Rabu, 07 Agustus 2019

Perkiraan 30 Tahun, Pekalongan Terancam "Tenggelam"

Pekalongan Terancam Tenggelam

PEKALONGAN – Area terdampak rob di wilayah pesisir Pantura Pekalongan diperkirakan sekitar 4.700 hektare. Jika tidak diatasi secara komprehensif, wilayah pesisir Pekalongan sekitar 30 tahun lagi terancam tenggelam.
Peneliti Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Heri Adreas, dalam Seminar Sosialisasi UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN 2019 dalam Penanggulangan Banjir dan Rob di Pantura Pekalongan di Auditorium Adaro Universitas Pekalongan, Senin (5/8), mengemukakan, ‘tidal inundation’ atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah rob adalah banjir pasang air laut. Tanpa adanya hujan, di siang hari, tiba-tiba banjir datang menggenangi wilayah pesisir.
Menurutnya, wilayah Pekalongan merupakan salah satu wilayah di Pantura Jawa yang terkena rob. Luas terdampak rob di Pekalongan sekitar 4.700 hektare.
Diungkapkan, kenaikan permukaan laut (‘sea level rise’) di Indonesia berkisar dari 0,3 cm hingga 1 cm pertahun. Total sekitar 9 cm hingga 30 cm dari tahun 1980 hingga saat ini. Kenaikan permukaan laut di sekitar laut utara Pekalongan, kata dia, sekitar 5 milimeter pertahun. Artinya, sekitar 5 cm dalam 10 tahun, berarti sekitar setengah meter dalam 100 tahun.
“Rob lebih disebabkan adanya ‘land subsidence’ atau penurunan tanah, bukan karena faktor kenaikan permukaan laut. ‘Land subsidence’ dapat ditemukan di Pantura dengan rata-rata ‘subsidence’ pertahun 1-25 centimeter,” terang dia.
Disebutkan, ‘land subsidence’ bisa terjadi karena faktor kompaksi alamiah, efek pembebanan, pengambilan air tanah yang berlebihan, efek tambang bawah permukaan, dan efek eksploitasi migas. “Di Pekalongan faktor utamanya akibat pengambilan air tanah dengan sumur bor,” ujarnya.
Disebutkan juga, potensi kerugian akibat rob sangat besar. Dikatakan, estimasi biaya kerugian ekonomi untuk adaptasi lahan adalah Rp 6,8 triliun dan untuk infrastruktur Rp 1,7 triliun. Estimasi biaya kerugian ekonomi akibat rendaman rob sekitar Rp 244,1 miliar hingga Rp 492,6 miliar setiap kejadian. Sedangkan, lanjut dia, estimasi biaya relokasi apabila menjadi pilihan Rp 13,076 triliun hingga Rp 16,086 triliun. “Rob adalah bencana, sehingga harus ada upaya adaptasi mitigasi,” tandas dia.
Disampaikan pula, adaptasi dan mitigasi yang sudah ada di beberapa daerah rob di antaranya pembangunan tanggul laut (‘dyke’) dan penanaman hutan mangrove. Namun, lanjut dia, pembangunan tanggul bukan merupakan solusi jangka panjang, dan penanaman hutan mangrove bukan solusi pencegah rob namun solusi ‘land subsidence’. “Mangrove adalah solusi untuk abrasi saja,” katanya.
Ia merekomendasikan, untuk solusi jangka panjang dalam rangka mengatasi rob adalah ‘water management’ untuk menghentikan ‘land subsidence’. Sementara hal mendesak yang perlu dilakukan untuk jangka pendek meliputi peninggian rumah, jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya, pemetaan risiko dan monitoring. Sedangkan, solusi jangka menengah, saran dia, meliputi pembangunan tanggul, sea dyke, dan livable dyke.
Ditambahkan, ada sembilan upaya yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Pekalongan dari bencana rob. Yakni, membuat peta potensi bencana rob, land subsidence, sea level Pekalongan; membangun sistem monitoring laju land subsidence, water table head, dan laju sea level rise; membangun tanggul-tanggul pengaman ancaman rob; meninggikan jalan, infratsruktur dan bangunan; mulai mencari sumber air alternatif pengganti air tanah (danau, embung, air hujan, air recycle, revitalisasi sungai dan Ipal, dan lainnya); penyesuaian tata ruang berbasis bencana rob, lansd subsidence, sea level rise, dan isu terkait, juga menghubungkan bencana dengan substain development goal (SDG) untuk efektifitas mitigasi; membangun sistem artificial recharge dan biopori; membangun infrastruktur sumber-sumber pengganti air tanah lengkap jaringan perpiaan untuk distribusi; menghentikan pengambilan air tanah dalam; dan terakhir kekuatan doa.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan, untuk mengatasi persoalan rob di Kabupaten dan Kota Pekalongan telah dilakukan penelitian yang komprehensif dari ITB. Dengan difasilitasi anggota DPR RI Hakam Naja, kata dia, diupayakan mencari solusi penanganan rob yang paripurna.
“Tanggul rob setelah jadi nanti tidak lagi menyisakan persoalan, baik persoalan sosial, ekonomi, semua itu bisa teratasi. Untuk mengatasi persoalan seperti ini, ada sembilan langkah tadi yang sudah kita sepakati yang akan dijalankan oleh pemerintah,” ujar dia.
Ditandaskan, pemkab akan konsen mengatasi persoalan rob berbasis apa yang disampaikan oleh Andreas dari ITB. “Kita juga ada kerja sama yang baik dengan Pak Hakam selaku anggota DPR RI di Badan Anggaran yang akan memperjuangkan anggaran-anggaran berikutnya,” ujar Bupati. (ap5)

Waw, Sengon 1 Triliun



Sengon 1 Triliun
Sepele sekali. Kelihatannya. Hanya gara-gara satu pohon sengon. Listrik seluruh Jakarta padam. Juga Jabar. Dan sebagian Jateng. Minggu-Senin lalu.
Pohon sengonnya ada di Desa Malon. Nun jauh di Gunung Pati, 28 km selatan Semarang. Mati listriknya sampai Jakarta.
Maka pohon sengon itu perlu diabadikan. Fotonya. Untuk dipasang di seluruh kantor PLN. Sebagai monumen. Yang harus diajarkan turun-temurun. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Betapa mahalnya pohon sengon itu. Sampai membuat berjuta-juta orang menderita. Pun kereta bawah tanah. Yang masih baru. Ikut lumpuh. Penumpangnya harus dievakuasi. Presiden Jokowi sampai marah karenanya.
Bahkan PLN sendiri sampai harus mengeluarkan ganti rugi kepada konsumen. Nilainya sampai Rp 1 triliun.
Satu pohon sengon. Di sebuah desa. Mampu menggegerkan mayapada.
Pohon sengon itu tidak salah. Tumbuhnya di dalam pagar penduduk. Tapi menjulang sangat tinggi.
Tinggi tiang SUTET itu 40 meter. Tapi bentangannya menggelayut. Tinggi 18 meter. Tinggi sengon itu sekitar 15 meter. Sudah mencapai medan magnet SUTET.
Tapi sengon itu juga berhak bertanya:
  • Mengapa dibiarkan tumbuh tinggi di situ?
  • Mengapa tidak ada yang tahu?
  • Apakah tidak ada lagi anggaran untuk patroli pohon?
  • Mengapa ada kebijakan anggaran ini –bahwa biaya operasi dan pemeliharaan harus di bawah anggaran SDM?
  • Mengapa SUTET itu begitu rapuh? Hanya kesenggol satu pohon sudah pingsan?
Itulah. Mengapa tidak boleh ada pohon dekat SUTET (Saluran Utama Tegangan Ekstra Tinggi). Jangankan sampai nyenggol. Memasuki medan magnetnya pun sudah mengganggu. Bisa korsleting. Yang mengakibatkan arus listrik terhenti.
Mengapa yang korsleting di selatan Semarang, padamnya di Jakarta dan Jabar?
Orang Jakarta itu makan listriknya paling besar. Apalagi ditambah daerah industri sekitarnya: Tangerang, Bogor, Bekasi, Karawang.
Padahal pembangkit listrik terbesarnya ada di Jatim. Di Paiton.
Maka harus ada pengiriman listrik dalam jumlah besar. Dari Jatim ke Jakarta. Sekitar 3000 MW. Tepatnya saya sudah lupa.
Listrik sebesar itu hanya bisa dikirim lewat SUTET –yang tegangannya 500 kVA. Ibarat kirim air, selangnya harus sangat besar.
Kian tinggi tegangannya kian luas medan magnetnya. Karena itu harus ada sempadan yang lebar. Di sepanjang jalur SUTET tidak boleh ada tanaman tinggi. Dalam istilah listrik sempadan itu disebut ROW –Right of Way.
Dulu selalu ada patroli. Yang mengawasi ROW itu –apakah mulai ada gejala pohon yang mengganggu. Tidak harus tiap hari. Pohon tidak bisa mendadak tinggi.
Pertanyaannya: apakah anggaran patroli masih ada? Atau manajemen patrolinya yang lemah? Atau patroli sudah dilakukan, laporan sudah dibuat, tapi tidak ada anggaran penebangan pohon?
Sesederhana itu.
Tapi ada juga unsur nasib.
Jawa itu sebenarnya sudah aman. Biar pun sebagian besar pembangkitnya ada di Jatim. Di Jawa sudah punya dua jalur SUTET. Jalur Utara (yang lewat Ungaran, Semarang itu) dan jalur tengah. Membentang dari ujung timur ke ujung barat Jawa.
Kalau pun ada gangguan di jalur utara seperti itu sebenarnya tidak ada masalah. Arus listriknya bisa otomatis pindah ke SUTET jalur tengah.
Pohon sengon itu bukan satu-satunya tersangka.
Memang nasib PLN lagi apes. Terutama Plt Dirutnya. Masih baru. Belum 24 jam.
Hari Minggu itu ada perbaikan SUTET jalur tengah. Di timur Tasikmalaya. SUTET-nya dimatikan. Dengan pertimbangan sangat rasional: pada hari Minggu beban listrik di sekitar Jakarta turun drastis. Cukup dilayani jalur utara.
Sayang, kok sengon itu begitu jahatnya –bergoyang di hari Minggu itu.
SUTET Utara kena sengon. SUTET tengah lagi diperbaiki.
Akibat hilangnya pasokan dari dua SUTET tadi beban listrik kacau sekali.
Pembangkit-pembangkit listrik di wilayah barat mati satu-persatu.
Terjadilah bencana itu.
Kenapa begitu lama? Ini sudah menyangkut manajemen recovery. Hanya PLN yang tahu.
Ada pertanyaan kecil: ke mana pasukan ‘Kopassus’-nya P2B? Yang dibentuk dulu itu? Yang bisa memelihara SUTET tanpa harus mematikan sistem itu?
Dibubarkan? Tidak diteruskan? Tidak cukup? Tidak dikembangkan? Tidak ada anggaran?
Saya masih ingat. Peresmian pasukan itu dilakukan besar-besaran. Di Monas. Dengan demo cara-cara memelihara SUTET. Tanpa mematikannya.
Memang sangat berisiko. Peralatannya khusus. Bajunya khusus. Kepandaiannya khusus. Karena itu kita juluki ‘Kopassus’-nya PLN.
Di PLN juga ada satu departemen khusus: namanya P2B. Itulah yang mengatur seluruh sistem listrik di Jawa. Isinya orang-orang istimewa. Ahli-ahli listrik.
Saya menyebutnya ‘otak’-nya listrik. Lembaga itulah yang mengatur seluruh sistem di Jawa. Kadang saya dikritik. Terlalu mengistimewakan P2B. Saya tidak peduli. Saya sudah biasa mengistimewakan redaksi. Dalam seluruh organisasi surat kabar.
SUTET di bawah P2B itu. Tapi P2B di bawah siapa?
Organisasi PLN sekarang sudah beda. Di Jawa ada tiga direksi. Direktur Jatim/Bali, Direktur Jateng/DIY dan direktur Jabar/DKI.
P2B bisa punya posisi yang tidak jelas –di bawah koordinasi direktur yang mana. Mungkin sudah diatur. Orang luar seperti saya tidak bisa melihat.
P2B itu perlu terus berkoordinasi. Tiap tiga bulan mereka harus rapat. Untuk evaluasi perkembangan sistem di Jawa.
Adakah rapat itu masih ada? Atau sudah ditiadakan? Rapat-rapat P2B tidak boleh dianggap rapat biasa –yang bisa dihapus demi penghematan.
Demi laba.
Memang ironi: listrik itu baru diingat justru di saat ia mati.(Dahlan Iskan)

Bupati: Dihimbau Pelayanan Kesehatan Harus Ramah Anak

Puskesmas Ramah Anak

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menginstruksikan agar seluruh pelayanan kesehatan baik di rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan harus ramah anak.
Penekanan itu disampaikan saat peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2019 tingkat Kabupaten Pekalongan, kemarin.
“Saya minta Dinas Kesehatan dan 26 Puskesmas beri pelayanan terbaik untuk anak. Jadikan Puskesmas ramah terhadap anak,” pinta Bupati.
Dikatakan, pemkab membuat peta jalan (roadmap) agar Puskesmas menjadi Puskesmas layak anak. “Pendidikan juga harus beri pelayanan terbaik pada anak. Sekolah merupakan rumah kedua anak. Jangan sampai ada sekolah yang tidak nyaman anak. Jangan sampai ada diskriminasi terhadap anak,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, mengatakan, arahan dari Bupati agar Puskesmas layak anak akan disambut dengan baik. Menurutnya, Dinkes ke depan akan programkan untuk semua Puskesmas di Kabupaten Pekalongan ramah anak. “Seperti yang sudah kita buktikan bahwa Puskesmas Wiradesa terbaik nasional untuk Puskesmas layak anak,” ujar dia.
Dikatakan, untuk mewujudkan Puskesmas layak anak di Puskesmas itu ada ruang anak, ruang bermain anak, dan memisahkan antara pasien anak dan pasien dewasa. “Itu yang terpenting karena perlakukan yang berbeda. Jelas di situ untuk kita lakukan perlakukan secara humanis. Nanti seluruh Puskesmas akan dijadikan layak anak,” tandas dia. (ap5)

PMI Kota Santri Masuk Nominasi Program Dari Palang Merah Jepang



PMI Kota Santri di Terima Kunjungan dari Jepang, Ini Tujuannya

KAJEN – Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan baru baru ini dikunjungi oleh Perwakilan Palang Merah dari Negeri Jepang, Mereka berkunjung dalam rangka menilai kelayakan untuk memperoleh dukungan Program bantuan dari Palang Merah Jepang. Karena PMI Kabupaten Pekalongan yang menjadi salah satu kandidat.
Ketua PMI Kabupaten Pekalongan. Hj. Arini Harimurti bersama pengurus Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan Adi Prabowo, dan Tim PMI Pusat, JRCS dan PMI Provinsi Jateng, menerima perwakilan Palang Merah Jepang yang dipimpin oleh Yana Maulana di markas PMI Kabupaten Pekalongan (6/8/2019)
Palang Merah Jepang akan membantu program Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan dalam program penguatan kesiapsiagaan di masyarakat. Program ini dilaksanakan di dua Provinsi, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Saat ini kita sedang dalam tahap pemilihan wilayah Kabupaten yang akan kita damping secara penuh. Kebetulan di Jawa Tengah rencana kandidatnya ada Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kebumen,” Ujar Yana Maulana perwakilan Palang Merah Jepang di Indonesia.
Sementara Itu Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Arini Harimurti menyampaikan bahwa PMI kab pekalongan menerima perwakilan palang merah jepang, dimana pmi kab. Pekalongan salah satu nominasi penerima dukungan program kegiatan dari Palang Merah Jepang.
“Mereka melihat potensi yang ada di kabupaten pekalongan menjadi sasaran kegiatan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat, dan Harapannya semoga kabupaten terpilih sebagai penerima kegiatan tersebut,” tandasnya.

Deputi Rehablitasi BNN RI: Mendesak Pendirian BNN di Kota Pekalongan


Pendirian BNN di Kota Pekalongan Mendesak

Pendirian BNN di Kota Pekalongan Mendesak

KOTA – Pendirian Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kota Pekalongan, dinilai makin mendesak. Mengingat kondisi Kota Pekalongan merupakan daerah yang empuk menjadi sasaran narkoba karena keberadaan pelabuhan. Hal itu diungkapkan Deputi Rehablitasi BNN RI, Yunis Farida Oktoris Triana, dalam kegiatan peresmian Rumah Pintar Al Ma’laa yang sekaligus menjadi Intitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan tempat rehabilitasi narkoba, Selasa (6/8).

Namun meski mendesak, pendirian BNN kemungkinan belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Sebab saat ini tengah diberlakukan moratorium pendirian BNN baru di daerah. “Sementara kita masih moratorium. Tapi dengan dasar pertimbangan proposal dan berkas yang sudah diserahkan kepada kami akan dipertimbangkan melihat Kota pekalongan saat ini memang urgent,” tutur Yunis.

Menurut Yurnis, Kota Pekalongan merupakan daerah yang strategis dilihat dari budaya dan kulinernya. Di sisi lain, ada pelabuhan yang tentu menjadi sasaran empuk untuk penyebaran narkoba. “Saya mengacungi jempol atas kiat Walikota Pekalongan atas terbentuknya relawan dan penggiat anti narkoba di Kota Pekalongan. Mudah-mudahan Kota pekalongan bisa bersih dari narkoba. Dengan status BNN RI yang akan ditingkatkan setingkat dengan menteri mudah-mudahan pendanaan yang diberikan akan mampu mendukung Kota Pekalongan untuk mendirikan BNN,” kata Yunis.

Pendirian Rumah Pintar Al Ma’laa yang sekaligus menjadi IPWL di Jalan Dr Soetomo, merupakan gagasan PCNU Kota Pekalongan. Peresmian yang dilakukan Walikota Pekalongan bersama Deputi Rehabilitasi BNN RI, dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara IPWL Rumah Pintar Al Ma’laa dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) juga dihadiri oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (RSKPN) Kementerian Sosial RI yang diwakili Kasubdid Kelembagaan Sumber Daya, Beni Sujanto.

Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Kepala Organisasi perangkat Daerah (OPD) turut menyaksikan peresmian tersebut.

Walikota Pekalongan, M Saelany Machfudz mengapresiasi prakarsa dari masyarakat yakni NU yang telah memberikan fasilitasnya untuk tempat IPWL. “Dengan bangga peresmian Rumah Pintar Al Ma’laa ini langsung dihadiri oleh oleh Deputi Rehabilitasi BNN RI. Ini menjadi penyemangat bagi seluruh elemen untuk mengentaskan Kota Pekalongan dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tutur Saelany.

Menurutnya, adanya IPWL akan membantu Pemerintah Kota Pekalongan dalam hal sosialisasi pemahaman bahaya narkoba. Pemkot Pekalongan hanya bisa memberikan fasilitas mobil yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas IPWL untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi angka korban narkoba. “Selanjutnya, kita juga perlu mengajak para dai dan ulama untuk turut berdakwah dan mensosialisasikan bahaya narkoba ke masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua IPWL Rumah Pintar Al MA’laa, Agus Rofiqi mengatakan, setelah diresmikan Rumah Pintar ini, pihaknya akan menggarap kerjasama dengan Bapas setempat untuk merehabilitasi sejumlah warga binaan. “Sembari melaksanakan kegiatan rehabilitasi kami juga akan terjun ke kelurahan untuk memberikan edukasi bersama dengan lascar-laskar di kelurahan untuk mengurangi dampak penyalahgunaan narkoba,” tandas Agus.(dur)

Gelar Pelayanan KB Serentak di Empat Lokasi Kota Pekalongan

Dinsos P2KB dan Bhayangkari Gelar Pelayanan KB Serentak

KOTA – Pemkot Pekalongan melalui Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) setempat bersama pengurus Bhayangkari Cabang Pekalongan dan Dinas Kesehatan menggelar pelayanan KB serentak di empat lokasi di Kota Pekalongan, Selasa (6/8).

Untuk Kecamatan Pekalongan Barat, kegiatan diadakan di Puskesmas Medono, Pekalongan Timur di Puskesmas Sokorejo, Pekalongan Utara di Puskesmas Krapyak, dan Pekalongan Selatan di Puskesmas Jenggot.

Dalam pelaksanannya, kegiatan yang juga digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-74 ini KB serentak ini dihadiri sejumlah pengurus dan anggota Bhayangkari setempat, petugas BKKBN, pengurus PKK, penyuluh KB, serta kapolsek setempat.
Dinsos P2KB dan Bhayangkari Gelar Pelayanan KB Serentak


Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kasubbag Humas Iptu Suparji menjelaskan bentuk pelayanan KB yang diberikan diantaranya suntik implant, IUD, MOP (Metoda Operasi Pria), dan MOW (Metoda Operasi Wanita).

Pihaknya menyebutkan kegiatan ini diikuti puluhan akseptor. “Misalnya di Puskesmas Medono, Pekalongan Barat diikuti sembilan akseptor yang mendapatkan pelayanan KB secara gratis, dengan perincian enam KB menggunakan IUD dan tiga implant,” jelas Suparji.

Sementara di Puskesmas Jenggot, Pekalongan Selatan, diikuti oleh 17 akseptor, dengan perincian menggunakan IUD 7 orang dan implant 10 orang. “Bagi masyarakat atau akseptor yang mengikuti pelayanan KB serentak ini juga mendapatkan sembako gratis dan uang transport dari panitia pelaksana,” imbuhnya. (way)

Prospek Kerja Teknik Elektro

10 Peluang Atau Prospek Kerja Teknik Elektro Dan Gajinya

Dewasa ini prospek kerja teknik elektro memang sangat luas. Oleh sebab itu jurusan teknik elektro merupakan salah satu jurusan yang paing banyak peminatnya dikalangan mahasiswa. Terutama di universitas ternama, sudah dapat dipastikan setelah lulus sarjana teknik elektro banyak perusahaan yang melirik. Terlebih lagi jika Kamu termasuk tipe mahasiswa yang aktif dengan segudang prestasi. Berikut adalah 10 peluang atau prospek kerja teknik elektro yang perlu Kamu ketahui.
1. Menjadi Dosen Atau Guru
Kamu bisa bekerja menjadi dosen atau bekerja menjadi guru di SMA/SMK setelah lulus. Namun untuk menjadi dosen minimal Kamu harus lulus S2. Menjadi seorang dosen merupakan pekerjaan yang mulia. Gaji yang diterima lumayan tinggi sesuai dengan universitas atau sekolah yang menjadi tempat mengajar.
2. Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Lulusan sarjana teknik elektro juga berpeluang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagian yang bisa diambil biasanya pada bidang energi dan sumber daya mineral. Kamu bisa saja bekerja pada Dirjen Ketenagalistrikan kementerian energi dan sumber daya mineral. Tentunya gaji yang ditawarkan cukup tinggi jika menjadi seorang PNS
3. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Kamu bisa bekerja di BUMN setelah lulus kuliah. Perusahaan-perusahaan milik negra sangat membutuhkan kemampuanmu. Bidang kerja yang akan digeluti adalah pekerjaan yang berhubungan dengan telekomunikasi dan energi. Gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan yakni kisran 7 sampai dengan 12 juta.
4. Bekerja Di Sektor Swasta
Sektor swasta sangat berprospek untuk lulusan jurusan tenik elektro. Seperti halnya pengembangan software dan hardware, kominfo, telkom, dan masih banyak lagi. Gaji yang ditawarkan memang tidak terlalu tinggi. Namun ada sektor swasta yang menawarkan gaji cukup tinggi yakni perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, pembangkit listrik, dan perminyakan.
5. Menjadi Seorang Wirausaha
Apabila belum berkeinginan untuk bekerja, Kamu bisa membuka usaha sendiri di rumah. seperti yang telah dibahas di atas bahwa prospek kerja teknik elektro sangat luas. Kamu bisa membuka jasa servis laptop, komputer, printer, dan lainnya yang berhubungan dengan elektronik bisa menjadi lahan bisnis
Mengenai gaji, tentunya dalam membuka usaha membutuhkan modal. Semakin besar modal yang dikeluarkan maka semakin besar pula untung yang didapatkan.
6. Bekerja di Bidang Perminyakan dan Pertambangan
Bidang ini sangat diminati banyak orang. Teknik elektro merupakan jurusan yang sangat dibutuhkan pada bidang ini. Utamanya pada bidang control dan instrumen engineer. Seperti yang telah diketahui bahwasanya listrik sangat dibutuhkan oleh semua orang. Sehingga sumber listrik juga dibutuhkan. Inilah yang menjadikan peluang besar pada pekerjaan ini.
Gaji yang diberikan tergantung posisi yang diduduki. Jika setingkat sarjana, biasanya berada pada level 7 yakni dengan kisaran 5 – 7 juta. Semua tergantung ekbijakan dari perusahaan.
7. Bekerja Di Bidang Telekomunikasi
Peluang pekerjaan untuk lulusan teknik elektro di bidang telekomunikasi adalah pada bidang elektronika, instrumen dan kontrol tang, serta IT. Dengan gaji yang diterima kisaran 7 hingga 10 juta dan bahkan lebih.
8. Bekerja Di Bidang Kelistrikan
Yang bisa bekerja pada bidang kelistrikan hanyalah lulusan jurusan teknik elektro. Sehingga menjadi peluang besar bagi Kamu sarjana teknik elektro untuk merebut pekerjaan tersebut. Bisa dengan mudahnya mendapat pekerjaan dan dengan gaji yang cukup besar.
9. Software Developer
Lulusan elektro juga mampu mengembangkan perangkat lunak sebagai upaya pengembangan IOT (Internet Of Things). Karena setidaknya mampu menguasai bahasa pemograman untuk perangkat keras. Dengan gaji yang ditawarkan minimal 5 juta.
10. Manufaktur
Sebenarnya banyak jurusan yang bisa masuk di bidang ini. Oleh karenanya persaingan cukup berat. Namun semua konsentrasi yang ada pada teknik elektro bisa masuk. Baik sebagai Engineer, staf produksi, teknisi, dan bahkan staf personalia. Untuk gajinya tergantung posisi yang diduduki, kisaran 4,5 hingga 18 juta yang tertinggi.
Demikian ulasan mengenai 10 prospek kerja teknik elektro. Dengan harapan dapat dijadikan sebagai pengetahuan tambahan bagi Kamu yang masih ragu dengan jurusan teknik elektro. Semoga bermanfaat !
Ayo Kuliah di Jurusan Teknik Mesin Klik disini
UMPP


Prospek Jurusan Teknik Mesin

5 Peluang Kerja Bagi Lulusan Teknik Mesin
Anda suka melakukan perhitungan? Apakah anda tertarik untuk masuk jurusan teknik mesin? Peluang kerja teknik mesin sangat banyak sehingga diminati oleh banyak orang.
Teknik Mesin merupakan ilmu yang mempelajari aplikasi dari prinsip fisika untuk desain mesin, manufaktur, analisis suatu mesin,dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik yang ada. Setiap hari berbagai mesin digunakan untuk membantu kehidupan manusia, seperti mesin pabrik, kendaraan motor, serta mesin yang bisa menjalankan dirinya sendiri (robot). Oleh karena itu lulusan teknik mesin sangat dibutuhkan oleh perusahaan – perusahaan besar.
Selain peminat dari jurusan teknik mesin yang banyak, ternyata sarjana teknik mesin mempunyai peluang untuk bekerja di berbagai bidang pekerjaan. Berikut ini merupakan prospek kerja teknik mesin yang perlu anda ketahui.

1. Perusahaan dan Industri

Perusahaan tentu membutuhkan seorang engineer teknik mesin untuk mengendalikan pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi menggunakan mesin – mesin dalam pabrik untuk dipantau. Perusahaan yang membutuhkan teknik mesin antara lain PT. UNILEVER, PT. PLN, Yamaha, Astra, dll.

2. Pertambangan

Suatu perusahaan tambang tentu membutuhkan ahli mesin untuk mengendalikan seluruh proses baik pengambilan dan pengolahan dari bahan tambang. Sehingga engineer teknik mesin dibutuhkan dalam hal ini baik di perusahaan nasional maupun internasional, seperti PT. Pertamina, Chevron, Freeport, dll.

3. Dosen

Lulusan teknik mesin dapat menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, dan peluang untuk menjadi dosen minimal dengan menyelesaikan S2 masih sangat terbuka lebar karena jurusan teknik mesin masih sangat dibutuhkan.

4. Wirausaha

Dengan kemampuan yang dimiliki oleh lulusan teknik mesin, tak heran jika lulusan ini mampu mendirikan lapangan pekerjaan sendiri baik yang berhubungan langsung dengan teknik mesin maupun tidak. Misalnya membuka industri mobil, membuka industri perhotelan, menjadi desainer mekanik, dll.

5. Instansi Pemerintah

Peluang bekerja di pemerintahan bisa juga dilakukan oleh lulusan teknik mesin seperti di departemen pemerintahan pusat riset dan pengembangan teknologi milik pemerintah antara lain IPTN dan BPPT.
Mau Kuliah Jurusan Teknik Mesin Klik disini
UMPP


Prospek Prodi Ekonomi Syariah

Sangat Menarik! 6 Prospek Kerja Ekonomi Syariah/Islam
Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari akan adanya masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistem ekonomi koperasi ini beda halnya dari kapitalisme, sosialisme, hingga negara kesejahteraan (Welfare State). Lulusan dari jurusan atau program studi ini harus bisa mengembangkan ekonomi secara syariah atau Islam

Berbeda dari kapitalisme, karena memang Islam sangat menentang eksploitasi oleh para pemilik modal terhadap para buruh yang memang kurang mampu dan dilarang untuk melakukan penumpukan kekayaan.

Tidak hanya itu saja, ekonomi di dalam kaca mata Islam juga menjadi salah satu tuntutan kehidupan, yang mana sekaligus menjadi anjuran yang mempunyai dimensi ibadah yang teraplikasi di dalam etika beserta juga moral.

Ekonomi Islam ini memiliki tujuan untuk memberikan suatu bentuk keselarasan dalam kehidupan di dunia. Nilai Islam itu tak hanya semata-mata sebagai kehidupan bagi kaum muslim saja, melainkan juga bagi seluruh makhluk hidup di muka bumi.

Esensi proses Ekonomi Islam ini menjadi bentuk pemenuhan dari kebutuhan manusia, yang berlandaskan nilai-nilai Islam untuk mencapai tujuan agama (falah).

Ekonomi Islam sendiri menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta, yang mana pengimplementasiannya itu tak terbatas pada ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam bisa menangkap nilai fenomena masyarakat, sehingga di dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.

1. Deskripsi

Jadi, seperti yang sudah dijelaskan di atas, ekonomi syariah ini memang mempelajari akan masalah ekonomi rakyat yang mana diilhami oleh nilai-nilai Islam di dalamnya. Tentu, ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional terdapat perbedaan satu sama lain.

Karena alasan yang sangat tepat, Al Quran dan Sunnah banyak membahas mengenai bagaimana seharunya kaum Muslim bisa memiliki perilaku yang baik sebagai produsen, konsumen dan juga pemilik modal, namun hanya sedikit akan tata sistem ekonomi.

Sebagaimana yang sudah diungkapkan dalam pembahasan tersebut, ekonomi dalam Islam harus bisa mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para setiap pelaku usaha. Ekonomi syariah juga menekankan terhadap 4 sifat, seperti :
  1. Kesatuan (unity)
  1. Keseimbangan (equilibrium)
  1. Kebebasan (free will)
  1. Tanggung jawab (responsibility)
2. Ruang Lingkup Pembelajaran
Seperti yang ada pada Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN), capaian pembelajaran yang ditargetkan pada program studi ekonomi syariah ini, sebagai berikut :
  • Knowledge (Pengetahuan)
  • Pemahaman yang mendalam akan ilmu ekonomi syariah dengan kajian ekonomi Islam dan teori ekonomi Islam.
  • Pemahaman tentang hukum, prinsip dan konsep ibadah dan muamalah yang mana merujuk terhadap Al Quran dan Hadits dalam konteks ekonomi (muamalah).
  • Pemahaman akan ilmu perbankan syariah, ilmu asuransi syariah, ilmu manajemen keuangan syariah, ilmu gadai syariah dan bagian ilmu ekonomi syariah terkait yang lain.
  • Skill (Keterampilan)
  • Mahasiswa mampu mengaplikasikan teori dari ilmu ekonomi syariah, terkhusus yang memiliki kaitan dengan perbankan dan ekonomi syariah.
  • Attitude (Sikap)
  • Mahasiswa yang bersikap syar'i dalam bermuamalah dengan cara menerapkan prinsip, seperti dhamir, itqan, qona'ah dan prinsip syar'i yang lain.
  • Mahasiswa mempunyai etika bisnis syariah

3. Kompetensi Lulusan
Berikut ini beberapa komptensi lulusan program studi Ekonomi Syariah STIA Alma Ata Yogyakarta :
  • Kompetensi Utama
  • Mampu merancang pengoperasian dan pengembangan unit usaha yang berbasis akan syariah secara inovatif, mampu menciptakan nilai tambah dan memiliki wawasan lingkungan.
  • Mampu merancang alokasi sumber daya alam, manusia, modal dan sosial guna meningkatkan efisiensi operasi unit manajemen tertentu.
  • Mampu bekerja sama di dalam tim yang multidisiplin.
  • Mempunyai pemahaman etika bisnis dan manajemen syariah yang berwawasan akan lingkungan.
  • Mampu melakukan identifikasi terhadap resiko dan mengantisipasi adanya ketidakpastian di dalam sistem operasi ekonomi syariah.
  • Mempunyai kepekaan terhadap persoalan atau masalah sosial budaya masyarakat, terkait dengan pengembangan ekonomi yang berbasis syariah.
  • Mampu merumuskan strategi beserta juga penggunaan metode dan sumber daya, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai macam tantangan pengembangan ekonomi syariah masa depan.
  • Mampu memfasilitasi dialog dalam dan antarkelompok pemangku kepentingan unit manajemen, untuk mendukung proses perumusan dan keberlanjutan kebijakan yang mana melibatkan peran serta dari masyarakat.
  • Mampu berpikir secara analitis dan sintetis untuk melakukan tahap evaluasi dan memberikan solusi terkait pengembangan ekonomi berbasis syariah.
  • Mampu melakukan negosiasi dan berkomunikasi efektif dengan pemangku kepentingan di dalam pengembangan unit manajemen tertentu.
  • Kompetensi Pendukung
  • Mempunyai keterampilan dalam melakukan aksi partisipatori.
  • Mampu menerapkan dan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi di bidang ekonomi yang bisa mendukung optimalisasi peran dan fungsi sebagai ekonom Islam professional di tengah masyarakat.
  • Mempunyai keterampilan pengembangan ekonomi yang berbasis akan penelitian.
  • Mempunyai jiwa atau sikap entrepreneurship yang bisa diandalkan.
  • Kompetensi Lain
  • Menunjukkan perilaku interpersonal dan intrapersonal yang berbasis pada nilai ajaran Islam Rahmatal lil'alamin.
  • Mempunyai kemampuan dalam berbahasa asing, khususnya dalam bahasa Inggris dan dunia IT yang memadai dalam mendukung belajar sepanjang hayat (lifelong learning).
  • Mampu membaca Al Quran dengan baik dan mampu melaksanakan praktik sholat secara benar. [3]
4. Gelar
Gelar yang nantinya berhasil diperoleh oleh mahasiswa lulusan dari jurusan atau program studi Ekonomi Syariah ini ialah Sarjana Ekonomi Islam, (S.E.I.) / S.E.




Mau Kuliah Jurusan Ekonomi Syariah klik disini
UMPP