Rabu, 06 Februari 2019

GELARAN POPDA 2019 KOTA PEKALONGAN MERIAH

Sebanyak kurang lebih 4000 atlet muda se-Kota Pekalongan dari berbagai sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan sederajat di Kota Pekalongan akan berkompetisi  dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pekalongan Tahun 2019. Gelaran POPDA dibuka secara resmi oleh Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Kamis (31/01/2019).
Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz dalam sambutannya mengungkapkan prihatin akan bencana banjir yang melanda Kota Pekalongan dan merasa takjub terhadap semangat para atlet muda  yang akan bertanding di ajang POPDA tahun 2019 di tengah bencana banjir.
"Saya hari ini merasa luar biasa padahal suasana Kota Pekalongan ini kan masih dalam suasana banjir tetapi semangat mereka luar biasa. Mudah-mudahan dalam suasana seperti ini mereka tetap memiliki semangat bagaimana untuk mencapai tujuan," ungkap Saelany.
Saelany berpesan kepada para atlet untuk berkompetisi dengan sungguh-sungguh dan serius di ajang perlombaan POPDA tahun ini yang diharapkan akan mencetak calon bibit-bibit atlet unggul dari kalangan pelajar yang dapat dibanggakan Kota Pekalongan.
"Bagi para atlet tetap bersungguh sungguh dalam perlombaan dan menunjukkan sikap serius, berkompetisi dengan sportif. POPDA ini rutin tidak semata-mata hanya sebagai ajang silaturahmi antar pelajar namun juga ke depan sebagai arena untuk mengembangkan potensi diri ke ajang yang lebih tinggi khususnya di bidang olahraga baik di POPDA provinsi dan PON," ujar Saelany.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Sutarno menerangkan manfaat dan tujuan diselenggarakan ajang POPDA ini ialah memberikan semangat di bidang olahraga kepada para pelajar dan memupuk rasa persatuan di kalangan pelajar.
Ditambahkan Sutarno, gelaran POPDA ini akan diadakan mulai 31 Januari hingga 9 Februari 2019 dan diikuti oleh peserta siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA dari 4 kecamatan di Kota Pekalongan. 
"Ini kan pesertanya dari sekolah-sekolah tingkat SD ada 5 kontingen, SMP 36 kontingen, dan kalangan SMA 29 kontingen yang akan bertanding di beberapa cabang olahraga antara lain defille, pingpong, bola voli, sepak bola dan sebagainya," terang Sutarno.

Tanggulangi Rob, Akan Dilakukan Uji Coba Pintu Gerak Dan Pemasangan Pompa

Pemkot Kejar Tahap Lanjutan Tanggul

Progres tanggul rob sudah sampai ujung Kali Bremi dan seluruh bagian tanggul sudah tertutup tanah 100%. Menindaklanjuti hal tersebut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Ruhban Ruzziatno melakukan kunjungan ke Kota Pekalongan untuk membahas progres pembangunan tanggul, diskusi lokasi rumah pompa dan teknik instalasinya, dan rencana uji coba pintu gerak dan pemasangan pompa untuk mengetahui dampak pengurangan genangan di Kali Bremi, di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Rabu (9/1/2019).
Ruhban mengungkapkan, rob di Kota Pekalongan ini sudah tertanggulangi dengan adanya tanggul-tanggul dari tanah. Ini akan lebih diefektifkan dengan dilakukan uji coba pengeringan di daerah pintu irigasi dengan pompa. “Akan kita indikasi kebocoran-kebocoran yang terjadi, Bremi Meduri akan dibuat pompa 20 kubik sebanyak 10 pompa yang masing-masing 2 kubik. Secara estetika setelah peninjauan lapangan ini kami cek space-nya untuk meletakkan pompanya,” terang Ruhban.
Pendamping BBWS sekaligus Profesor dari Unisula Semarang, Prof. Slamet Imam Wahyudi mengatakan bahwa pompa telah didiskusikan antara BBWS dan Kota Pekalongan. Peletakan 10 pompa ini dilaksanakan 2019, tetapi supaya masyarakat bisa terbebas dari rob ada penanganan sementara yakni dengan mengoperasionalkan pintu gerak di Kali Bremi. “Kami akan mengoperasikan pompa secepatnya, dalam waktu cepat sudah bisa mengeringkan daerah sekitar Bremi. Untuk pelatakan pompa permanen ditentukan berdasarkan hidrologi seberapa besar debit hujan tampungan,” papar Imam.
Walikota Pekalongan, HM. Saelany Mahfudz, SE menjelaskan kedatangan BBWS sekaligus pendampingan penjelasan ini menentukan tempat-tempat yang menurut estetika tidak mengganggu. “Mudah-mudahan penempatan pompa ini bisa menyelsaikan masalah rob di Kota Pekalongan,” tutur Saelany. 
Warga Kandang Panjang, Teguh mengaku memperoleh dampak positif adanya tanggul. Rumah yang ia tempati di Perumahan Korpri Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara sudah tidak rob. “Alhamdulillah sudah tidak rob, biasanya rob datang tak terduga sehingga menyulitkan kami, saya bersyukur kali ini mulai tidak rob,” pungkas Teguh (Tim Komunikasi Publik)