Minggu, 14 Juli 2019

Laskar Alas Roban Kalah 4 Kali

Persibat Kalah 4 Kali Berturut-turut, Pelatih Pilih Mundur

Persibat Kabupaten Batang kembali menelan kekalahan di kompetisi Liga 2 Indonesia. Dengan demikian, berarti sudah empat kekelahan beruntung dialami oleh Laskar Alas Roban pada musim kompetisi tahun ini.


Terakhir dalam pertandingan ke limanya, Persibat mengalami kekalahan yang cukup besar, yaitu 4-0 dengan klub Blitar Bandung United yang notabene tim yang kurang diunggulkan karena beberapa kali pertandingan mengalami kekalahan dan terakhir kandas di Serang 2-0.
Sebelum kalah dari Serang dan Bandung, Persibat juga harus mengalami kekalahan telak 4-0 dari Persita Tangerang, dan dipermalukan dikandang 1-0 oleh PSMS Medan.

Pasca pertandingan kontra Serang Pelatih Kepala Fredy Mulli memutuskan mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Persibat Batang. Hal itu terungkap dari pernyataan Ketua Umum Persibat Danang Aji Saputra.

“Setelah pertandingan ini, Coach Freddy melakukan pertemuan dengan saya dan mengambil sikap untuk mundur dari kursi pelatih. Kami sebagai manajemen menghargai keputusan coach Freddy dan dalam waktu dekat akan mengadakan evaluasi. Selain itu, juga mencari sosok yang tepat untuk menggantikan coach Freddy,” jelas Danang.

Meskipun sudah ada pernyataan mundur dari pelatih, namun Persibat tetap akan fokus memghadapi pertandingan selanjutnya untuk membuahkan hasil yang terbaik.

“Kita akan fokus juga untuk pertandingan selanjutnya, karena kita juga harus terus mengejar point yang hilang. Doakan saja semoga kedepan Persibat bisa memperoleh hasil yang lebih baik, apalagi laga selanjutnya akan digelar dikandang,” tandas Danang. (red/nov)

Jumat, 12 Juli 2019

Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung II di Desa Lolong

TMMD MENYUMBANG ANGKA PENURUNAN KEMISKINAN


KAJEN -  Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun anggaran 2019 di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar, resmi dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si, Kamis ( 11/7/19 ).
 
Upacara Pembukaan yang dilaksanakan di kompleks obyek wisata Lolong, Bupati menjadi inspektur upacara, diikuti kurang lebih 300 orang. Dihadiri Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto S.IP, M.M.S, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H, S.I.K, M.Si, Ketua Pengadilan Agama Kajen Suwito, SH.MH perwakilan Kejari Kajen.
 
Selanjutnya, dari jajaran pejabat Pemkab Pekalongan antara lain Asisten I, II dan III serta para Kepala OPD, Camat Karanganyar dan Kades se Kecamatan Karanganyar.
 
Usai membacakan sambutan Gubernur, Bupati Pekalongan memberikan beberapa stressing antara lain, pertama, bahwa pembangunan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan sudah berjalan cukup baik, yakni dari 12,98% pada tahun 2016 turun menjadi 10,06% pada tahun 2018.
 
"Ini belum berhenti, karena cita-cita kita adalah single digit. Sehingga keberadaan TMMD yang berbasis di desa saya meyakini juga akan menyumbang angka penurunan kemiskinan," ungkapnya.
 
Kedua, kata Bupati, pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini sudah 87%. Artinya tinggal 13%. Pada tahun 2019 ini ada kegiatan-kegiatan cukup besar juga ada di Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Lebakbarang ini juga akan semakin menambah. 
 
"Saya meyakini pada tahun 2021 nanti seluruh jalan Kabupaten yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten akan selesai semua," ujar Bupati.
 
Kemudian yang ketiga, kita berbicara tentang desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sering Bupati ingatkan bahwa Kabupaten kita ini adalah Kabupaten yang subur makmur gemah ripah loh dijawi, toto tentrem kertoraharjo, rojo koyo mulih kandange dewe-dewe, mantu sing durung kerjo melu mangan moro mertuo saklawase. Ini hanya ada di Kabupaten Pekalongan. 
 
"Ketika daerah lain kekeringan, seluruh desa di Kabupaten Pekalongan belum mengkhawatirkan adanya bencana kekeringan, sehingga saya juga belum menetapkan darurat kekeringan," papar Bupati.
 
Di hadapan tamu undangan dan masyarakat Lolong, Bupati menuturkan bahwa desa-desa di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya yang terus-menerus didayakan, sinergikan dan dioptimalkan, sehingga nanti akan mencerminkan wajah desa yang betul-betul makmur, adil, sejahtera masyarakatnya. 
 
Sumber daya itu, kata Bupati, pertama adalah sumber daya manusia yang sekarang anak-anak kita sudah banyak yang tamat perguruan tinggi. Kedua adalah sumber daya alam, hampir semua desa yang ada di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya alam yang luar biasa. Seperti Desa Lolong ini, mempunyai sungai, mempunyai kebun durian dan tanaman lain yang dapat tumbuh dengan baik. Semua ini adalah berkah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri, Sumber daya alam ini juga harus dijaga dengan baik. 
 
Ketiga, seluruh desa yang ada di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya sosial. Gotong-royong, guyub rukun, toleransi, untuk senantiasa kita jadikan energi pembangunan agar seluruh desa betul-betul bisa kita wujudkan kemajuannya.
 
"Memang masih ada beberapa desa dalam kategori tertinggal. Tapi mohon maaf, ketertinggalan desa di Kabupaten Pekalongan ini tidak seperti di daerah lain. Infrastrukturnya masih dapat dilalui, listrik sudah hampir 100% sampai ke tingkat Dukuh di Kabupaten Pekalongan. Angka elektrasi kita sudah melebihi angka elektrasi Jawa Tengah dan nasional," tutur Bupati.
 
"Inilah beberapa hal yang menurut saya harus terus-menerus kita kelola dengan baik. Kepada seluruh Aparatur Pemerintah (ASN) untuk kerja lebih keras, ikhlas, giat dan lebih cerdas lagi agar kehadiran kemakmuran ini jangan terlalu lama. Segera cangcut tali wondo untuk mewujudkan kemakmuran di desa," imbuhnya.
 
TMMD akan berlangsung sejak 10 Juli hingga 8 Agustus, dengan sasaran fisiknya yaitu pengaspalan jalan desa Lolong Kecamatan Karanganyar sepanjang 1.727 m dan lebar 2,5 m yang akan menghubungkan ke Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan.
 
Usai upacara, Bupati beserta Forkopimda meninjau lokasi TMMD dengan membonceng sepeda motor yang telah disiapkan oleh pasukan Kodim 0710 Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)