Selasa, 25 Agustus 2015

Sapi Qurban Pekalongan


Sapi Qurban 2015
Pesan sekarang juga dengan harga yang lebih ekonomis, Sapi Qurban 2015
Sapi dengan Bobot Hidup 230 – 330 Kg Kami jual dengan harga Rp. 70.000,- per kilo hidup.
Sapi dengan Bobot Hidup 350 – 400 Kg, Kami jual dengan harga Rp. 70.000,- Perkilo hidup.
Biaya penitipan sapi Rp. 10.000,- perhari perekor.
Gratis antar sampai ke tempat (khusus Kota Pekalongan dan sekitarnya)
Anda Berminat:  hubungi contac person:
Muhammad Ibrohim = 0857-867-0456-9







Rabu, 18 Maret 2015

Bantuan Tempat Displai

PEKALONGAN – Sebanyak 25 pelaku usaha kecil menengah (UKM) batik menerima bantuan tempat untuk mendisplai batik atau gawangan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pekalongan.
 
Bantuan diserahkan oleh Wakil Walikota Ahmad Alf Arslan Djunaid dan Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan Supriyono, di Aula Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan, Senin (16/3). Wakil Walikota mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk mendorong pelaku UKM batik agar mengembangkan usahanya.
 
Selain itu, Pemerintah Kota Pekalongan juga memfasilitasi pelaku UKM batik untuk menggelar pameran-pameran. Ada alokasi dana untuk memfasilitasi pelaku UKM batik mengikuti pameran di provinsi, luar provinsi, bahkan luar pulau,” terangnya.
 
Pendampingan
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan Edi Harsoyo menjelaskan, bantuan tempat untuk mendisplai batik tersebut merupakan bagian dari Program Pendampingan Pengembangan UMKM di Kota Pekalongan. “tujuannya untuk mendukung dan mendampingi UMKM agar bisa berkembang lebih baik lagi,” terangnya.
 
Menurut dia, bantuan tersebut di alokasikan dari APBD Kota Pekalongan tahun anggaran 2015 sebesar Rp 30 juta. Namun anggaran sebesar Rp 30 juta tidak hanya untuk bantuan alat displai batik saja, tetapi bantuan dalam bentuk lainnya. Harapannya, bantuan alat displai batik tersebut menjadi stimulan sebagai pendorong bagi pelaku UKM batik untuk mengembangkan usahanya.
 
Pelaku UKM batik yang belum punya kios, diharapkan dengan adanya bantuan ini bisa mempunyai kios,” jelasnya. Sejumlah pelaku UKM batik menyambut gembira bantuan tersebut. Mila, pemilik Batik Baroza mengatakan, bantuan tersebut mendorongnya untuk buka cabang. “Gawangan ini akan saya gunakan pada saat saya buka cabang,” terangnya. Usai acara penyerahan, masing-masing pelaku UKM batik membawa pulang gawangan dari kayu tersebut. Sebagian diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka. (K30-49)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 18-03-2015)

Pelayanan Terpadu Tiga Pilar

Penggabungan Kelurahan 
 
 PEKALONGAN – Walikota M Basyir Ahmad mengatakan, proses perubahan data administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik bagi warga yang tinggal di kelurahan-kelurahan penggabungan akan selesai pada Juni mendatang. “Kami targetkan enam bulan selesai,” kata Basyir di sela-sela Pelayanan Terpadu Tiga Pilar di halaman sebuah toko modern di Pekalongan, Rabu (18/3).
 
Perda Penggabungan Kelurahan di lingkungan Pemkot Pekalongan Nomor 8 Tahun 2013 mulai diterapkan pada 5 Januari lalu. Dari 47 kelurahan digabung menjadi 27 kelurahan. Penggabungan kelurahan tersebut berdampak terhadap perubahan data KK dan KTP. Warga di sejumlah kelurahan yang terkena penggabungan sudah mulai mengrus perubahan data KK dan KTP. Di Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan, misalnya, tercatat 80 persen RT sudah mengurus perubahan KK dan KTP.
 
Dari 60 RT yang ada di Kelurahan Sapuro Kebulen, 80 persen sudah memproses perubahan KK dan KTP dan sudah diserahkan ke Dindukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Kota Pekalongan,” papar Lurah Sapuro Kebulen, Siti Zahroh saat memantau pengurusan perubahan KK dalam Pelayanan Terpadu Tiga Pilar tersebut
 
Sudah Didistribusikan
Hari itu, ratusan warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat yang belum mengurus perubahan KK memanfaatkan Pelayanan Terpadu Tiga Pilar untuk mengurus perubahan KK. Salah satunya Mastini (63), warga RT 06 RW 02 Kelurahan Podosugih itu yang datang untuk mengurus perubahan KK. “Saya mau menambah anggota keluarga. Anak saya dan cucu saya,” papar Mastini.
 
Terpisah, Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan Kustiati Sri Mulyani menjelaskan, hingga saat ini Dindukcapil sudah memproses perubahan KK dari beberapa kelurahan yang mengalami penggabungan. Menurut dia, sekitar 40 persen KK baru sudah didistribusikan ke kelurahan-kelurahan untuk dibagikan kepada warga. “KK baru yang sudah disesuaikan dengan nomenklatur dalam Perda Nomor 8 tahun 2013 telah selesai dibuat dan 40 persen di antaraanya sudah didistribusikan kepada masyarakat,” kata Mulyani.
 
Dindukcapil Kota Pekalongan, lanjut dia, hingga saat ini terus mengebut penyelesaian perubahan data KK yang belum tercetak. Mulai dari input data hingga pendataan berkas KK yang baru. Ia menargetkan, perubahan data administrasi penduduk baik KK maupun KTP selesai pada pertengahan tahun ini. (K30-74)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 19-03-2015)

Pasar Terpadu Kuripan Dibuka Pertengahan April

Dibuka Pertengahan April
 
PEKALONGAN – Pasar Terpadu di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan yang telah selesai dibangun, rencananya juga akan digunakan untuk tempat pemotongan hewan. Pemkot Pekalongan saat ini telah menerima sedikitnya 15 calon pedagang yang akan menjalankan usaha pemotongan hewan.
 
Demikian disampaikan Walikota Pekalongan, M Basyir Ahmad, Senin (16/3). “Selain nanti untuk pasar burung kicau dan dara, ikan hias, dan ayam, juga di situ akan ada tempat untuk pemotongan hewan. Sudah ada 15 pedagang untuk pemotongan hewan yang sudah terdata,” kata Basyir.
 
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya terus berbenah dan mengkoordinasi calon pedagang yang akan menghuni Pasar Kuripan Terpadu yang rencananya akan dioperasikan mulai April mendatang. Selain untuk pasar hewan yang akan dikumpulkan secara terpadu, dia menambahkan, Pasar Kuripan juga akan digunakan sebagai tempat pemotongan hewan. Seperti kambing, sapi dan lainnya. “Pasar terpadu Kuripan sesuai rencana akan dibuka paling lambat 15 April mendatang,” katanya.
 
Dalam membangun Pasar Terpadu Kuripan, pihaknya melibatkan beberapa instansi. Yakni Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM, Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). 
 
Jadi masing-masing dinas mengkoordinasi masing-masing pedagang yang akan direlokasi. Sementara untuk DPU, menjalankan agar bagaimana sanitasi atau pembuangan untuk dipasar bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada tempat pemotongan hewan, namun dainase atau pembuangan limbahnya buruk,” katanya.
 
Untuk sistem pengelolaan Pasar Terpadu Kuripan, menurut Basyir, belum menggunakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti yang telah masuk dalam rencana sebelumnya. Namun, dia menambahkan, masih akan menggunakan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD).
 
Dikelola UPTD
Pedagang sudah clear semua dan setuju untuk direlokasi ke Pasar Terpadu Kuripan. Tapi memang sementara pengelolaan masih dengan UPTD. Pengelolaan akan menjadi BLUD nanti akan diputuskan pada sekitar Mei. Saat ini masih disiapkan secara matang untuk BLUD,” ucapnya. Untuk menjadi BLUD, Basyir menjelaskan, harus ada manajemen yang baik, regulasi yang jelasn, dan paling penting mengedepankan pelayanan yang berkualitas.
 
Jangan sampai pelayanan jelek. Pasar sengaja tidak kami buat perusahaan daerah, karena jika hanya mencari keuntungan maka akan kalah dengan pasar modern. Untuk itu, saat ini kita sedang pertimbangkan untuk membuat regulasi dan manajemen yang baik namun tetap mengedepankan pelayanan bukan semata keuntungan,” ujarnya.
 
Pasar Terpadu Kuripan, merupakan pasar terpadu yang akan menampung seluruh pedagang hewan di Kota Pekalongan. Yakni untuk pedagang ikan hias yang sebelumnya berada di Pasar Sayun, Pasar burung di Pasar Podosugih dan Sorogenen, dan pedagang-pedagang hewan lainnya yang tersebar di beberapa pasar di Kota Pekalongan.
 
Sementara itu Kepala Disperindagkop Kota Pekalongan, Supriono kepada Suara Merdeka menjelaskan, pembangunan Pasar Terpadu Kuripan dilaksanakan dalam tiga tahap. “Pembangunannya sampai sekarang baru selesai tahap II,” ucapnya. Dia menambahkan, pembangunan tahap I menghabiskan biaya Rp 4,7 miliar. Rinciannya dari APBN 2014sebesar Rp 3 miliar lebih, dan APBD Kota Pekalongan 2014 sebesar Rp 3,7 miliar. Sedangkan pembangunan tahap II, kata Supriono, menghabiskan biaya Rp 1,1 miliar. Dana diperoleh dari APBD Perubahan 2014.
 
Adapun pembangunan tahap III akan dkerjakan dalam waktu dekat ini dengan biaya sebesar Rp 1.250.000.000 dari APBD Kota Pekalongan 2015. Dengan demikian total biaya pembangunan Pasar Terpadu Kuripan sebesar Rp 7,1 miliar. (enn-15)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 17-03-2015)

Industri Galangan Kapal Kota Pekalongan

Pemkot Pekalongan Dorong Industri Kapal

TRIBUNNEWS.COM. PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendorong pelaku industri galangan kapal membantu mewujudkan daerah setempat sebagai bagian dari poros maritim.
Wakil Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid di Pekalongan, mengatakan dorongan pemkot terhadap pelaku industri galangan kapal itu juga sebagai upaya mendukung program poros maritim yang telah digagas oleh Presiden Joko Widodo.

"Kami patut mendorong terhadap pelaku galangan kapal karena usaha tersebut berperan besar dalam memajukan industri maritim khususnya perkapalan di daerah setempat," katanya, Rabu (18/3/2015).

Menurut dia, usaha yang telah dilakukan PT Barokah Marine sebagai salah satu industri galangan kapal di Kota Pekalongan, kini sudah menunjukan kiprahnya sebagai perusahaan yang turut andil dalam mendukung program poros maritim.

"PT Barokah Marine ini menyerap tenaga kerja relatif cukup banyak. Kemudian kapal-kapal yang diproduksi juga sudah sesuai pesanan, seperti kapal tongkang, kapal keruk, kapal roro, kapal tunda, dan kapal kargo. Ini tentunya tak hanya memajukan sektor maritim saja tetapi juga sektor lain," katanya.

Ia mengatakan Kota Pekalongan yang memiliki garis pantai dengan panjang sekitar sembilan kilometer, juga sudah mempunyai program minapolitan yang didukung oleh Pemprov Jateng dan pusat.

"Kami juga sudah ada rencana untuk mengembangkan kawasan pantai pada bidang pariwisata, bisnis, serta industri maritim. Salah satu wilayah pantai itu adalah kawasan Slamaran," katanya.

Ia mengatakankan pemkot optimistis banyak pihak yang akan mendukung pengembangan industri maritim, termasuk industri perkapalan agar lebih maju lagi.

"Banyak pihak yang bisa 'mem-backup', termasuk dalam pembiayaan. Jika pengusaha bisa mencari terobosan di bidang pembiayaan dengan perbankan maupun koperasi pasti ada jalan keluar," katanya.(*)

Selasa, 17 Maret 2015

Nilai Ekspor Andalan Kota Pekalongan




2014, Ekspor Pekalongan US$ 26,6 Juta

Pekalongan - Ekspor sejumlah produk komoditas andalan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, selama 2014 menghasilkan devisa sebesar US$ 26,6 juta, kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan, Supriono.

"Adapun sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor, antara lain Afrika, Asia, dan Eropa," katanya di Pekalongan, Selasa (17/3).

Menurut dia, tujuh komoditas andalan tersebut adalah sarung tenun, batik, garmen, benang, ikan kaleng, mi instan, dan cangkang kepiting kering.

Untuk negara di Afrika, kata dia, biasanya mengekspor ikan kaleng, sedangkan sarung dengan tujuan ke Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Ia mengatakan meski nilai ekspor sudah mencapai relatif besar tetapi produk industri masih diekspor melalui pihak ketiga.

"Selama ini, banyak produk hasil pengusaha kita yang sampai di luar negeri. Akan tetapi produk itu sudah tidak lagi berlabel Pekalongan karena pengusaha masih menggunakan pihak ketiga, bukan mengekspor secara langsung," katanya.

Ia mengatakan sejumlah faktor yang memengaruhi para pengusaha enggan melakukan ekspor langsung karena mereka belum memahami mekanisme dan proses ekspor.

"Akibat tidak memahami masalah ekspor, para pengusaha takut akan risiko yang dapat muncul dengan produk komoditas yang diekspor," katanya.

Penulis: /PCN

Sumber:Antara

 

Ulang Tahun atau Hari Jadi Kota Pekalongan ke-109

Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner dan Seni Budaya ke-4
Dalam Rangka Hari JAdi Kota Pekalongan ke-109 (1 April 1906 - 1 April 2015)

Add caption

Senin, 16 Maret 2015

Konsumen Cerdas Mengerti Hak dan Kewajiban

Warga Diharapkan Jadi Konsumen Cerdas

PEKALONGAN – Kepala Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Pekalongan, Darwati mengajak masyarakat di Kota Batik untuk menjadi konsumen cerdas. Dengan harapan, masyarakat akan lebih paham tentang hak mereka sebagai konsumen sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999.
 
Jadilah konsumen cerdas yang mengerti hak dan kewajibannya,” kata Darwati pada Sosialisasi Konsumen Cerdas di kantor Kelurahan Medono, Jumat (13/3). Kegiatan diselenggarakan Dinas Peindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pekalongan.
 
Dijelaskan, konsumen cerdas yakni konsumen yang secara mandiri dapat memproteksi dirinya, keluarganya dan lingkungannya dengan meneliti kebenaran informasi mengenai produk yang akan dibeli, dikonsumsi dan dimanfaatkannya. Selain itu, konsumen cerdas juga ikut membangun tanggung jawab pelaku usaha agar memproduksi dan memperdagangkan barang yang memenuhi persyaratan perlindungan konsumen. Ia menjadi kontrol, unsur pengawas, kritisi dan feed back kepada dunia usaha.
 
Esensi Perlindungan
Konsumen cerdas, lanjut dia, juga harus mendahulukan produk bangsa sendiri dibandingkan produk bangsa lain. Kecuali produk yang bersangkutan tidak ada substitusinya di dalam negeri. Lebih lanjut Darwati menyampaikan, gerakan konsumen cerdas sebagai dasar perlindungan konsumen. “Esensi perlindungan konsumen untuk meningkatkan tanggung jawab pelaku usaha, pentingnya melakukan bisnis sesuai dengan ketentuan, guna melindungi kepentingan konsumen,” imbuhnya.
 
Menurut Darwati, bagi pelaku usaha yang melakukan perbuatan yang dilarang dikenakan sanksi administrasi dan pidana. Ia menambahkan, perlindungan konsumen juga untuk menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum, keterbukaan informasi serta akses untuk memperoleh informasi. Selain itu menumbuhkan kesadaran pelaku usaha sehingga tumbuh sikap jujur dan bertanggung jawab dalam penyediaan barang atau jasa yang berkualitas. (K30-74)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 16-03-2015)

Lomba Mancing Dapat Hadiah

Peserta Membludak jadi 1500 Orang, Panitia Tambah Jumlah Ikan

Sepanjang 100 meter saluran irigasi Jalan Raya Lapangan Nasional tepatnya di depan PAY Muhammadiyah Kajen mulai pukul 13.00 tidak seperti hari-hari biasanya. Di tempat tersebut dibanjiri oleh anak-anak, orang dewasa, bahkan ibu-ibu untuk mendapatkan ikan berhadiahkan kulkas, sepeda lipat dan beberapa elektronik lainnya dengan mengikuti mancing.

Lomba dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Siswanto dan dihadiri oleh sejumlah undangan itu yang ditargetkan oleh panitia sekitar 1000 peserta. Ternyata, peserta melibihi target hingga mencapai 1500 peserta.

Karena antuasias masyarakat yang cukup tinggi untuk mengikuti lomba, panitia pun menambahkan ikan yang dilepaskan di arena lomba mancing, menjadi 210 kilogram atau 2,1 kuintal ikan jenis bawal, tawes, mujaer, emas dan nila. Secara simbolis, ikan dilepaskan oleh Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan. Adapun untuk mendapatkan hadiah berupa kulkas, sepeda lipat, TV dan hadiah menarik lainnya, panitia telah memberi tanda pita merah pada ikan yang dilepaskan di arena lomba mancing.

Sementara peserta yang mendapatkan ikan namun tidak ada tanda, akan menjadi peserta untuk dibawa pulang. Untuk lebih memeriahkan lomba, panitia juga melakukan pengundian bagi-bagi hadiah kepada peserta. Suasana ramai dibawah rindangnya pepohonan membuat peserta makin betah, bahkan tak jarang peserta yang mendapatkan ikan namun jatuh lagi, disoraki oleh rekan-rekan lainnya, hingga membuat lomba makin meriah.

Peserta diantaranya anak-anak,orang dewasa, bahkan ibu-ibu yang memancing dengan saling berhadapan dibatasi air sekira lebar empat meter itu, adapula yang  terlihat tenang dan berdoa supaya bisa mendapatkan ikan.

Selain lomba mancing, PAY Muhammadiyah Kajen bekerjasama dengan PMI Kabupaten Pekalongan menggelar bakti sosial donor darah di depan kantor PAY. Dengan begitu, sembari memancing masyarakat bisa menyumbangkan darahkan kepada mereka yang sedang membutuhkan. Selain itu, untuk mengguggah para peserta panitia telah menyulap sepanjang saluran itigasi itu dengan bersih dan indah.

“Antusias masyarakat untuk mengikuti lomba macing ini cukup tinggi hingga mencapai 1500 peserta padahal sebelumnya kami hanya menyediakan untuk 1000 peserta. Dengan peserta yang membludak, panitia pun menambahkan ikan di tempat pemancingan 2,1 kuintal,” ungkap Panitia Lomba Mancing PAY Muhammadiyah Kajen, Siswadi.

Apabila batas waktu yang ditentukan sampai pukul 16.00 tidak ada satupun yang mendapatkan ikan yang diberi tanda pita merah atau warna lainnya, maka dilakukan pengundian kupon, yang sebelumnya diberikan kepada peserta ketika pendaftaran.”Apabila sampai batas waktu tidak ada yang mendapatkan ikan maka hadiah akan dilakukan pengundian,” lanjutnya.

Adanya lomba mancing itu, diharapkan masyarakat bisa untuk menjaga saluran irigasi atau sungai supaya tetap bersih, tidak membuang sampah secara sembarangan, karena selain dapat memicu terjadinya banjir, merusak ekosistem. (*)

 

Minggu, 15 Maret 2015

Longsornya Tebing

Rekannya Patah Tulang

KESESI – Seorang mandor kuli bangunan, Ratmo (60), warga Desa Kebandungan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, tewas lantaran tertimpa longsoran tebing tempat kerja milik Subandi di Dusun Talutan Rt 01 Rw 04 Desa Kesesi Kecamatan Kesesi, Sabtu (14/3). Sementara rekan kerjanya, Castono, patah tulang.

Informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.00. Saat itu, korban bersama enam rekannya sekira pukul 07.30 mengerjakan pondasi tebing dengan tinggi sekitar 3 meter. Bangunan yang rencananya akan digunakan untuk garasi mobil milik Subandi itu tiba-tiba longsor hingga menimbun Ratmo dan Castono (45) warga Desa Kebandungan, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.

Dalam kejadian itu, seluruh tubuh Ratmo tertimbun longsoran tebing, sedangkan Castono tertimbun sebagian tubuhnya. Diduga karena beban bekas bangunan terlalu beras membuat korban tak berdaya hingga mengalami luka cukup parah. Meski langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kajen, namun nyawa Ratmo tak dapat terselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia. Sementara Castono mengalami patah tulang kaki hingga kini masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Kajen.

Salah satu rekan korban, Rusiyanto, warga Desa Kebandungan, Bodeh, membenarkan saat itu ia bersama dengan korban tengah membuat bangunan. Pada kesempatan itu, Ratmo tepat berada di bawah bangunan, sementara Castono agak jauh. “Pada saat tebing roboh, tubuh korban tertimpa bangunan, sementara Castono tertimpa kakinya,” terangnya.

Sementara Kasubbag Humas Polres Pekalongan, AKP Guntur Tri Harjanti, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, korban sebelumnya hendak mengerjakankan pondasi untuk bangunan garasi mobil milik Subandi warga Dusun Talutan Rt 01 Rw 04 Desa Kesesi Kecamatan Kesesi.

“Sesaat kemudian terjadi tebing tersebut longsor yang menimbun seluruh badan Ratmo selaku mandor bangunan dan Castono. Meski kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Kajen, namun seorang bernama Ratmo nyawanya taka dapat terselamatkan, sedangkan Cahyono mengalami patah tulang,” terangnya.

Sementara untuk mengetahui lebih pasti, kasus itu masih ditangani oleh anggota Polsek Kesesi untuk mengetahui persis penyebab longsornya tebing tersebut. “Kasus ini masih ditangani anggota Polsek Kesesi,” imbuhnya. (yon)

Merosotnya Nilai Rupiah,Kondisi Industri Batik Kian Terpuruk

Kadin Pekalongan: Industri Batik Kian Terpuruk

Metrotvnews.com, Pekalongan: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kota Pekalongan, Riicsa Mangkula menyatakan, merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengakibatkan kondisi industri batik di kota itu kian terpuruk.

"Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengakibatkan harga sejumlah bahan baku dan obat batik naik relatif tinggi. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap kelangsungan usaha kerajinan batik," katanya di Pekalongan, Minggu (15/3/2015).

Menurut dia, selama ini bahan baku batik berupa obat dan kain mori masih harus didatangkan dari luar negeri sehingga kenaikan kurs dolar AS berpengaruh negatif terhadap usaha kerajinan batik. "Oleh karena itu, para pengusaha batik untuk sementara ini memilih mengurangi jumlah produksi bahkan berhenti berproduksi sambil menunggu harga bahan baku kembali turun," ujar dia.

Dia mengatakan saat ini jumlah industri batik yang masih bertahan tetap berproduksi hanya sekitar 25 persen karena perajin tidak mampu menghadapi kenaikan harga bahan baku dan kesulitan modal. "Oleh karena itu, kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi bagaimana cara para pelaku usaha kerajinan batik dapat melangsungkan usahanya lagi tanpa dibayang-bayangi dengan kenaikan harga bahan baku dan obat batik," ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan, Supriyono mengatakan bahwa hampir 98 persen bahan baku batik, seperti mori dan lilin didatangkan dari luar negeri. "Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak serta merta menguntungkan para ekportir tetapi juga berpengaruh terhadap pelaku usaha batik yang harus mendatangkan bahan baku dari luar negeri," katanya.
WID 

Jumat, 13 Maret 2015

DMI Kota Pekalongan : Prioritaskan Pengurusan Wakaf

 Antisipasi Persoalan Hukum
 
PEKALONGAN – Para pengurus masjid di Kota Pekalongan diminta segera mengurus administrasi tanah wakaf di semua masjid yang dikelolanya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi persoalan hukum mengenai aspek legal kepemilikan tanah di kemudian hari.
 
Sangat riskan jika status tanah masjid tidak diurus dengan baik. Hari ini aman, tetapi lima tahun yang akan datang, siapa tahu? Jadi, kami minta kepada pengurus masjid untuk mengurus kejelasan status banda masjid, aset masjid,” tandas Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah, Ahmad pada silaturahmi Ulama dan Umaro dan Rapat kerja daerah (rakerda) DMI Kota Pekalongan di ruang Amarta Setda Kota Pekalongan.
 
Menurut dia, banyak masjid yang berdiri di atas tanah wakaf yang penyerahannya hanya secara lisan. Ia khawatir jika tanah wakaf di masjid-masjid tidak segera diurus, nantinya akan timbul gugatan oleh pihak ahli waris pemilik lahan yang mewakafkan lahan itu pada warga untuk pendirian masjid. Untuk mengantisipasi adanya gugatan dari pihak ahli waris, ia meminta kepada para pengurus masjid di Kota Pekalongan untuk segera mengurus administrasi tanah wakaf.
 
Alokasi Bantuan
kami minta kepada para pengurus masjid di Kota Pekalongan untuk menjadikan hal ini (pengurusan administrasi tanah wakaf) sebagai prioritas program kerja pada tahun ini. Kalau sudah diurus, siapa pun tidak akan bisa mengganggu. Karena secara hukum sudah aman,” imbuh dia.
 
Sebelumnya, Wakil Walikota Pekalongan A Alf Arslan Djunaid mengatakan, di Kota Pekalongan ada sekitar 200 masjid dan 300 mushalla. Bersama Walikota M Basyir Ahmad, ia berupaya mewujudkan Kota Pekalongan selama lima tahun untuk bisa menjadi kota yang religius.
 
bantuan apa yang bisa kami berikan untuk masjid dan mushala? Akhirnya kami memutuskan untuk mengalokasikan bantuan untuk masjid sebesar Rp 3 juta setiap tahun dan untuk mushala Rp 1juta setiap tahun. Ini di luar mushala yang dibangun di kantor, di rumah atau di sekolah,” paparnya.
 
Dengan adanya bantuan tersebut, ia berharap masjid bisa memakmurkan jamaah dan warga di lingkungan sekitarnya. Sementara itu, Ketua DMI Kota Pekalongan Ahmad Slamet Irfan mengatakan, selain untuk membahas program kerja DMI Kota Pekalongan tahun 2015-2017, kegiatan hari itu juga sekaligus sebagai ajang untuk mempererat dan memperkuat tali silaturahmi antara para pengurus masjid di Kota Pekalongan dengan para ulama. (K30-74)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 13-03-2015)

Penghulu Diminta Patuhi SOP

Diminta Patuhi SOP
 PEKALONGAN – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan penghulu di masing-masing kecamatan diminta menguatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencatatan nikah. Apabila dalam pelayanan terjadi penyimpangan dan tidak sesuai SOP, termasuk menentukan tarif yang tidak sesuai, maka mereka terancam ditindak sesuai peraturan yang berlaku.
 
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan Imam Tobroni dalam rapat koordinasi yang diikuti seluruh Kepala KUA dan penghulu se-Kota Pekalongan, di Aula Kemenag. “Apabila dalam pencatatan nikah, misalnya, terjadi penyimpangan SOP, maka perlu dipertanyakan. Apabila terbukti melakukan penyimpangan dan tidak sesuai SOP maka memungkinkan untuk diambil tindakan tegas sesuai aturan,” kata Imam.
 
Ia menyampaikan, SOP memiliki peranan penting bagi kepala KUA dan penghulu dalam melaksanakan tugasnya dalam memberikan pelayanan publik. “Dalam SOP dijelaskan prosedur pelayanan, juga menyatakan waktu lama yang ditempuh dalam mengurus syarat pernikahan, termasuk biaya pelayanan. Yang tidak kalah penting, SOP akan menunjukkan seberapa layanan dapat mencapai standar yang telah ditetapkan. Disini masyarakat perlu diberi tahu,” imbuhnya.
 
Slip Setoran
Imam menambahkan, biaya pencatatan pernikahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2014, apabila dilakukan di kantor KUA tidak dipungut biaya. Sementara jika dilakukan di luar kantor KUA atau di luar jam kerja KUA, maka dikenakan biaya Rp 600.000. Biaya tersebut disetorkan calon pengantin ke bank yang telah ditunjuk dan masuk ke kas negara.
 
Terkait biaya pencatatan nikah, KUA hanya menerima slip setoran bank dari calon pengantin, dan ini harus masuk dalam SOP. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, KUA kami minta untuk tidak menerima titipan uang sebagai biaya nikah dari calon pengantin,” tandas Imam. Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Masrukhin menambahkan, pihaknya akan mengawal PP Nomor 48 Tahun 2014 tentang pernikahan tersebut dengan membentuk satuan tugas (satgas) Pelayanan di KUA untuk menghindari gratifikasi. (enn-74)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 13-03-2015)

Kamis, 12 Maret 2015

Laga Uji Coba Arema Cronus akan di gelar di Pekalongan

TRIBUNNEWS.COM, KLOJEN - Arema Cronus Malang sedang melakoni turnamen Bali Island Cup 2015 mulai 12-16 Maret ini, tapi tim kebanggaan warga Malang Raya ini sudah berpikir pertandingan uji coba berikutnya.

Media Officer Arema Cronus Sudarmaji menjelaskan, manajemen sudah menyiapkan dua laga pertandingan uji coba. Laga pramusim ini disiapkan untuk mengasah pemain Arema menyambut Indonesia Super League (ISL) 2015 pada April nanti.

"Kami masih menunggu konfirmasi dari PSIS Semarang dan satu lagi dari Pekalongan," ucap Sudarmaji ketika ditemui SURYAMALANG.COM di kantor manajemen Arema, Rabu (11/3/2015).

Sampai saat ini manajemen Arema Cronus masih menunggu kejelasan kapan akan jadwal uji coba tersebut.
"Untuk saat ini, kami masih fokus mengikuti Bali Island Cup. Besok (Kamis, 12/3/2015) akan melakoni pembukaan turnamen tersebut dan akan bertemu Pelita Bandung Raya," jelas Sudarmaji.

Untuk laga uji coba lanjutan, lanjut Sudarmaji, Arema bakal bertandang ke Semarang dan Pekalongan. Ini dilakukan sebagai rangkaian kegiatan sebelum ke ISL.
sumber tribunnews

Porseni Mi Tingkat Kota Pekalongan

Porseni MI 2015 Kota Pekalongan Siap Digelar

PEKALONGAN – Porseni MI Tahun 2015 Kota Pekalongan yang dijadwalkan pada 16-19 Maret mendatang siap digelar. Panitia, koordinator dan pengawas Porseni MI 2015 pada Rabu (11/3) menggelar Technical Meeting Pelaksanaan Porseni MI 2015.

Diungkapkan Ketua Pelaksana Porseni MI 2015, Suroso SPdI, technical meeting tersebut disamping membagikan nomor peserta lomba, juga membahas tentang penjelasan teknis lomba. Acara dihadiri perwakilan dari 47 MI Se-Kota Pekalongan yang akan maju mengikuti Porseni.

“Jadi teknis pelaksanaan lomba masing-masing cabang itu yang mau disampaikan hari ini. Supaya nanti dalam lombanya mereka memahami tekniknya biar tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Terkait persiapannya, Suroso menuturkan pihaknya telah mempersiapkan sejak dua bulan sebelumnya. Persiapan untuk seluruh panitia telah dilaksanakan sejak Januari. Sedangkan pada Februari lalu pihaknya telah memberitahukan seluruh Madrasah se-Kota Pekalongan untuk mengadakan seleksi para siswanya sebagai wakil madrasah. “Harapannya kedepan mudah-mudahan anak kita khususnya di Kota Pekalongan bisa berhasil sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Pekalongan, Drs Ahmad Syakur, menuturkan seleksi telah dilaksanakan sebelumnya di masing-masing madrasah.

“Karena MI di Kota Pekalongan jumlahnya 47, sehingga dari masing-masing MI langsung mengirimkan peserta lomba kemudian seleksinya langsung ke tingkat Kota. Tidak ada tingkat Kecamatan,” tuturnya.

Ditambahkannya kegiatan porseni ini rutin diadakan setahun sekali. Untuk para siswa yang berhasil meraih juara pada porseni mendatang, selanjutnya akan dipersiapkan untuk maju ke tingkat Provinsi.

“Lomba tingkat Provinsi jenisnya ada dua macam. Pertama namanya Porsema, yang mengadakan Lembaga Pendidikan Maarif tingkat Jawa Tengah. Yang kedua Aksioma dan KSM itu yang mengadakan Kemenag,” paparnya.

Kalau Porsema akan digelar pada bulan Mei mendatang, AKsioma dan KSM akan digelar pada bulan Agustus.

Ahmad juga menuturkan, Porseni kali ini adalah murni gotong royong dari semua MI secara mandiri. Tidak ada bantuan dari Pemerintah Kota maupun Kemenag. Pengawas MI Kementrian Agama Kota Pekalongan Ali Suparman SAg MPd juga menambahkan Porseni kota pekalongan merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Kemenag Kota Pekalongan dan dilaksanakan oleh KKMI. “Artinya kita itu tidak berhenti dalam kegiatan yang diselenggarakan sekolah saja. Tapi secara luas juga diadakan ajang tersendiri. Juga kami atas nama dari Kementrian Agama mengharapkan tentunya dengan kegiatan yang melibatkan banyak personil, biayanya besar itu akan diperoleh kader-kader olahraga maupun kesenian,” katanya. (ap11)

 

Rupiah Melemah, Produsen Batik Resah

Rupiah Anjlok, Industri Batik Di Pekalongan Terpuruk

Kabar24.com, JAKARTA - Industri batik Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kian terpuruk terkait merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Pekalongan Failasuf.

"Biaya produksi batik yang kian tinggi akibat merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak negatif terhadap perajin batik karena mereka masih mendatang bahan baku dari luar negeri," katanya di Pekalongan, Kamis.

Ia mengatakan sudah dua bulan terakhir ini nilai rupiah terus melemah hingga pada titik sekitar Rp13 ribu per dolar Amerika Serikat.

Kondisi seperti itu, kata dia, mengakibatkan para produsen batik resah karena biaya produksi secara otomatis naik menyusul menurunnya rupiah terhadap mata uang dollar AS.

"Sudah dua bulan dollar AS terus naik, puncaknya sekarang hingga mencapai Rp13.250. Yang jelas, dampaknya pada biaya produksi batik," katanya.

Menurut dia, sejumlah bahan baku batik impor yang dibeli para produsen batik, antara sutera, katun hingga obat pewarna.

"Bahan baku tersebut masih diimpor dari luar negeri yang transaksinya menggunakan dollar sehingga biaya produksi naik dan sepatutnya harga jual juga ikut naik. Akan tetapi, daya beli masyarakat masih utuh sehingga berimbas omzet penjualan batik turun," katanya.

Ia menambahkan keterpurukan perajin batik juga dihadapkan pada kondisi turun hujan yang masih sering mengguyur wilayah Pekalongan sehingga aktivitas pewarnaan batik akan terganggu.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho mengatakan dalam sabulan terakhir ini ada tren kenaikan bahan baku batik paskamerosotnya nilai rupiah terhadap dollar AS.

"Margin produsen batik makin tertekan. Akan tetapi produksi mahal, belum tentu diikuti dengan harga jual jika melihat daya beli konsumen di pasar," katanya.

Rabu, 11 Maret 2015

Lalu Lintas Kota Pekalongan Sudah Sangat Padat

Lalu Lintas Pekalongan Padat

PEKALONGAN saat ini perkembanganya begitu pesat, terutama untuk bisnis dan lalu lintasnya. Terlebih berada di jalur pantura yang kini semakin padat.

Hal itu sangat dirasakan Sales Area Manager Indosat Pekalongan, Taufiq Imam Masyudi.

Pria 42 tahun ini menuturkan bahwa kondisi lalu lintas Kota Pekalongan sudah sangat padat dan berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara untuk dirinya.

“Pekalongan ini lalu lintasnya sangat padat, awal saya kesini yang sebelumnya di Sampit Kalimantan jadi kaget. Tiga tahun yang lalu tak sepadat ini, saya dari rumah ke kantor kadang risau jika terkena macet, terutama saat ada kereta api. Kebetulan sekarang saya di Binagriya. Terlepas dari hal itu Kota Pekalongan luar biasa,” jelasnya.

Menurut Taufiq, sapaan akrabnya, Pekalongan dari segi bisnis sangat luar biasa terutama untuk batiknya, sebagai bukti dengan dirinya tinggal di Kota Pekalongan saat ini sang istri mempunyai kesibukan baru yakni bisnis batik.

“Batik Pekalongan luar biasa, saya akui batik pekalongan sangat terkenal, sampai istri saya saat ini sibuk dengan bisnis batik. Jadi selama ini lewat online istri saya bisnis batik bahkan penjualannya sampai Palangkaraya, Palembang, dan juga Denpasar,” ujarnya.

Selain batik, menurut bapak dengan tiga anak ini, Kota Pekalongan juga banyak kuliner yang nikmat. Mulai dari megono, garang asem, sampai taoto bahkan terkenal dengan durian yang enak.

“Saya sangat suka kuliner, untuk kuliner Pekalongan saya suka semua. Untuk duriannya juga enak luar biasa apalagi ada budaya festival durian menurut saya itu sebuah nilai plus dari kota batik ini,” pungkasnya. (ap7)

Dindukcapil Kota Pekalongan siapkan basis data pemilih per wilayah

Dindukcapil Kota Pekalongan Siapkan Data Pemilih Pilkada 2015

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kota Pekalongan menyiapkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) dan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan yang akan dilaksanakan pada Desember nanti.

Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan Kustiati Sri Mulyani mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi bersama  Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah, 5 Maret lalu, DAK2 dan DP4 bersumber dari Dindukcapil yang telah dikonsolidasikan dan divalidasi Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Validasi tersebut, kata dia, dilaksanakan dua kali. Yakni pada 30 Juli dan 31 Desember. “Untuk Kota Pekalongan, data mengacu pada data penduduk semester II tahun 2014. Jumlahnya 298.595 jiwa,” katanya, Rabu (11/3).

Data tersebut nantinya akan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan untuk dijadikan basis data pemilih per wilayah untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan mendatang. Penyerahan DP4 dan DAK2 tersebut, lanjut dia, akan diserahkan kepada KPU secara serentak bersama 21 kabupaten/ kota di Jawa Tengah yang akan melaksanakan Pilkada pada tahun 2015.

Saat ini pihaknya masih menunggu surat perintah dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. “Kalau sudah ada surat perintah dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk menyerahkan DAK2 dan DP4, nanti akan kami serahkan ke KPU,” sambungnya.
DP4 berisi nama, alamat, tanggal lahir dan nomor induk kependudukan atau NIK.

(Isnawati / CN26 / SM Network)