post

Cari info disini

Memuat...
News Update :
Seputar Informasi Pekalongan@2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Follower

Popular posts

Hot News »
Bagikan kepada teman!

Bursa Kreasi Anak Muda Bangsa, Full Talenta (Buka Masa)

Penulis : mas baim on Sabtu, 05 April 2014 | 18.40

Sabtu, 05 April 2014

Buka Masa Got Talent Digelar

PEKALONGAN - Group Dealer Yamaha Agung Motor, sebagai dealernya kawula muda Pekalongan dan sekitarnya. Kembali menggelar event bergengsi Bursa Kreasi Anak Muda Bangsa, Full Talenta (Buka Masa) Got Talent yang digelar secara bertahap selama bulan Maret sampai dengan Mei 2014 di seluruh wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

“Babak penyisihan berlangsung di mall-mall dan kampus ternama. Diantaranya seperti  di Trans Carrefour Pekalongan, Ramayana Pekalongan Square, Yogya Mall Slawi dan Yogya Mall Pemalang,” terang Divisi Promosi Yamaha Agung Motor Group Juhara Rasad kepada Radar.

Selain itu, tambahnya, pada bulan April babak penyisihan juga masih akan terus berlangsung. Diantaranya akan digelar di kampus Unikal dan Mall Pekalongan atau Banjarsari. “Sedangkan babak final, akan digelar secara akbar di out door dengan hadiah jutaan rupiah,” jelasnya.

Kompetisi tersebut bebas menampilkan berbagai keahlian yang penting bisa ditampilan dan menghibur. Bagi yang memiliki bakat dari nyanyi, band, dance, musik akustik, sulap, stand up comedy dan lain sebagainya.

Untuk peserta yang akan mendaftar hanya akan dibedakan pada dua macam kategori saja. Yaitu pelajar (SMP dan SMA) dan umum. Pendaftaran Gratis alis tidak dipungut biaya,  bisa di Dealer Yamaha Agung Motor Jalan Dr Sutomo No 65 Pekalongan dengan menghubungi Putri. Juga bisa mendaftar ke seluruh cabang Yamaha Agung Motor terdekat.

Dijelaskan lebih detail, juri pada event ini adalah para pPraktisi di bidangnya masing-masing. Diantaranya ada instruktur tari, guru kesenian salah satu SMA Negeri dan mantan pengelola stasion radio.

“Mereka akan membibing dan memberikan saran-saran yang konstruktif selama acara berlangsung. Istimewanya pada event ini juga melibatkan puluhan juri votelock. Dan pooling sms akan semakin melengkapi dan membuat hasil penjurian lebih dinamis. Jika anda punya talent yang layak diapresiasi, silahkan daftar di event ini,” pungkasnya. (han)

 

komentar | | Read More...

Pemkot Akan Merelokasi Pasar Ikan Hias Sayun

Pedagang Ikan Hias Tak Takut Rugi

RENCANA Pemkot untuk merelokasi pasar ikan hias dari pasar sayun ke kawasan Kuripan Lor yang relatif lebih lebih sepi pada tahun 2015 tidak membuat pedagang khawatir dagangan mereka akan sepi pembeli.

Demikian disampaikan Suwanto (48), salah seorang pedagang ikan hias di pasar Sayun yang akan direlokasi. “Kalau kami para pedagang menyambut baik rencana pemindahan pasar ke daerah Kuripan Lor. Kami tidak khawatir sepi pembeli, karena jualan ikan itu seperti jualan hobi. Jadi dimanapun tempat jualannya pasti akan ada pembelinya,” ucapnya

Menurut Suwanto, salah satu faktor yang membuat para pedagang tidak takut rugi adalah kualitas ikan hias yang tinggi di Pekalongan. “Kualitas ikan hias Pekalongan tergolong baik. Pedagang disini biasanya punya pelanggan dari luar kota seperti Tegal, Semarang, Jogjakarta, dan Cirebon. Jadi pasti ada pembelinya,”lanjutnya.

“Kalau yang dipindah cuma satu atau dua saja tentu kami keberatan dan pasti tidak laku, tapi ini kan yang akan dipindah semuanya satu pasar. Jadi ya kami ikut saja. Ditambah lagi kami tak punya pilihan, karena disini juga tanahnya mau dipakai PJKA,” papar Suwanto.

Selain itu Suwanto menambahkan dengan rencana pemerintah yang akan membuatkan expo dan pemeran ikan hias di tahun 2015 mendatang membuat para pedagang semakin antusias. ”Kalau pemerintah kan katanya kalau sudah dipindah kesana, mau dibuatkan pameran dan expo ikan hias. Kalau hal tersebut benar-benar dilaksanakan kami para pedagang akan menyambut baik hal itu,“ pungkasnya. (ap3)

komentar | | Read More...

Langkah Tegas, Peserta Kampanye Ditilang

Peserta Kampanye Ditilang

KOTA – Sejak dimulai masa kampanye pada 15 Maret lalu, hingga kemarin (4/4), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan Kota telah menilang belasan pengendara yang merupakan simpatisan berbagai partai politik di Kota Pekalongan.

Mereka ditilang karena tidak mematuhi aturan tertib berlalulintas ketika mengikuti kampanye terbuka dari caleg maupun parpol yang mereka dukung.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK, melalui Kasatlantas AKP Pranata mengatakan, para pelanggar tersebut sebagian besar adalah pengendara roda dua. “Adapun pelanggaran yang dilakukan, diantaranya tidak memakai helm, berboncengan tiga, kendaraan yang dipreteli, serta tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan,” ungkap Pranata, Jumat (4/4).

Selain menilang para pengendara roda dua yang tidak taat aturan lalulintas ketika mengikuti kampanye, imbuh Pranata, pihaknya juga beberapa kali memberikan teguran terhadap pengemudi mobil bak terbuka. Pasalnya, mobil yang sebenarnya untuk mengangkut barang tersebut, dipakai untuk mengangkut orang. “Akhirnya pengemudinya kita tegur,” jelasnya.

Langkah tegas dari petugas Satlantas terhadap peserta kampanye yang melanggar aturan tertib berlalulintas  itu, salah satunya dilakukan pada Jumat (4/4) di Jalan Cempaka, Kota Pekalongan.

Sejumlah anggota Satlantas menghentikan beberapa pengendara roda dua yang mengikuti konvoi kampanye terbuka salah satu parpol.

Sedikitnya ada tiga sepeda motor yang kemudian dibawa petugas, lantaran pengendaranya tidak memakai helm. Sepeda motor yang dihentikan petugas itupun terpantau tidak dilengkapi spion. Dan, ketika diperiksa, pengendara yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraannya. (way)

 

komentar | | Read More...

Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2014

Kebutuhan Anggaran TPG Capai Rp 59,2 milliar

DINDIKPORA Kota Pekalongan sudah mulai melakukan proses tahapan penerbitan SK untuk mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan pertama tahun 2014. Meski tahun ini tidak lagi melalui proses mekanisme pengusulan anggaran, namun Dindikpora telah menghitung kebutuhan anggaran TPG untuk guru PNS. Hasilnya, kebutuhan anggaran TPG untuk tahun 2014 mencapai Rp 59,2 milliar untuk satu tahun. Anggaran tersebut merupakan kebutuhan dana TPG hanya untuk 1493 guru PNS di Kota Pekalongan.
Tidak adanya proses pengusulan besaran kebutuhan TPG dari daerah ke pusat, membuat anggaran TPG ditentukan langsung oleh pusat. Untuk menentukannya, pemerintah pusat berpedoman pada jumlah penerimaan TPG tahun lalu, ditambah kenaikan gaji. Dan juga jumlah peserta yang lulus dalam PLPG tahun 2013.
Pengelola TPG Dindikpora Kota Pekalongan Mabruri, Spd menjelaskan, mekanisme pencairan memang dibedakan antara guru PNS dan non PNS. Untuk guru non PNS, prosesnya langsung dilakukan oleh pusat. Sehingga untuk saat ini sudah ada sebagian guru yang telah menerima TPG. “Untuk non PNS, guru Dikdas sebagian sudah menerima dan disalurkan lewat rekening masing-masing. Sementara untuk TK dan Dikmen SK sudah ada di pusat. Sedangkan guru PNS saat ini sedang dalam proses pengusulan SK di semua jenjang.” terangnya, Kamis (27/3)
Meknisme pengusulan SK, lanjutnya, juga dibedakan dari jenjang guru mengajar. Untuk jenjang TK, dan Dikmen yaitu SMA, SMK, pengusulannya lewat proses manual. Sementara untuk Dikdas yaitu SD dan SMP, pengusulannya lewat online melalui aplikasi dindikpora yang tahun lalu sempat menjadi kendala dalam penyusunan SK.
Namun untuk tahun ini, kata Mabruri, guru sudah mulai terbiasa dengan aplikasi Dapodik. Sehingga dari jumlah guru yang sudah mengusulkan SK, hanya lima persen yang dinyatakan tidak valid, “Ada beberapa faktor yang membuat data tidak valid, diantaranya kesalahan guru atau operator yang menginput data atau memang tidak memenuhi jam mengajar 24 jam secara linier.” bebernya lagi.
Sementara untuk jumlah guru yang menerima TPG, dirinya mengatakan bahwa tahun ini jumlahnya bertambah sebanyak 300 orang dengan total guru sebanyak 1854 yang terdiri dari 361 guru non PNS dan 1493 guru PNS. Pencairan TPG untuk guru PNS, masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang besaran TPG yang diberikan. Sampai pertengahan maret ini, hampir seluruh daerah belum menerima pencairan dana TPG. “Kondisinya sama dihampir seluruh daerah yang belum cair. Karena PMK terbit serentak untuk smeua daerah.” imbuhnya.
Setelah cair, menurut Mabruri, untuk guru PNS masih ada tahapan selanjutnya, karena anggaran masuk ke kas daerah.
Dari kas daerah baru TPG dicairkan ke rekening masing-masing guru. Berbeda dengan guru non PNS yang anggarannya dari pusat langsung masuk rekening masing-masing. Untuk kisaran besaran TPG adalah satu kali gaji pokok dipotong pajak. Besaran gaji yang menjadi acuan, adalah gaji perbulan januari 2014 dan berlaku untuk satu tahun.
Kami dari pengelola berkomitmen akan berupaya untuk mengurus masalah TPG dengan sebaik-baiknya, sehingga kami imbau untuk para guru agar tetap bisa fokus menjalankan tugas keprofesian sebaik-baiknya tidak perlu khawatir tentang pengelolaan TPG. Sehingga bisa mengurangi konsentrasi mereka,” pesan mabruri. (nul)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 28-03-2014)
komentar | | Read More...

Hari jadi Kota Pekalongan ke 108

HUT kota Pekalongan Ke 108 Sederhana dan Khidmat
Pekalongan, Info Publik – Hari jadi Kota Pekalongan ke 108 diperingati secara sedehana dan khidmad, Selasa (1/4). Diawali dengan kirab budaya, gunungan buah-buahan dan nasi bungkus megono yang merupakan makanan khas kota batik tersebut. Acara ditutup dengan Doa bersama dengan para ulama.
Walikota dr HM Basyir Ahmad, Wakil Walikota HA Alf Arslan Djunaid, Ketua DPRD M Bowo Leksono serta sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) juga mengikuti kirab tersebut. Yang menarik kirab tersebut juga diikuti sejumlah peserta cantik berkulit bule yang memakai pakaian tradisional Jawa.
Kirab di mulai dari depan kantor Kelurahan Podosugih menuju Kompleks Pemkot Pekalongan di jalan Mataram dan disaksikan ribuan warga. Usai kirab dan doa bersama gunungan buah-buahan dan nasi megono itu langsung menjadi rebutan warga.
Dora (17) remaja asal Jerman yang mengikuti kirab bersama sejumlah temanya mengaku sangat tertarik dengan tradisi dan kirab budaya ini. “Sangat istimewa,” katanya dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Kepala DinasPerhubungan dan Pariwisata Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo mengatakan peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan ini memang dilakukan dengan sederhana karena saat ini sedang menghadapi musim kampanye menjelang Pemilu. “Namun kami berharap kesederhanaan acara ini tidak mengurangi arti dari Hari jadi itu sendiri,” ujarnya.
Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat memberikan sambutan menegaskan bahwa Kirab budaya ini menunjukkan Kota Pekalongan didirikan dan dibangun dengan basis budaya.
komentar | | Read More...

Diklat Peningkatan Kompetensi, Sekdes diminta netral

Penulis : mas baim on Sabtu, 29 Maret 2014 | 20.11

Sabtu, 29 Maret 2014

Sekdes Diminta Tak Terjebak Kepentingan Kampanye Politik

DPRD Kab Pekalongan - Sekretaris Desa di seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan diminta tidak larut atau terjebak dalam massa kampanye politik. Permintaan itu disampaikan Bupati Amat Antono, di sela-sela kegiatan Diklat Peningkatan Kompetensi, Sekdes, di Aula Setda Lantai 1, Rabu (26/3).

"Saya ingin agar kades, sekdes dan perangkat desa lainnya bisa kompak dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa. Saya juga mengingatkan pemilu sebentar lagi digelar. Diharapkan para sekdes tetap pada tupoksinya, tidak larut dalam kampanye politik, tidak terjebak pada kepentingan. Saya tidak akan mengurangi hak politik sekdes," tandas dia.

Menurutnya, menjadi seorang PNS berarti sebagian dirinya telah tergadaikan, terikat dengan peraturan perundang-undangan sehingga tidak lagi bisa sebebas layaknya masyarakat umum.

"Saudara dituntut untuk bisa melaksanakan peraturan perundang-undangan sebagai PNS. Jadi kalau ada sekdes yang bertindak tidak sesuai dengan aturan, akan saya tindak," katanya.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Pemkkab Pekalongan itu menandaskan, kedudukan dan tugas pokok dan fungsi seorang sekdes harus betul-betul disadari dan dipahami.

Hal ini, kata dia, agar dalam pelaksanaan tugas tidak rancu, bias dan arahnya jelas. "Sekdes itu fungsinya staf, bukan komando atau pengambil kebijakan. Oleh karena itu, sekdes dan kepala desa harus bisa kompak dan seirama," jelasnya. (i)

 

komentar | | Read More...

72 shelter (lapak) diperjualbelikan

Lapak di Gemek Diperjualbelikan?

KEDUNGWUNI - Ketua Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin mengeluhkan adanya praktik jual beli shelter atau lapak di Taman Gemek Kedungwuni Pekalongan. Padahal, shelter tersebut disediakan pemerintah secara gratis kepada masyarakat untuk meningkatkan ekonomi, khususnya para pedagang di wilayah tersebut.

“Ada oknum yang menjual shelter kepada orang yang bersedia menempatinya. Nilainya pun mencapai jutaan rupiah. Kabar itu saya peroleh langsung dari para pedagang,” akunya.

Dijelaskan, awalnya memang lapak diberikan kepada pedagang. Namun begitu tak ditempati, lapak kemudian diperjualbelikan. “Ini

Saat diklarifikasi pernyataan tersebut, Camat Kedungwuni Pekalongan, Sumarwati menampiknya. Ia mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya praktik jual beli shelter tersebut.

“Terkait hal itu kami belum mengetahui. Namun, untuk pengelolaan gemek kami sudah melakukan optimalisasi. Kita juga akan adakan evaluasi terkait pengelolaan gemek,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Pengelola Taman Lapangan Gemek, Ghufron Jamal, menambahkan, dalam aturan penggunaan shelter oleh para pedagang di kawasan Gemek, jika sudah melebih 15 hari tidak dipakai, maka sudah bisa ditempati oleh orang lain. “Para penjual yang menjajakan jualannya di shelter ini merupakan para pedagang yang sudah sejak dulu ada di Gemek. Jauh sebelum taman ini dibangun seperti ini, sebagian besar mereka (pedagang) sudah menempati lapangan Gemek,” ujar Ghofur.

“Sampai saat ini, jumlah yang tersisa ada 8 selter, Itupun masih diupayakan untuk bisa ditempati. disperindag juga terus lakukan evaluasi,” imbuhnya.

Untuk sekedar diketahui, di kawasan Gemek tersebut terdapat 72 shelter untuk para pedagang. (yan)

 

komentar | | Read More...

Peluang Bisnis Sampingan

Bisnis Kaum Wanita

Space Iklan

Pasang iklan anda disini space iklan ukuran 200 x 200 Hub:0858-7535-0649 atau email:baimhappys@gmail.com

Usaha Sampingan Menguntungkan

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger