Jumat, 13 Maret 2015

DMI Kota Pekalongan : Prioritaskan Pengurusan Wakaf

 Antisipasi Persoalan Hukum
 
PEKALONGAN – Para pengurus masjid di Kota Pekalongan diminta segera mengurus administrasi tanah wakaf di semua masjid yang dikelolanya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi persoalan hukum mengenai aspek legal kepemilikan tanah di kemudian hari.
 
Sangat riskan jika status tanah masjid tidak diurus dengan baik. Hari ini aman, tetapi lima tahun yang akan datang, siapa tahu? Jadi, kami minta kepada pengurus masjid untuk mengurus kejelasan status banda masjid, aset masjid,” tandas Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah, Ahmad pada silaturahmi Ulama dan Umaro dan Rapat kerja daerah (rakerda) DMI Kota Pekalongan di ruang Amarta Setda Kota Pekalongan.
 
Menurut dia, banyak masjid yang berdiri di atas tanah wakaf yang penyerahannya hanya secara lisan. Ia khawatir jika tanah wakaf di masjid-masjid tidak segera diurus, nantinya akan timbul gugatan oleh pihak ahli waris pemilik lahan yang mewakafkan lahan itu pada warga untuk pendirian masjid. Untuk mengantisipasi adanya gugatan dari pihak ahli waris, ia meminta kepada para pengurus masjid di Kota Pekalongan untuk segera mengurus administrasi tanah wakaf.
 
Alokasi Bantuan
kami minta kepada para pengurus masjid di Kota Pekalongan untuk menjadikan hal ini (pengurusan administrasi tanah wakaf) sebagai prioritas program kerja pada tahun ini. Kalau sudah diurus, siapa pun tidak akan bisa mengganggu. Karena secara hukum sudah aman,” imbuh dia.
 
Sebelumnya, Wakil Walikota Pekalongan A Alf Arslan Djunaid mengatakan, di Kota Pekalongan ada sekitar 200 masjid dan 300 mushalla. Bersama Walikota M Basyir Ahmad, ia berupaya mewujudkan Kota Pekalongan selama lima tahun untuk bisa menjadi kota yang religius.
 
bantuan apa yang bisa kami berikan untuk masjid dan mushala? Akhirnya kami memutuskan untuk mengalokasikan bantuan untuk masjid sebesar Rp 3 juta setiap tahun dan untuk mushala Rp 1juta setiap tahun. Ini di luar mushala yang dibangun di kantor, di rumah atau di sekolah,” paparnya.
 
Dengan adanya bantuan tersebut, ia berharap masjid bisa memakmurkan jamaah dan warga di lingkungan sekitarnya. Sementara itu, Ketua DMI Kota Pekalongan Ahmad Slamet Irfan mengatakan, selain untuk membahas program kerja DMI Kota Pekalongan tahun 2015-2017, kegiatan hari itu juga sekaligus sebagai ajang untuk mempererat dan memperkuat tali silaturahmi antara para pengurus masjid di Kota Pekalongan dengan para ulama. (K30-74)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 13-03-2015)

Tidak ada komentar: