Jumat, 28 Desember 2012

Mencuri Sepeda Milik Tetangga, Nyaris Tewas Di Hajar Massa

Pencuri Sepeda Nyaris Tewas Dihajar Massa

Seorang pencuri sepeda nyaris tewas akibat dihajar puluhan massa setelah tertangkap tangan membawa lari sepeda milik tetangganya sendiri.

Pelaku bernama Mustakim, nekad membawa kabur sepeda milik Ekhwan warga Desa Paweden, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Rabu malam, 26 Desember 2012.

Nyawa tersangka berhasil diselamatkan oleh petugas Kepolisian Sektor Buaran dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pekajangan untuk menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat.



Kepada Radio Kota Batik, Kapolsek Buaran, Ajun Komisaris Polisi Agus Riyanto mengatakan, tersangka menderita luka cukup parah di telinga serta kepala bagian atas sehingga harus mendapatkan sekitar 5 jahitan.

Agus menjelaskan, kejadian sekitar setengah 7 malam, saat itu sepeda korban yang ditaruh di teras rumah berhasil diambil tersangka. Namun naas, niatnya tersebut dipergoki oleh tetangga korban dan langsung meneriakinya maling. Seketika itu pula warga sekitar berdatangan dan memukuli tersangka hingga babak belur.

Menurut Kapolsek, pelaku pencurian terdiri dari dua orang, namun yang satu orang lagi berhasil melarikan diri. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihaknya masih menunggu tersangka sembuh.
 

Ratusan Aparat Keamanan Akan Mengamankan Pertandingan PERSIP VS PSIS

Ratusan Pasukan Disiapkan Amankan Persip vs PSIS
Ratusan aparat Kepolisian, TNI, dan Satpol PP akan mengamankan pertandingan Persip Pekalongan lawan PSIS Semarang.



Aparat diterjunkan untuk memisahkan supporter lawan dengan supporter tamu.

Wakil Ketua Panpel Santoso, kepada Radio Kota Batik mengatakan, untuk mengantisipasi dua kubu supporter PSIS yang saling berseteru, pihaknya akan memisahkan supporter Snex di Tribun Utara dan Panser Biru di Tribun Selatan.

Santoso mengungkapkan, untuk pertandingan melawan PSIS, pihaknya akan menyiapkan 16 ribu tiket dan membuka semua tribun.

Semntara itu, hingga sore ini dua pemain asing baru mulai ikut seleksi, keduanya adalah Agustus di posisi belakang dan Cherryl Orock yang beroperasi di barisan depan. 
sumber

Polres Akan Menindak Tegas Aksi Konvoi Di Tahun Baru 2013

Polisi Larang Konvoi Kendaraan Saat Malam Tahun Baru 

Jajaran Kepolisian Resort Pekalongan Kota, mengeluarkan larangan kepada warga untuk melakukan konvoi pada malam Tahun Baru. Selain membuat kemacetan, konvoi juga membahayakan keselamatan.



Juru Bicara Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Purwanto, kepada Radio Kota Batik mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pelaku konvoi yang terbukti melanggar peraturan lalu lintas.

Larangan dilakukan karena mengunakan mobil bak terbuka untuk penumpang dan mobil angkutan yang melebihi kapasitas muatan, serta para pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. 
sumber

Pato Jimenez Perkuat Lini Belakang Persip

Pato Jimenez Resmi Perkuat Persip

KOTA - Pesepakbola asal Chile, Patricio 'Pato' Jimenez, akhirnya resmi memperkuat tim Persip Pekalongan pada Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2012/2013. Kepastian bergabungnya pemain belakang bernama lengkap Muhammad Patricio Jimenez Diaz itu terjadi setelah adanya 'deal' dengan pihak manajemen, kemarin (25/12). Dengan begitu, sementara ini baru ada satu pemain asing yang dipastikan tergabung dalam skuad Laskar Kalong pada gelaran kompetisi Divisi Utama mendatang, dari tiga legiun asing yang dibutuhkan.

CEO Persip Pekalongan H Budi Setyawan membenarkan, sudah ada kesepakatan antara pihak manajemen dengan Pato, sapaan akrab Patricio Jimenez. "Pato akhirnya resmi bergabung ke Persip setelah kita menjalin kesepakatan dengannya," kata Wawan, begitu ia biasa disapa, Selasa (25/12), tanpa menyebut berapa nilai kontrak yang disepakati antara pihak manajemen dengan mantan pemain Persitara Jakarta Utara tersebut.

Direncanakan, Pato akan memperkokoh lini belakang Laskar Kalong. Pemain berusia 37 tahun itu bahkan kemarin sore langsung mengikuti latihan rutin bersama para pemain Persip lainnya di Stadion Kota Batik, di bawah asuhan pelatih Agus Riyanto. Selanjutnya, Pato juga akan langsung diturunkan saat Persip menjamu PSIS Semarang dalam laga uji coba yang akan digelar di Stadion Kota Batik, Jumat (28/12) besok.

Sebelum ke Persip, kiprah Pato di persepakbolaan Indonesia sendiri sudah dibilang cukup lama. Sehingga, nama Pato sudah tak asing bagi pecinta bola dalam negeri. Pria kelahiran Villa Alegre, Chile, pada 23 Juni 1975 itu mengawali karirnya di Indonesia pada tahun 2004 dengan memperkuat Semen Padang. Kemudian dilanjutkan dengan membela klub Sriwijaya FC (2006), Persip Bandung (2007), PSMS Medan (2008), Persisam Samarinda (Divisi Utama/2009), Bontang FC (2010), PSIS Semarang (2011), dan Persitara Jakarta Utara (2012).

Suami dari Novia Anggraini yang kini sudah dikaruniai empat orang anak ini bahkan tercatat sudah beberapa kali menorehkan prestasi. Saat bergabung dengan Persib Bandung di tahun 2007, Pato dinobatkan masuk ke dalam lima center bek terbaik ISL versi Antv.

Selain itu, pemain yang setia memelihara rambut gondrongnya itu juga pernah membuat sensasi. Pato adalah satu-satunya pemain yang mendapat penghargaan dari FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) atas prestasinya mencetak gol penalti dengan cara menutup mata. Itu dilakukannya saat membela Persib Bandung di ajang Copa Indonesia 2007, saat bertemu Persijap Jepara.

Pemain yang juga mempunyai keunggulan sebagai libero itu, juga pernah menyandang predikat sebagai center bek terbaik Divisi Utama versi wartawan dan media olahraga di tahun 2009. Saat itu, pemain yang fasih berbahasa Indonesia berhasil membawa Persisam Samarinda menjadi Juara Divisi Utama. Sementara, prestasinya terakhir, ditorehkan saat membela Persitara pada Divisi Utama Liga Indonesia musim lalu. Dia tercatat sebagai defender yang paling produktif karena bisa menorehkan sembilan gol.

Pria yang sudah memeluk agama Islam sejak 31 Desember 2005 ini mengaku senang akhirnya bisa bergabung ke Persip Pekalongan. Apalagi, setelah mengetahui bahwa ternyata ia sudah punya cukup banyak fans di kota batik. "Terimakasih, akhirnya saya mendapat kesempatan bergabung dengan Persip," kata Pato saat ditemui di rumah dinas Wakil Walikota Pekalongan, Selasa (25/12).

Dia berharap bisa memberikan yang terbaik untuk tim barunya ini. Dia juga berharap agar Persip bisa menjadi juara Divisi Utama. "Semoga apa yang pernah saya lakukan saat membela Persisam dan menjadi juara Divisi Utama di tahun 2009, bisa terulang di sini," ujarnya. (way)



  • BIODATA
Nama Lengkap:
Muhammad Patricio Jimenez Diaz
Panggilan : Pato / Patricio
TTL : Villa Alegre, Chile, 23 Juni 1975
Posisi : Belakang,Libero
Istri : Novia Anggraini

Karir di Indonesia:
- 2004 Semen Padang, ISL
- 2006 Sriwijaya FC, ISL
- 2007 Persib Bandung, ISL
- 2008 PSMS Medan, ISL.
- 2009 Persisam Samarinda, Div Utama
- 2010 Bontang FC, ISL
- 2011 PSIS Semarang, Div Utama
- 2012 Persitara, Div Utama LI

sumber

Persip Kalah Pengalaman Pada Laga Uji Coba

Laskar Kalong Akui Kalah Pengalaman
  • Kalah Telak dari PSIS 4-0
SEMARANG - Pelatih Persip Pekalongan Agus Riyanto mengakui bahwa anak-anak asuhnya kalah pengalaman dibanding PSIS Semarang. Pada laga uji coba melawan tim Mahesa Jenar di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (22/12) sore, Laskar Kalong harus mengakui keunggulan tim besutan Firmandoyo. Pada laga yang berlangsung di bawah guyuran hujan lebat sejak menit pertama itu, Nur Coyo cs kalah telak empat gol tanpa balas.

"Terus terang para pemain kami kalah pengalaman dari tim PSIS. Apalagi saat pertandingan berlangsung, hujan deras terus mengguyur. Ini pengalaman baru bagi kami menjalani laga uji coba di bawah guyuran hujan deras di kandang lawan," kata Agus seusai pertandingan.



Ia mengakui, strategi permainan skuad Laskar Kalong tidak bisa berkembang karena kondisi lapangan yang basah karena hujan. "Para pemain tidak bisa memperagakan umpan bola-bola pendek seperti yang biasa dilakukan. Mereka kaget juga, dan jadi ragu-ragu saat mengumpan," ungkapnya.

Dengan hasil tersebut, pihaknya berjanji untuk segera mengevaluasi timnya. Untuk diketahui, beberapa kali laga uji coba terakhir, seluruh pemain yang diturunkan adalah lokal, dan beberapa diantaranya merupakan pemain seleksi. Terlebih, dalam laga kontra PSIS kemarin, sejumlah pemain inti tidak bisa diturunkan. Salah satunya penjaga gawang andalan Nurul Subkhi, karena masih dibelit cidera. Sedangkan laga selanjutnya, Persip giliran yang akan menjamu PSIS di Stadion Kota Batik, Jumat (28/12) mendatang.

Sementara itu, dalam laga yang disaksikan oleh ribuan pendukung tuan rumah serta seratusan pendukung setia Persip, Kalong Mania, tuan rumah berhasil mencetak gol pertamanya di menit 14. Gol dicipta oleh M Irfan, setelah memanfaatkan umpan silang rekannya dari sisi kanan pertahanan Persip. Skor 1-0 untuk tuan rumah tetap bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, pelatih PSIS Firmandoyo mencoba melakukan rotasi di beberapa sektor termasuk di lini depan dengan menarik Heri Nur dan digantikan penyerang muda Miko Ardianto. Miko yang sempat dua musim kompetisi bersama Persebaya 1927 tersebut mencetak dua gol bagi timnya pada menit ke-56 dan 59.

Meski tertinggal tiga gol, namun anak-anak Persip tak pantang menyerah. Mereka berusaha terus melakukan serangan. Hanya saja, serangan tersebut selalu kandas dan tidak berhasil membuahkan gol.

Tuan rumah justru berhasil menambah keunggulan beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Gelandang PSIS Syaiful Amar berhasil menggetarkan jala gawang Persip yang dijaga M Ridlo di menit 87. Skor 4-0 tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang. (way)
sumber

 

Kamis, 13 Desember 2012

Lahir Tanggal Cantik 12-12-12

Lima Bayi Di Kota Pekalongan Lahir Tepat Tanggal 12 12 12

Sebanyak 5 bayi lahir bertepatan tanggal cantik yaitu tanggal 12, bulan 12 dan tahun 2012. Kelima bayi tersebut dilahirkan di Rumah Sakit Bendan Kota Pekalongan.

Kepada Radio Kota Batik. Salah satu orang tua bayi, Anwar Hadi menjelaskan, ia sengaja memilih proses kelahiran anak pertamanya pada hari ini, sebab sebelumnya pihak dokter menyarankan agar operasi bisa dilaksanakan minggu ini mengingat kondisi bayi memang tidak bisa dilahirkan secara normal.


Anwar mengaku, bahagia sebab anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan serta berbobot sekitar 3 kilogram lebih tersebut, bisa dilahirkan dengan selamat serta bertepan dengan jam 12 siang.

Sementara itu, Kepala Ruang Bersalin Rumah Sakit Bendan, Muftia Adi mengatakan, dari kelima bayi tersebut, salah satunya dilahirkan secara normal sementara lainnya melalui operasi cesar.


Sebanyak 1.920 guru TPQ se-Kota Pekalongan Mendapat Bantuan Kesejahteraan

Ribuan Guru TPQ Kota Pekalongan Terima Tunjangan
Sebanyak 1.920 guru taman pendidikan Al-Quran atau TPQ se Kota Pekalongan, menerima bantuan kesejahteraan dari Pemkot setempat sebesar 200 ribu, Kamis, 13 Desember 2012.

Kepada Radio Kota Batik, Kasubag Agama dan Pendidikan Bagian Kesra Setda Setempat, Ahmad Slamet Irfan mengatakan, bantuan kesejahteraan tersebut diberikan secara bertahap mulai 13 - 14 Desember.

Slamet menjelaskan, setiap guru mendapat tunjangan sebesar 50 ribu per bulan dan diberikan tiap 4 bulan sekali.
 


Pihaknya berharap dengan adanya tunjangan ini, seluruh guru TPQ bisa lebih bersemangat serta semakin bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

Sementara itu, salah seorang guru, Rohmah, menambahkan tunjangan ini merupakan pemberian yang ketiga kalinya sekaligus yang terakhir ia terima untuk tahun ini.

 

Sabtu, 08 Desember 2012

Kecelakaan Dengan Sesama Sepeda Motor Di Jalan Raya Watusalam

Laka Lantas Di Watusalam Tewaskan Pengendara Motor

Seorang pengendara sepeda motor tewas, setelah mengalami kecelakaan dengan sesama sepeda motor di Jalan Raya Watusalam kecamatan Buaran, kabupaten Pekalongan, Jumat sekitar pukul 9 pagi.

Korban adalah Mohammad Choirul Kalam, 16 tahun, warga Simbang Kulon mengalami luka pada bagian kepala kemudian meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Pekajangan.



Sedangkan pemboncengnya, Afifudin hanya mengalami luka sobek pada kaki.

Kanit Laka Polres Pekalongan Kota Ipda Sugianto kapada Radio Kota Batik mengatakan, sepeda motor Satria F yang dikendarai korban berjalan dari arah selatan menuju ke utara dengan kecepatan 80 kilometer per jam, namun menabrak Sepeda Motor Kimco yang hendak berbelok dari arah belakang.

Sugianto menambahkan, selama Operasi Zebra yang dilakukan sejak tanggal 11 November lalu hingga kini telah tercatat 3 Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas.
sumber



Lanjutan Pertandingan Pra Musim, Persip 1 VS 1 Persik Kediri

Persip Di Tahan Imbang Persik Kediri 1-1
Kesebelasan Persip Pekalongan bermain imbang 1-1 dengan Persik Kediri dalam lanjutan pertandingan pra musim, menghadapi kompetisi divisi utama Liga Indonesia, Di Stadion Kota Batik Kraton Pekalongan.

Persip unggul terlebih dahulu melaui Firdaus di menit 23, namun disamakan oleh tim tamu 7 menit kemudian, melalui Faris Aditama memanfaatkan kesalahan kordinasi pemain belakang Persip.


Pelatih Persip Agus Riyanto kepada Radio Kota Batik mengatakan, pada babak pertama anak asuhnya cukup bisa mengembangkan permainan, bahkan sempat menciptakan sejumlah peluang emas namun hanya satu gol yang tercipta.

Agus menjelaskan, pada babak kedua anak asuhnya kurang berkembang, namun kalah dalam ball posesesion dengan tim lawan, sehingga masih banyak yang harus dibenahi.

Agus menambahkan, pemainya masih menjalani latihan fisik, sehingga permainan belum bisa berkembang. Selain itu para pemainya akan melakukan ujicoba lagi dengan tim yang selevel, setelah tanggal 15 Desember mendatang.

Senin, 03 Desember 2012

Warga Desa Watusalam, Mengamankan Dua Kawanan Pelaku Pencurian Sepeda Motor.

Dua Maling Motor Dibekuk Warga di Watusalam

Warga Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mengamankan dua kawanan pelaku pencurian sepeda motor.

Salah seorang pelakunya ternyata masih berstatus pelajar di SMP Negeri di wilayah tersebut.

Dua pelaku yang tertangkap adalah Kusnoto, warga Desa Coprayan, Kecamatan Kedungwuni, serta kawan-nya berinisial MR warga Desa Capgawen, Kecamatan Kedungwuni.

Warga menangkap keduanya setelah merampas sepeda motor milik Sarifudin, Warga Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, pada Minggu, 2 Desember kemarin.



Kapolsek Buaran, Ajun Komisaris Polisi Agus Riyanto, kepada Radio Kota Batik mengatakan, dalam aksinya kedua tersangka berpura-pura kehabisan BBM lalu pelaku meminta tolong korban untuk mendorong kendaraanya hingga kearah SPBU terdekat.

Saat situasi jalan sepi dan korban lengah, sepeda motor korban kemudian dibawa kabur. Namun, teriakan korban bisa didengar warga sekitar, sehingga kemudian berdatangan menangkap tersangka yang tangah mencoba melarikan diri.

Dari hasil pengakuan dari Kusnoto, ternyata merupakan pelaku penjambretan di 13 TKP berbeda.

Saat ini polisi masih terus mengorek keterangan dari Kosnoto, karena diduga merupakan pemain lama.

Jajaran Polsek Pekalongan Selatan Berhasil Menangkap Pembobol Rumah

Polisi Tangkap Buronan Pembobol Rumah

Jajaran Polsek Pekalongan Selatan berhasil menangkap Abdul Haq alias Benyamin, warga Kelurahan Kradenan, yang terlibat dalam pebobolan rumah seorang juragan batik.

Abdul Haq sempat buron selama 4 bulan, sebelum akhirnya Polisi menangkapnya pada Sabtu, 1 Desember kemarin.

Kapolsek Pekalongan Selatan, Komisaris Polisi Sugito Marsudi, kepada Radio Kota Batik mengatakan, Abdul Haq dicari polisi karena mencuri mesin jahit dan sejumlah kain batik di rumah Fahrurroji yang masih tetangganya sendiri.

Kapolsek menjelaskan, penangkapan terhadap Abdul Haq alias Benyamin ini merupakan hasil keterangan dari Wi`ang yang terlebih dulu tertangkap.
 


Dalam penangkapan Abdul Haq sempat melarikan diri, namun bisa diantisipasi oleh petugas yang berjaga-jaga dari dekat rumahnya.

Selain menangkap tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu mesin jahit serta mesin potong kain batik. Sedangkan hasil curian lainya seperti 10 kain batik telah dijual dan uangnya digunakan untuk berfoya-foya.


Sabtu, 01 Desember 2012

KRDE, Kaligung Mas Jurusan Semarang-Tegal

PT KAI Luncurkan KRDE Kaligung Mas AC

PT Kereta Api Indonesia meluncurkan Kereta Rel Diesel Elektrik atau KRDE, Kaligung Mas jurusan Semarang-Tegal yang dilengkapi fasilitas AC.

Kepala Stasiun Besar Pekalongan Totok Supriyanto mengatakan, KRDE Kaligung Mas AC itu menggantikan kereta api Tegal Ekspres kelas ekonomi serta KA Kaligung Mas non-AC.
 
 


Totok menjelaskan KRDE Kaligung Mas AC resmi akan dioperasikan pada 1 Desember 2012, dengan melayani empat kali jadwal pemberangkatan dari Semarang dan empat kali pemberangkatan dari Tegal setiap harinya.

Menurut Totok, untuk kapasitas penumpang, KRDE Kaligung Mas memiliki sebanyak lima gerbong yang semuanya dilengkapi AC, toilet serta akses untu penyandang cacat. Dengan kapasitas sebanyak 308 tempat duduk dan penumpang berdiri ditoleransi 50 persen dari kapasitas.

Dengan tingginya minat masyarakat menggunakan KRDE Kaligung Mas AC ini, diharapkan bisa membantu mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas jalan raya di jalur Pantai Utara, khususnya Semarang-Tegal.

Warnet Tak Berizin Akan Ditertibkan

Satpol PP Segera Tertibkan Warnet Tak Berizin

Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP Kota Pekalongan, segera akan melakukan penertiban warung internet atau warnet yang tidak memiliki ijin usaha.

Penertiban itu dilakukan sebagai upaya menekan warnet tanpa ijin yang nekat tetap beroperasi di wilayahnya.



Kepala Satpol PP Kota Pekalongan Muanas Budi Setyono mengatakan, selama ini usaha warnet dinilai cukup menjanjikan keuntungan.Namun, warnet seringkali disalahgunakan untuk lokasi membolos anak sekolah dan pacaran.

Sehingga, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan keberadaan warnet di Kota Pekalongan dan melakukan koordinasi dengan BPMP2T untuk mengetahui warnet yang memiliki ijin dan tidak memiliki ijin.

Muanas menambahkan, jika nantinya diketahui ada warnet yang tidak memiliki ijin, namun masih tetap beroperasi maka pihaknya tidak segan - segan untuk melakukan penutupan terhadap warnet yang bersangkutan.

Tahun 2013 Tarif Parkir Akan Naik

Pemkot Pekalongan Akan Naikkan Tarif Parkir

Untuk mendongrak Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kota Pekalongan dari retribusi parkir, Pemkot setempat berencana menaikan tarif parkir pada tahun 2013 mendatang.

Kepada Radio Kota Batik, Sekretaris Dishubparbud setempat, Masrur mengatakan, sesuai permintaan dari anggota dewan, pihaknya akan segera merevisi pada beberapa aturan pada perda parkir yang berlaku saat ini diantaranya adalah perubahan besaran tarif parkir.
Foto ilustrasi

Masrur menjelaskan, untuk tarif parkir kendaraan roda 2 nantinya akan mengalami kenaikan dari Rp 500,00 menjadi Rp 1000,00 sementara untuk kendaraan roda 4 yang semula Rp 1000 akan menjadi Rp 2000,00.

Masrur menegaskan, tidak semua titik parkir akan mengalami kenaikan tariff.

Lahan parkir yang dinilai memiliki potensi pemasukan besar seperti Jalan Hayam Wuruk dan Sultan Agung nantinya akan menggunakan tarif baru itu, sementara lahan parkir yang potensinya rendah masih menggunakan tarif lama.

 

Pemkot Bekerjasama Dengan Perdami Wilayah Jateng Mengadakan Operasi Katarak Gratis

Puluhan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis di RS Bendan Kota Pekalongan

Sebanyak 29 warga Kota Pekalongan mengikuti operasi katarak gratis yang digelar oleh Pemkot setempat, bekerjasama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia atau Perdami wilayah Jawa Tengah bertempat di Rumah Sakit Bendan, Sabtu, 1 Desember 2012.
 


Kepada Radio Kota Batik, Kepala Diskes setempat, Dokter Dwi Herry Wibawa mengatakan, dari 52 calon pasien yang telah diperiksa hanya 29 pasien yang memenuhi persyaratan untuk menjalani operasi dan sebagian besar berusia sekitar 50 tahun keatas.

Dokter Dwi Herry menjelaskan, calon pasien lain yang tidak bisa menjalani operasi dikarenakan kondisi katarak yang diderita pasien belum matang atau immature, serta ada gejala penyakit lain yang harus disembuhkan terlebih dahulu.

 

Jumat, 30 November 2012

Perpustakaan Baru Di Kelurahan Keputran

Berdayakan Minat Baca, Keputran Bangun Perpustakaan

BARU - Sekretaris Kelurahan Keputran, Murito didampingi dua orang pegawai Kelurahan lainnya saat menunjukkan bangunan perpustakaan baru yang telah selesai dibangun. 

KEPUTRAN - Minat baca yang rendah membuat pihak Kelurahan Keputran berinisiatif membangun Perpustakaan didalamnya. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Kelurahan, Murito didampingi Kasi Trantib, M Zainal Abidin saat ditemui di Kelurahan setempat, Rabu (28/11). 

Kelurahan Keputran sebenarnya telah memiliki dua taman baca RW di wilayahnya, namun hal tersebut dianggapnya masih belum cukup maksimal untuk meningkatkan minat baca warganya sehingga dilakukan penambahan dengan dibangun perpustakaan di Kelurahan. "Kami ingin agar minat baca di wilayah Kelurahan Keputran semakin meningkat. Dengan adanya Perpustakaan diharapkan bisa membantu menambah pengetahuan mereka dan juga mendekatkan warga dengan pihak Kelurahan," katanya. 

 foto ilustrasi

Pembangunan perpustakaan tersebut didapatkan karena Kelurahan Keputran termasuk Kelurahan percontohan SKPD 2012. Sedangkan penganggaran untuk pembuatan perpustakaan didapatkan dari Pemprov Jateng yang kemudian diserahkan dan dikerjakan melalui Kecamatan Pekalongan Timur. "Beberapa waktu kemarin, dilakukan survai oleh Pemprov dan mereka merencanakan untuk membangun Perpustakaan di bagian depan dari Kelurahan Keputran karena untuk memudahkan masyarakat mengakses ke tempat tersebut. Jika ditempatkan di belakang, dikhawatirkan masyarakat akan enggan untuk mengakses ke perpustakaan karena harus melewati ruangan kantor Kelurahan," jelasnya. 

Setelah dibangunnya ruangan untuk perpustakaan ini, rencananya koleksi buku akan segera dikirim dari perpustakaan Pemprov Jateng. Dengan luas 35 meter persegi dan jumlah penduduk yang mencapai 4.442 jiwa, diharapkan keberadaan perpustakaan kelurahan bisa membantu meningkatkan minat baca masyarakat. "Rencananya pada Kamis (29/11) ini bangunan perpustakaan tersebut akan diresmikan oleh pihak dari Kecamatan," tambahnya. (ap15)

 

97 SDN Dalam Satu Kelurahan, Akan Dilebur Jadi 50 Sekolah

97 SDN Akan Dimerger 

PEMKOT - Pada tahun 2013 nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berencana untuk melakukan merger dari 97 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada diwilayahnya menjadi hanya 50 sekolah saja. Hal tersebut dilakukan guna efektifitas dan efisiensi kegiatan pendidikan yang berada di wilayah Pemkot Pekalongan. Demikian disampaikan oleh Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad saat ditemui usai melaksanakan Sholat Dhuhur di Masjid Al Amin pada kantor Setda setempat, Rabu (28/11). 



Proses merger dilakukan karena beberapa hal seperti letak sekolah yang berdekatan dan masih dalam satu Kelurahan sehingga dua sekolah dilebur menjadi satu. Nama sekolah dan gedung boleh tetap sama namun kepemimpinan berada dalam satu atap atau sistem manajerial. "Selama ini, banyak dari para guru yang belum bisa memenuhi jam mengajar 24 jam dalam satu minggunya. Proses merger atau peleburan sekolah ini diharapkan mampu memenuhi hal tersebut," bebernya. Selain itu, nantinya dengan sistem ini diharapkan kemampuan manajerial seorang Kepala Sekolah (Kepsek) benar-benar bisa berkualitas untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pekalongan. "Salah satu pertimbangan pemilihan kualitas kepala sekolah tersebut didasarkan adanya peningkatan nilai kelulusan UN para peserta didiknya untuk setiap tahunnya," ujarnya. 



Pada proses merger ini, Kepsek yang telah bekerja selama empat tahun akan terlebih dahulu diberhentikan secara keseluruhan dan dialihkan menjadi guru biasa. Kemudian nantinya akan dipilih Kepsek baru dengan melihat kemampuan yang dipunyai oleh para guru yang ada selama ini di wilayah Pemkot Pekalongan. "Pemberhentian Kepsek menjadi guru merupakan hal yang biasa karena jabatan tersebut merupakan jabatan fungsional dan bukan struktural. Artinya, Kepsek merupakan jabatan tambahan dari seorang guru bukan jabatan baru. Mereka disumpah tapi tidak dilantik," tegas orang nomor satu di Pemkot Pekalongan tersebut. 

Sebelumnya, Seorang Pengawas di UPTD Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pekalongan Timur, Dai Wardoyo mengatakan proses merger SDN tersebut menjadi hanya 50 sekolah dianggapnya akan memberikan dampak berupa penurunan gairah pendidikan karena banyak Kepsek yang harus tereliminasi. 

Kondisi ini membuat mental seorang Kepsek yang tereliminasi menjadi menjadi tidak baik karena harus kembali menjadi guru biasa. Apalagi jika sebenarnya kinerja Kepsek tersebut selama menjabat tidak terlalu buruk. "Saya mendukung proses merger sekolah. Hanya saja, saya pikir jika jumlahnya menjadi 50 sekolah dari 97 sekolah SDN yang harus dimerger merupakan hal yang berlebihan. Menurut saya jumlah yang masuk akal paling hanya ada 10 sekolah saja yang layak untuk dimerger," ulasnya. 

Hal itu terjadi karena menurut Dai Wardoyo, ada beberapa syarat untuk sebuah SDN bisa melakukan proses merger. Misalnya, SDN tersebut memiliki jumlah peserta didik kurang dari 90 orang dan letak yang berdekatan satu sama lain seperti halnya di SDN Kandang Panjang. "Bahkan salah satu syarat terbentuknya SDN yaitu tidak boleh memiliki kelas paralel (kelas 1A dan 1B) lebih dari dua kelas. Padahal biasanya untuk SDN jumlah siswa dalam satu kelas bisa mencapai 40 orang," urainya. (ap15)

 

Lomba Siswa Prestasi 2012 Tingkat Kota Pekalongan

SDN Klego 1 Raih 'Dobel' Siswa Prestasi 

TROPI - Nada Nafilatu Zulfa dan Gusti Agung Rama didampingi oleh Koordinator Pembina Siswa Prestasi SDN Klego 1, Akhmad Mulyono SPd saat menunjukkan tropi juara lomba siswa prestasi 2012 tingkat Kota Pekalongan. 

KLEGO - SDN Klego 1 yang merupakan satu-satunya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Pekalongan, mampu memborong juara lomba siswa prestasi 2012 tingkat Kota dengan meraihnya pada dua kategori yakni putra dan putri. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Pembina Siswa Prestasi SDN Klego 1, Akhmad Mulyono, di kantor sekolah setempat, Selasa (27/11). 



Kedua siswa yang berhasil meraih juara lomba siswa prestasi 2012 tersebut adalah Nada Nafilatu Zulfa dengan Gusti Agung Rama. Nada berhasil menjadi juara setelah mengumpulkan nilai sebanyak 541,99 sedangkan Rama mampu mengalahkan para pesaingnya dengan perolehan nilai 522,36. "Mereka mendapatkan nilai tersebut dari tes tertulis untuk setiap mata pelajaran (Mapel), nilai raport, berbagai piagam kejuaraan, berpidato, ketrampilan dalam mengoperasikan komputer, hasta karya dan wawancara kepribadian," bebernya. 

Prestasi yang berhasil diraih tersebut tidak lepas dari adanya persiapan yang sangat matang dalam menghadapi lomba. Misalnya dengan menggelar program rutin latihan yang dilakukan pada hari minggu di sekolah. Ditambah lagi dengan pemberian jam tambahan pada malam Jumat, Sabtu dan Minggu. "Pada hari minggu kami tetap berikan latihan di sekolah sehingga tidak ada hari libur. Untuk pembelajaran di malam hari dilakukan dengan mengadakannya di rumah siswa secara bergantian. Jika malam Jumat di rumah Nada maka malam Sabtu di rumah Rama," urainya.

Raihan prestasi dobel juara tersebut dilakukan untuk pertama kalinya oleh SDN Klego 1 karena selama ini persaingan diantara peserta sangat ketat seperti misalnya dengan SDN Panjang Wetan 1 dan SDN Medono 8. Hanya saja kemenangan ini terancam tidak bisa dilanjutkan karena Dindikpora Kota Pekalongan belum menganggarkan untuk mengikutsertakan pemenang di tingkat Kota Pekalongan untuk maju ke tingkat Propinsi. "Tahun kemarin, lomba siswa prestasi hanya sampai tahap tingkat Kota saja karena tidak ada penganggaran untuk maju di tingkat Propinsi. Namun mudah-mudahan tahun ini berbeda dengan yang kemarin sehingga kedua siswa tersebut bisa maju ke tingkat Propinsi," harapnya. 

Prestasi dari SDN Klego 1 diakui oleh Akhmad Mulyono mengalami peningkatan sejak sekolah tersebut beralih status menjadi RSBI sejak lima tahun yang lalu. "Ini baru tahun kelima dari status RSBI SDN Klego 1, dua tahun lagi kami baru bisa meluluskan siswa dari status tersebut," pungkasnya dengan bangga. (ap15)

 

Maraknya Penggunaan Zat Kimia Berbahaya Untuk Makanan

Awas, Mie Usek Berrodamin Beredar
  • Diproduksi di Batang
  • Pemasaran sampai Kota dan Kabupaten Pekalongan

BATANG - Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi panganan kerupuk jenis mie usek. Pasalnya, panganan yang banyak disukai kaum hawa ini terindikasi menggunakan Rodamin B sebagai bahan tambahan pangan (BTP). Padahal, jenis pewarna tekstil ini telah dilarang oleh Kementerian Kesehatan, karena dampaknya yang membahayakan kesehatan.

Kasie Konsumsi Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan BP2KP Kabupaten Batang, M Faried SP, menyatakan, temuan awal atas penggunaan Rodamin B pada mie usek ini justru dari Kabupaten Pekalongan. Ketika dilacak, ternyata mie usek tersebut adalah produksi asli Batang. “Sebetulnya, itu temuan beberapa bulan lalu. Kami pun telah menemukan sumber produksinya. Bahkan kami sudah melakukan pembinaan, mengingatkan pemilik usaha untuk tak menggunakan campuran zat berbahaya,” ungkapnya di kantor, Rabu (28/11).

Dikatakannya, produsen mie usek ternyata ada di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Batang. Ketika dikonfirmasi, pemilik usaha pun mengakui jika telah menggunakan Rodamin B sebagai BTP. Zat ini dia peroleh dari Toko Tekstil. “Hasilnya kita uji dengan alat kita, dan ternyata positif. Hanya saja, kami masih perlu menguji kembali kandungan mie usek ini ke Laboratorium Kesehatan Semarang, guna memperkuat kesimpulan. Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan ambil sempelnya lagi,” terangnya.



Selain itu, Faried pun mengaku mendapatkan informasi tambahan dari Universitas Semarang, bahwa produksi kerupuk berrodamin ini beredar di Batang. “Pemasarannya tidak hanya di Batang, tetapi sampai Kabupaten Pekalongan. Kemungkinan besar, mie usek ini juga masuk ke Kota Pekalongan,” tandasnya.

Meski telah melakukan pembinaan, Faried tak menjamin bahwa pengusaha mie usek ini mematuhi himbauan instansinya. Karena itu, pihaknya akan meminta ke Bupati untuk menerbitkan surat peringatan. “Surat ini nantinya akan kami sampaikan ke pengusaha mie usek. Isinya, ya melarang penggunaan Rodamin B ataupun zat berbahaya lainnya sebagai campuran panganan,” pungkasnya.

Temuan ini menambah daftar maraknya penggunaan zat kimia berbahaya dalam produksi makanan. Sebelumnya, dua produsen mie kuning basah di Kecamatan Batang pun terbukti menggunakan formalin sebagai campuran. Bahkan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah langsung menggerebeg lokasi usaha dan menyita hampir 1 ton mie kuning ini. (ap22)

Bahaya Utama rhodamin B  Terhadap Kesehatan :
- Gangguan fungsi Hati atau Kanker hati.
- Rhodamin B bisa menumpuk dilemak sehingga lama-lama jumlahnya akan terus bertambah.
- Rhodamin B bisa memicu kanker jika di produksi tahunan.
sumber

Pengelola Parkir Nakal Akan Diganti

Pengelola Parkir Nakal Diganti

PEMKOT - Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad memastikan akan mengganti pengelola parkir yang nakal. Hal itu sebagai bentuk sanksi bagi pengelola parkir yang tidak menyetor, serta menarik uang parkir diatas ketentuan.

Demikian ia sampaikan usai sidang paripurna DPRD, Senin (26/11). Sebelumnya, Pemkot melalui Dishubparbud merancang beberapa kebijakan baru untuk memperbaiki kondisi tersebut. Diantaranya mencabut izin pengelolalaan parkir. "Saya pastikan tahun depan, akan ada beberapa pengelola parkir yang diganti," ucapnya.

 Foto Ilustrasi

Namun, hal tersebut akan dilakukan dengan melihat terlebih dahulu pengelola parkir yang menyalahi aturan perjanjian. Karena, bagi pengelola dan juru parkir, sudah ada surat perjanjian masing-masing. "Nanti akan kami evaluasi bagi juru parkir per tiga bulan. Sedangkan untuk pengelola per satu tahun akan dievaluasi," tuturnya.

Menurut Walkot, potensi parkir yang mencapai angka Rp2,9 M masih sangat jauh dari harapan. Padahal, harusnya bisa mencapai minimal Rp2 M, atau setidaknya bisa mencapai setengah. "Tapi kenyataannya, untuk mencapai target Rp700 juta saja sudah berat," kritiknya.

Tentu saja hal tersebut sangat memprihatinkan. Sebab potensi yang besar tapi tidak bisa dicapai karena bermasalah pada pengelola. Sedangkan masyarakat sendiri justru merasa terbebani dengan tarif parkir yang ditarik, terkadang tarif motor yang dalam Perda hanya Rp500 bisa mencapai Rp1000 di tempat tertentu. Bahkan mencapai tarif Rp2000 dalam kondisi tertentu.

Walikota menegaskan, pengelolaan parkir pada tahun depan akan menggunakan sistem lelang. Jika ada juru parkir ataupun pengelola yang tidak setor secara rutin, akan langsung dicoret, dan lahannya bisa dilelangkan untuk pengelola yang lain. "Pada kenyataannya, masih banyak calon pengelola yang ingin mendaftar dan siap memenuhi target dan perjanjian yang diberikan oleh Pemkot," terang Basyir.

Ditanya mengenai ketegasan petugas di lapangan, Walkot mengatakan, ketegasan akan semakin ditingkatkan. Menurutnya, beberapa waktu yang lalu pihak Pemkot masih mengedepankan jalur komunikasi dengan harapan pengelola bersedia memenuhi target, dan perjanjian. Namun selama dua tahun terakhir ternyata upaya tersebut gagal, akhirnya diputuskan Pemkot akan melakukan tindakan tegas.

"Sementara ini, pengelola akan kami tata terlebih dahulu. Kemudian, penataan akan masuk lokasi dimana banyak marka jalan maupun tempat-tempat yang sebenarnya dilarang untuk parkir namun tetap digunakan," pungkasnya. (ap16)
sumber

Pasar Jepang Terbuka Terhadap Hasil Budi Daya Udang Vaname

Jepang minati udang vaname Pekalongan 

Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA News) - Pasar Jepang terbuka terhadap hasil budi daya udang vaname dari Kelompok Petambak Sampang Tigo Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Satu sebab penting karena kelompok petambak itu bisa menjaga kualitas produknya.



Taieng (55), pedagang pengumpul udang vaname di Pekalongan, Kamis, mengatakan, pedagang akan menjual udang vaname ini ke Kabupaten Pati yang selanjutnya diekspor ke Jepang oleh pedagang setempat.
"Udang vaname yang berukuran besar dan berkulit keras akan dikirim oleh perusahaan pengekspor. Sedangkan, udang vaname berukuran kecil dan berkulit muda dijual ke pasar tradisional," katanya.
 
Menurut dia, harga udang vaname mencapai Rp42.000 per kilogram dan selanjutnya oleh perusahaan diekspor ke Jepang yang rata-rata mencapai 20 ton.
 
"Oleh karena itu, setiap memasuki masa panen udang vaname, kami selalu membeli udang itu dari hasil budi daya Kelompok Simpang Tigo Kota Pekalongan," katanya.
 
Ketua Kelompok Petambak Sampang Tigo Kota Pekalongan, Bahrudin mengatakan bahwa budi daya udang vaname cukup menjanjikan karena hasil panen mampu mencapai 3,3 ton.
 
"Hanya saja, saat ini petambak mengalami kesulitan mendapatkan pakan dan bibit udang yang mencapai Rp17 ribu per kilogram. Untuk mendapatkan pakan, kami harus membeli pakan ke daerah lain, karena di daerah setempat belum ada pedagang yang menjual pakan itu. (*)
Editor: Ade Marboen

Kamis, 29 November 2012

Buronan Curas Ditangkap Jajaran Polsek Pekalongan Timur

Polsek Timur Tangkap Buronan Curas di Jalan Diponegoro

Jajaran Polsek Pekalongan Timur berhasil menangkap Sachna Budiawan, yang menjadi buronan kasus pencurian dengan kekerasan di sebuah hotel di wilayah Pekalongan Timur, beberapa waktu lalu.

Sachna, warga Kelurahan Bendan, Pekalongan Barat, ditangkap oleh anggota Reskrim Polsek Pekalongan Timur saat bersama kawan-kawanya di jalan Diponegoro, Senin 26 November.
 


Kapolsek Pekalongan Timur, Komisaris Polisi Sri Sumardi, kepada Radio Kota Batik mengatakan, Sachna merupakan buronan kasus pencurian dengan kekerasan terhadap Kurnia Afiah, warga Kelurahan Podosugih, pada bulan Februari silam.

Sebelumnya, Sachna terlibat adu mulut dengan Kurnia Afiah, karena Sachna tidak mengembalikan emas seberat 25 gram yang dipinjamnya. Emas tersebut ternyata telah dijual Sachna, namun karena korban marah membuatnya kalap dan memukuli korban hingga pingsan.

Selain menghilangkan emas korban, Sachna juga mengambil uang sebesar Rp 11 juta milik Kurnia Afiah dan kemudian kabur hingga keluar kota.

Kapolsek menambahkan, penangkapan terhadap Sachna berkat adanya informasi jika Sachna tengah berada di rumahnya. Setelah dilakukan penyelidikan beberapa hari, akhirnya polisi menangkap Sachna disekitar Jalan Diponegoro.

Zebra Candi, Tindakan Pre Emtive dan Preventine

Operasi Zebra Candi 2012 Kedepankan Tindakan Pre Emtive dan Preventine

Jajaran Kepolisian Resort Pekalongan Kota mulai hari ini melaksanakan Operasi Zebra tahun 2012, Operasi yang dinamakan Zebra Candi ini mengedepankan tindakan Pre Emtive dan Preventine.



KBO Lantas Polres Pekalongan Kota, Inspektur Polisi Satu Ardi Demastyo, kepada Radio Kota Batik mengatakan, untuk kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 28 November hingga 11 Desember, pihaknya akan mengerahkan kurang lebih 150 anggota.

Ardi mengajak masyarakat semuanya untuk mematuhi peraturan lalu lintas baik dokumen kendaraan atapun fasilitas penunjangn keamanan lain, sehingga orang orang yang kita cintai tidak jadi korban kecelakaan dijalan raya.
sumber

 

Dua Pelaku Pengedar Kupon Judi Togel Ditangkap Tim Buser

Tim Buser Tangkap 2 Bandar Togel di Bendan

Tim Buser Polres Pekalongan Kota pada Selasa malam berhasil menangkap dua pelaku pengedar kupon judi togel, kedua pelaku adalah Imam Yusro dan Dedi Wibowo, yang merupakan warga Kelurahan Bendan Kecamatan Pekalongan Barat.

Juru Bicara Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Purwanto, kepada Radio Kota Batik mengatakan, penangkapan ini merupakan salah satu penangkapan dengan barang bukti terbanyak, dari tangan mereka polisi menyita HP, serta uang hasil penjualan togel sebesar 1 juta rupiah.



Penangkapan pelaku ini, berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah karena dilingkungan rumah pelaku sering digunakan untuk kegiatan judi toto gelap.

Purwanto menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan perburuan terhadap sejumlah pelaku judi togel lainnya yang merupakan anak buah kedua pelaku, karena dari hasil pemeriksaan sementara mereka mengaku memiliki anak buah dalam menjualkan kupon judi togel.
 


 

Pemerasan Jatah Uang Keamanan, Tindakan Kriminal

Diminta Uang Pengamanan Pedagang Diminta Lapor Polisi

Jajaran Kepolisian Resort Pekalongan Kota meminta pedagang yang menjadi korban pemerasan dengan dalih uang keamanan, untuk segera lapor ke Mapolres, sehingga bisa dilakukan penindakan, karena apapun dalih tindakan tersebut merupakan tindakan kriminal.


Kasat Bimas Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Sumarjo, kepada Radio Kota Batik mengatakan, pihaknya meminta masyarakat untuk tak segan melapor kepolisi, jika menerima tindak premanisme yang menimpanya.

Dalam aksinya biasanya para preman ini meminta jatah uang keamanan, padahal hal tersebut tidak dibenarkan bahkan perbuatan tersebut, merupakan tindakan pidana sehingga para pelakunya bisa diproses secara hukum.

Sumarjo menambahkan, meminta masyarakat untuk tidak takut melapor, apabila mengetahui atau menjadi korban premanisme karena pihaknya akan menjamin keamanan pelapor.

Minggu, 25 November 2012

Puluhan Rumah Di Kelurahan Panjang Baru, Terendam Air Laut

Rob, Puluhan Rumah Terendam
  • Warga Tak Bisa Beraktifitas

PEKALONGAN - Rob kembali menerjang wilayah utara Kota Pekalongan. Kali ini, puluhan rumah yang ada di RT 5 RW 7 Kelurahan Panjang Baru, terendam air laut hingga ketinggian mata kaki orang dewasa. Bahkan beberapa rumah warga sempat kemasukan air.

Menurut penuturan warga sekitar, terjangan rob kembali hadir sejak turunnya hujan lebat pada Jumat lalu, namun Rabu (21/11) pagi merupakan terjangan rob terbesar dari pada hari-hari sebelumnya.

"Rob sudah naik sejak hujan lebat yang terjadi sejak Jumat, namun sekarang ketinggian air bertambah besar," tutur Muradi (60), salah satu warga.



Dikataka Muradi lagi, wilayahnya memang mejadi langganan rob yang masih tersisa di wilayah Panjang Baru. Karena, sebagian wilayah lainnya sudah ditinggikan oleh pemerintah. "Sedangkan daerah kami belum, ya jadinya begini, walaupun yang lain kering tempat kami tetap terendam," ucapnya lagi.

Rendaman air rob, bahkan tidak hanya datang kali ini saja. Sebelumnya wilayah tersebut juga sudah terendam dan berlangsung selama berbulan-bulan. Menurut Muradi, faktor sudah ditinggikannya bagian lain membuat air rob yang menggenang disana susah untuk surut.

"Yang masih terendam parah adalah RT 5 dan RT 6. Kali ini memang belum mencapai puncaknya, tapi sudah seperti ini. Nanti ketika hujan lebat mulai turun terus menerus, ketinggian air disini akan bertambah hingga di dalam rumah akan mencapai lutut orang dewasa. Kalau sudah begitu, warga disini tidak bisa beraktifitas sama sekali," bebernya.

Sementara itu ketua RT setempat, M Romadhon (45), juga menuturkan hal yang sama. Dirinya mengatakan banyak warganya yang tidak bisa beraktifitas karena terjangan rob. "Masih segini saja, ada sekitar delapan rumah yang sudah kemasukkan air rob cukup tinggi dan menghambat aktifitasnya," ucap Romadhon.

Mewakili warga lainnya, Romadhon berharap agar pemerintah segera merealisasikan peninggian jalan di wilayahnya tersebut, seperti juga yang sudah dilakukan di wilayah lain. "Pak Lurah memang sudah sempat datang dan menjanjikan hal tersebut. Harapan kami ya semoga segera direalisasikan, karena keadaan kami disini sudah semakin susah. RT lain juga sudah ada peninggian, kenapa disini tidak," ujarnya lagi.

Meluapnya air rob juga terlihat di wilayah RT 1 RW 6. Meskipun belum memasuki rumah warga, mulai menggenangnya air rob di jalanan mulai menimbulkan keresahan warga. Sama dengan wilayah sebelumnya, peninggian jalan di RT 1 RW 6 juga masih dalam tahap pengerjaan. (ap16)
sumber

UMK Kota Pekalongan Sebesar Rp 980 Ribu

Buruh Tuntut Pendidikan Gratis
  • Karena UMK Tak Cukup

DPRD - Upah minimum kota (UMK) Kota Pekalongan tahun 2013 sebesar Rp 980 Ribu, tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan buruh di Kota Pekalongan. Karena itu, mereka menuntut kepada Pemkot untuk memberikan layanan pendidikan gratis kepada buruh.

Demikian terungkap dalam public hearing yang digelar DPC SPN bersama Pattiro, DPRD dan Dindikpora di ruang sidang DPRD, Senin (19/11).

Sekretaris DPC SPN, Budhy Pratomo ST membeberkan, dari hasil survey didapatkan bahwa kebutuhan real buruh yang sudah berkeluarga, dengan dua anak per bulan mencapai Rp1,9 juta. Sedangkan upah yang diterima di bawah Rp1 juta per bulan. "Jadi sangat jauh dari mencukupi," ucapnya.



Kemudian, tambah Budhy, sebanyak 97 persen uang gaji yang diterima buruh, akan dihabiskan hanya untuk kebutuhan pangan sehari-hari, belum mencakup kebutuhan lain seperti tempat tinggal dan biaya pendidikan anak. "Sedangkan untuk biaya pendidikan sendiri, rata-rata menyerap 48 persen dari upah buruh per bulannya. Jadi dari fakta tersebut, menunjukkan upah yang diterima buruh tidak mencukupi," tegasnya.

Diluar itu, lanjutnya, masih banyak pula biaya tak terduga seperti pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah. "Hal tersebut, semakin memberatkan kami para buruh dalam menyekolahkan anak kami. Apa yang katanya sudah ditanggung pemerintah, ternyata masih juga harus membayar karena adanya pungutan tersebut," kata Budhy lagi.

Untuk itu, para buruh meminta kepada Pemkot Pekalongan, untuk mewujudkan pendidikan gratis bagi anak buruh (pendidikan dasar) dengan menerbitkan kartu cerdas, serta memberikan beasiswa bagi anak buruh hingga ke tingkat Perguruan Tinggi. "Jika tidak, maka buruh akan mereproduksi anak yang akan menjadi buruh kembali. Dalam arti kemiskinan di Kota Pekalongan akan terus tumbuh," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Pekalongan, HM Bowo Leksono AhT SH MM mengatakan, sebagai DPRD pihaknya akan menjalankan fungsi dan kewenangannya dalam membatu beban buruh tersebut. Salah satunya adalah fungsi pengawasan dalam pelaksanaan pungutan sekolah. Kemudian, DPRD juga akan menjalankan tugas penganggaran, sehingga dapat memback up program di Dindikpora agar menyediakan beasiswa bagi buruh.

Sedangkan Kepala Dindikpora setempat, drg Agust Marhaendayana MM mengatakan, bahwa Pemkot telah memberi jaminan pendidikan adil bagi semua, dalam arti gratis bagi yang tidak mampu, dan tetap membayar bagi yang mampu. Terkait pengaduan terjadinya pungutan, Agust Marhandayana telah menyebarkan surat edaran untuk mencegah perilaku tercela, serta melakukan sidak menindaklanjuti laporan yang masuk. "Untuk tingkat SD dan SMP, kami pastikan pendidikan gratis bagi yang tidak mampu," tegasnya.

Sedangkan mengenai surat edaran, dijelaskan Agust, Dindikpora melarang segala bentuk pungutan yang dilakukan sekolah dalam jumlah dan waktu pembayaran yang dibatasi, kemudian sekolah juga dilarang mengadakan les dengan biaya tambahan serta melakukan jual beli kepada siswanya dalam bentuk apapun. (ap16)
sumber

Kamis, 22 November 2012

Pelantikan Kades Api-Api

BUPATI LANTIK KADES API – API, WONOKERTO

Bertempat di Kantor Kepala Desa Api – Api Drs. H. Amat Antono, M.Si mengangkat sumpah dan melantik Kepala Desa Api-Api terpilih, Mustaghfirul Ghofar, SH. Pria Kelahiran 15 Desember 1978 ini terpilih sebagai Kades untuk periode 2012 - 2018 menggantikan ayahnya Solikhin yang telah menjabat selama sepuluh tahun dari 2002 sampai 2012.

Dihadapan undangan yang terdiri dari Bupati dan istri, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, para Staf Ahli, Asisten Sekda dan para kepala SKPD, Muspida serta warga masyarakat, usai pelantikannya Ghofar dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh warga masyarakat Desa Api – Api, termasuk Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) sehingga Pilkades dapat berjalan lancar. “Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang dengan kesadarannya sendiri mau datang ke TPS dan memberikan suaranya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ghofar mengajak seluruh warganya untuk bersatu padu membangun Desa Api-Api, termasuk mengatasi rob air laut yang telah menjadi musibah langganan di desanya serta kesulitan warganya, para petani tambak. Terkait tugas yang akan diembannya,yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, Ghofar menyatakan dirinya mengharapkan dukungan, saran, dan partisipasi dari segala pihak termasuk dari Pemkab Pekalongan.



Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengharapkan agar Ghofar yang sebelumnya berprofesi sebagai pekerja swasta dapat menempatkan dirinya sebagai kepala desa yaitu sebagai seorang pemimpin yang harus memberikan teladan bagi rakyatnya. “Kerja di swasta beda dengan menjadi Kades, karena Kades dituntut keteladanannya,” tegasnya. Antono juga mengharapkan masyarakat agar memberikan kesempatan kepada Kades baru untuk secara penuh melaksanakan tugasnya secara penuh.

Antono juga mengingatkan Ghofar agar mau belajar, mendengar dan introspeksi, karena mau tidak mau mulai sekarang sebagai seorang Kades dirinya harus melaksanakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sebagai wujud tanggung jawab serta menyadari kondisinya sekarang dimana yang harus menempatkan diri sebagai orang tua bagi masyarakat Desa Api – Api. “Perbedaan dalam proses pemilihan adalah hal biasa, namun setelah itu masyarakat harus bersatu membangun desanya, apa yang sudah bagus harus menjadi lebih bagus, karena kalau tidak ada kemajuan berarti Anda belum berhasil,” tegasnya menutup sambutannya.(dian’s).

 

Diskusi Dan Rakor Kehumasan:Mengoptimalkan Fungsi Kehumasan Pemerintah

PEMKAB GELAR DISKUSI DAN RAKOR KEHUMASAN 

KAJEN - Dilatarbelakangi pentingnya koordinasi, integrasi dan sinergitas antara SKPD sebagai narasumber/sumber informasi dengan Bagian Hubungan Masyarakat serta insan media, maka Bagian Humas Setda Kabupaten Pekalongan, pada Rabu 21 Nopember 2012 menyelenggarakan diskusi dan rakor kehumasan dengan tema mengoptimalkan fungsi kehumasan pemerintah dalam membangun citra dan reputasi positif instansi pemerintah.

Acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan, Drs. H. A. Antono, M.Si ini  dihadiri oleh para Asisten Sekda, staf ahli Bupati dan Kepala SKPD dan Camat se Kab. Pekalongan serta wartawan yang bertugas di wilayah Kab. Pekalongan.  Dalam laporannya, Kepala Bagian Humas Setda, Drs. Ali Riza, M.Si mengungkapkan harapannya agar SKPD dapat bersinergi dengan Bagian Humas untuk menginformasikan kegiatan atau capaian pembangunan di instansi masing-masing untuk dipublikasikan ke media. “Membangun citra positif bukan hanya tugas Humas namun tanggungjawab bersama SKPD, sehingga fungsi kehumasan menjadi optimal,” terangnya.



Pada bagian lain, Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya mengemas dan mengkomunikasikan sebuah berita sehingga akhirnya lahir sosok “media darling” (kekasih media) seperti Jokowi dan Rustriningsih. “Kalau prestasi, saya tidak mengurangi rasa hormat, sebenarnya masih tidak terlalu jauh dengan yang lain, tetapi kemampuan beliau dalam mengemas, mengkomunikasikan apa yang dilakukan, sangat dan sangat luar biasa, sehingga kadang timbul di hati, alangkah enaknya kalau menjadi kekasih media, bukan yang dibenci oleh media,” terangnya.

Bupati menyatakan mengapresiasi kegiatan ini, karena menurutnya dengan rakor dan dialog semacam ini, akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengevaluasi diri dan berbenah diri, guna mengoptimalkan fungsi kehumasan. “ Ini menurut saya bagus sekali. Evaluasi diri tidak hanya Bupati, Sekretaris Daerah, para Asisten, para Staf Ahli Bupati, para Kepala SKPD, bukan, tetapi untuk kita semua,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati juga berharap nantinya muncul pemikiran yang tertanam diantara para undangan untuk mengedepankan fungsi, karena jika fungsi yang dikedepankan, maka yang terjadi adalah pasti upaya saling memperkuat, saling berperan, saling membagi tanggung jawab. “Saya yakin apabila ikatan kita ini untuk kepentingan masyarakat, kepentingan umat, maka ego sektoral pasti bisa kita kendalikan. Bukan target pribadi, bukan upaya untuk menjatuhkan seseorang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini Bupati juga meminta kepada SKPD untuk bisa mengkaji, mengevaluasi diri atas apa yang selama ini telah dilakukan, dan berharap memiliki komitmen bersama untuk mengedepankan fungsi, ini akan menjadi kesepakatan bersama, baik itu kita yang ada di aparat pemerintah, swasta, termasuk media. “Ini saya harapkan, jadi ikatan kita adalah untuk kepentingan umat, menjadi komitmen dalam rangka memproduksi dan mendistribusikan informasi kepada publik, karena kita di dalam rangka memproduksi informasi kita juga perlu jernih, di dalam mendistribusikan juga perlu selektif karena masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak seluruhnya bisa secara jernih mampu memilah dan memilih, kadang masih ditelan mentah. Oleh karena itu, di dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi, saya minta bisa secara seimbang,” terangnya menutup sambutan.

Diskusi yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Pekalongan ini dimoderatori oleh Esmara Sugeng Dekan Fakultas Hukum Universitas Pekalongan, dan menghadirkan empat narasumber, yaitu Pimpinan Redaksi (Pimred) Radar Pekalongan, Saefulah yang mengetengahkan teknis meramu sebuah berita agar memiliki nilai berita/value, sedangkan Pimred Radar Semarang, Iskandar membawakan materi membangun sinergi humas dan media massa, seta bagaimana membangun citra positif. “ Semua SKPD bisa menjadi humas, sehingga tidak semuanya ditanggungkan kepada humas,” terangnya.

Narasumber ketiga adalah Trias Purwadi dari Suara Merdeka yang mengetengahkan materi terkait fungsi dan tugas pers, termasuk didalamnya kiat-kiat penting untuk menjadi humas yang handal. Sedangkan  Pimred  harian Wawasan, Agus Toto Widyatmoko memberi materi tentang Humas sebagai pembangun citra bukan pengatur acara. Menurut Toto jika humas hanya bisa menjadi event organizer (EO) atau pengatur acara maka humas tersebut perlu direvitalisasi.

Diskusi ini kemudian dilanjutkan dengan Rakor Kehumasan yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Sekda, Drs. H. Yoyon Ustar Hidayat, M.Si. (dian’s).

Pelantikan 2 Kades

KADES KETITANG KIDUL DAN SUMURJOMBLANGBOGO DILANTIK

KAJEN – Seusai melantik Kades Sangkanjoyo Kecamatan Kajen, pada hari yang sama Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si  secara resmi melantik kepala desa terpilih Desa Ketitang Kidul dan Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong. Acara berlangsung di pendopo Kecamatan Bojong, dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti yang merupakan istri Bupati, Asisten Pemerintahan Sekda Drs. H. Yoyon Ustar Hidayat, M.Si, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM H.M. Zaki, S.IP dan beberapa Kepala SKPD, Camat Bojong beserta Muspika dan seluruh Kades se Kecamatan Bojong. Tidak ketinggalan ratusan keluarga dan sanak-saudara dari kedua Kades yang dilantik yang memadati kantor Kecamatan Bojong.

 Kades terpilih Desa Ketitang Kidul Chaer Chamdi akan menjabat untuk periode 2012-2018. Lelaki kelahiran 9 Juli 1976 itu yang semula berprofesi sebagai wirausahawan menggantikan kepala desa sebelumnya Ny. Windradiningrum. Sedangkan Kades terpilih Desa Sumurjomblangbogo Edy Suyitno dengan masa jabatan yang sama menggantikan Ahmad Fadholi, S.Ag. Edy Suyitno merupakan PNS aktif pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pekalongan. 


Setelah melantik, Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pemilihan kepala desa dan masyarakat yang telah dengan sukses menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pilkades. “Saat ini sudah tidak ada lagi dukung tidak mendukung salah satu calon Kades, namun yang ada adalah satu kesatuan dalam keluarga di desa dan bagaimana membangun desa ke depan yang lebih baik,” ujar Bupati.

Kepada Kades yang baru saja dilantik, Bupati mengatakan bahwa mulai hari ini telah menjadi seorang pemimpin di desa. Dimana dengan menjadi Kepala Desa, menurutnya dituntut banyak hal, salah satunya adalah keteladanan dalam kehidupan. Keteladanan ini harus nampak dalam sikap perilaku, tidak sebatas ucapan saja. “Teladan dalam berperilaku ini memang tidak gampang, namun saya yakin dengan niat yang kuat akan dapat menjadi contoh, tidak hanya dalam tata kelola pemerintahan namun juga kepada warganya”, ucapnya.

Bupati melanjutkan menjadi kepala desa juga harus banyak belajar. Baik mengenai administrasi pemerintahan maupun tugas yang lain. “Jangan malu belajar kepada senior, camat maupun Bupatinya sekalian. Bangun komunikasi diantara kita. Karena tugas seorang kepala desa sangat luas, antara lain harus bisa memenej para stafnya, mengelola urusan pemerintahan serta melayani urusan warganya. Mulai dari KTP, pajak sampai masalah rumah tangga warga”, tuturnya.

Ditambahkan Bupati, masyarakat yang sekarang memiliki pemimpin baru harus bisa bekerja bersama-sama membangun Desa Ketitang Kidul maupun Desa Sumurjomblangbogo ke arah yang lebih baik. “Saya mohon masyarakat mendukung dan memberikan kesempatan kepada Kades yang baru untuk membangun desanya ke arah yang lebih baik,” pinta Bupati.

Menjelang musim penghujan, dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu juga mengharapkan kepada semua pihak untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan agar tidak timbul penyakit. “Menghadapi musim penghujan, kadang penyakit muncul dan sampah menumpuk. Untuk itu saya titip jangan sampai menjadi musibah bagi kita semua,” harapnya.

Kepada Camat dan Muspika serta Kepala Dinas Pendidikan, Bupati juga menghimbau agar giat mensosialisasikan ke sekolah-sekolah ataupun masyarakat akan pentingnya berkendera di jalan raya. “Bojong adalah wilayah perlintasan antara Wiradesa ke Kajen hingga ke Banjarnegara. Di wilayah Bojong ini seperti kita ketahui sering terjadi kecelakaan. Untuk itu, saya minta kepada Camat, Muspika dan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengkampanyekan patuh tertib lalu lintas di sekolah-sekolah maupun masyarakat,” terang Bupati.

“Saya minta Camat juga menyikapi proses E-KTP. Silahkan dibreakdown ke desa-desa agar seluruh masyarakat yang mempunyai identitas bisa terdaftar. Demikian juga soal pajak, saya minta Camat untuk menghimbau kepada para Kades untuk tidak lupa mengingatkan warganya bahwa saat ini menjelang batas akhir pembayaran pajak,” pinta Bupati mengakhiri sambutannya.

  Sementara itu, Kades baru Desa Ketitang Kidul Chaer Chamdi didampingi Kades Baru Desa Sumurjomblangbogo Edy Suyitno dalam sambutan perdananya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pilkades lalu yang berjalan dengan aman, lancar tanpa halangan apapun.

Kedua Kades tersebut dihadapan Bupati dan seluruh undangan yang hadir berjanji akan melaksanakan amanah yang diembannya sesuai visi dan misi. “Kami mohon bimbingan Bapak Bupati dan Bapak Camat agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan kami juga mohon dukungan dari seluruh masyarakat kami untuk bersama-sama membangun desa ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Acara pelantikan tersebut diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada kedua Kades, secara berurutan mulai Bupati dan istri, dilanjutkan SKPD, Camat dan Muspika serta segenap keluarga besar kedua Kades yang hadir. (di2k)

Pelantikan Kepala Desa Terpilih Desa Sangkanjoyo

KADES SANGKANJOYO-KAJEN DILANTIK

Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, Msi  secara resmi melantik kepala desa terpilih Desa Sangkanjoyo Kecamatan Kajen Suko Mardiyono untuk masa jabatan 2012-2018. Lelaki yang semula berprofesi sebagai Kaur Kesra Desa Sangkanjoyo ini menggantikan kepala desa sebelumnya Kurdimanto, SIP, MSi.

Setelah resmi melantik, Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan menjadi seorang kepala desa dituntut banyak hal, salah satunya adalah keteladanan. Keteladanan ini harus nampak dalam sikap perilaku, tidak sebatas ucapan saja. “Teladan dalam berperilaku ini memang tidak gampang, namun saya yakin dengan niat yang kuat akan dapat menjadi contoh, tidak hanya dalam tata kelola pemerintahan namun juga kepada warganya”, ujarnya.


Bupati melanjutkan menjadi kepala desa juga harus banyak belajar. Baik mengenai administrasi pemerintahan maupun tugas yang lain. “Jangan malu belajar kepada senior, camat maupun Bupatinya sekalian. Bangun komunikasi diantara kita. Karena tugas seorang kepala desa sangat luas, antara lain harus bisa memenej para stafnya, mengelola urusan pemerintahan serta melayani urusan warganya. Mulai dari ktp, pajak sampai masalah rumah tangga warga”, tuturnya.

Ditambahkan Bupati, masyarakat yang sekarang memiliki pemimpin baru harus bisa bekerja bersama-sama membangun desa Sangkanjoyo ke arah yang lebih baik. “Desa Sangkanjoyo merupakan desa penyangga Kajen, maka perilaku warganya pun dituntut untuk bisa menjadi teladan. Misalnya dalam tertib administrasi kependudukan. Saya titip Pak Suko ini agar dibantu dalam melaksanakan tugasnya. Semoga apa yang menjadi harapan bersama dapat terwujud”, imbuhnya.

Sementara itu, Kades baru Suko Mardiyono dalam sambutannya mengatakan akan meneruskan pembangunan yang telah dilakukan pendahulunya. Berbagai kekurangan akan dibenahi, sedangkan yang sudah berjalan baik akan ditingkatkan. “Saya mengharapkan kerja sama dan dukungan warga. Pilkades telah selesai pada tanggal 21 Oktober 2012, oleh karena itu segala ekses negatif perbedaan pilihan hendaknya dapat dihilangkan. Mari kita bersatu padu membangun Desa Sangkanjoyo menjadi lebih maju dan menyongsong masa depan yang lebih baik”, ungkapnya.

Sebagai desa dengan tradisi langganan lunas PBB, Suko Mardiyono pun menargetkan akan lunas PBB akhir Desember ini. “Saya ingin tradisi ini terus dipertahankan. Program-program pemerintah yang lain juga akan kami terima dan dilaksanakan dengan baik demi kesejahteraan warga”, tutup Suko mengakhiri sambutan. (rizka)