post

Cari info disini

Memuat...
News Update :
Seputar Informasi Pekalongan@2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Follower

Popular posts

Hot News »
Bagikan kepada teman!

Sapi Qurban Pekalongan

Penulis : mas baim on Selasa, 25 Agustus 2015 | 20.54

Selasa, 25 Agustus 2015


Sapi Qurban 2015
Pesan sekarang juga dengan harga yang lebih ekonomis, Sapi Qurban 2015
Sapi dengan Bobot Hidup 230 – 330 Kg Kami jual dengan harga Rp. 70.000,- per kilo hidup.
Sapi dengan Bobot Hidup 350 – 400 Kg, Kami jual dengan harga Rp. 70.000,- Perkilo hidup.
Biaya penitipan sapi Rp. 10.000,- perhari perekor.
Gratis antar sampai ke tempat (khusus Kota Pekalongan dan sekitarnya)
Anda Berminat:  hubungi contac person:
Muhammad Ibrohim = 0857-867-0456-9







komentar | | Read More...

Bantuan Tempat Displai

Penulis : mas baim on Rabu, 18 Maret 2015 | 23.29

Rabu, 18 Maret 2015

PEKALONGAN – Sebanyak 25 pelaku usaha kecil menengah (UKM) batik menerima bantuan tempat untuk mendisplai batik atau gawangan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pekalongan.
 
Bantuan diserahkan oleh Wakil Walikota Ahmad Alf Arslan Djunaid dan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan Supriyono, di Aula Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan, Senin (16/3). Wakil Walikota mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk mendorong pelaku UKM batik agar mengembangkan usahanya.
 
Selain itu, Pemerintah Kota Pekalongan juga memfasilitasi pelaku UKM batik untuk menggelar pameran-pameran. Ada alokasi dana untuk memfasilitasi pelaku UKM batik mengikuti pameran di provinsi, luar provinsi, bahkan luar pulau,” terangnya.
 
Pendampingan
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan Edi Harsoyo menjelaskan, bantuan tempat untuk mendisplai batik tersebut merupakan bagian dari Program Pendampingan Pengembangan UMKM di Kota Pekalongan. “tujuannya untuk mendukung dan mendampingi UMKM agar bisa berkembang lebih baik lagi,” terangnya.
 
Menurut dia, bantuan tersebut di alokasikan dari APBD Kota Pekalongan tahun anggaran 2015 sebesar Rp 30 juta. Namun anggaran sebesar Rp 30 juta tidak hanya untuk bantuan alat displai batik saja, tetapi bantuan dalam bentuk lainnya. Harapannya, bantuan alat displai batik tersebut menjadi stimulan sebagai pendorong bagi pelaku UKM batik untuk mengembangkan usahanya.
 
Pelaku UKM batik yang belum punya kios, diharapkan dengan adanya bantuan ini bisa mempunyai kios,” jelasnya. Sejumlah pelaku UKM batik menyambut gembira bantuan tersebut. Mila, pemilik Batik Baroza mengatakan, bantuan tersebut mendorongnya untuk buka cabang. “Gawangan ini akan saya gunakan pada saat saya buka cabang,” terangnya. Usai acara penyerahan, masing-masing pelaku UKM batik membawa pulang gawangan dari kayu tersebut. Sebagian diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka. (K30-49)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 18-03-2015)
komentar | | Read More...

Pelayanan Terpadu Tiga Pilar

Penggabungan Kelurahan 
 
 PEKALONGAN – Walikota M Basyir Ahmad mengatakan, proses perubahan data administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik bagi warga yang tinggal di kelurahan-kelurahan penggabungan akan selesai pada Juni mendatang. “Kami targetkan enam bulan selesai,” kata Basyir di sela-sela Pelayanan Terpadu Tiga Pilar di halaman sebuah toko modern di Pekalongan, Rabu (18/3).
 
Perda Penggabungan Kelurahan di lingkungan Pemkot Pekalongan Nomor 8 Tahun 2013 mulai diterapkan pada 5 Januari lalu. Dari 47 kelurahan digabung menjadi 27 kelurahan. Penggabungan kelurahan tersebut berdampak terhadap perubahan data KK dan KTP. Warga di sejumlah kelurahan yang terkena penggabungan sudah mulai mengrus perubahan data KK dan KTP. Di Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan, misalnya, tercatat 80 persen RT sudah mengurus perubahan KK dan KTP.
 
Dari 60 RT yang ada di Kelurahan Sapuro Kebulen, 80 persen sudah memproses perubahan KK dan KTP dan sudah diserahkan ke Dindukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Kota Pekalongan,” papar Lurah Sapuro Kebulen, Siti Zahroh saat memantau pengurusan perubahan KK dalam Pelayanan Terpadu Tiga Pilar tersebut
 
Sudah Didistribusikan
Hari itu, ratusan warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat yang belum mengurus perubahan KK memanfaatkan Pelayanan Terpadu Tiga Pilar untuk mengurus perubahan KK. Salah satunya Mastini (63), warga RT 06 RW 02 Kelurahan Podosugih itu yang datang untuk mengurus perubahan KK. “Saya mau menambah anggota keluarga. Anak saya dan cucu saya,” papar Mastini.
 
Terpisah, Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan Kustiati Sri Mulyani menjelaskan, hingga saat ini Dindukcapil sudah memproses perubahan KK dari beberapa kelurahan yang mengalami penggabungan. Menurut dia, sekitar 40 persen KK baru sudah didistribusikan ke kelurahan-kelurahan untuk dibagikan kepada warga. “KK baru yang sudah disesuaikan dengan nomenklatur dalam Perda Nomor 8 tahun 2013 telah selesai dibuat dan 40 persen di antaraanya sudah didistribusikan kepada masyarakat,” kata Mulyani.
 
Dindukcapil Kota Pekalongan, lanjut dia, hingga saat ini terus mengebut penyelesaian perubahan data KK yang belum tercetak. Mulai dari input data hingga pendataan berkas KK yang baru. Ia menargetkan, perubahan data administrasi penduduk baik KK maupun KTP selesai pada pertengahan tahun ini. (K30-74)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 19-03-2015)
komentar | | Read More...

Pasar Terpadu Kuripan Dibuka Pertengahan April

Dibuka Pertengahan April
 
PEKALONGAN – Pasar Terpadu di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan yang telah selesai dibangun, rencananya juga akan digunakan untuk tempat pemotongan hewan. Pemkot Pekalongan saat ini telah menerima sedikitnya 15 calon pedagang yang akan menjalankan usaha pemotongan hewan.
 
Demikian disampaikan Walikota Pekalongan, M Basyir Ahmad, Senin (16/3). “Selain nanti untuk pasar burung kicau dan dara, ikan hias, dan ayam, juga di situ akan ada tempat untuk pemotongan hewan. Sudah ada 15 pedagang untuk pemotongan hewan yang sudah terdata,” kata Basyir.
 
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya terus berbenah dan mengkoordinasi calon pedagang yang akan menghuni Pasar Kuripan Terpadu yang rencananya akan dioperasikan mulai April mendatang. Selain untuk pasar hewan yang akan dikumpulkan secara terpadu, dia menambahkan, Pasar Kuripan juga akan digunakan sebagai tempat pemotongan hewan. Seperti kambing, sapi dan lainnya. “Pasar terpadu Kuripan sesuai rencana akan dibuka paling lambat 15 April mendatang,” katanya.
 
Dalam membangun Pasar Terpadu Kuripan, pihaknya melibatkan beberapa instansi. Yakni Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM, Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). 
 
Jadi masing-masing dinas mengkoordinasi masing-masing pedagang yang akan direlokasi. Sementara untuk DPU, menjalankan agar bagaimana sanitasi atau pembuangan untuk dipasar bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada tempat pemotongan hewan, namun dainase atau pembuangan limbahnya buruk,” katanya.
 
Untuk sistem pengelolaan Pasar Terpadu Kuripan, menurut Basyir, belum menggunakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti yang telah masuk dalam rencana sebelumnya. Namun, dia menambahkan, masih akan menggunakan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD).
 
Dikelola UPTD
Pedagang sudah clear semua dan setuju untuk direlokasi ke Pasar Terpadu Kuripan. Tapi memang sementara pengelolaan masih dengan UPTD. Pengelolaan akan menjadi BLUD nanti akan diputuskan pada sekitar Mei. Saat ini masih disiapkan secara matang untuk BLUD,” ucapnya. Untuk menjadi BLUD, Basyir menjelaskan, harus ada manajemen yang baik, regulasi yang jelasn, dan paling penting mengedepankan pelayanan yang berkualitas.
 
Jangan sampai pelayanan jelek. Pasar sengaja tidak kami buat perusahaan daerah, karena jika hanya mencari keuntungan maka akan kalah dengan pasar modern. Untuk itu, saat ini kita sedang pertimbangkan untuk membuat regulasi dan manajemen yang baik namun tetap mengedepankan pelayanan bukan semata keuntungan,” ujarnya.
 
Pasar Terpadu Kuripan, merupakan pasar terpadu yang akan menampung seluruh pedagang hewan di Kota Pekalongan. Yakni untuk pedagang ikan hias yang sebelumnya berada di Pasar Sayun, Pasar burung di Pasar Podosugih dan Sorogenen, dan pedagang-pedagang hewan lainnya yang tersebar di beberapa pasar di Kota Pekalongan.
 
Sementara itu Kepala Disperindagkop Kota Pekalongan, Supriono kepada Suara Merdeka menjelaskan, pembangunan Pasar Terpadu Kuripan dilaksanakan dalam tiga tahap. “Pembangunannya sampai sekarang baru selesai tahap II,” ucapnya. Dia menambahkan, pembangunan tahap I menghabiskan biaya Rp 4,7 miliar. Rinciannya dari APBN 2014sebesar Rp 3 miliar lebih, dan APBD Kota Pekalongan 2014 sebesar Rp 3,7 miliar. Sedangkan pembangunan tahap II, kata Supriono, menghabiskan biaya Rp 1,1 miliar. Dana diperoleh dari APBD Perubahan 2014.
 
Adapun pembangunan tahap III akan dkerjakan dalam waktu dekat ini dengan biaya sebesar Rp 1.250.000.000 dari APBD Kota Pekalongan 2015. Dengan demikian total biaya pembangunan Pasar Terpadu Kuripan sebesar Rp 7,1 miliar. (enn-15)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 17-03-2015)
komentar | | Read More...

Industri Galangan Kapal Kota Pekalongan

Pemkot Pekalongan Dorong Industri Kapal

TRIBUNNEWS.COM. PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendorong pelaku industri galangan kapal membantu mewujudkan daerah setempat sebagai bagian dari poros maritim.
Wakil Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid di Pekalongan, mengatakan dorongan pemkot terhadap pelaku industri galangan kapal itu juga sebagai upaya mendukung program poros maritim yang telah digagas oleh Presiden Joko Widodo.

"Kami patut mendorong terhadap pelaku galangan kapal karena usaha tersebut berperan besar dalam memajukan industri maritim khususnya perkapalan di daerah setempat," katanya, Rabu (18/3/2015).

Menurut dia, usaha yang telah dilakukan PT Barokah Marine sebagai salah satu industri galangan kapal di Kota Pekalongan, kini sudah menunjukan kiprahnya sebagai perusahaan yang turut andil dalam mendukung program poros maritim.

"PT Barokah Marine ini menyerap tenaga kerja relatif cukup banyak. Kemudian kapal-kapal yang diproduksi juga sudah sesuai pesanan, seperti kapal tongkang, kapal keruk, kapal roro, kapal tunda, dan kapal kargo. Ini tentunya tak hanya memajukan sektor maritim saja tetapi juga sektor lain," katanya.

Ia mengatakan Kota Pekalongan yang memiliki garis pantai dengan panjang sekitar sembilan kilometer, juga sudah mempunyai program minapolitan yang didukung oleh Pemprov Jateng dan pusat.

"Kami juga sudah ada rencana untuk mengembangkan kawasan pantai pada bidang pariwisata, bisnis, serta industri maritim. Salah satu wilayah pantai itu adalah kawasan Slamaran," katanya.

Ia mengatakankan pemkot optimistis banyak pihak yang akan mendukung pengembangan industri maritim, termasuk industri perkapalan agar lebih maju lagi.

"Banyak pihak yang bisa 'mem-backup', termasuk dalam pembiayaan. Jika pengusaha bisa mencari terobosan di bidang pembiayaan dengan perbankan maupun koperasi pasti ada jalan keluar," katanya.(*)
komentar | | Read More...

Nilai Ekspor Andalan Kota Pekalongan

Penulis : mas baim on Selasa, 17 Maret 2015 | 20.21

Selasa, 17 Maret 2015




2014, Ekspor Pekalongan US$ 26,6 Juta

Pekalongan - Ekspor sejumlah produk komoditas andalan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, selama 2014 menghasilkan devisa sebesar US$ 26,6 juta, kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan, Supriono.

"Adapun sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor, antara lain Afrika, Asia, dan Eropa," katanya di Pekalongan, Selasa (17/3).

Menurut dia, tujuh komoditas andalan tersebut adalah sarung tenun, batik, garmen, benang, ikan kaleng, mi instan, dan cangkang kepiting kering.

Untuk negara di Afrika, kata dia, biasanya mengekspor ikan kaleng, sedangkan sarung dengan tujuan ke Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Ia mengatakan meski nilai ekspor sudah mencapai relatif besar tetapi produk industri masih diekspor melalui pihak ketiga.

"Selama ini, banyak produk hasil pengusaha kita yang sampai di luar negeri. Akan tetapi produk itu sudah tidak lagi berlabel Pekalongan karena pengusaha masih menggunakan pihak ketiga, bukan mengekspor secara langsung," katanya.

Ia mengatakan sejumlah faktor yang memengaruhi para pengusaha enggan melakukan ekspor langsung karena mereka belum memahami mekanisme dan proses ekspor.

"Akibat tidak memahami masalah ekspor, para pengusaha takut akan risiko yang dapat muncul dengan produk komoditas yang diekspor," katanya.

Penulis: /PCN

Sumber:Antara

 

komentar | | Read More...

Ulang Tahun atau Hari Jadi Kota Pekalongan ke-109

Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner dan Seni Budaya ke-4
Dalam Rangka Hari JAdi Kota Pekalongan ke-109 (1 April 1906 - 1 April 2015)

Add caption

komentar | | Read More...

Space Iklan

Pasang iklan anda disini space iklan ukuran 200 x 200 Hub:0858-7535-0649 atau email:baimhappys@gmail.com
 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger