Rabu, 31 Juli 2013

Islamic Center di Ponpes Modern Al-Qur'an Buaran

Ponpes Modern Al-Qur'an Buaran Jadi Islamic Center 

PEKALONGAN - Kawasan Ponpes Modern Alquran Buaran bakal dijadikan Islamic Center. Kedepan, kawasan sebagai pusat kegiatan umat Islam di Kota Pekalongan. Nantinya, juga akan dilakukan pengembangan-pengembangan di kawasan tersebut. Demikian disampaikan Wakil Walikota HA Alf Arslan Djunaid, ketika memberikan sambutan dalam acara wisuda santri dan peringatan Nuzulul Quran di Gedung HA Djunaid di kompleks ponpes setempat, Minggu (28/7) malam. 

"Hal ini patut disyukuri karena pusat kegiatan umat akan dipusatkan di kompleks Ponpes Modern Alquran Buaran," kata Alf Arslan Djunaid disambut aplaus 2.000-an ummat islam yang hadir.

Alf Arslan Djunaid yang juga selaku Ketua Harian Ponpes tersebut menambahkan, ke depan Pemkot dan Ponpes akan melakukan tukar guling tanah seluas 8 ribu meter persegi. Hal itu dilakukan guna pengembangan ponpes. Selain itu, mulai tahun ini ponpes dipercaya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai panti rehabilitasi para pecandu narkoba.

Hafal 30 Juz
Pemkot bersama pemerintah pusat, melalui Kementerian Agama, akan membangun SMK Islam Cendekia di wilayah Pekalongan Selatan. Sementara, Dewan Pengasuh H Abdul Rozak menjelaskan, dalam prosesi wisuda, sedikitnya delapan santriwati diwisuda sebagai hafidzah karena hafal 30 juz bil ghoib. Kedelapan santriwati itu yaitu Ulfa Mustika Ningtias dari Pemalang, Siti Karomah (Pemalang), Maiyah Shobro (Cirebon), Azizah Muntaha (Indramayu), Sovanah (Batang), Ikrimah (Pekalongan), Khomisah (Pekalongan dan Roudatul Jannah (Indramayu).

Selain itu, diwisuda pula 39 santri yang lulus 30 juz binnadhor, serta 62 santri penghafal juz 30 bil ghoib. Prosesi wisuda disaksikan Qori Internasional KH Muamar ZA, sekaligus turut mengumandangkan ayart-ayat suci Alquran. (H63-74)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 30-07-2013)

 

Polres Pekalongan Kota Siapkan pengamanan arus mudik

Kendaraan Dinas Kurang Memenuhi Syarat 

PEKALONGAN - Jajaran Polres Pekalongan Kota saat ini sudah menyiapkan pengamanan arus mudik di wilayah pantura. Salah satu yang dilakukan yakni mengecek awal seluruh kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil dinas yang digunakan untuk pengamanan lebaran.

Menurut Kapolres AKBP Rifki di sela-sela pemeriksaan kendaraan dinas, (29/7) pagi, dengan adanya kegiatan itu paling tidak jajarannya berusaha untuk menjalankan tugas dengan baik. Bagaimana hasil dari pengecekan awal itu, Kapolres menjelaskan, masih cukup banyak kekurangannya dan perlu dilengkapi, seperti oli mobil yang perlu diganti, dan kondisi kendaraan yang kurang memenuhi syarat, Kapolres meminta kekurangan itu, secepatnya disempurnakan sehingga saat digelar Operasi Ketupat Candi 2013 pada 2-17 Agustus, kendaraan operasional bisa digunakan dengan maksimal.

Selain kendaraan, RIfki juga memeriksa kelengkapan personel polres saat bertugas sebagai pengaman lebaran. Hasilnya juga masih yang perlu disempurnakan di antaranya rompi anggota yang belum lengkap atributnya. "Rompi yang digunakan saat menjalankan pengamanan Lebaran harus ada nama serta pangkat anggota," tandasnya.

Tambahan Personel
Lebih lanjut dijelaskan, untuk pengamanan arus mudik tahun ini, jumlah personel yang diturunkan lebih banyak dari rencana awal. Hal itu dilakukan karena sesuai dengan instruksi Kapolri, pengamanan Lebaran harus dipantau secara cermat sehingga arus lalu lintas menjadi lancar. Sebelumnya, Polres Pekalongan Kota telah menyiapkan sebanyak 350 personel untuk mengamankan arus Lebaran tahun ini. "Dengan adanya instruksi dari Kapolri, jumlah personel kami bertambah menjadi 390 orang," kata dia.

Tambahan 40 personel dari jajarannya tersebut nantinya akan difokuskan ke jalur pantura yang bakal dilintasi para pemudik. Setiap jarak 200 meter, di wilayah hukumnya terdapat pos tenda dan tambahan personel akan ditempatkan di pos tersebut. Dengan menggunakan sistem seperti itu, maka jumlah pos tenda yang ada di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota juga ikut bertambah yakni semua 11 pos menjadi 19 pos tenda. Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya selalu waspada ketika berkendaraan di saat arus mudik. Saat itu, sejumlah ruas jalan di Kota Pekalongan bakal dipadati kendaraan dari arah barat ke timur sehingga harus berhati-hati. (H4-74)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 30-07-2013)

 

Dinsosnakertrans Pekalongan berikan bantuan korban rob

Sebanyak 9100 KK Korban Rob Terima Bantuan 

KOTA - Pemkot Pekalongan melalui Dinas Soisial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) langsung bergerak cepat menyikapi musibah banjir rob di Kota Pekalongan Utara. Caranya dengan langsung mengirim bantuan sebanyak 27,3 ton beras dan 45.500 bungkus mi instan atau 1.138 dus untuk dibagi 9.100 KK yang menjadi korban rob, Minggu (28/7).

secara simbolis, Wakil Wawalkot, H Alf Arslan Djunaid telah menyerahkan bantuan kepada Lurah Pabean, Subandi. Bantuan sebanyak 27,3 ton beras, 45.500 bungkus mi instan dibagi untuk 7 kelurahan. Masing-masing Pabean menerima beras sebanyak 2250 kg, Panjang Baru 8250 Kg, Bandengan 3675 Kg, Kandang Panjang 3975 kg, Krapyak Lor 2250 Kg, Panjang Wetan 3900 Kg dan Pasir sari 3000kg. Jadi, masing-masing Kepala Keluarga akan mendapatkan 3kg beras dan 5 bungkus mi instan.

Lurah Pabean, subandi mengatakan, bantuan yang diterimanya akan didistribusikan pada hri yang sama kepada warga melalui RT masing-masing. "Setelah sampai disini, beras dan mie instan akan dibagi oleh Ketua RT, sesuai jumlah KK yang ada di RT masing-masing," ujarnya. Sementara itu, Wakil Walikota H Alf Arslan Djunaid yang akrab disapa Alex itu, mengharapkan agar semua bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat. Pemerintah akan mengawasi pendistribusian bantuan ini. "makanya saya menghimbau kepada semua Lurah se-Kecamatan Pekalongan utara agar memastikan semua warganya mendapat bantuan. Jangan sampai ada yang terlewat. Jika ada yang tidak mendapat bantuan, bisa lengsung melapor ke Kelurahan atau RT setempat," tegasnya.

Beberapa warga menyambut baik datangnya bantuan tersebut. Fadila seorang warga RT 01 RW 04 Kelurahan Pabean mengaku bersyukur. Bahkan ia lebih senang karena jatah beras yang diberikan kali ini lebih banyak dari biasanya. "Biasanya kan cuma sekilo saja berasnya. Itu saja sudah syukur. Palagi ini tiga kilo. Lebih bagus lagi," katanya.

Kembali Alex menegaskan, jajaran Pemkot telah melalukan rapat Koordinasi demi membahas penanggulangan bencana rob yang dinilai paling besar yang terjadi tahun ini. Keadaan itu dinyatakan sebagai kondisi darurat yang harus segera ditangani. Langkah-langkah yang akan diambil antara lain meninggikan tanggul dari mulai krematorium hingga rumah makan Wiroto. Kemudian pompa-pompa yang rusak akan segera diperbaiki.

Sementara itu, posko-posko darurat teah diaktifkan agar dapat segera melapor jika terjadi bencana. "Kita tidak bisa memprediksi datangnya rob. Tapi pihak Pemkot telah melakukan ikhtiar dengan melakukan bantuan," katanya. Alex menambahkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak Pemkab Pekalongan, Pihak Pemkab pun akan ikut membantu dalam penanggulangan bencana ini. "Kami bekerja sama dengan pihak Pemkab agar bencana semacam ini dapat segera diminimalisir," pungkasnya.

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 29-07-2013)

 

Jalur Alternatif Kota Pekalongan disiapkan bagi pemudik

Kurangi Kepadatan Lalu Lintas

PEKALONGAN - menjelang Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan telah menyiapkan jalur alternatif bagi kendaraan pemudik, terutama pengendara sepeda motor. Menurut Kepala Dishub Doyo Budi Wibowo MM jalur itu disiapkan guna mengurangi terjadinya kepadatan kendaraan saat arus mudik. "Setiap menjelang lebaran, seluruh ruas jalan Kota ini selalu dipenuhi kendaraan dari arah barat, karena itu disiapkan jalur alternatif," katanya.

Ketika arus mudik, Kota Batik selalu dilintasi puluhan ribu sepeda motor dan mobil pribadi sehingga arus lalu lintas menjadi padat. Doyo menjelaskan, jika menggunakan jalur biasa, maka pemudik dari arah barat nantinya akan melintas di kota Pekalongan melalui Jl. Gajahmada dan Jl. Pemuda. Setelah melewati jalan itu, maka mereka nantinya bisa memilih Jalan Hayam Wuruk atau KH Mas Mansyur.

Jika melalui Hayam Wuruk, selanjutnya melewati Jl. Dr. Cipto, Jl. Dr Wahidin lalu belok ke kiri menuju Jl. Dr melalui KH mas Mansyur, pemudik melewati jalan jenderal sudirman, Setyabudi, Dr Sutomo, lalu keluar dari Kota Pekalongan. kalau arus lalu lintas yang melalui pusat kota cukup padat, maka pemudik bisa menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan. "Jika jalur alternatif difungsikan, paling tidak dapat mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama," papar dia.

Pertigaan

Lebih lanjut dijelaskan, jalur alternatif tersebut dimulai dari jalan Merdeka, lalu belok ke kiri ke Jalan Imam bonjol. dari jalan itu kemudian berjalan lurus ke simpang lima gambaran, lalu belok kanan ke jalan manggis. Setelah itu bergerak lurus ke jalan Salak, lurus menyeberangi perempatan jalan hingga ke jalan bandung.

Dari lokasi itu kembali berjalan lurus melewati Jl. Melati, Jl. Seruni, Jl. KI Mangun Sarkoro hingga diperempatan dan belok ke Jl. Kapten Patimura. Setelah berjalan lurus, bertemu dengan pertigaan, tepatnya di belakang terminal Kota Pekalongan. "Saat di pertigaan, ambil jalur kiri jalan sampai ke jalan Dr Cipto dan belok kiri menuju arah Kabupaten Batang," jelasnya. (H4-74)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 29-07-2013)

Tunjangan Profesi Guru (TPG) Akhirnya cair

Ketua Umum PGRI Ucapkan Terima Kasih Kepada Walkot 

DICAIRKANNYA Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk guru PNS di Kota Pekalongan selama 6 bulan, tentunya membuat gembira para guru salah satunya Ketua Umum PGRI Pusat, DR Sulistyo Mpd. Ia langsung mengucapkan rasa terima kasih kepada Walikota HM Basyir Ahmad yang turut mendukung perjuangan guru. "Assalamu'alaikum Bapak Walikota, perkenalkan saya atas nama PGRI dan pribadi menyampaikan rasa terimakasih tak terhingga dengan telah berhasilnya dicairkannya Tunjangan Profesi Guru (TPG) selama 6 bulan. 

Kami mendengar Bapak telah lua biasa mendukung perjuangan PGRI, Dindikpora dan DPPKAD. Hanya Allah membalasnya dengan limpahan rahmat dan karuniaNya," sms Sulistyo yang juga anggota DPD RI kepada Walikota.

Sementara itu, Walikota merespon positif sms Ketua PGRI. "Alhamdulillah berkahnya Ramadhan, semoga bisa disyukuri, dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengabdian profesi guru," jawab Walikota. (dur)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 29-07-2013)

 

Selasa, 30 Juli 2013

Kecelakaan Jalur Semarang-Kendal

Satu Orang Tewas Terlindas Truk di Pasar Jrakah Semarang 

KBRN, Semarang : Sebuah truk pengangkut keramik menabrak sebuah sepeda motor bebek, Toyota Fortuner dan Colt bak terbuka di jalur yang terkenal padat dan macet itu. Kecelakaan karambol itu baru berhenti setelah truk bernomor polisi H 1377 ME menabrak pohon dan menggencet taksi yang sedang parkir.

Kemacetan terjadi sepanjang jalan utama Semarang-Kendal. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga penjual koran tewas.

Saksi mata yang juga supir Colt bak terbuka, Teguh Wahyu, mengatakan, mobil yang dikendarainya tertimpa truk tua tersebut.

Teguh berkata, “Wah, takut mas saya, tapi saya harus mendorong kendaraan, kalau tidak saya mungkin sudah mati”.

Sementara, Triyanto, warga Puspanjolo, Semarang yang melintas saat kecelakaan terjadi mengaku miris menyaksikan kejadian tersebut.

Triyanto menuturkan, “Ada yang berteriak, kemudian saya menengok ke belakang ternyata sudah ada kendaraan yang menabrak”.

Kecelakaan yang diduga akibat rem blong itu juga merusak Toko Meubel Mawar di sekitar lokasi.
Kawan korban tewas,  Agus, mengaku, dirinya sering menyaksikan kecelakaan terjadi di sepanjang Jalan Siliwangi, yang kondisinya bergelombang dan menurun itu. (Eka Hendiny/HF)

sumber

Tol Ungaran-Bawen dibuka pada H-7 hingga H+7

Jalan Tol Ungaran-Bawen Dibuka 16 hari 

KBRN, Semarang : Tol Ungaran-Bawen yang belum rampung pengerjaannya akan dibuka pada H-7 hingga H+7 lebaran tahun ini.

Direktur Teknik dan Operasional PT TMJ Ari Nugraha ketika hadir pada Rapat Ekuinda Kabupaten Semarang Senin (29/0/2013), mengatakan, pembukaan tol secara gratis merupakan wujud kontribusi perusahaan

Ari menerangkan, “Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang akan mudik. Tol akan ditutup kembali pada H+8 untuk penyempurnaan”.

Menurutnya, tol Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 kilometer dan akses exit tol di Bawen (3 km) itu akan dibuka searah pada saat arus mudik dan balik.

“Saat arus mudik, jalur yang dibuka diarahkan ke selatan atau Bawen. Sebaliknya, saat arus balik, jalur yang dibuka akan mengarah ke Semarang,” ujar Ari.

Adanya keterlambatan konsinyasi di Lemah Ireng berimbas pada molornya pengerjaan tol tersebut.
Ari lebih lanjut memaparkan, “Ada dua titik di Nglarangan dan Kandangan yang nanti akan kita buka satu jalur saja (red-satu jalur berarti dua lajur) karena belum bisa dilintasi kendaraan penumpang”.

Sekitar 700 meter ruas tol yang sedang digarap itu terdapat di Nglarangan dan sisanya sejumlah 400 meter terdapat di Kandangan.

Di titik-titik tersebut, hanya kendaraan proyek yang diizinkan melintas di atas beton yang dilapis tanah sebagai pelindung sementaranya, hingga beton itu cukup umur. (Eka Hendiny/HF)
sumber

Kota Layak Anak Kota Pekalongan

Kelurahan Diminta Bangun Kampung Ramah anak 

PEKALONGAN - Wali Kota HM Basyir Ahmad berharap, tahun depan Kota Pekalongan meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) untuk kategori Nindya. "Harapan kami tahun depan Kota Pekalongan bisa meraih penghargaan KLA kategori Nindya," harapnya saat menerima Tim Kota Layak Anak Kota Pekalongan baru-baru ini.

Kota Pekalongan tahun ini meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ada empat kategori dalam penghargaan ini. Empat kategori penghargaan tersebut meliputi Pratama, Madya, Nindya dan Utama.

Untuk mengejar target tersebut Tim Kota Layak Anak Kota Pekalongan akan bekerja keras untuk mewujudkan terbentuknya sekolah ramah anak dan kampung ramah anak di semua Kelurahan pada tahun 2014.

Adapun Sabaryo Pranomo, Kabid Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPMP2AKB) mengatakan, "Saat ini Kota Pekalongan baru memiliki empat kampung ramah anak dan empat sekolah ramah anak yang terbentuk pada 2012," Keempat kampung ramah anak tersebut, yaitu Kelurahan Dukuh (Kecamatan Pekalongan Utara), Kelurahan Medono (Kecamatan Pekalongan Barat) dan Kelurahan Kertoharjo (Kecamatan Pekalongan Selatan) dan Kelurahan Sampangan (Kecamatan Pekalongan Timur)

Sekolah
Sedangkan sekolah ramah anak, yakni SD Medono 07, SD panjang Wetan 01, SD Poncol dan SD Kradenan. "Agar bisa meraih penghargaan sebagai kota layak anak kategori Nindya, pada tahun ini harus sudah ada kampung ramah anak di semua kelurahan dan sekolah ramah anak di semua SD di Kota Pekalongan," terang Sabaryo.

Untuk penghargaan KLA diberikan kepada Kota/Kabupaten di Indonesia. penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar kepada Wakil Walikota Pekalongan A Alf Arslan Djunaid di Jakarta, Selasa (23/7) lalu.

Kota Pekalongan bersama 22 kabupaten/kota lainnya menerima penghargaan KLA kategori Pratama. Sedangkan kategori Madya diberikan kepada sebelas kabupaten/kota dan kategori Nindya diberikan kepada empat kabupaten/kota. Sedangkan untuk kategori Utama belum ada satupun kota/kabupaten di Indonesia yang meraihnya. (K30-49)

 

Puskesmas Buka 24 Jam, Selama Mudik

Selama Mudik, Tiga Puskesmas Buka 24 Jam

KOTA - Tiga Puskesmas di Kota pekalongan masing-masing Puskesmas Bendan, Kusuma Bangsa dan Noyontaan akan membuka pelayanan selama 24 jam selama masa arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2013. ketiga puskesmas tersebut akan menjadi back up rumah sakit untuk melakukan pengobatan bagi pemudik dan masyarakat umum.

Demikian disampaikan Walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad kemarin. Menurut Walikota, sebagai salah satu akses yang mudah dicaapai masyarakat, puskesmas akan menjadi elemen utama dalam pelayanan kesehatan selama lebaran. "Selain membuka pos di lima titik, kami juga akan menyiapkan tiga puskesmas untuk melayani 24 jam," terang dia.

Sebagai salah satu wilayah yang berada di jalur pantura, sambung Walikota, Kota Pekalongan mejadi salah satu titik lelah bagi pemudik. Sehingga diperlukan kesiapan untuk membantu pemnudik baik untuk beristirahat maupun untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya.

"tahun lalu, Kota Pekalonga berhasil menekan angka kecelakaan hingga nol persen angka kematian, hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa wilayah kita menjadi salah satu wilayah yang aman dan nyaman bagi pemudik. Keberhasilan tersebut harus terus dijaga. Bahkan kalau bisa ditingkatkan," pesannya.

Selain tiga puskesmas yang akan standby selama 24 jam Walikota mengatakan, bahwa seluruh rumah sakit yang ada di wilayah kota batik, juga telah menyatakan siap menjadi tempat rujukan jika memang terjadi suatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau musibah lainnya. Di Kota Pekalongan, tercatat ada sembilan rumah sakit yang siap menjadi lokasi rujukan selama arus mudik dan arus balik lebaran.

Selain mempersiapkan pos dan layanan kesehatan, Pemkot Pekalongan juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk merekayasa serta mengatur lalu lintas selama arus mudik. "Salah satu yang biasa dilakukan adalah mengurangi waktu nyala untuk lampu hijau dan menambah nyala lampu merah.

Langkah tersebut bertujuan untuk menahan kencaraan agar tidak terlalu padat di dalam kota. Pasalnya, yang menjadi risiko disini bukan hanya pemudik saja melainkan juga masyarakat karena arus kendaraan yang sudah melewati dalam kota," terangnya panjang. Dirinya berharap, arus mudik tahun ini bisa berjalan dengan lebih aman dan lancar. (nul)
?
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN , 26-07-2013)

 

Banjir Rob Ribuan Rumah Terendam

Ribuan Rumah di Pekalongan masih Terendam Banjir

Metrotvnews.com, Pekalongan: Akibat jebolnya tanggul penahan gelombang yang menimbulkan banjir air laut pasang (rob) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah  sebanyak 7.163 rumah masih terendam, Pemkot tambal sementara tanggul dan bagikan 27,3 tob beras serta 45.000 mi instan.

Pemantauan Media Indonesia di Pekalongan Selasa (30/7), banjir air laut pasang masih merendam ribuan rumah di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dengan ketinggian air 20 - 50 cm, bahkan di beberapa lokasi banjir menggenangi hingga mencapai 100 centimeter.

Meskipun tidak terlihat adanya pengungsi, ribuan warga tetap bertahan di rumah masing-masing dan hidup di atas kayu sebagai pengganti lantai. Sebagian warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau keluar dari daerah banjir.

Memasuki hari ketiga banjir, sebagian warga juga mulai terkena penyakit seperti gatal-gatal, diare dan sesak nafas dan mengantisipasi meluasmnya serangaan penyakit tersebut Dinas Kesehatan setempat membagikan obat-obaatan kepada warga yang terkena serangan penyaakit.

Sementara itu tiga titik tanggul penahan gelombang yang jebol juga mulai ditambal dengan penimbunan karung berisi pasir. Hal itu untuk mengantisipasi dan sekaligus mengurangi banjir yang masih merendam.

Selain bantuan obat-obatan, Pemkot Pekalongan juga mendistribusikan 27,3 ton beras dan 45.500 bungkus mi instan kepada 9.100 keluarga di tujuh kelurahan yakni Pabean, Panjang Baru, Bandengan, Kandang Panjang, Krapyak Lor dan Panjang Wetandi Kecamatan Pekalongan Utara dan Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat yang sebaagian besar rumahnya terendam rob.

"Kita langsung serahkan bantuan kepadaa ribuan keluarga yang rumahnya terendam banjir untuk meringankan beban mereka," kata  Wakil Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid.

Selain menyerahkan bantuan, demikian Alf Arslan Djunaid, Pemkot Pekalongan yang telah menyatakan sebagai daerah darurat bencana banjir rob, juga segera melakukan rehabilitasi terhadap tanggul yang jebol.

"Setelah ini tanggul langsung kita perbaiki baik penutup yang jebol maupun melakukan peninggian," taambahnya.

Darurat banjir, menurut Alf Arslan Djunaid, tidak hanya menutup tanggul, tetapi juga dilakukan dengan menurtup seluruh aliran sungai yang dapat membuat akses air laut masuk. Selain itu Pemkot juga menggelontorkan bantuan kepada warga korban banjir yang hingga kini masih terendam.

Camat Pekalongan Utara Yos Rosyidi mengatakan berdasarkan data, rob yang menerjang kawasan pesisir Kota Pekalongan menyebabkan 6.163 rumah di enam kelurahan di Kecamatan Pekalongan utara dan 1.000 rumah di Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekaalongan Barat terendam.

"Banjir kali ini lebih besar dibandingkan banjir Mei lalu yang merendam 5.060 rumah," kata  Yos Rosyidi. (Akhmad Safuan)

Jumat, 26 Juli 2013

747 Napi Dapat Remisi Lebaran

747 Napi di Lapas Pekalongan Dapat Remisi

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 747 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekalongan akan menerima remisi saat Lebaran.

“Dari 902 napi yang ada di Lapas Klas IIA Pekalongan, ada 747 napi yang menerima remisi Lebaran,” terang Kepala Lapas Klas IIA Pekalongan, Suprapto di sela-sela Buka Bersama Mahen’dras Corporate dan Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid At Taubah di Lapas Klas IIA Pekalongan, Jumat (26/7).

Menurut dia, dari jumlah 747 napi yang mendapat remisi Lebaran, sebanyak 945 napi mendapat remisi umum dan dua napi mendapat remisi bebas.

“Hanya dua orang napi yang mendapat remisi bebas langsung,” sambungnya.

Sementara terkait lamanya remisi pada napi, Suprapto menjelaskan, remisi diberikan secara beragam, hingga dua bulan. Pemberian remisi tersebut didasarkan pada tingkah laku para napi dalam satu tahun terakhir juga terkait dengan pelanggaran disiplin.

Buka Bersama Mahen’dras Corporate dan Peringatan Nuzulul Qur’an diikuti 150 napi. Hadir pada acara tersebut Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Tengah Suwarso, Wakil Wali Kota Pekalongan A Alf Arslan Djunaid, Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Zuhriyanto dan sejumlah tamu undangan.

( Isnawati / CN37 / SMNetwork

Rekrutmen CPNS tahun 2013

Tahun ini, Pemkot Adakan Rekrutmen CPNS 

KOTA ? Gembira bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Pekalongan. Sudah ada titik terang kabar ada atau tidaknya rekrutmen CPNS tahun 2013 di Kota Batik. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekalongan telah menerima surat dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Isinya menerangkan bahwa Pemkot Pekalongan bisa mengadakan rekrutmen CPNS tahun 2013 ini.

Pekan Batik Internasional 2-6 Oktober mendatang

15 Negara Akan Hadiri Pekan Batik Internasional 

PEKALONGAN Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Pekalongan akan menggelar Pekan Batik Internasional pada 2-6 Oktober mendatang. Rencananya, tamu dari 15 negara akan mengahdiri event dua tahunan tersebut.

Sekda Kota Pekalongan Dwi Arie Putranto menjelaskan, Pekan Batik Internasional tahun ini akan diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Berbagai acara disiapkan untuk memeriahkan Pekan Batik Internasional tersebut, diantaranya Festival Lampion, Pekalongan Batik Karnival dan pesta kuliner.

Festival Lampion akan mewarnai kawasan Jetayu selama pelaksanaan Pekan Batik Internasional. Dalam Festival Lampion itu, ada dua jenis lampion yang akan menerangi kawasan Jetayu. 

aktivitas belajar mengajar lumpuh, di SMA Negeri 2 Pekalongan

Rob, Aktivitas di SMA Negeri 2 Pekalongan Lumpuh

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Rob yang menggenangi SMA Negeri 2 Pekalongan sejak beberapa hari lalu, menyebabkan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut lumpuh. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 2 Pekalongan Sucipto mengatakan, dari 24 ruang kelas yang ada di SMA Negeri 2 Pekalongan, hanya tiga ruang yang tidak terendam air. Namun, air sudah mengintip di pintu masuk ketiga ruang kelas tersebut.

“Karena semua kelas tidak memungkinkan digunakan untuk aktivitas belajar mengajar, sehingga aktivitas belajar mengajar dialihkan menjadi kegiatan pesantren Ramadan plus. Plus karena tidak hanya diisi materi keagamaan, tetapi juga diselipi sosialisasi tentang program Pemerintah Kota Pekalongan seperti perda kawasan tanpa rokok,” terang Sucipto, Jumat (26/7).

Kegiatan pesantren Ramadan plus dipusatkan di gedung baru lantai 1 yang masih dalam proses pembangunan. Dari pantauan di SMA Negeri 2 Pekalongan, dari beberapa ruangan di sekolah tersebut, hanya gedung baru dan lobi yang tidak tergenang air. Halaman dan hampir semua ruangan di sekolah tersebut terendam air.

Selain ruang kelas, rob juga menggenangi ruang guru, ruang multimedia dan perpustakaan. Bahkan, deretan piala hasil prestasi siswa-siswa sekolah tersebut yang dipajang di dalam lemari di sekitar lobi berantakan karena terendam air.

Sekolah tersebut sebenarnya sudah menyiapkan satu unit pompa air. Namun karena ketinggian air terus bertambah, pompa air itu tidak mampu mengatasinya.

“Karena air semakin bertambah, tidak bisa diatasi dengan pompa air. Apalagi, daerah di sekitar juga masih tergenang rob. Sehingga air tidak mungkin surut karena saat disedot, air hanya memutar,” paparnya.

Pihaknya berharap Pemkot Pekalongan segera mencarikan solusi atas permasalahan tersebut karena setiap terjadi rob menyebabkan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu.

( Isnawati / CN19 / SMNetwork

654 unit bus siap untuk mengangkut pemudik

Pekalongan Siapkan 654 Unit Angkutan Mudik

Metrotvnews.com, Pekalongan: Guna memenuhi kebutuhan arus mudik lebaran, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyiapkan 654 unit bus. Namun beberapa unit di antaranya terpaksa dikandangkan karena tidak memenuhi persyarakatan sebagai angkutan mudik.

Pemantauan Media Indonesia di Pekalongan Kamis (25/7), ratusan bus antarkota dalam provinsi (AKDP), antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun bus dan angkutan dalam kota memenuhi terminal Pekalongan dan siap untuk mengangkut pemudik.

Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Pekalongan menyiapkan 654 unit bus yang siap melayani pemudik untuk beberapa daerah tujuan yakni 79 unit bus AKAP, 109 unit bus AKAP (kapasitas 50 tempat duduk) dan 130 unit bus AKDP (kapasitas 26 tempat duduk), 100 unit bus AKDP (kapasitas 16 tempat duduk), 125 unit bus angkutan perkotaan berkapasitas 12 tempat duduk dan 73 unit bus angkutan kota berkapasitas 12 tempat duduk.

"Selain ratusan bus tersebut, masih ada lagi 38 bus pariwisata cadangan yang siap berangkat jika terjadi ledakan penumpang mudik lebaran," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal, Dishubparbud Kota Pekalongan Ali Tas’an.

Khusus untuk terminal Pekalongan, demikian Ali Tas’an, juga telah menyiapkan berbagai fasilitan untuk pemudik, selain ress area juga
beberapa posko kesehatan, bahkan ruang penginapan sementara yang dapat dipergunakan pemudik untuk beristirahat atau menunggu angkutan lanjutan.


Sementara itu untuk mengantisipasi terjadinya kecelakan,  Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekalongan bersama Sub Denpom 412 dan Satlantas melakukan uji kelayakan bus di Terminal Pekalongan, akibatnya beberapa bus terpaksa dikandangkan karena tidak layak.


Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Lalu Lintas Dishubparbud Pekalongan Henri Rudin mengatakan berdasarkan hasil uji kelayakan angkutan terdapat tujuh unit kendaraan yang mendapat peringatan dan harus memenuhi persyaratan sebagai angkutan lebaran.

"Satu unit terpaksa dikandangkan dan dilarang keras untuk beroperasi karena tidak layak," katanya.

Beberapa uji kelaikan kendaraan, demikian Henri Rudin, yaitu kelengkapan kendaraan,  kondisi fisik seperti rem, roda, lampu dan keseimbangan setir serta kelengkapan surat-surat penting seperti surat izin layak jalan resmi atau kir. (Akhmad Safuan)

Editor: Asnawi Khaddaf

 

Rabu, 24 Juli 2013

Infrastruktur jalan di Indonesia sangat memprihatinkan

Hajriyanto: Perbaikan Jalan Pantura tak Punya Visi


JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari mengatakan, kondisi infrastruktur jalan di Indonesia sangat memprihatinkan khususnya di sepanjang Pulau Jawa terutama Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Hajriyanto menanggapi proyek perbaikan jalan Pantura yang terus dilakukan setiap tahunnya.

"Itu kan kondisinya luar biasa buruk dan tidak pernah terselesaikan, sudah berlangsung dari dahulu," ujar Hajriyanto di DPR, Jakarta, Rabu (24/7).

Menurutnya, permasalahan buruknya infrastruktur jalan tidak terselesaikan karena perbaikan jalan yang dilakukan hanya berupa tambal sulam. Selama ini lanjutnya, Indonesia tidak mempunyai visi untuk memperbaiki kondisi jalan. "Memang tidak ada visi ke depan dalam pembangunan infrastruktur," ucap Hajriyanto.

Politikus Partai Golkar itu juga sangat mengapresiasi laporan masyarakat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi infrastruktur pembangunan jalur Pantura. Sebab menurutnya, masyarakat yang berada di sekitar jalur Pantura tidak puas dengan adanya perbaikan tambal sulam.

"Saya kira itu merupakan langkah hukum yang tepat dan wajar sekali dilakukan," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar tersebut. (gil/jpnn)

 

 

Kronologi Peristiwa FPI Sukorejo

FPI Gerak karena Lokalisasi Buka


PERTENGAHAN pekan lalu Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal tiba-tiba menjadi perbincangan hangat. Bukan karena keberadaan curug Sewu yang menjadi andalan wisata kota sejuk itu, namun aksi bentrok antara warga setempat dengan Front Pembela Islam atau FPI.
 
Aksi ini mengundang banyak keprihatinan, termasuk dari istana. Bagaimana kronologi peristiwa yang menyebabkan satu orang warga tewas akibat ditabrak mobil yang dikendarai rombongan FPI itu. Berikut petikan wawancara dengan Zaenal Abidin Petir, Ketua Tim Advokasi FPI Jateng.

Hingga saat ini banyak sekali versi yang berkembang terkait dengan peristiwa Sukorejo, menurut pandangan FPI, peristiwa sebenarnya seperti apa ?

Pertama perlu saya sampaikan, peristiwa pada Kamis 18 Juli lalu, sebenarnya tidak sehebah yang diberitakan. Itu hanya emosi sebagian warga yang diduga diprovokasi oleh preman dan bandar judi togel untuk menyerang kami. Namun peristiwa itu sendiri diawali dari laporan warga Sukorejo ke kepolisian yang juga ditembuskan ke FPI.

Dalam laporan tersebut, warga menyebutkan kalau pada bulan suci Ramadhan ini judi togel masih beroperasi seperti biasa. Karaoke dan lokalisasi Alas Karet atau Alaska juga buka seperti biasa. Tentu ini sangat memprihatinkan sehingga FPI meminta aparat kepolisian menindaktegas kegiatan yang melanggar hukum itu.
Namun hingga 10 hari puasa, belum ada tindakan apapun sehingga FPI berinisiatif melakukan investigasi terhadap kebenaran laporan tersebut. Hasilnya ternyata laporan warga itu benar. FPI menemukan sedikitnya ada 10 kios judi togel yang masih membuka usahanya pada siang hari di bulan Ramadhan ini. Selain itu karaoke dan lokalisasi Alaska juga tetap operasional seperti biasa.

Hasil investigasi ini kemudian dilaporkan ke ketua FPI Jateng KH Sihabudin di Temanggung. Selain tentu saja ke aparat kepolisian. Berdasarkan hasil investigasi ini sekitar 20-an anggota FPI pada Rabu 17 Juli sekitar pukul 14.00 mengadakan pawai taaruf dengan mendatangi bandar judi togel. Saat taaruf, kami juga didampingi petugas dari Polsek Patean Kendal.

Selain menyita hasil rekapan judi togel, kami juga melakukan taaruf juga ke lokalisasi Alaska. Ternyata kompleks lokalisasi di tengah hutan karet itu sudah tutup sehingga anggota kami memilih pulang. Hasil rekapan judi togel yang sudah kami amankan ini rencananya akan dijadikan alat bukti dan akan diserahkan ke aparat kepolisian.

Setelah FPI meninggalkan Alaska, lalu apa yang terjadi ?
Jadi setelah kami meninggalkan Alaska  sekitar pukul 16.00 di tengah jalan rombongan kami dilempari batu. Tentu saja lemparan batu ini membuat kami turun dari mobil. Kami heran FPI datang dengan cara baik-baik, dikawal aparat Polsek Patean. Karena memang sejak awal kami sudah koordinasi dengan aparat setempat. Mendapat lemparan batu ini dua anggota FPI turun dan mengetahui siapa yang melakukan pelemparan.

Saat akan ditanya si pelempar itu lari ke pemukiman warga. Tidak berapa lama kemudian muncul puluhan warga yang akan menyerang rombongan FPI ini. FPI yakin sebagian warga telah diprovokasi oleh bandar judi togel dan beking lokalisasi Alaska yang merasa terusik dengan langkah kami menegakan amar makruf nahi mungkar.

Namun sebelum aksi tambah meluas pihak kepolisian berinisatif melakukan pertemuan antara perwakilan FPI dengan kelompok warga. Hingga Kamis dinihari sekitar pukul 03.00 sudah ada kesepakatan damai antara FPI dengan warga. Namun demikian tindakan warga yang melakukan pelemparan tidak bisa didiamkan.

Apalagi ada dua anggota kami yang sempat dianiaya oleh warga, sehingga pimpinan FPI Jateng meminta agar kegiatan taaruf ini kembali dilaksanakan pada Kamis 19 Juli 2013. Kami juga sudah menyampaikan izin secara lesan pada Kapolsek Patean dan tidak masalah. Benar juga sesuai dengan rencana, pada Kamis 19 Juli pukul 12.00 rombongan FPI dari Temanggung dan Magelang sekitar 50 orang kembali mendatangi Sukorejo.

Selain ingin melanjutkan taaruf dan buka puasa bersama, FPI juga ingin menyampaikan hasil temuan keberadaan judi togel ke kepolisian setempat. Rupanya bandar judi togel serta preman yang membekingi lokalisasi Alaska sudah memprovokasi warga Sukorejo sehingga ketika rombongan kami datang belakangan langsung dilempari batu.

Rombongan pertama termasuk ketua FPI Jateng KH Sihabudin dan Kasat Intelkam Polres Kendal sudah berada di masjid agung Sukorejo dan tidak ada masalah apa-apa. Aksi pelemparan warga terhadap rombongan FPI semakin keras sehingga menengani supir Avanza yang ditumpangi rombongan kami. Mendapat lemparan batu tepat dikening tentu menyakitkan sehingga pengemudi kehilangan konsentrasi.

Warga yang diprovokasi bandar judi dan preman terus mengejar, mau tidak mau mobil harus tetap jalan. Sudah dilempar kena kepala, masih dikejar sehingga Soni, sopir mobil itu memacu kendaraannya guna menghindari amuk massa. Ketika ada sepeda motor meluncur dari gang, Soni tidak melihat sehingga menabrak.

Si pengemudi sepeda motor itu terpental, sementara motornya keseret mobil Avanza hingga beberapa meter. Jadi bukan korban yang keseret mobil, namun sepeda motornya. Saat itu korban mengalami luka-luka dan dibawa ke RS, namun saat dirawat korban meninggal dunia.  Emosi warga yang sudah diprovokasi bandar judi ini makin menjadi-jadi sehingga mobil yang mengangkut rombongan kami dibakar.

Saat itu suasana sudah tegang, emosi warga semakin memuncak, lalu apa reaksi dari FPI, khususnya Ketua FPI KH Sihabudin ?

Rombongan FPI yang sudah berada di masjid Agung Sukorejo mendengar kabar tersebut sempat emosi. Namun kemudian ditahan oleh pimpinan kami yang terus melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian. Saat itu banyak beredar kabar termasuk adanya anggota FPI yang dianiaya warga sampai meninggal dunia.
Kabar ini sampai juga ke teman-teman FPI Jogja dan Solo. Mereka siap datang ke Sukorejo guna membalas aksi anarkis warga yang diprovokasi bandar togel ini. Namun saya selaku pengurus FPI Jateng berulang kali meminta agar seluruh anggota FPI menahan emosinya karena tidak ada anggota yang tewas, itu hanya sebatas kabar burung saja.

Meski demikian anggota FPI Jogja-Solo sudah siap sedia membantu saudara-suadaranya yang tengah menghadapi masalah di Sukorejo. Niat FPI baik yakni ingin mengingatkan, ini bulan puasa mbok jangan membuka judi togel apalagi siang hari. Tidak ada niatan untuk melakukan aksi anarkis atau sweeping, FPI ingin menegakan bulan suci Ramadhan secara damai.

Setelah kasus ini muncul apa langkah selanjutnya yang dilakukan FPI khususnya bagian advokasi?

Setelah kejadian ini kami foKus melakukan pendampingan terhadap rekan FPI yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami akan memberi bantuan dan pendampingan hukum.  Selain itu FPI Jateng juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk dengan langkah-langkah kami dalam melakukan dakwah.

FPI Jateng akan mengubah pendekatan dan penampilan menjadi FPI yang lebih santun, bersahabat dan murah senyum. Selama ini FPI diindentikan dengan aksi sweeping, kekerasan dan sejenisnya semuanya tidaklah benar. FPI tidak pernah melakukan aksi sweeping sepanjang aparat bertindak tegas terhadap bentuk pelanggaran.

Istilah sweeping juga tidak kami kenal. Kami hanya mendorong dan melaporkan secara massif pada aparat kepolisian/berwenang terkait dengan pelanggaran hukum. Kalau hanya dilaporkan satu atau dua orang biasanya kurang direspon, namun kalau dilaporkan secara massif dan bersama-sama tentu respon aparat kan lain.

Selain itu kami juga akan memberi bukti dan menunjukan pada aparat tentang  pelanggaran. FPI siap diajak aparat keamanan untuk melihat bentuk pelanggaran. Setelah kami tunjukan pelanggaran itu,silahkan aparat berwenang yang melakukan tindakan termasuk perampasan.

Mengenai desakan sebagian ulama yang minta FPI dibubarkan, menurut Anda seperti apa?

Apa yang disampaikan para ulama ini sah sah saja karena siapa saja boleh melakukan usulan. Namun perlu diingat dalam menyampaikan usulan hendaknya para ulama yang terhormat ini melihat persoalan secara menyeluruh, secara jernih sehingga tidak bisa menyalahkan seratus persen ke FPI. Para ulama ini saya harapkan juga ikut dalam membina umatnya mengenai bentuk amal ibadah amar makruf nahi mungkar ini yang seperti apa.

Negara saja membina masyarakat yang salah melalui lembaga pemasyarakatan atau LP, mestinya apa ulama ini juga membina umatnya jangan hanya ngurusi politik saja, keluar masuk kantor bupati/walikota sambil membawa proposal, lalu dimana tugas ulama membina umatnya agar bisa melakukan ibadah secara benar.

TerkAit dengan korban, langkah FPI seperti  apa ?
Saya bersama panglima FPI jateng Kyai Rofii sudah dating langsung ke rumah korban pada Minggu lalu. Kami langsung bertemu dengan suami korban serta mertuanya. Kami sudah mohon maaf dan menyesalkan peristiwa ini. Pihak keluarga juga bisa memaafkan meski urusan hukum itu sudah ditangani kepolisian.

Pada prinsipnya keluarga korban sepakat dengan langkah FPI memberangus kemaksiatan di tengah bulan suci Ramadhan. Namun hendaknya langkah yang dilakukan lebih santun sehingga tidak sampai menimbulkan korban yang tentu harus kita sesali bersama. Ke depan FPI akan berupaya menampilkan wajah baru yang lebih santun tanpa mengubah keyakinan berdakwah. (sgt)

 

Bocah 14 Tahun Jadi Tulang Punggung Keluarga

Kisah Bocah 14 Tahun yang Hidup di Tengah Banjir Rob

Kisah bocah menjadi tulang punggung keluarga tidak hanya terjadi pada Tasripin atau Indah Sari, di Purbalingga saja. Di pesisir Kabupaten Pekalongan yang akrab dengan fenomena rob, anak usia 14 tahun juga harus putus sekolah demi menghidupi adiknya. Bagaimana kisahnya?
 
M Hadiyan, Tirto
 Sore itu, Jumat (19/7), cuaca tampak cerah, meski banjir rob masih menggenang di sebagian badan jalan Desa Jeruksari RT 01 RW 07 Tirto Pekalongan. Sembari menunggu waktu buka tiba, Septi Krismaningsih, gadis berusia 14 tahun yang menempati salah satu rumah kecil di daerah itu, terlihat sibuk menanak nasi untuk hidangan buka dirinya dan adik semata wayangnya, Slamet Santo (10).

Keduanya terpaksa hidup sebatangkara di rumah mungil peninggalan orang tuanya, sejak satu tahun terakhir kepergian Sang ibu, Bawon, karena penyakit Lever yang dideritanya pada 2012 lalu. Sementara ayah mereka, Casmo, telah menemui ajal setelah terpeleset di kawasan pelabuhan empat tahun yang lalu.

Jika dilihat, rumah itu tampak kumuh dari luar. Endapan air rob yang masih tersisa di teras keramik berwarna hitam yang sudah terlihat rusak dan banyak yang mengelupas itu tampak kotor. Sementa di dalam rumah, hanya ada sebuah lemari tanpa pintu dan sebuah meja tua. Hanya retakkan dan lubang yang menghiasi dinding rumah kecil tersebut. Hanya amben yang lekat dengan tikar tanpa kasur yang kerap dijadikan tempat mereka berlindung saat rob datang.

Seandainya nasib Septi sedikit beruntung, dengan usianya sekarang, mungkin ia sudah menginjak kelas II SMP. Hanya saja kerasnya hidup memaksanya putus sekolah demi mendapatkan sesuap nasi untuk adik kesayangannya itu. Agar bertahan hidup dengan keluarga kecilnya itu, ia bekerja sebagai buruh “nyolet” batik pada sebuah industri batik di desa Tegaldowo. Upah yang ia peroleh dari hasilnya sebagai buruh batik, hanya Rp15 ribu per hari. Sementara, adik kecilnya itu, juga putus sekolah lantaran malu dengan teman-temannya.

“Sebenarnya saya ingin adik saya bisa melanjutka sekolah, tapi Santo tidak mau karena malu dengan temannya yang punya usia di bawah dirinya,” ungkap Septi.

Sembari menanak nasi dengan tungku yang ia tata dari tumpukan bata (di rumah Septi tak ada kompor gas maupun minyak, red) itu, ia mengaku, telah memperoleh dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp300 ribu beberapa waktu yang lalu. Tapi, oleh Septi uang tersebut ia tabung dengan maksud demi dapat membeli keperluan saat Lebaran nanti. “Uangnya masih saya tabung buat beli baju lebaran buat kami berdua,” tuturnya.

Setelah beberapa waktu lalu ada pewarta meliput kehidupannya, Septi dan Santo bisa sedikit beruntung lantaran para dermawan silih berganti menghampirinya. Sekarang, yang ia harapkan hanya dapat memperbaiki rumah peninggalan orang tuanya itu. Karena saat sebelum ibunya meninggal, ia pernah berpesan kepada Septi agar tetap menjaga rumah dengan baik. “Ibu berpesan sama saya agar saya dan Santo tetap tinggal di rumah,” terangnya.

Hal itulah yang mungkin mendasari pemikiran Septi, meski dengan kondisi alam yang setiap saat mampu menggenangkan rumah mungilnya, ia tetap akan bertahan. Sekalipun ada yang menawari dirinya untuk tinggal di rumah gedong, ia tetap akan bertahan. Meski, ia sedikit berharap, pemerintah mampu memperbaiki rumahnya yang selalu menjadi tempat persinggahan air laut kala rob datang. “Belum punya uang untuk memperbaiki rumah,” katanya lugu.

Sebagai kepala keluarga, kemandiriannya Septi sudah dapat terlihat dari perilakunya saat kedua orang mereka masih hidup. Hal ini diungkapkan Casuni (50), tetangga yang tinggal di samping Septi dan Santo. Menurutnya, saat ayahnya masih hidup, Septi sudah sering membantu ibunya mencari uang dengan berdagang ikan. Hingga ayahnya meninggal, ia berjuang sendiri demi menghidupi adiknya dan ibunya yang masih sakit-sakitan saat itu. “Septi itu anaknya jujur, mandiri dan tegar. Sebagai tetangga sekaligus saudaranya saya kadang tidak tega, tapi saya tidak bisa berbuat banyak karena kondisi keluarga saya juga sama-sama susah,” ucapnya. (radarpekalongan)

50 persen fasilitas masjid di Indonesia belum memenuhi syarat

Masjid Bisa Difungsikan Sebagai Tempat Pendidikan dan Ekonomi

Pekalongan, Info Publik - Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga bisa difungsikan sebagai tempat pendidikan dan mengatur sesuatu strategi bagi memajukan umat. Sayangnya saat ini hampir 50 persen fasilitas masjid di Indonesia belum memenuhi syarat dan masih membutuhkan perbaikan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia M. Jusuf Kalla saat mengikuti acara peringatan Nuzulul Quran, di Masjid Syuhada, Pekalongan, Selasa (23/7).

 

Perusahaan agar memberikan THR H-7 Lebaran

THR wajib dibayar maksimal H-7 Lebaran

KOTA - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kota pekalongan sudah menyebarkan surat edaran yang berisi tentang peraturan pelaksanaan pembayaran tunjangan hari raya (THR), dan libur idul fitri tahun 2013 ke seluruh perusahan. dalam surat edaran tersebut, ditegaskan bahwa pembayaran THR bagi karyawan wajib dilaksanakan maksimal 7 hari sebelum lebaran.

selain itu, dalam surat edaran juga disebutkan bahwa jumlah THR yang diterima karyawan harus disesuaikan dengan masa kerja masing-masing karyawan. "bagi pekerja yang sudah 12 bulan bekerja secara terus menerus atau lebih maka berhak mendapatkan THR sebesar 1 kali gaji. sementara bagi pekerja yang baru bekerja selama tiga bulan secara terus menerus tapi kurang dari dua belas bulan, diberikan THR secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 dikali satu kali upah," terang kabid Hubin dan Jamsos pada Dinsosnakertrans Slamet Haryadi SH MHum kepada Radar.

Peraturan tersebut, lanjut Slamet, sudh tercantum dalam Permenkes No Per 04/Men/1994 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja di perusahaan. namun jika dlam suatu perusahaan sudah diatur mengenai besaran THR yang jumlahnya melebihi dari peraturan yang berlaku, makq perusahaan diperbolehkan memakai peraturan tersebut sebagai acuan. ditanya soal pengawasannya? 

Slamet menyampaikan, pihak Dinsosnakertrans bersama lembaga kerjasama Tripartit, juga akan melakukan monitoring secara sampling ke beberapa perusahaan mengenai pelaksanaan THR. tidak hanya dari pihak pengusaha, Dinsosnakertrans juga akan meminta masukan dari pekerja mengenai pelaksanaan THR di perusahaan tersebut. 

"kami mengimbau agar perusahaan dapat melaksanakan pembayaran THR sesuai aturan. selain itu, demi kondusifitas suasana kerja di Kota Pekalongan, kami juga berpesan agar perusahaan tidak sampai melakukan PHK selama bulan puasa dan menjelang lebaran nanti," harap Slamet lagi.

Dijelaskan Elamet, selain mengenai THR dalam surat edaran tersebut juga diatur mengenai libur hari raya. pada lebaran nanti, karyawan diberikan libur selam dua hari. namun bagi perusahaan yang sifat kerjanya harus operasional terus menerus, diperbolehkan untuk tetap memberangkatkan karyawan dengan catatan memberikan kompensasi berupa uang lembur sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Namun slamet mengatakan, hal tersebut sudah merupakan kewajiban rutin yang dilakukan perusahaan setiap tahun. sehingga perusahaan dipastikan akan melaksanakan kewajiban sesuai dengan peraturan. " Namun kami juga tetap akan memfasilitasi jikq terdapat laporan masuk mengenai hql tersebut, kami akan memberikan peringatan kepada perusahaan yang bersangkutan jika memang terjadi pelanggaran," tegasnya. (nul)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN , 18-07-2013)

 

Wali Kota Pekalongan kritisi Kemen PU, terkait penggantian lantai jembatan Sungai Banger

Proyek Abadi Pantura Diprotes Wali Kota Pekalongan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad memprotes Kementerian Pekerjaan Umum karena selalu tergesa-gesa dalam mengerjakan jalur Pantai Utara Jawa (pantura).

Salah satu proyek yang dikritisi adalah penggantian lantai jembatan Sungai Banger yang hanya dikerjakan dalam kurun dua bulan. Ia meragukan mutu pekerjaan jembatan tersebut.

"Saya melayangkan protes ke Kementerian PU karena pengerjaan selalu mepet lebaran sehingga pekerjaan tergesa-gesa dan kualitas pekerjaan proyek selalu rusak belum waktunya," kata Basyir di Pekalongan, Selasa (23/7).

Namun, Pengawas Proyek Perbaikan Petarukan, Pemalang, dari PU Binamarga Edi Widiarso mengatakan betonisasi dikerjakan dengan bahan semen berkualitas tinggi sehingga hanya dalam tujuh hari sudah kering dan dapat dilintasi.

Pakar Transportasi Indonesia dari Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan indikasi korupsi dalam perbaikan jalur pantura sangat besar.

"Coba tanyakan ke Menteri PU perbaikan jalan mana yang tidak dikorupsi atau pejabat PU mana yang tidak pernah mendapatkan setoran dari kontraktor," kata Djoko Setijowarno.

Ia mengatakan dalam perbincangan dengan beberapa kontraktor perbaikan jalan pada kenyataan hanya dilakukan tidak lebih dari 54% dari total nilai proyek karena harus banyak pemotongan yang dilakukan sehingga kondisi tersebut menjadikan badan jalan tidak sesuai kualifikasi yang seharusnya. (Akhmad Safuan)

Editor: Irvan Sihombing

 

Selasa, 23 Juli 2013

HM Jusuf Kalla pilih naik kereta, pada acara tablig akbar di Pekalongan

Hadiri Tablig Akbar, JK Pilih Naik Kereta ke Pekalongan 

JAKARTA, FAJAR--Mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla memilih naik kereta untuk menghadiri tablig akbar Dewan Masjid Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Selasa 23 Juli.

JK bersama rombongan menumpangi Kereta Api (KA)Argo Muria yang bertolak dari Stasiun Gambir Jakarta Pusat pukul  07.30 WIB. "Sengaja naik kereta untuk merasakan bagaimana  kondisi terakhir perkeretaapian kita. KA adalah angkutan massal yang murah dan butuh perhatian," kata JK sesaat sebelum bertolak dari Gambir.

JK diundang menghadiri tablik akbar di Pekalongan Jawa Tengah oleh dewan masjid setempat di Masjid Syuhada Pekalongan. 

Waktu tempuh dengan kereta api Jakarta-Pekalongan dilalui sekitar 6-7 jam dengan jarak tempuh 430 kilometer. 

Selama dalam perjalanan JK yang juga adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menghabiskaan waktu dengan membaca berbagai jenis koran terbitaan terbaru. Sesekali ia juga melayani percakapan dengan belasan wartawan yang ikut dalam rombongan. (aci)

 

Jusuf Kalla (JK) di Pekalongan Mengunjungi rumah sakit,PMI dan Pasar Grosir Setono

Blusukan JK di Pekalongan, Mulai Kunjungan ke PMI Hingga Sentra Batik 

Pekalongan - Sejumlah kegiatan dilakukan Jusuf Kalla (JK) selama berada di Pekalongan, Jawa Tengah. Mulai dari mengunjungi rumah sakit, mengecek persiapan PMI hingga datangi Pasar Grosir Setono.

Kurang afdol memang jika datang ke Pekalongan namun tidak pergi ke Pasar Grosir Setono yang menjadi ciri khas kota ini. Meski terik matahari menyengat, JK tetap bersemangat mengunjungi pusat batik tersebut.

"Di samping diundang oleh wali kota dan melihat situasi sebelum lebaran, juga melihat ekonomi masyarakat dari sisi sini," ujar JK, Selasa (24/7/2013).

Begitu tiba di Pasar Setono, JK langsung disambut oleh para pedagang. Dari satu toko ke toko lain, JK menanyai harga batik yang dijual oleh para pedagang tradisional itu.

"Yang ini berapa harganya?" tanya JK kepada seorang ibu di salah satu toko.

"Yang ini Rp 120 ribu, Pak. Buat Bapak bisa kurang kok," rayu sang penjual berkerudung kuning tersebut sambil tertawa.

"Nggak bisa kurang nih?" sambung JK lagi sambil memegang sebuah baju batik wanita.

"Bisa Pak, bisa," ujar Ibu itu lagi.

Selama di Pasar Setono, JK hanya berpindah dari satu toko ke toko lainnya. Sambil berbincang dengan para pedagang, JK juga menanyakan kesejahteraan mereka sebagai produsen komoditi utama kota Pekalongan.

"Batiknya bagus-bagus, berkualitas dan harganya terjangkau. Ini yang menjadi salah satu kekuatan kota Pekalongan," tegasnya.

Jumat, 19 Juli 2013

Bantuan Air Bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa tengah

Warga Dapat Bantuan Air Bersih

PEKALONGAN – Warga Kelurahan Pasisari Kecamatan pekalongan Barat mendapat bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa tengah.

Bantuan air bersih tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga setelah dua unit sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang menjadi sumber air bersih bagi warga di kelurahan tersebut, rusak.

Nurizah, warga RT 01 RW 06 Kelurahan Pasirsari mengatakan, sejak Pamsimas rusak, dia dan warga Pasirsari lainnya kesulitan mendapatkan air bersih, ia mengandalkan kiriman air bersih dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Kebutuhan air bersih tidak bisa dipenuhi dari sumurnya karena sumurnya sudah tertintrusi air laut dan limbah. “Air sumur saya berwarna, saya hanya memakainya untuk mencuci pakaian. Sedangkan untuk minum dan memasak, saya ambil dari kelurahan (Pamsimas), sebulan bayar Rp 5000. tapi kini Pamsimasnya rusak,” terangnya saat menunggu kiriman air bersih dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, kemarin. 

Hal yang sama disampaikan Sumiti, yang juga tidak bisa mengandalkan air sumurnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Air sumur saya memang jernih, tapi rasanya asin. Sehingga tidak bisa diminum,” terangnya.

Menurutnya, sejak Pamsimas tidak mengalir, warga sangat bergantung pada bantuan air bersih dari BPBD tersebut. “Mobilnya tidak pasti datangnya, kadang pagi, kadang sore,” sambungnya.

Sejak 20 Juni
Terpisah, Lurah Pasirsari Martoyo menjelaskan, bantuan air bersih BPDB Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan sejak 20 Juni lalu. Bantuan air bersih itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga sejak dua unit sarana Pamsimas yang ada di RW 06 dan RW 05 kondisinya rusak.

Pamsimas yang di RW 06 mesin pompanya rusak. Tapi sudah diusulkan pembelian mesin pompa oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Sedangkan yang di RW 05 airnya asin. Banyak warga yang komplain,” terangnya.

Bantuan air bersih dari BPDB tersebut, kata dia, akan berlangsung selama Bulan Puasa. Selanjutnya, kebutuhan air bersih bagi warga akan dipenuhi dari PDAM Kota Pekalongan.

Tahun ini PDAM masuk. Jaringannya sudah dipasang di RW 06.10.04.03 dan 08. sebelum Lebaran, sambungan PDAM akan masuk rumah warga, sehingga warga tidak akan kesulitan lagi dalam mendapatkan air bersih,” jelasnya. (smnetwork/k30-06)

(SUMBER : HARIAN PEKALONGAN, 17-07-2013)

 

KKP Siapkan 1000 Solar packed Dealer Untuk Nelayan

KKP Akan Siapkan 1000 SPDN

Kementrian kelautan dan perikanan (KKP) berencana menyiapkan 1000 Solar packed Dealer Untuk Nelayan (SPDN) di seluruh sentra-sentra Perikanan yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan karena butuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan, sangat penting. Mengingat 60% biaya produksi adalah untuk membeli BBM. Sebagai langkah awal pada tahun 2014 akan direalisasikan 1400 SPDN terlebih dulu.

Hal itu ditegaskan Menteri Kelautan dan perikanan Sharif C Sutardjo disela-sela acara Safarai Ramadhan yang digelar di Kompleks PPNP Pekalongan, Rabu (17/7).

Selain itu Sharif juga telah dan terus melakukan upaya membantu nelayan. “Diantaranya berkoordinai dengan kementrian ESDM, BPH Migas dan Pertamina untuk menjamin ketersediaan dan kontinuitas pasokan BBM bersubsidi bagi nelayan,” tegasnya.

Langkah lain yang dilakukanya dalam membantu nelayan adalah dengan terus melakukan beragam upaya, baik yang bersifat reguler maupun terobosan. Berbagai program dan kegiatan untuk memberdayakan nelayan terus dilakukan. Diantaranya, program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN),Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP), Sertifikasi Hak Atas Tanah Nelayan (SeHAT Nelayan) serta Pengembangan diversifikasi usaha dan kemitraan

“Program lain seperti Fasilitasi peningkatan akses permodalan nelayan; agar dapat mengakses permodalan dari lembaga keuangan, fasilitasi asuransi nelayan serta penguatan kelembagaan usaha nelayan seperti KUB dan Koperasi Perikanan, juga telah dilaksanakan,” jelasnya.

Ditambahkanya saat ini pembangunan sektor kelautan menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya masih terjadi kemiskinan pada sebagian masyarakat pesisir., keterbatasan akses permodalan, konflik antar pelaku usaha dan sebagainya. “Berbagai permasalahan tersebut  justru menjadi pemacu untuk semakin menjalin harmoni, sinergi dan kerja keras,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Sharif yang juga didampingi Anggota DPRD RI asal Pekalongan, Budi Supriyanto, Walikota Pekalongan dr HM basyir Ahmad bmenyerahkan sumlah bantuan kepada nelayan dan program proyek untuk KKP jawa Tengah dengan nilai total mencapai Rp 39,5 Milyar. (diskominfo/007)

 

Forum diskusi publik Sosialisasi Kebijakan penyesuaian subsidi BBM

Indonesia lebih Tahan krisis

Pekalongan, Info Publik – Indonesia saat ini dinilai lebih tahan krisis dibanding sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara eropa. Hal ini terbukti dari laju pertumbuhan ekonominya yang tetap tinggi, sementara negara-negara tersebut menunjukkan trend menurun bahkan tak sedikit yang nyaris bangkrut.

Pendapat bernada optimis itu disampaikan Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat berbicara pada acara Forum diskusi publik Sosialisasi Kebijakan penyesuaian subsidi BBM yang tepat demi ketahanan ekonomi nasional yang digelar di Hotel Istana Rabu (17/7).

Basyir mencontohkan disaat banyak negara lain mengurangi atau menekan pengeluarannya, Indonesia justru mampu memesan sejumlah pesawat terbang ke negara-negara besar seperti AS. “hal ini membuat nama Indonesia kian diperhitungkan di kancah internasional,” tegasnya.

Menurutnya Indonesia memang pernah babak belur pada krisis moneter tahun 1998 hingga terjdi reformasi yang menggulingkan rezim orde baru. “Namun hikmahnya kali ini jauh lebih tahan banting,” tandasnya.

Karenanya Basyir memperkirakan pada saat RI memperingati Hari kemerdekaanya yang ke 100, Indonesia sudah berada di rangking 5 dunia sebagai negara makmur. “Dasarnya karena Indonesia memiliki seluruh persyaratan untuk menjadi negara maju,” ujarnya.

Terkait harga BBM Basyir menilai harga di Indonesia masih jauh lebih murah dibanding negara lain seperti Jerman yang harganya mencapai Rp 20 ribu perliter. “Kita mestinya bisa memanfaatkan bahan bakar lain seperti batubara dan gas hingga bisa kembali mengekspor minyak yang harganya mahal,” katanya.

Karenanya ia berharap agar seluruh masyarakat bisa menghemat BBM agar tidak semakin memberatkan dan bisa menggunakan subsidi BBm untuk keperluan lain seperti meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat. “Yang paling penting adalah mengantisipasi dampak ekonominya agar tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya.

Acara diskusi publik ini diikuti oleh seluruh kalangan masyarakat mulai dari PNS, wiraswasta, wartawan dan lain-lainya. Bertindak sebagai moderator adalah kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pekalongan Sri budi Santoso. (diskominfo/007)
 


 

Kamis, 18 Juli 2013

Sertifikasi 17 Ribu mualaf

17 Ribu Warga Jadi Mualaf di Sunda Kelapa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta memiliki program sertifikasi untuk mualaf sejak tahun 1983. Hingga Ramadhan tahun ini, terdapat sekitar 17 ribu warga yang masuk Islam melalui masjid yang berada di pusat kota ini.

Alhamdulillah, alhamdulillah. Sudah 5 orang yang masuk Islam di bulan Ramadhan ini,"ujar Anwar Sujana, Kepala Bagian Pembinaan Mualaf Masjid Agung Sunda Kelapa saat ditemui RoL dikantornya, Jakarta, Rabu (17/7).

Awalnya, Masjid Agung Sunda Kelapa hanya mengislamkan orang yang ingin masuk Islam saja. Mereka datang, lalu dibimbing untuk membaca kalimat syahadat setelah itu mereka dapat sertifikat lalu selesai. Namun, hal itu di anggap kurang efektif dan pada tahun 2003 di mulailah pembinaan terhadap mualaf.

Ada beberapa materi-materi yang harus diberikan kepada mualaf, yaitu Studi Dasar Islam yang menjelaskan Islam secara global yang menyangkut aqidah, syariat, ibadah, rukun iman, rukun Islam beserta resiko-resikonya. 

Lalu materi selanjutnya adalah Aqidah Ahlak yang mengajarkan tentang keimanan kepada Allah, Malaikat, Alkitab, Rasul, hari Kiamat juga Qada dan Qadar. Materi tersebut di jelaskan lebih dalam dan terperinci.

Berikutnya, materi Pengenalan Alquran. Materi ini membahas tentang isi kandungan, proses turunnya Alquran, juga bagaimana cara  memahami dan meyakini Alquran sebagai kitab suci umat Islam. Tidak lupa sikap dan etika-etika  terhadap Alquran. 

Kemudian pembinaan ini  memiliki materi Fiqih Ibadah yang mengajarkan para mualaf tentang praktik tata cara shalat seperti berwudhu, rukun shalat dan semua hal yang menyangkut soal ibadah. 

Anwar juga memberitahukan, ada 2 materi baru di pembinaan mualaf ini, yaitu Kristologi yang memberikan pemahaman tentang kitab Injil yang harus di luruskan. Kedua, adalah Fiqih Wanita yang di adakan setiap rabu pagi dan di ajarkan oleh Ustazah.

Fiqih Wanita ini di ajarkan khusus untuk para mualaf  wanita untuk membahas tentang mensturasi dan masalah kewanitaan.

Dari Senin sampai Jumat, Masjid Agung Sunda Kelapa  membuka pembinaan mulai pukul 8 pagi hingga jam 5 sore. Akan ada Ustaz yang selalu siap memberikan materi bagi para mualaf yang ingin melakukan pembinaan.

Khusus di bulan Ramadhan, pada Sabtu dan Ahad, pembinaan akan di mulai setelah Zuhur hingga buka puasa bersama. Sudah dua kali bulan puasa,  Masjid  mengadakan malam Nuzulul Quran dan Iktikaf bersama para mualaf.

Banyaknya para mualaf yang hadir membuat kegiatan untuk mualaf pada Ramadhan ini akan digelar kembali dengan mendatangkan beberapa Ustaz.

Anwar mengaku terdapat kendala dalam membina para mualaf. Terutama, untuk mereka yang diusir dari keluarga.

Menurutnya, pihak masjid sulit untuk membantu menghadapi persoalan para mualaf tersebut. Sebenarnya Anwar menginginkan adanya rumah singgah bagi para mualaf, namun persoalan dana yang masih menjadi masalah.
sumber