Sabtu, 30 November 2013

Operasi Zebra Candi 2013

Operasi Zebra Candi 2013 Polres Siapkan 73 Personil 

Jajaran Kepolisian Resort Pekalongan Kota menyiapkan sebanyak 73 personil dalam Operasi Zebra Candi tahun 2013.

Operasi ini rencananya akan digelar mulai 28 hingga 11 Desember 2013 mendatang.

Kabag Ops Polres Pekalongan Kota, Komisaris Polisi Mashudi kepada Radio kota Batik mengatakan, tujuan digelarnya Operasi Zebra Candi ini untuk menciptakan ketertiban berlalu lintas, sehingga kecelakaan lalu lintas bisa diminimalisir.

Mashudi menjelaskan, dalam operasi ini 80 persen adalah penegakan hokum, sisanya 20 persen yakni tindakan preemtif maupun prefentif.

Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan patroli disejumlah titik kerawanan baik lakalantas maupun kemacetan.

Mashudi berharap, agar masyarakat untuk menyiapkan semua perlengkapan berkendara baik kendaraan roda dua, empat atau lebih, karena tidak menutup kemungkinan Operasi Zebra Candi ini akan digelar 3 kali dalam sehari. 
sumber

Bank milik Pemerintah Kota Pekalongan Capai 31 Milyar

Aset Bank Pekalongan Capai 31 Milyar 

Direktur Bank Pekalongan Agus Junaedi menyatakan Bank milik Pemerintah Kota Pekalongan ini, optimis akan mampu bersaing dengan Bank swata maupun BUMN yang ada di Kota Batik.

Apalagi saat ini pihaknya telah melakukan berbagai macam terobosan untuk menarik nasabahnya.

Kepada Radio Kota Batik Agus Junaedi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah institusi baik negeri maupun swasta, dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat menari dana nasabah dalam jumlah besar.

Agus menjelaskan, saat ini jumlah nasabah Bank Pekalongan mencapai 9200, yang terdiri dari nasabah debet sekitar 7900 dan nasabah kredit mencapai 1300. Sedangkan aset yang dimiliki oleh Bank Pekalongan saat ini berkisar antara 31 Milyar. 

 

Long march bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia

Peringati Hari AIDS Sedunia PMI Pekalongan Gelar Longmarch 

Palang Merah Indonesia Kota Pekalongan bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia, Minggu 1 Desember 2013, mengadakan long march bersama sekitar 150an pelajar dan relawan PMI.

Long march ini akan dimulai sekitar jam 7 pagi, dengan rute dari markas PMI Kota Pekalongan jalan Rajawali, ke kawasan Jatayu, Jl Diponegoro, ke Jl. Imam Bonjol, Pemuda, jalan Hayam wuruk, belok ke Jl. Hasanudin, Jl.Sultan Agung dan kembali ke markas PMI.

Ketua pelaksana peringatan hari HIV AIDS dunia setempat Naili Sa'adah kepada Radio Kota Batik menjelaskan, aksi long march ini dibarengi dengan pembagian 200 bunga dan leaflet, yang berisi informasi seputar HIV AIDS dari Dinas Kesehatan setempat.

Naili berharap aksi ini bisa menyadarkan masyarakat mengenai bahaya HIV AIDS, terutama di kalangan remaja dan ibu rumah tangga.
sumber 

Launching Bank Pekalongan

Wakil Walikota Launching Bank Pekalongan 

Wakil Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid melaunching Bank Pekalongan, pada Sabtu 30 November. Bank Pekalongan merupakan nama baru dari Bank Pasar yang terletak di Jalan Slamet Pekalongan Barat.

Kepada Radio Kota Batik Wakil Walikota Alex mengatakan, perubahan nama ini bertujuan untuk memberikan warna dan semangat baru, sehingga Bank aset pemkot ini di harapkan bisa bersaing dengan Bank lainnya.

Wakil Walikota meminta, agar pihak direksi Bank Pekalongan untuk lebih professional, sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar bisa dirasakan oleh para nasabah.

Selain itu perbaikan sumber daya manusia dan peningkatan mutu teknologi informatika juga sangat perlu.

Wakil Walikota menargetkan, pada tahun depan Bank Pekalongan sudah bisa online, sehingga memudahkan para nasabahnya, dengan cara ini pihaknya di harapkan kedepan Bank Pekalongan bisa lebih berkembang. 
sumber

Kegiatan napak tilas daerah juang 1945

Peserta Napak Tilas Daerah Juang Kabupaten Pekalongan Terus Menurun 

Keikutsertaan masyarakat maupun generasi muda dalam kegiatan napak tilas daerah juang 1945, se wilayah eks karesidenan Pekalongan dari tahun ke tahun terus menurun.

Kepada Radio Kota Batik, Sekretaris Garda 45 Cabang Pekalongan, Ilham Qoyum mengatakan, menurunnya partisipasi tersebut dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup jaman sekarang dengan dahulu, khususnya pada generasi muda.

Untuk saat ini, pemuda lebih suka bermain dengan game pada gadgetnya, daripada mengetahui sejarah lokal yang ada disekitar tempat tinggal.

Sehingga dapat diartikan kecintaan mereka terhadap tanah air saat ini sudah mulai luntur. Sadar akan hal itu, sehingga pada tahun ke 10 ini, pihaknya hanya menargetkan sebanyak 500 peserta saja.

Target jumlah itu menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Padahal pada tahun 1996 lalu, peserta yang mengikuti napak tilas ini bisa mencapai 1.300 orang lebih. 
sumber

Kenaikan harga suku cadang kendaraan

Harga Suku Cadang Kendaraan di Pekalongan Naik 

Melemahnya Rupiah terhadap Dollar Amerika, pelan tapi pasti ikut mempengaruhi kenaikan harga suku cadang kendaraan bermotor di Pekalongan. Kenaikan terjadi sejak awal November, dengan kenaikan harga mencapai 5 hingga 10 persen.

Bagian Divisi Service 54 motor Pekalongan, Lusiana Pratiwi kepada Radio Kota Batik mengatakan, beberapa suku cadang motor yang mengalami kenaikan adalah aki kering dan sejumlah olie mesin kendaraan.

Harga untuk aki kering naik dari semula 177 ribu menjadi 192 ribu per unit. Sedangkan oli matic naik dari 34 ribu menjadi 35500, untuk oli motor bebek naik dari 31 ribu jadi 33 ribu, dan oli motor sport naik dari 38 ribu menjadi 40 ribu.

Lusiana menambahkan, jika banyak dari pelanggannya yang bingung dengan kenaikan harga suku cadang ini. Bahkan dari mereka kebanyakan urung membelinya.
sumber

Pelajaran banyak pihak, kasus perampokan UPT Dinas Pendidikan Kec.Buaran

Pencairan Gaji Masih Manual, Ka Dindikpora Jamin Aman

KOTA – Terungkapnya kasus perampokan yang terjadi di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, dengan sasaran uang gaji guru, yang ternyata diduga didalangi oleh Kepala UPTD setempat, Jumat Siang (1/11), menjadi pelajaran banyak pihak agar hal serupa tidak terulang. Menurut keterangan pihak kepolisian, para pelaku memang sebelumnya mengincar uang puluhan juta rupiah untuk gaji pegawai yang disimpan bendahara-UPTD setempat. Beruntung, para pelaku 'salah' mengambil uang tunai.
Uang sekitar Rp 60 juta yang disimpan, masih tetap aman. Para pelaku hanya bisa membawa kabur uang tunai sekitar Rp 3,5 juta sejumlah ponsel milik pegawai kantor tersebut. “Pelaku dikasih tahu oleh S (Kepala UPTD Pendidikan Buaran Sri Haryani, Red), kalau di kantornya ada uang tunai puluhan juta untuk pembayaran gaji guru. Tadinya oleh S, para pelaku disuruh mengambil uang tersebut,” ungkap Kapolsek Buaran AKP Agus Riyanto, usai berhasil meringkus ketiga tersangka, masing-masing Sri Haryanti (50) yang juga diduga menjadi dalang perampokan tersebut, serta Waruji (40) dan Suparyo (40), warga Doro, Kabupaten Pekalongan.
Adanya uang tunai untuk gaji guru dalam jumlah besar yang dipegang oleh bendahara kantor pendidikan itu, menjadi salah satu penyebab terjadinya kasus tersebut. “Karena tersangka yang juga Kepala UPTD tersebut tahu persis, di kantornya ada uang tunai cukup besar,” ungkap Kapolsek. Pencairan gaji pegawai negeri sipil khususnya untuk tenaga pendidik dengan sistim manual (bukan elektronik melalui rekening pegawai), seperti yang terjadi di salah satu kantor di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, itu ternyata juga dilakukan oleh jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan.
Manual Tapi Dijamin Aman
Kota Pekalongan yang sudah memperoleh banyak penghargaan di bidang IT (Teknologi Informasi) tingkat nasional, termasuk di bidang pendidikan, ini ternyata sistim pencairan gaji bulanan untuk guru masih memakai sistim manula. Gaji guru belum di bayarkan lewat elektronik, atau dengan bahasa gampangnya, melalui ATM. Seperti yang diungkapkan Kepala Dindikpora Kota Pekalongan drg Agust Marhaendayana, ketika dihubungi Radar Pekalongan, Senin (25/11). Ia menyampaikan bahwa sistim penggajian guru di bawah naungan Dindikpora Kota Pekalongan saat ini belum melalui elektronik. Hanya saja di Kota Pekalongan kan sekarang sudah tidak ada UPTD Pendidikan. Jadi, pencairan gaji guru berada di bawah pantauan kita (Dindikpora Kota Pekalongan) langsung. Pembayarannya melalui bendahara Dinas, tidak lagi melalui UPTD,” ungkapnya.
Agust menjamin, meski pembayarannya gaji itu secara manual, prosesnya tetap aman dan prosedurnya diatur sedemikian rupa untuk meminimalisir kerawatan, penyelewengan, ataupun hal-hal lain yang tidak diinginkan, termasuk aksi kejahatan semacam pencurian maupun perampokan. Pemantauannya dilakukan secara berjenjang hingga beberapa lapis. “Misal untuk gaji guru di wilayah selatan, penyelurannya dilakukan si A. Si A ini dipantau oleh kasir gaji. Sedangkan kasir gaji ini dipantau oleh Kasubbag Keuangan, yang dipantau oleh Sekretaris ini kita sendiri yang memantau,” bebernya.
Dengan adanya pemantauan berjenjang seperti itu, Ka Dindikpora menjamin sangat kecil kemungkinan terjadi penyelewengan selama proses penyaluran gaji pegawai/guru. “Kemungkinan penyelewengannya, maupun kerawanan yang lain, sangat kecil,”tandasnya. Agust menambahkan, Dindikpora Kota Pekalongan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sudah menerapkan manajemen mutu atau ISO. “Ada SOP atau prosedur tetap (protap) yang harus dipatuhi dan dilaksanakan,” imbuhnya. (way)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 26-11-2013)

Satu Bulan Untuk Merumuskan RAPBD Kota Pekalongan

Penetapan APBD Terakhir, DPRD Habiskan Waktu Sebulan

KOTA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pekalongan, membutuhkan waktu satu bulan untuk merumuskan penetapan RAPBD ini, DPRD mengklaim bekerja secara lebih maksimal, cermat dan teliti. Hal itu disampaikan Ketua DPRD, HM Bowo Leksono yang ditemui usai sidang penetapan RAPBD tahun 2014 di Rusid DPRD, Senin (25/11). Bowo mengatakan, untuk kali ini diakuinya penetapan RAPBD membutuhkan waktu yang lebih panjang dari pada proses serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, waktu yang dibutuhkan hanya dua sampai tiga minggu saja. Namun untuk kali ini, baik di Banggar maupun di komisi-komisi, kami membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk menetapkan RAPBD tahun 2014. Hal itu semata-mata demi memberikan hasil maksimal dari kinerja terakhir kami DPRD periode 2009-2014 dalam hal menetapkan RAPBD,” tuturnya. 

Sementara mengenai arah kebijakan anggaran secara umum untuk tahun 2014 mendatang, dikatakan Bowo, wilayah utara masih menjadi salah satu fokus. Dalam RAPBD 2014, porsi dana yang diberikan, baik untuk menanggulangi rob maupun perbaikan pasca rob di wilayah utara tercatat cukup besar.
Kami tetap memberikan perhatian yang besar bagi wilayah utara agar kondisinya semakin membaik. Memang untuk penanggulangan total, belum bisa dilakukan, karena anggaran yang tidak mencukupi,” ucapnya. Selain itu, dalam RAPBD tahun ini anggaran juga difokuskan untuk sektor kesehatan. Salah satu targetnya adalah mewujudkan program Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di puskesmas, terutama puskesmas rawat inap. Anggaran yang disiapkan untuk membiayai proses tersebut sebesar Rp 7 miliar.
Anggaran itu kami siapkan untuk membuat mereka survive dalam proses perubahan menuju BLUD. Dengan BLUD ini, maka masalah kekurangan SDM di puskesmas bisa kami atasi. “Karena banyak puskesmas yang masih membutuhkan pegawai namun tak bisa merekrut, karena adanya moratorium PNS, ini menjadi masalah.
Untuk itu, demi mendukung program tersebut, kami sudah mengalokasikan anggaran untuk proses perubahannya,” beber Bowo. Melalui sistem BLUD, maka puskesmas dapat merekrut pegawai yang tidak harus menjadi PNS. (nul)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 26-11-2013)

Warga Diminta Cepat Tanggap Memasuki Musim Hujan

Warga Harus Cepat Tanggap
PEKALONGAN – Memasuki musim hujan menjadi dilema bagi masyarakat di Kota Pekalongan, terutama yang bermukim di dekat bantaran sungai dan pantai. Setiap hujan deras, jalan dan pemukiman di daerah tersebut rawan banjir. Terkait dengan kondisi tersebut, warga diminta cepat tanggap dengan melakukan beberapa tindakan. Langkah yang harus dikerjakan antara lain secara rutin membersihkan tanaman enceng gondok di sungai.
Kalau tanaman itu di biarkan tumbuh subur, air sungai tidak akan mengalir lancar sehingga ketika musim hujan akan meluap ke pemukiman warga,” ujar Kepala Satpol PP Yos Rosyidi usai memberikan pengarahan dalam acara sosialisasi antisipasi terjadinya bencana alam, belum lama ini. Langkah berikutnya yakni warga rajin membersihkan selokan atau saluran air.
Menurutnya, langkah itu sangat penting karena pemukiman warga, terutama yang berada di wilayah utara berdekatan dengan pantai. Kalau saluran bersih, aliran air menjadi lancar dan tidak masuk ke kampung mereka. Ditambahkan, seandainya banjir terlanjur menggenangi pemukiman warga, diharapkan juga segera tanggap bencana. Seperti membantu warga yang menjadi korban banjir cukup parah dengan menyelamatkan pemilik dan barang-barangnya.
Puting Beliung
Selain itu mendirikan dapur umum untuk kepentingan bersama. “Dalam sosialisasi yang kami gelar, peserta adalah kelompok masyarakat di seluruh kelurahan. Setelah mendapat bekal, mereka akan menjadi pelopor masing-masing untuk pencegahan maupun menolong ketika terjadi musibah banjir di daerahnya,” imbuh Yos. Selain banjir, imbuh dia, kerawanan bencana saat musim hujan yaitu angin putting beliung. Selama ini, putting beliung beberapa kali melanda di wilayah Pekalongan dan merusak sejumlah rumah warga.
Apabila di dekat rumahnya, terdapat pohon yang tumbuh tinggi, supaya rajin memotong dahan dan barangnya,” kata Yos. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tumbangnya pohon akibat serangan angin putting beliung. Kalau pohon itu masih tinggi, dikhawatirkan akan menimpa rumah yang didekatnya. (H4-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 23-11-2013)
 

Ibu-ibu PKK dilatih buat minuman herbal

Anggota PKK Dilatih Buat Minuman Herbal

PEKALONGAN – Ibu-ibu perwakilan Pendidikan Ketrampilan Keluarga (PKK) tingkat kelurahan se-Kota Pekalongan, dilatih membuat minuman herbal. Pelatihan bagi ibu kelompok keaksaraan usaha mandiri tersebut dipusatkan di balai latihan kerja (BLK), kamis (21/11). Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mampu menjadi usaha mandiri bagi ibu-ibu, dan bekal keterampilan mereka. Pelatihan dibuka Ketua Tim PKK Kota Pekalongan. Hj Balgies Diab Sag MM. Selain disampaikan materi, juga praktik langsung pembuatan minuman berbahan dasar herbal dengan dipandu tutor Hj Tuti Sutoro serta Hj Diab Mubarokan Mpi.
Menurut Ketua Tim PKK, Balgies Diab, pelatihan tersebut diharapkan menambah keterampilan ibu-ibu PKK. Dalam kegiatan itu dipraktikan cara meracik minuman herbal secara higiesnis, termasuk cara pengemasannya. “Minuman herbal kemasan ini nantinya dapat disajikan dalam acara rapat maupun pengajian. Dahulu, setiap acara selalu minum the, ke depan minuman berbahan dasar herbal akan dibudayakan,” ujar Balgies Diab, yang juga istri Walikota HM Basyir Ahmad itu.
Pemasaran
Langkah awal, lanjut dia, hasil kreativitas minuman herbal akan digunakan pada acara-acara di Pemkot Pekalongan. Di katakan, selain sehat, dengan memiliki keterampilan membuat minuman herbal, diharapkan dapat menambah pendapatan keluarga. “Ke depan akan dibuat sentra-sentra minuman herbal di masing-masing kelurahan sesuai potensinya. Dari situ, akan lahir pengusaha-pengusaha dari kaum perempuan,” imbuh Balgies Diab.
Menurut dia, pencarian bahan dasar minuman herbal tidak sulit, bisa didapatkan di sekitar lingkungan maupun pekarangan rumah. “Untuk pemasarannya juga akan kami bantu. Selain di lingkungan Pemkot, juga akan difasilita ke beberapa supermarket di Pekalongan,” ujarnya. Pelatihan tersebut, kata dia, sebagai tindak lanjut program kawasan rumah tanam lestari (KRTL), yakni pemanfaatan lahan rumah tangga. Selain tanaman sayur, pemanfaatan lahan rumah tangga bisa dimanfaatkan dan di tanami bahan dasar herbal, seperti kunyit, kencur dan temulawak. (H63-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-11-2013)

Atasi Abrasi dengan Teknologi Jerman

Teknologi Jerman Dicoba untuk Atasi Abrasi

PEKALONGAN – Abrasi di Pantai Kota Pekalongan terjadi terus, tanggul selalu dibuat dengan metode konvensional, bangunan batu dan semen, sehingga selalu jebol. Namun sekarang telah digunakan metode geotekstil dari Jerman. Penggunaan metode geotekstil diusung oleh rekanan dari Jakarta. Hasilnya telah menjadikan garis pantai bertambah sekitar 200-300 meter. Bahkan tingkat rob atau luapan air laut ke daratan yang merembes membanjiri perumahan-perumahan warga dalam beberapa bulan akhir telah berkurang.
Hal itu terungkap pada hasil pemantauan PT Prima Karya Anugerah Mandiri, rekanan yang menggarap proyek penanggulangan masalah alam akibat abrasi dan rob di Pantaisari. Kota Pekalongan. Rekanan tersebut sengaja datang secaa berkala untuk memantau langsung proyek sepanjang 600-700 meter yang telah digarap. Namun proyek tersebut akan digarap secara jangka panjang, karena Pantai Kota Pekalongan memiliki garis pantai sepanjang 6 km.
Menurut Benny Santoso dari PT Karya Prima Anugerah Mandiri, pihaknya merasa puas dengan hasil yang terjadi selama 3 bulan terakhir dengan penerapan teknologi Jerman pemasangan karung geotekstil untuk tanggul pantai dan kantung geotekstil untuk penahanan gelombang di tengah laut.
Dengan pemasangan kantung geotekstil agak menjorok ke tengah laut terpaan air pasang dapat tertahan dan tidak langsung menerpa daratan, kemudian masih terhalang lagi oleh karung geotekstil, sehingga tekanan air saat kedaratan berkurang dan hanya terjadi rembesan dari sela-sela karung,” katanya. Melaui proses tersebut banyak pasir yang menjorok keluar pantai sehingga terjadi sedimentasi secara alami dan garis pantai dalam pantauan selama tiga bulan telah mengalami penambahan sebanyak sekitar 200-300 meter.
10 Tahun Lebih
Teknologi dari Jerman tersebut dilakukan lantaran langkah konvensional yang dilakukan selama ini dengan penanggulan menggunakan batu dan smeen tidak tahan lama dan hancur hanya dalam hitungan bulan saja. “Sedangkan teknologi kantung geotekstil dalam berbagai uji coba dan penelitian yang telah dilakukan Puslitban Sumber Daya Alam di Bandung mampu bertahan hingga 10 tahun lebih, sehingga selain menghemat dana miliaran rupiah juga dapat terselesaikan secara cepat,” terangnya.
Gigih, penjaga Krematorium Pekalongan yang berlokasi di daerah Pantai Sari menyebutkan warga sekarang cukup lega karena telah terjadi pengurangan luapan air laut dan daratan di Pantai Pekalongan. /;Kalau di sekitar Krematorium ini dulu sudah menjadi lautan dan sekarang garis luar tanggul karung geotekstil sudah menjadi daratan kembali sekitar 200 meter ada yang 300 meter juga,” tambah Gigih. (H52-69)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 22-11-2013)
 

Pemanfaatan tablet sebagai media kegiatan belajar mengajar

SMK Muhammadiyah Gelar Apel
PEKALONGAN – SMK Muhammadiyah Pekalongan meluncurkan penggunaan komputer tablet sebagai media kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa di sekolahnya. Launching pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT) tersebut, bersamaan dengan apel Milad Muhammadiyah ke-104 di sekolah. Hadir Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan, Slamet Mahfud Bsc, Majelis Disdakmen Suparto SPd, Kwartir Kepanduan Hizbul Wathan Drs Eko Waluyo, dan Kepala SMK Muhammadiyah Drs HM Ghazali.
Menurut ketua panitia, Urip Taufik SPd, penggunaan komputer tablet sebagai media pembelajaran bagi siswa seiring dengan tuntutan perkembangan zaman yakni pembelajaran berbasis teknologi informasi. “Media Ipad diharapkan dapat mempermudah siswa dalam belajar di kelas,” kata Taufik. Sebagai pilot project (Proyek percontohan), pemanfaatan tablet, khusus bagi seluruh siswa kelas satu program keahlian instansi tenaga listrik.
Pentas Seni
Disamping meluncurkan pemanfaatan Ipad, apel milad Muhammadiyah tersebut dilanjutkan dengan jalan sehat keluarga besar SMK Muhammadiyah. Kegiatan juga diisi pentas seni, lomba ekspresi dan kreativitas, bazar kewirausahaan siswa, serta pemilihan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IKM).
Kepala SMK Muhammadiyah Drs Hm Ghazali mengatakan, milad Muhammadiyah ke 104 diharapkan mampu menjadikan sekolah seabgai tempat yang menyenangkan bagi siswa. Dikatakan, kegiatan sengaja dikemas dalam sejumlah kegiatan, termasuk penggunaan Ipad. “Ipad sebagai media pembelajaran diharapkan dapat mendukung siswa, dalam mencari referensi belajar,” ujar Ghazali. (H63-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-11-2013)

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Tujuh Juta Warga Mendapat Jaminan Kesehatan

PEKALONGAN – Sebanyak tujuh juta jiwa di Eks-Karesidenan Pekalongan akan mendapatkan jaminan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di awal berlakunya BPJS pada Januari tahun depan. Kepala PT Askes (Persero) Cabang Pekalongan Diding Lukmana menyampaikan hal itu, di sela-sela Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS Kesehatan, di ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, selasa (26/11).
Dijelaskan Diding, saat ini, peserta Askes terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS), penerima pensiun, veteran dan perintis kemerdekaan. “Nanti, setelah menjadi BPJS, peserta jaminan kesehatan akan bertambah, meliputi peserta Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat), TNI/polri aktif san pensiunan, PNS dan pensiunan, serta peserta Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja),” terang dia. Tahap pertama mulai 1 Januari 2014, sekitar tujuh juta warga dari Kabupaten Brebes, Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten/kota Pekalongan dan Kabupaten Batang akan mendapat jaminan kesehatan melalui BPJS.
Diberi Rujukan
Jumlah tersebut mencakup 2.618.905 peserta Jamkesmas di Eks Karesidenan Pekalongan yang diserahkan kepada PT Askes yang berubah menjadi BPJS. “Untuk tahap berikutnya, seluruh penduduk yang belum masuk sebagai peserta BPJS kesehatan, ditargetkan paling lambat 1 Januari 2019 sudah masuk sebagai peserta BPJS kesehatan,” jelasnya. Diding memaparkan, pelayanan kesehatan yang dijamin antara lain pelayanan kesehatan tingkat pertama atau fasilitas kesehatan primer, yakni dokter keluarga, puskesmas ataupun klinik.
Selain itu, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan di seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. “Apalagi peserta jaminan kesehatan membutuhkan rujukan, akan dirujuk ke fasilitas kesehatan sekunder, yakni rumah sakit tipe D, tipe C dan tipe B,” tambahnya. Rumah sakit tipe B misalnya RSUD Kraton. (K30-49)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 27-11-2013)

Training of Trainer (TOT) Pemanfaatan TIK bagi guru

Kemampuan Guru Ditingkatkan

Untuk menmingkatkan kemampuan para guru agar memiliki skill sebagai instruktur pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran di sekolah, Dindikpora bersama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekom), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan training of Trainer (TOT) Pemanfaatan TIK bagi guru, Rabu (27/11).
Sekretaris Panitia TOT, Triyono, Mpd menjelaskan, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, di mulai dari Rabu hingga Jumat. Adapun kegiatan berupa fasilitasi pemberdayaan MGMP, TOT pemanfaatan TIK untuk guru di Kota Pekalongan.
Selama ini, pembangunan pendidikan ndi Indonesia menghadapi dua masalah besar yaitu problem pemerataan dan kualitas pendidikan. Untuk bisa meningkatkan daya jangkau pendidikan agar bisa melayani semaksimal mungkin sekaligus tetap mengutamakan peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, TIK diharapkan dap[at mendukung upaya peningkatan mutu dan perluasan jangkauan layanan pendidikan di Indonesia. Hal ini juga telah sesuai dengan misi Kemdikbud,” bebernya.
Pesatnya perkembangan pendidikan berbasis TIK harus diikuti dengan upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya para guru, sehingga mampu mengoperasikan komputer sebagai sarana bekerja, belajar dan berkomunikasi sehari-hari serta mampu mendesain, menyusun dan mengembangkan bahan belajar berbasis TIK. Kegiatan TOT ini, diharapkan para guru dapat memahami konsep, filosofi dan kebijakan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran, memahami model-model pembelajaran inovatif dengan dukungan TIK (rumah belajar, tv edukasi, serta multimedia interaktif), memanfaatkan internet dan intranet sebagai sumber belajar, mengolah dan membuat media presentasi dan mengoptimalkan perangkat multimedia, memanfaatkan tv dan radio edukasi untuk pembelajaran.
Sementara itu, Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad menjelaskan, jika kegiatan ini berguna dalam mendukung e-learning di berbagai sekolah di wilayah Kota Pekalon gan. Dan Kegiatan akan dimulai di SMK N 3 Pekalongan dengan menggunakan antena radio mikrotik yang berguna mengisi pendidikan dengan IT. Selanjutnya, Pemkot akan mencoba merealisasikan pemanfaatan IT dengan menggunakan fiber optik.Pembelajaran e-learning telah sesuai dengan kurikulum 2013.

 “Sehingga semua sekolah bisa mendapatkan materi pembelajaran yang sama dan meningkatkan mutu pendidikan, agar semua sekolah nantinya menjadi sekolah favorit. Dengan bantuan Pustekom, diharapkan kita bisa mewujudkan hal ini ditahun ajaran 2014/2015,” ungkapnya.
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 28-11-2013)

Jobfair Kota Pekalongan tahun 2013 di GOR Jatayu

Ribuan Pencari Kerja Serbu Jobfair

KOTA – Ribuan pencari kerja dari Kota Pekalongan dan sekitarnya mencari peruntungan dalam perhelatan jobfair Kota Pekalongan tahun 2013 di GOR Jatayu, Rabu (27/11). Mereka yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, berharap dapat menemukan pekerjaan dalam kegiatan yang digelar untuk kedua kalinya tersebut.
Kohirumuslimah (23), salah satu pelamar yang berasal dari Wiradesa mengaku, peruntungan untuk mencari kerja dalam jobfair tahun ini. Targetnya adalah, bisa mendapatkan pekerjaan indoor. “Apapun pekerjaanya asalkan di Indoor. Nanti lihat dulu ke dalam, kalau cocok saya akan masukan lamaran disitu,” akunya. 

Akan tetapi, lulusan Ilmu Matematika Undip Semarang itu mengaku, lebih condong ke perusahaan finance atau perbankan. Karena, dirinya merasa pekerjaannya yang akan dihadapinya tidak jauh berbeda dengan disiplin ilmu yang sudah dipelajarinya. Selama ini, Imah, sapaan akrabnya, mengaku bel;um pernah bekerja, namun sudah beberapa kali mencoba melamar pekerjaan. “Kemarin juga ikut CPNS Provinsi tapi gagal tidak lolos. Sekarang mau coba lagi karena awalnya saya berfikir untuk melanjutkan pendidikan dulu. Namun karena peluang belum ada, akan saya isi dulu dengan bekerja untuk mencari pengalaman jkuga,” tuturnya lagi.
Hal yang sama juga disampaikan Andi (22), lulusan Unnes Semarang tersebut juga tidak menargetkan bidang pekerjaan yang akan dilamarnmya nanti. Baginya, asalkan mampu maka akan dicoba. “Tidak menargetkan bidang pekerjaan, tapi akan mencoba ke perbankan. Saya sudah siapkan empat lamaran,” aku warga Batang tersebut.
Dalam gelaran jobfair yang dibuka selama dua hari itu, sekitar 50 perusahaan turut serta dan menyediakan 1000 lowongan kerja. Dari jumlah lowongan tersebut, hampir seluruh kualifikasi pendidikan tersedia, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, D3 hingga S1. Tercatat, 50 persen dari lowongan tersedia, merupakan lulusan SMK/SMA, 30 persen untuk lulusan D3 dan S1 dan sisanya tidak terkualifikasi.

Walikota Pekalongan, dr HM Basyir ahmad dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda, Drs, Dwi Arie Putranto, Msi mengatakan, bahwa kegiatan jobfair ini menjadi satu langkah strategis untuk menurunkan angka pengangguran.
Selain itu, untuk mengatasi pengangguran juga diperlukan integrasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
Saat ini terdapat 239 perusahaan di Kota Pekalongan dengan serapan tenaga kerja mencapai 10.729 orang. Dari jumlah tersebut, 31 diantaranta merupakan perusahaan besar, 69 merupakan perusahaan sedang dan sisanya atau 139 merupakan perusahaan kecil. “Kondisi demikian, juga mendorong para pencari kerja untuk datang ke Kota Pekalongan guna mengadu peruntungan. Sehingga adanya jobfair ini disarankan dapat menjadi salah satu solusi,” ucap Dwi Arie.
Jobfair digelar selama dua hari yaitu Rabu (27/11) hingga Kamis (28/11). Dinsosnakertrans juga menyediakan pembuatan kartu kuning di lokasi pameran demi memudahkan para pelamar kerja. (nul)
(RADAR PEKALONGAN, 28-11-2013)

Sabtu, 23 November 2013

Hibah Insentif Desa (HID) dari Kementerian Pekerjaan Umum

14 Kelurahan Terima Hibah Insentif Desa

PEKALONGAN – Sebanyak 14 kelurahan dari 47 kelurahan yang mengelola Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) menerima hibah Insentif Desa (HID) dari Kementerian Pekerjaan Umum. “Kinerja 14 kelurahan itu bagus sehingga mendapat reward berupa hibah insentif desa senilai Rp 200 juta untuk pembuatan sumur bor sedalam 120 meter, tower dan jaringan,” terang Ketua Paguyuban Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) Batik Bening Kota Pekalongan, Ainur Rochim di sela-sela acara peningkatan Kapasitas Satlak Pamsimas HID 2013 di Hotel Indonesia, (18/11).
Ke-14 kelurahan tersebut tersebar di empat kecamatan, di antaranya Kelurahan Degayu, Kandang Panjang (Kecamatan Pekalongan Utara), Kelurahan Poncol, Gamer (Kecamatan Pekalongan Timur), Kelurahan Tegalrejo (Kecamatan Pekalongan Barat), dan Kelurahan Duwet, Kradenan (Kecamatan Pekalongan Selatan).
Dijelaskan, dari program HID tersebut masing-masing kelurahan ditargetkan membuat sambungan minimal 100 rumah. Jika dalam satu rumah terdapat lima jiwa, dengan pembangunan sumur bor melalui program HID minimal akan ada 7.000 warga yang akan mendapatkan akses atau pelayanan air bersih. “Targetnya, ada 10.000 orang terlayani air bersih melalui program HID,” imbuh Ainur. (K30-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 19-11-2013)

Anugrah Ki Hajar 2013 untuk kategori Implementasi TIK Pendidikan

Pemkot Pekalongan Raih Anugrah Ki Hajar 2013
Pekalongan, Info Publik – pemerintah Kota Pekalongan meraih lagi penghargaan tingkat nasional. Kali ini adalah anugrah Ki Hajar 2013 untuk kategori Implementasi TIK Pendidikan. Hal itu disampaikan Walikota dr HM Basyir Ahmad didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahrga (Dindikpora) Kota Pekalongan di ruang kerjanya, Kamis (21/11).
Menurut basyir Anugrah Ki Hajar ini sudah berjalan untuk yang kedelapan kalinya. Untuk tahun ini Kota Pekalongan meraihnya bersama 4 daerah lain. Untuk kategori Kepemimpinan diraih oleh Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta. Kategori kebijakan diraih Ir Mawardy Nurdin Walikota Banda Aceh. Sedangkan kategori inisiatif adalah H Erzaldy Rosman, Bupati bangka Tengah, Bangka Belitung dan Yusuf Wally, Bupati Keerom, Papua di kategori anggaran dan program.
Kami memenangkan di bidang yang paling sulit yakni bidang implementasi karena berbagai hal yang sudah kami lakukan,” katanya.
Basyir menunjuk saat ini sudah 82 SD atau 55,40 persen dari seluruh 148 SD yang ada di Kota pekalongan telah memiliki laboratorium Komputer dan telah terhubung dengan internet. “Sedangkan untuk tingkat SMP dan MTs dari 36 sekolah yang ada seluruhnya telah memiliki laboratorium komputer dan telah terhubung dengan internet,” tandasnya. 
Demikian juga untuk tingkat SMA, MA dan SMK. Selain seluruh sekolah telah memiliki laboratorium internet , 960 dari 1037 telah terlatih memanfaatkan TIK.
Dibidang kebijakan anggaran, menurut Basyir juga terus meningkat dan sudah melebihi 20 persen sesuai yang diamanatkan konstitusi. “Untuk tahun 2013 anggaran pendidikan kami sudah mencapai 35,66 persen dari APBD yakni sekitar Rp 219,717 Milyar dari APBD Rp 638,974 Milyar,” tambahnya.
Dengan adanya penghargaan ini Basyir berharap agar kedepan dunia pendidikan di Kota Pekalongan bisa semakin maju dan berkembang. Karena bagi Basyir jika dunia pendidikan tidak semakin maju itu adalah kegagalan dirinya sebagai walikota. (diskominfo/007)

Alokasi elpiji 3 Kilogram Kota Pekalongan pada Desember akan ditambah

Konsumsi pada Natal dan Tahun Baru
PEKALONGAN – Alokasi elpiji 3 Kilogram (kg) di Kota Pekalongan pada Desember akan ditambah 12.588 tabung. Penambahan alokasi elpiji kemasan 3 Kg ini untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada Natal dan Tahun Baru. Hal itu disampaikan Sales Represntative Gas Domestik (Gasdom) Regional IV Pertamina Jateng, Zia Ardhi dalam Sosialisasi Pendistribusian dan Pengawasan elpiji 3 kilogram sebagai Barang Bersubsidi di ruang Amarta Setda, Sabtu (16/11).
Untuk alokasi Desember, Pertamina akan menambah alokasi elpiji 3 Kg karena kami mempertimbangkan Natal dan Tahun Baru,” papar Zia. Pada November, alokasi elpiji 3 Kg di Kota Pekalongan tercatat 265.680 tabung. Pada Desember, alokasi elpiji 3 Kg akan ditambah menjadi 278.268 tabung, sehingga ada penambahan 12.588 tabung atau 4,73 persen dari alokasi November.
Zia menegaskan, pendistribusian elpiji 3 Kg di empat Kecamatan di Kota Pekalongan relatif merata, sehingga kecil kemungkinan terjadi kekurangan pasokan. Namun, untuk menjamin ketersediaan pasokan elpiji 3 Kg, Pertamina telah menunjuk 12 outlet untuk menyalurkan elpiji kepada warga di wilayah tersebut. “Ketika pasokan elpiji di pangkalan dan pengecer habis, di outlet masih ada. Ada 12 toko modern (Indomaret) yang menjual langsung elpiji 3 Kg,” imbuh Zia.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) eks Karesidenan Pekalongan, Ony Firmansyah mengatakan, untuk mengantisipasi penjualan elpiji 3 Kg lintas daerah, agen diwajibkan memasang plastic wrap segel di tabung elpiji. “Mulai Desember, akan diberikan plastic wrap sesuai dengan warna seal elpiji untuk mengatisipasi rembesan elpiji yang masuk ke Kota Pekalongan,” papar Ony.
Lima Agen Elpiji
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pekalongan, Wismo Adityo memaparkan, di Kota Pekalongan terdapat lima agen elpiji. Lima agen itu menyuplai elpiji pangkalan-pangkalan yang tersebar di empat Kecamatan. Di Kecamatan Pekalongan Utara terdapat 36 pangkalan elpiji, Kecamatan Pekalongan Timur (46 pangkalan), Kecamatan Pekalongan Selatan dan Kecamatan Pekalongan Barat masing-masing 31 pangkalan dan 45 pangkalan.
Sebelumnya, Kabid Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Eliana mengatakan, untuk menjamin distribusi alpiji 3 Kg tepat sasaran, pengawasan pendistribusian elpiji dilakukan dari stasiun pengisian hingga ke rumah tangga dan usaha mikro. Pengawasan yang dilakukan meliputi penerapan harga eceran tertinggi (HET) elpiji sesuai keputusan yang ditetapkan dan pengawasan pelaksanaan pendistribusian elpiji. (K30-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 18-11-2013)

Pembangunan los baru Pasar Banyurip

Akhir Bulan ini, Pedagang Dipindah ke Los Baru

KOTA – Sejumlah pedagang yang sementara ini masih menempati los bagian luar Pasar Banyurip, akhir bulan ini direncanakan akan mulai dipindah ke los baru yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Para pedagang yang akan dipindah ke los baru di sisi selatan tersebut, adalah mereka yang sebelumnya menempati sisi luar Pasar Banyurip. “Akhir bulan ini, pembangunan los baru di sisi selatan Pasar Banyurip di harapkan sudah selesai 100 persen. Saat ini sudah mencapai 95 persen penyelesaiannya. Insya Allah, akhir bulan ini, begitu pembangunan sudah selesai, para pedagang akan kita pindahkan,” ungkap Kepala Disperindagkop, Drs Supriono MM.
Ia menyebut, los baru yang sedang dalam tahap penyelesaian itu nantinya bisa menampung sebanyak 144 pedagang. “Pedagang akan dikelompokkan sesuai zona. Salahsatinya, kita akan membangun los kecil untuk pedagang ikan basah. Idealnya nanti pedagang ikan dijadikan satu,” katanya. Pemkot juga berencana akan membangun tempat pengolahan limbah dari ikan. (way)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 19-11-2013)

251 Jajanan Mengandung Zat Pewarna.

15,67% Jajanan Anak Sekolah Mengandung Formalin

PEKALONGAN – Dinas Kesehatan Kota Pekalongan masih menemukan adanya jajanan anak sekolah yang mengandung bahan-bahan tidak aman untuk kesehatan, seperti zat pewarna (rhodamin B), boraks dan formalin. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 876 sampel jajanan yang diambil dari pedagang yang mangkal di sekitar di sekitar SD, MI dan TPQ serta sejumlah pasar tradisional di Kota Pekalongan, tercatat 15,67 persen jajanan anak sekolah mengandung formalin. Selain formalin, hasil pemeriksaan tersebut juga menunjukkan 13,15 persen jajanan mengandung zat pewarna dan 10,84 persen mengandung boraks.
Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Tuti Widayanti memaparkan, dari 319 sampel jajanan yang diindikasi mengandung formalin, setelah diperiksa 15,67 persen jajanan mengandung formalin. Formalin itu ditemukan pada bakso, mie goreng dan mie basah.
Sementara itu, dari 369 sampel makanan yang diindikasi mengandung boraks, setelah diperiksa 10,84 persen mengandung boraks. Jajanan yang mengandung boraks di antaranya bakso dan mie kremes. Adapun zat pewarna ditemukan di makanan arumanis, es mambo, kerupuk usek dan kolang kaling. “Kami memeriksa 251 jajanan yang diindikasi mengandung zat pewarna. Hasil pemeriksaan menunjukkan, 13,15 persen mengandung zat pewarna,” ungkap Tuti di ruang kerjanya, (18/11).
Ikut Mengawasi
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan juga memeriksa 105 sampel jajanan yang dicurigai mengandung pemanis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bahan pemanis dalam 105 sampel makanan tersebut. Pedagang menjual jajanan mengandung bahan berbahaya itu dibina agar tidak menjual jajanan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Pedagang yang jajanannya aman, tidak mengandung bahan berbahaya ditempeli stiker.
Menurut Tuti, pemeriksaan jajanan anak sekolah dilakukan setiap tahun. “Kalau ada indikasi jajanan yang dijual pedagang mengandung bahan berbahaya, lapor kepada puskesmas terdekat. Nanti petugas dari puskesmas akan memeriksanya apakah jajanan tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak?” tandas dia. (K74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 19-11-2013)

Sri Budi Santoso:Iptek pondasi untuk mendefinisikan tujuan

Iptek, TIK dan Broadband Tak Sekedar Alat

Pekalongan, Info Publik – Ilmu Pengetahuan dan tekhnologi (Iptek), TIK dan Broadband bagi sebagian besar kalangan dinilai hanya sebagai alat untuk mencapai sasaran. Namun bagi kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan Sri Budi Santoso tidaklah sesederhana itu. Namun Iptek juga merupakan pondasi untuk mendefinisikan tujuan dan sejauh mana tujuan yang ingin diraih.
 
Hal itu disampaikanya saat berbicara di hadapan rombongan dari Badan perpustakaan Arsip dan pengembangan Sistem Informasi (BAPAPSI) Kabupaten Bandung yang melakukan Studi banding di pemkot Pekalongan, kamis (21/11). “ Jadi apa yang ingin kita capai sangat terkait juga dengan apa yang kita targetkan,” katanya.
Dia menganalogikan anak kecil yang biasa berangan-angan melakukan perjalanan dengan sepeda. “Ketika yang dia pikirkan adalah sepeda maka perjalanan yang dia bayangkan hanya keliling kota, tapi ketika yang dibayangkan adalah pesawat maka bayangnya adalah keliling dunia atau minimal Indonesia," ujarnya.
Selain itu Iptek, TIK dan Broadband juga bisa berperan sebagai enabler, accelelator, tranformasi dan inovasi bagi pembangunan daerah. “Kota Pekalongan menilai bahwa e-development berbasis broadband dapat menjadi model percepatan pembangunan yang mampu mengintegrasi solusi dari banyak masalah,” tandasnya.
Masalah itu antara lain efisiensi proses bisnis, birokrasi, kesenjangan digital meningkatkan jangkauan belajar mengajar bahkan demoratisasi.
Persoalanya pengembangan e-development menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya inisiatif TIK kurang terkoordinasi dan anggaran tersebar. Selain itu juga ada kurangnya koneksivitas dan infrastruktur jaringan.
Sementara itu kepala Bidang pengembangan Sistem Informasi pada BAPAPSI kabupaten bandung Anita Emmayanti mengungkapkan kedatanganya bersama rombongan adalah dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan terkait pemanfaatan tekhnologi informasi dan komunikasi di lingkungan pemerintah daerah. (diskominfo/007)
sumber

PJTKI Sudah Tutup,Pihak Keluarga kesulitan melacak TKI asal Kelurahan Pringlangu

Keluarga Tomah Kesulitan Lacak Karna PJTKI Sudah Tutup 

Keluarga Tomah, Tenaga Kerja Indonesia atau TKI asal Kelurahan Pringlangu, Pekalongan Barat, mengaku kesulitan melacak keberadaan kantor PJTKI yang memberangkatkan Tomah, pihak sponsor yang ikut memberangkatkan pun terkesan lepas tanggung jawab.

Kepada Radio Kota Batik, Wasripah, mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi pihak sponsor warga Noyontaan, namun hasilnya selalu nihil, bahkan beberapa waktu yang lalu pihak sponsor enggan memberikan data milik ibunya, dengan alasan sudah hilang.

Tomah mengaku sudah pernah melacak keberadaaan PJTKI yang memberangkatnya, namun perusahaan yang bersangkutan telah tutup, sehingga data mengenai pemberangkatan ibunya sepertinya sudah hilang.

Sementara itu, Walikota Pekalongan Basyir Ahmad berjanji akan membantu sepenuhnya untuk melacak keberadaan Tomah dan bersedia mengurus kepulanganya melaui bantuan kementrian luar negeri dan kedutaan besar Indonesia di Oman. 
sumber

Persip Pekalongan Februari 2014 akan melakukan ujicoba pertandingan

Persip Mulai Lakukan Persiapan 

Meskipun belum ada kejelasan jadwal Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim depan, namun kesebelasan Persip Pekalongan terus melakukan sejumlah persiapan.

CEO Persip Pekalongan Budi Setiawan mengatakan, persiapan yang dilakukan saat ini memang belum dilakukan secara maksimal karena terganggu kondisi rumput di Stadion Kota Batik Kraton juga masih amburadul sehingga belum bisa digunakan untuk latihan.

Kepada Radio Kota Batik, Budi Setiawan menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum membuka pendaftaran pemain. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan merekrut 3 pemain asing dan 5 pemain dari luar daerah.

Budi Setiawan menambahkan, saat ini kerangka Tim Persip sudah terbentuk 50 persen. Rencananya, bulan Februari 2014 pihaknya akan melakukan ujicoba dengan tim lain, maksimal dua kali pertandingan. 

 

Tiga Tahun Mengalami Kerugian Mall Sri Ratu Nyatakan Tutup

Mall Sri Ratu Nyatakan Tutup 

PT Sritama Ratu atau masyarakat mengenalnya dengan sebutan Sri Ratu yang terletak di Jalan Merdeka menyatakan tutup, menyusul selama tiga tahun terakhir mengalami kerugian serta gagal bersaing dengan mall lainnya.

Direktur Operasional PT. Sri Rama Ratu, Hendra Ari mengaku, pihak manajemen sudah berusaha untuk mempertahankan perusahaan yang bergerak di bisnis retail tersebut.

Namun tingginya biaya operasional yang tidak seimbang dengan hasil pendapatan membuatnya selalu merugi.

Hendra menjelaskan, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan berhenti beroperasi kepada Kepala Disnakertrans pada tanggal 19 November 2013.

Hendra mengungkapkan, mengenai besaran tali asih yang diberikan memang akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang dimiliki perusahaan saat ini. 

 

Otak dan Pelaku Perampokan Di UPTD Pendidikan Buaran

Polisi Tangkap Otak dan Pelaku Perampokan Di UPTD Pendidikan Buaran 

Jajaran Kepolisian Sektor Buaran menangkap Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Sri Haryanti. Sri ditangkap polisi karena terbukti menjadi otak perampokan di kantornya sendiri.

Sebelumnya polisi menangkap dua pelaku perampokan, Yaitu Waruji dan Suparyo warga Desa Donorejo, Kecamatan Doro di rumahnya pada Sabtu 23 November.

Kapolsek Buaran, Ajun Komisaris Polisi Agus Riyanto, kepada Radio Kota Batik mengatakan, setelah hampir tiga pekan melakukan penyelidikan akhirnya polisi menemukan titik terang pelaku perampokan dan kemudian menangkap pelaku di rumahnya.

Dihadapan petugas kedua tersangka mengaku melakukan aksi tersebut, karena disuruh oleh Sri Haryanti, dari keterangan tersebut, polisi segera menangkap Sri Haryanti di rumahnya di Wiradesa.

Selain menangkap para tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa golok dan ponsel, sementara itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, ketiganya saat ini harus mendekam di sel tahanan Mapolres setempat, dan terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 Tahun penjara. 
sumber

Ratusan Pekerja Seks Komersial unjuk rasa di kantor DPRD

Ratusan Pekerja Seks Komersial Unjuk Rasa Tolak Perda Miras 

Ratusan masa yang terdiri Pekerja Seks Komersial, Germo, dan Paguyuban Pedagang Minuman Keras Kabupaten Batang, menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD setempat. Mereka menuntut agar DPRD tidak mengesahkan Raperda Miras menjadi Perda.

Koordinator aksi, Nur Khasan kepada Radio Kota Batik mengatakan, aksi ini sengaja dilakukan karena ada informasi Perda miras akan disahkan pada hari ini Rabu 20 November 2013. Aksi ini sengaja dilakukan untuk menggagalkan pengesahan Perda yang melarang peredaran miras.

Nur Khasan menjelaskan, jika DPRD tetap mengesahkan Perda tersebut, secara otomatis mereka akan kehilangan mata pencaharian, karena selama ini secara turun temurun hanya itu saja mata pencaharian yang bisa mereka lakukan.

Setelah ditemui sejumlah Anggota DPRD, massa akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka berjanji akan menggelar aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih banyak, jika DPRD tetap mengesahkan Perda tersebut. 
sumber

Partai politik di Kota Pekalongan wajib melaporkan dana kampanye

Tak Laporkan Dana Kampanye, KPU Kota Pekalongan Ancam Coret Parpol

Seluruh partai politik di Kota Pekalongan wajib melaporkan dana kampanyenya pada Komisi Pemilihan Umum atau KPU setempat.

Jika parpol tidak melaporkan dana kampanye hingga batas waktu yang ditentukan maka bisa dikenai sanksi berat berupa pencoretan sebagai peserta Pemilu tahun depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU setempat, Basir di sela-sela kegiatan Sosialisasi Penyusunan Laporan Dana Kampanye Peserta Pemilu Tahun 2014 di Hotel Horison, Sabtu, 23 November 2013.

Kepada Radio Kota Batik, Basir mengatakan ketentuan tentang pelaporan dana kampanye diatur dalam Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaporan Dana Kampanye.

Dalam peraturan tersebut ditegaskan bahwa seluruh peserta pemilu wajib melakukan pelaporan awal maupun pelaporan akhir.

Bagi yang tidak melaporkan akan dikenai sanksi sesuai aturan dalam Pasal 138 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD.

Basir menjelaskan bagi parpol yang tidak membuat laporan awal dana kampanye hingga batas akhir yaitu tanggal 2 Maret 2014 maka akan dikenai sanksi tidak diikutkan dalam Pemilu.

Sedangkan peserta Pemilu yang tidak menyampaikan laporan akhir dana kampanye pada 24 April 2014 atau 14 hari setelah pemungutan suara, bisa dikenai sanksi paling berat yakni tidak ditetapkannya calon yang terpilih apabila mendapat kursi. 
sumber

Lowongan Kerja di Kota Pekalongan

Job Fair Buka 1.500 Lowongan Kerja di Kota Pekalongan 

Sebanyak 1.500 lowongan kerja dari 48 perusahaan yang bergerak di bidang jasa, perbankan, maupun lembaga keuangan lainnya akan memeriahkan Job Fair yang akan digelar di GOR Jatayu mulai 27 hingga 28 November 2013 mendatang.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kota Pekalongan Heryu Purwanto mengatakan, antusias perusahaan yang mendaftar pada Job Fair tahun ini cukup bagus.

Hal tersebut terlihat dari jumlah perusahaan yang mengikuit melebihi target. Awalnya, pihaknya menargetkan 45 perusahaan yang bergabung namun ada 48 perusahaan yang mendaftar dan siap mengikuti Job Fair tersebut.

Heryu Purwanto menambahkan, kebanyakan perusahan yang mengikuti kegiatan Job Fair ini 70 persen menjaring pelamar berpendidikan SMA/SMK, sedangkan 30 persennya untuk D3 dan
S1.

turnamen futsal dan bola voli.

Jamsostek Pekalongan Gelar Turnamen Futsal dan Bola Voli 

Demi mendukung perkembangan futsal di wilayah Pekalongan dan sekitarnya, PT.Jamsostek cabang setempat menggelar Jamsostek Sport Challenge 4 di lapangan Futsal G2 Jl. dr.Sutomo Sabtu 23 November.

Pimpinan Jamsostek Pekalongan Heri Purwanto mengatakan, pihaknya sengaja mengelar turnamen ini untuk mewadahi perusahaan-perusahaan yang memiliki klub-klub olah raga diantaranya futsal dan bola voli.

Heri Purwanto menjelaskan, dalam turnamen yang di ikuti oleh 20 klub futsal dari 20 perusahaan perusahaan ini merupakan ajang memperat silaturahmi antar perusahaan.

Heri mengungkapkan, hal ini merupakan salah satu upaya menyosialisasikan tranformasi PT Jamsostek yang menjadi Badan penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketengakerjaan, dengan menggelar pertandingan futsal dengan membidik peserta dari kalangan perusahaan. 
sumber

Mediasi kasus perselisihan Karyawan dengan manajemen PT Sritama Ratu

Manajemen Sri Ratu Tidak Datang, Mediasi Batal

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sidang mediasi pertama kasus perselisihan hubungan industrial antara manajemen dan karyawan PT Sritama Ratu atau Sri Ratu di kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Pekalongan yang dijadwalkan, Jumat (22/11) pukul 14.00, batal dilaksanakan.

Pasalnya, manajemen Sri Ratu tidak datang memenuhi undangan. Karyawan kecewa terhadap manajemen Sri Ratu karena mengabaikan undangan Dinsosnakertrans untuk mediasi.

"Ini pelecehan terhadap Pemkot Pekalongan karena manajemen Sri Ratu tidak memenuhi  undangan Dinsosnakertrans untuk menyelesaikan masalah dengan karyawan," tegas Sekretaris DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Pekalongan Damirin yang mendampingi karyawan Sri Ratu di Kantor Dinsosnakertrans.

Karena pihak manajemen Sri Ratu tidak hadir memenuhi undangan Dinsosnakertrans untuk mediasi, DPC SPN Kota Pekalongan akan menginstruksikan kepada semua Pimpinan Serikat Pekerja (PSP) SPN se-Kota Pekalongan untuk melakukan mogok kerja. "Hari ini kami akan melayangkan surat ke Polres Pekalongan Kota tentang rencana aksi solidaritas modar (mogok daerah) pada Senin (25/11) mendatang," sambungnya.

Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Kota Pekalongan Slamet Hariyadi mengatakan tidak mengetahui alasan ketidakhadiran manajemen Sri Ratu. Menurut dia, dalam surat yang diterimanya pada Jumat (22/11) pagi,  manajemen Sri Ratu hanya menyampaikan tidak bisa memenuhi undangan mediasi pada Jumat ini, dan mengalihkannya pada Kamis (28/11) pekan depan.

"Hari ini saya menerima surat dari manajemen Sri Ratu. Isinya  pemberitahuan tidak bisa menghadiri sidang mediasi hari ini dan mengajukan mediasi pada 28 mendatang," jelas Slamet. 

Karena manajemen Sri Ratu tidak memenuhi undangan pada sidang mediasi pertama, ia akan melakukan pemanggilan untuk mediasi kedua. "Harapan kami, pekerja bisa menahan diri untuk tidak melakukan aksi mogok kerja, dan, kami juga berharap kepada Sri Ratu bisa berkompromi agar masalah ini bisa selesai secepatnya," harapnya.

( Isnawati / CN26 / SMNetwork

Sabtu, 16 November 2013

5 Jenis Pajak Lampaui Target

Realisasi 5 Jenis Pajak Lampaui Target

KOTA – Realisasi pendapatan lima jenis pajak daerah yang dikelola Dinas Pendapatan, Pengelolaan Ketuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pekalongan, hingga akhir Oktober 2013, capaiannya sudah melampaui target yang ditetapkan tahun ini (over target). Menurut Kabid Pajak dan Retribusi Daerah DPPKAD, Suseno SH, lima jenis pajak yang sudah over target itu masing-masing adalah Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, serta Pajak Parkir. 
Ada lima dari delapan jenis pajak yang dikelola DPPKAD yang realisasi hingga akhir Oktober sudah over target,” kata Suseno saat ditemui di ruang kerjanya, selasa (12/11). Ia merinci, untuk Pajak Hotel, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.150 miliar, hingga akhir Oktober sudah terealisasi Rp 1,289 miliar. Itu artinya, samapai akhir oktober realisasi Pajak Hotel prosentasenya sudah mencapai 112,12 persen dari target penetapan tahun 2013. “Diperkirakan, sampai bulan Desember nanti, realisasi Pajak Hotel bakal tercapai 125 persen,” ujarnya optimis.
Kemudian Pajak Restoran. Target yang ditetapkan sebesar Rp 1,150 miliar. Realisasi sampai akhir oktober sudah Rp 1,736 miliar atau 112,05 persen dari target. Diperdiksi, realiasasi Pajak Restoran hingga Desember nanti bisa mencapai 120 persen dari target. “Artinya, capaiannya ada 20 persen melebihi target yang ditetapkan,” jelas Suseno. Kondisi over target juga dicapai untuk jenis Pajak Hiburan. Target yang dipatok pada 2013 sebesar Rp 275 juta. Tetapi realisasi sampai akhir Oktober sudah mencapai Rp 288,7 juta, atau sekitar 104,29 persen dari target.
Demikian pula untuk Pajak Reklame maupun Pajak Parkir. Untuk Pajak Reklame, dari target, yang ditetapkan Rp 1,100 miliar, terealisasi Rp 1,137 miliar (103,38 persen). Sedangkan Pajak Parkir, target Rp 120 juta, hingga akhir Oktober sudah mencapai Rp 125 juta, atau 104,26 persen. Sementara, untuk dua jenis pajak lainnya, yakni Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Pajak Air Tanah, Suseno optimis target akan tercapai. “Target PPI yang ditetapkan sebesar Rp 11,3 miliar. Harapannya, nanti bisa tercapai Rp 13 miliar, karena ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL),” ungkapnya.
Adapun Pajak Air Tanah, dari target sebesar Rp 200 juta sampai Oktober terealisasi Rp 164 juta, atau masih 82 persen dari terget. “Tapi pada bulan November ini, sudah masuk lagi pembayaran dari Wajib Pajak yang sudah masuk ke Kas Daerah. Harapannya, nanti target Pajak Air Tanah bisa tercapai,” jelasnya. Sedangkan untuk Pajak Sarang Burung Walet, Suseno mengakui realisasinya akan sulit untuk bisa mencapai target yang diharapkan. Hal ini, menurut Suseno, dikarenakan banyak obyek Pajak Sarang Burung Walet dalam perkembangannya sudah berubah fungsi. “Banyak sarang burung walet yang sudah berubah menjadi rumah tempat tinggal,” ungkapnya.
Dari capaian berbagai jenis Pajak Daerah itu, maka total realisasinya sudah mencapai sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan tahun ini. Total target pendapatan dari Pajak Daerah yang dikelola DPPKAD sebesar Rp 10.736.800.000. Realisasi sampai akhir Desember Rp 16.268.801.683. “Artinya, sampai akhir Oktober sudah mencapai 97,20 persen. Jika melihat dari realisasi berbagai jenis pajak yang sudah over target, kami optimis pada tahun anggaran ini, total capaiannya juga bisa melampaui target,” pungkas Suseno. (way)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 13-11-2013)

Pemkot Pekalongan Kerja Sama Perguruan Tinggi se-Kota Pekalongan

Percepat Pembangunan Pemkot Kerja Sama Perguruan Tinggi

PEKALONGAN – Berbagai terobosan dilakukan Pemkot Pekalongan, dalam rangka melaksanakan percepatan pembangunan. Untuk keperluan itu, Pemkot menggandeng perguruan tinggi di daerahnya. Sejumlah perguruan tinggi tersebut dilibatkan dan ikut berpartisipasi dalam membangun Kota Batik. Perguruan tinggi, nantinya akan ikut berperan dalam pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat, untuk mendorong akselerasi pembangunan.
Tahap awal kerja sama, Senin (11/1) dilaksanakan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh Walikota HM Basyir Ahmad bersama tujuh pimpinan perguruan tinggi se-Kota Pekalongan, di Gedung C Lantai Tiga Universitas Pekalongan (Unikal). Acara yang dikemas melalui seminar dan lokakarya tersebut, dihadiri Prof Dr DYP Sugiharto MPd Kons, selaku Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng. Sementara, sebagai narasumber Ir Agus Wariyanto SIP MM dari Kepala Balitbang Jateng, Dr Widodo SE MSi dari Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Rektor Unikal Suryani SH MHum, Sri Ruminingsih SE MSi dari Bappeda Kota Pekalongan, serta pemateri lainnya.
Walikota menyatakan, melalui kerja sama dan peran perguruan tinggi tersebut, nantinya diharapkan ada percepatan pembangunan, dan kebijakan-kebijakan yang inovatif. Termasuk, perguruan tinggi dapat melakukan riset, kemudian dapat diketahui hasilnya. Selanjutnya, hasil riset tersebut, dapat ditindak lanjuti secara bersama-sama. “Kebijakan yang diambil harus ilmiah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, peran perguruan tinggi, dalam percepatan pembangunan sangat dibutuhkan. Dengan begitu, segala sesuatunya dapat ditangani bersama,” ujar Basyir Ahmad seusai penandatanganan kerja sama.
Inovasi
Rektor Unikal, Suryani SH MHum mengatakan, perguruan tinggi memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya, pendidikan artinya kurikulum perguruan tinggi dikemas sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Selain itu riset yakni penelitian yang berbasis isu lokal. “Isu-isu yang ada akan dilakukan melalui riset. Hasil riset menunjukkan kenyataan, maupun kebutuhan yang seperti apa dan akan muncul inovasi,” kata Suryani.
Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng, Sugiharto menyatakan, pola kerja sama antara Pemkot dan perguruan tinggi, merupakan terobosan yang dilakukan Walikota HM Basyir Ahmad. Menurutnya, ke depan, berbagai tantangan meski harus dihadapi. “Namun demikian, kerja sama yang telah dibangun jangan berhenti di sini, tetapi dibutuhkan tindakan nyata, apa yang dibutuhkan masyarakat melalui riset,” ujar Sugiharto. (H63-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 15-11-2013)

SIM Administrasi Kota Pekalongan berbasis IT

Pemkot Bandung Pelajari SIM Administrasi di Kota Pekalongan

PEMKOT – Administrasi surat-menyurat dengan basis teknologi informasi (TI) yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, jadi jujugan Pemkot Bandung untuk study banding. Hal ini terlihat dari kunjungan rombongan Bagian Administrasi dan Sandi Telekomunikasi (Sanditel) Pemkot Bandung ke Kota Pekalongan, kamis (14/11). 
Rombongan dari Bandung yang berjumlah tujuh orang yang dipimpin Kasubbag, Administrasi dan Sanditel Bagian Tata Usaha Pemkot Bandung, Eddy Waluyo. Mereka diterima oleh Kabag Umum Setda Kota Pekalongan, Zainul Hakim SH MHum, didampingi sejumlah staf terkait, antara lain Kasubbag TU dan Sandi Telekomunikasi Setda Kota Pekalongan, Darminto, maupun perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat, Harri Rudianto, bertempat di Ruang Kresna, Setda Kota Pekalongan. Dalam kunjungan Study Banding tersebut, pokok-pokok bahasan yang dibicarakan adalah mengenai persandian, radio komunikasi, komunikasi telepon, jaringan internet, pengelolaan radiogram, serta pengelolaan administrasi surat-menyurat berbasis IT.
Kasubbag Administrasi dan Sanditel pada Bagian TU Pemkot Bandung, Eddy Waluyo, menuturkan bahwa kunjungannya ke Pemkot Pekalongan itu berawal dari kebijakan Walikota Bandung yang baru, Ridwan Kamil, San Walikota ingin agar pengelolaan administrasi surat-menyurat di jajaran lingkungan kantor pemerintahannya harus segera berbasis IT. “Bapak Walikota ingin agar pengelolaan surat menyurat harus berbasis IT. Informasi yang masuk pun harus segera sampai ke pimpinan. Selama ini, Pemkot Bandung dalam penyampaian nota dan naskah sandi, dan sebagainya kebanyakan masih pakai sistem-manual,” ungkap Eddy.
Ia mencontohkan, misalnya undangan kegiatan rapat dewan, rapat pimpinan, dan lainnya. “Ke depan, Pak Wali ingin agar lebih cepat dan efisien, pakai sistim online elektronik. Walaupun mungkin surat dalam bentuk fisik juga disampaikan. Tapi setidaknya, dengan berbasis IT, maka penyampaiannya akan lebih cepat dan efisien,” bebernya. Dari kegiatan itulah, maka mereka datang ke Kota Batik untuk mempelajari sistim administrasi dan pengelolaan surat-menyurat yang digunakan di lingkungan Pemkot Pekalongan. Karena mereka mendapat informasi, kalau Pemkot Pekalongan sudah melakukannya. “Kami ingin menggali sejauh mana dan bagaimana melakukannya dari Kota Pekalongan,” jelasnya.
Kabag Umum Setda Kota Pekalongan, Zainul Hakim, menjelaskan bahwa Pemkot Pekalongan, utamanya di lingkungan setda, sudah mulai menjalankan administrasi surat menyuratnya berbasis IT. Pemkot Pekalongan sudah melangkah ke e-goverment', dan sudah bergerak ke paperless government. “Proses administrasi, surat-menyurat dan semacamnya dari Pimpinan dan SKPD melalui Bagian Umum. Kami sudah pakai Free Open Source Software (FOSS). Adapun sarana prasarananya, dibantu rekan-rekan dari Diskominfo,” jelas Hakim.
Dia pun membeberkan kalau Pemkot Pekalongan beberapa kali sudah mendapatkan penghargaan tingkat nasional dalam penerapan IT, utamanya yang memakai aplikasi berbasis Open Souce. Penggunaan aplikasi berbasis open source untuk pemerintahan ini bahkan termasuk yang terbanyak, sehingga awal Oktober lalu mendapatkan penghargaan Rekor MURI. “Ke depan, kita berencana memakai diber optik untuk teknologi informasi di lingkungan Pemkot, untuk lebih menghemat anggaran dan memaksimalkan kinerja di bidang IT,” tambahnya. (way)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 15-11-2013)


Sabtu, 02 November 2013

Program USAID Prioritas di dua kecamatan Kajen dan Wiradesa

Program USAID Prioritas Menjadikan Pembelajaran di Sekolah Lebih Efektif 

KAJEN – United States Agency International Development (USAID) Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students (PRIORITAS)  akan bergerak untuk memajukan anak-anak kita. Oleh karena itu, kegiatan hari ini tidak sebatas sosialisasi program ke sekolah-sekolah, namun juga di diseminasikan sehingga tidak hanya diketahui tapi juga ditindaklanjuti.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si yang diwakili oleh Sekda Ir. H. Susiyanto, MM saat membuka acara Sosialisasi Program USAID PRIORITAS, Kamis (31/10/2013) di aula lantai I Setda. “Kepada sekolah/madrasah yang ditunjuk sebagai mitra program USAID Prioritas, manfaatkan kerjasama ini dengan sebaik-baiknya untuk membantu meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, khususnya di 24 sekolah/madrasah tingkat SD/MI serta SMP/MTs di Kecamatan Wiradesa dan Kecamatan Kajen,” ujarnya.

Menurut Bupati, pendidikan bukan menjadi tanggungjawab pemerintah semata, melainkan semua pihak termasuk masyarakat. “Oleh karenanya perlu dilakukan pendekatan pengembangan sekolah secara menyeluruh yang melibatkan seluruh unsur sekolah baik itu guru, kepala sekolah, masyarakat maupun siswa,” Bupati. Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama lima tahun mendatang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran di sekolah, meningkatkan tata kelola dan manajemen pendidikan di sekolah serta meningkatkan dukungan koordinasi di dalam dan antar sekolah, lembaga pendidikan/pelatihan guru di semua jenjang. Kabupaten Pekalongan membutuhkan metodologi pendidikan yang ditawarkan USAID. “Dengan adanya program ini, pembelajaran di SD/MI serta SMP/MTs akan menjadi lebih menarik, relevan dan efektif,” kata Bupati.

Sementara itu Koordinator Tim USAID Prioritas Jateng, DR. Nurkolis, MM dalam paparannya menyampaikan bahwa USAID Prioritas adalah program 5 tahun yang dikembangkan USAID dan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Diterangkan, dalam USAID Prioritas terdapat tiga komponen atau tujuan yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah melalui pelatihan guru pra-jabatan dan dalam jabatan, meningkatkan tata kelola dan manajemen, serta memperkuat koordinasi antar institusi pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan sekolah.

Sebanyak 16 SD/MI dan 8 SMP/MTs di dua kecamatan yaitu Kajen dan Wiradesa yang akan menjadi sekolah mitra. Telah terpilih juga 30 orang fasilitator yang siap untuk menjadi bagian getok tular program USAID PRIORITAS. “30 orang ini nantinya akan kita latih dan kemudian akan melatih dan mendampingi sekolah mitra sampai akhir tahun 2017. Di sela-sela itu sekolah mitra dan fasilitator daerah akan menularkan dan mendesiminasikan ke sekolah dan daerah lain,” katanya. (di2k)

Sumber : Bagian Humas Setda
Dipublish oleh: eip.Bid.Kominfo

Tempat Ujian penerimaan CPNS Kota Pekalongan 2013

BKD Pekalongan Siapkan 384 Tenaga Pengawas Ujian CPNS

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekalongan menyiapkan sebanyak 384 orang pengawas untuk mengawasi pelaksanaan ujian Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Pekalongan pada Minggu (3/11) mendatang.

"Dalam satu ruang ujian nantinya akan diawasi dua orang," terang Kabid Pengembangan dan Jabatan BKD Kota Pekalongan Nor Sobah, Selasa (29/10).

Ujian penerimaan CPNS Kota Pekalongan tahun ini akan diikuti 2510 orang, meliputi 305 tenaga honorer K2 dan 2205 CPNS formasi umum. Ujian CPNS bagi tenaga honorer K2 akan dilaksanakan di SMP 4 Pekalongan. Sedangkan ujian CPNS bagi pendaftar umum akan diselenggarakan di tujuh sekolah. Yakni SMP 8, SMK 1, SMK 2, SMK 3, SMP 1, SMA 3 dan SMP 3.

( Isnawati / CN19 / SMNetwork