif di bidang IPTEK untuk meningkatkan daya saing masyarakat”, terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut, lingkup kegiatan baik bersifat konseptual dan atau penerapan dalam bidang : agribisnis dan pangan, energy, kesehatan, obat-obatan dan kosmetika, rekayasa dan manufaktur, pendidikan, kehutanan dan lingkungan hidup, kelautan dan perikanan serta kerajinan dan industri rumah tangga.

Temuan yang akan diajukan merupakan kreativitas dan inovasinya memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Pengajuan dilakukan oleh masyarakat atau komunitas masyarakat kepada Kepala Bappeda cq. Kabid. Statistik dan Litbang Jln. Sumbing No.1 Kajen secara tertulis dengan melampirkan spesifikasi teknis, proses dan cara kerja,manfaat/kapasitas produksi (untuk alat) serta foto/gambar teknis dari 3 sisi.

Batas waktu pengajuan proposal paling lambat tanggal 7 Maret 2013, seleksi administrasi dilakukan sampai tanggal 8 Maret 2013. Pemenang krenova sebanyak 3 orang/kelompok akan mendapatkan piagam penghargaan dan insentif pembinaan pengembangan dari Bupati Pekalongan. Insentif Juara I sebesar Rp.4.000.000,-, Juara II sebesar Rp.3.500.000,- dan Juara III sebesar Rp.2.500.000,-. Penghargaan dari Bupati Pekalongan akan diserahkan pada bulan Agustus 2013.

Untuk informasi yang lebih lengkap, dapat menghubungi Bappeda Kab. Pekalongan Jln. Sumbing No.1 Kajen telp.(0285) 381456.

Untuk info lomba klik disini

Sumber : Press Realease Bagian HUMAS Setda
Editor web : nv-P (Bid.Kominfo)

Khaul di Komplek Masjid Al Ikhsan Desa Sawangan

Puluhan Ribu Pengunjung Padati Khaul Desa Sawangan

PANINGGARAN – Puluhan ribu warga dari berbagai daerah memadati Khaul Syekh Abdul Qadir Jaelani di Komplek Masjid Al Ikhsan Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Sabtu (23/2) malam.
.
Pantauan Radar, tampak di sepanjang jalan menuju lokasi juga dipenuhi ratusan pedagang dalam acara Khotmul Khawajikan Ahlifti Thoriqoh Qodriyah Nahsyahbandiyah.

Kegiatan tersebut merupakan acara tahunan di desa tersebut. Dalam acara ini, warga mengundang pembicara kondang dari Kabupaten Pemalang, KH Mansyur Mustofa, yang merupakan tokoh ulama tersohor dengan julukan macan panggung dari Pemalang.

Pengasuh Ponpes Nurul Umah, KH Nurudin, yang didampingi wakil Mursyid Khawajikan Ahlifti Thoriqoh Qodriyah Nahsyahbandiyah, KH Untung, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah berlangsung puluhan tahun. Sehingga diperkirakan santrinya sudah mencapai sekitar tiga puluhan ribu.

“Kegiatan disini selalu digelar pada bulan ba’dal Mulud dan pada bulan Sya’ban akhir,” ungkap Untung kepada Radar.



Dijelaskan, puluhan ribu pengunjung yang mengunjungi pada acara tersebut dari Kabupaten Batang, Pemalang, Banjarnegara, Purbalingga, Semarang, Tegal hingga dari Kalimantan. Dalam kegiatan itu juga tampak beberapa tokoh ulama dari Kabupate Pekalongan, seperti KH Muhtarom yang juga merupakan ketua DPC PPP Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, dalam tausyiah yang disampaikan KH Mansyur Mustofa, mengingatkan akan pentingnya mendekatkan diri kepada sang pencipta, sehingga akan mendapatkan segala kemudahan dalam menjalankan kehidupan di dunia. Selain menceritakan tentang kisah sejarah Syeh Abdul Qadir Jaelani, Kh Mansyur juga memberikan wejangan akan pentingnya memilih pemimpin yang akan baik dalam membawa perubahan bagi bangsa ini.

“Nazarudin telah dibui, sekarang Anas Urbaningrum dijadikan tersangka oleh KPK, yang menjadi perhatian bangsa ini. Nah sekarang siapa yang tidak tahu dengan informasi, internet facebook dan sarana Handphone (Hp) yang telah memudahkan dalam mendapatkan informasi,” ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Al Mansyuriyah di Desa Sumur Munding, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang ini menjelaskan, banyak pergaulan yang salah dewasa ini, dengan menggunakan fasilitas Hp, jejaring sosial yang bukannya digunakan dalam kemaslahatan namun justru sebaliknya.

“Siapa yang tidak kenal Hp, Hp juga dikenal dengan kepanjangan dari Hadi Prabowo, yang merupakan tokoh yang saat ini akan melangkah dalam pencalonan Gubernur Jawa Tengah, yang diharapkan akan membawa misi perubahan bagi program pembangunan di Jateng, ” ungkapnya.

Dia menjelaskan, diharapkan calon-calon pemimpin bangsa ini, baik kepala desa, legislatif sebagai wakil rakyat, gubernu hingga presiden mempunyai jiwa yang benar-benar mementingkan kesejahteraan rakyat dalam mengabdikan untuk kepentingan bangsa ini.

“Sehingga adanya ulama atau kiai yang terjun dalam politik itu sah-sah saja, karena ikut andil menentukan kebijakan dalam pembangunan bangsa ini.Jadi ada kiai yang mengikuti Syekh Abdul Qodir Jaelani yang tidak ikut politik, namun ada juga kiai yang ikut politik dalam pemerintahan seperti Abu Nawas, itu benar semua tidak ada yang salah,”tegasnya. (jun)