Rabu, 06 Februari 2019

Pekalongan Smart City Inovasi Meningkatkan Tata Pemerintahan

Kota Pekalongan Optimalkan Program Pekalongan Smart City

Pemerintah Kota Pekalongan terpilih menjadi salah satu kota / kabupaten yang turut dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City pada Maret 2018 lalu. Ini merupakan wujud bahwa Kota Pekalongan selalu berupaya melakukan inovasi dalam meningkatkan tata pemerintahan menjadi Good Governance dengan memaksimalkan penggunaan Teknologi Informatika.
Sebagai tindak lanjut Smart City, Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan memaparkan perencanaan pembangunan Command Center kepada Walikota Pekalongan di Ruang Kresna, Selasa (21/8). Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz menyambut baik hal tersebut.
Saelany menyampaikan bahwa segala sesuatu tentu melalui IT bisa lebih cepat, tepat, dan efisien. Ia menyambut baik dengan rencana ini. "Hal ini terkait dengan pendanaan yang tak bisa kita abaikan. Ada prioritas di Kota Pekalongan yang harus dihadapi yakni rob dan pasar.
Semangat membangun Smart City ini semoga tak akan surut, ini akan tetap jalan dan lanjut untuk kemajuan Kota Pekalongan. "Tentang pengadaan hardwarenya harap untuk berhati-hati. Ini barang tidak tampak, aplikasinya harus berkualitas. Kemudian untuk menunjang hal itu perlu disiapkan SDM yang mumpuni untuk mengelolanya," paparnya. Walikota Pekalongan mengaku bangga Kota Pekalongan masuk dalam Program Smart City yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kemenkominfo. “Atas nama Pemerintah Kota Pekalongan, kami patut bangga bahwa kita bisa lolos seleksi tersebut. Ini merupakan wujud bahwa Kota Pekalongan selalu berupaya melakukan inovasi dalam meningkatkan tata pemerintahan menjadi Good Governance dengan memaksimalkan penggunaan Teknologi Informatika,” kata Saelany
Aplikasi Kota Pekalongan Smart City
Senada dengan hal tersebut, Dr. Sri Budi menyatakan bahwa guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik, berbasis pada profesionalisme, kepercayaan, komitmen, partisipasi dan teknologi informasi saat ini menjadi keharusan mengingat hal tersebut menjadi Rancangan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kota Pekalongan Tahun 2005 – 2025.
Selain dukungan pembangunan fisik Command Center, Pemkot melalui Dinas Kominfo telah bekerjasama dengan Indonesia Indikator mengembangkan aplikasi integrasi semua aplikasi maupun web baik untuk pelayanan publik, maupun pelayanan internal birokrasi untuk mengoptimalkan kinerja Pemerintah Daerah. “Aplikasi Kota Pekalongan Smart City dapat di akses melalui HP Android maupun Iphone yang dapat didownload dengan google play maupun play store, ini adalah sebagai pusat berbagai informasi dan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Pekalongan” paparnya.
Masyarakat dapat melihat berita, informasi seputar kota, dapat melaporkan aspirasi maupun pengaduan, mengetahui agenda, wisata dan budaya, serta moda transportasi. Aplikasi ini juga menyajikan informasi kesehatan, dokter, apotek, rumah sakit, ATM, Kantor Polisi, SPBU, Layanan Pendidikan, Olahraga, Bisnis, Lapak, Kuliner, Property, Jual beli online, lowongan pekerjaan dan informasi update lainnya dalam satu genggaman. Informasi kita ambil dari berbagai sumber tidak terkecuali dari e-commerce online selama info tersebut khusus untuk masyarakat Kota Pekalongan.


Tim Diseminasi Informasi dan  Komunikasi Publik -  Dinkominfo Kota Pekalongan

Wisuda STIE Muhammadiyah Ke XV, Diharap Para Alumni Menjadi Wirausaha

Walikota Tak Inginkan Wisudawan Jadi Pengangguran Terdidik

Walikota Pekalongan menghimbau lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pekalongan jangan sampai menjadi pengangguran terdidik yang kian marak, saat menyampaikan sambutan pada wisuda STIE Muhammadiyah ke XV Senin (10/9/18) di hotel Dafam Kota  Pekalongan.

 “Diera sekarang ini sudah tidak jamannya lagi lulusan perguruan tinggi untuk selalu memiliki orientasi menjadi PNS, saat ini sudah eranya menjadi wirausaha atau entrepreneur, untuk mengurangi angka pengangguran terdidik”. ungkap Walikota.

Sebanyak 127 wisudawan mengikuti prosesi wisuda ke XV STIE Muhammadiyah Pekalongan, dengan rincian prodi D3 akuntansi sebanyak 10 orang, S1 akuntansi sebanyak 64 orang, S1 ekonomi islam sebanyak 8 orang dan S1 manajemen sebanyak 45 orang.

HM.Saelany Machfudz, SE yang hadir pada prosesi wisuda ke XV STIE Muhammadiyah Pekalongan menuturkan, bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya tergantung pada kebijakan Pemerintah namun juga semua pihak ikut terlibat dalam membenahinya. Pihaknya berharap, para wisudawan STIE Muhammadiyah Pekalongan mampu membekali diri dengan keahlian-keahlian lainnya bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Karena lulusan STIE Muhammadiyah Pekalongan adalah tenaga potensial dan terdidik yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua STIE Muhammadiyah Pekalongan, Sobrotul Imtikhanah, SE, M.Si menyatakan  bahwa  para wisudawan hendaknya  mampu berkontribusi membangun masyarakat sesuai dengan kompetensi yang sudah mereka miliki. Lulusan atau alumni STIE Muhammadiyah Pekalongan juga harus siap untuk menghadapi persaingan kerja diera global. “Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih diera revolusi industri ke empat.


Tim Komunikasi Publik - Dinkominfo Kota Pekalongan