Senin, 09 Maret 2015

Gerakan Pemuda Anshor, Untuk Tidak Berrmain di Ranah Politik

HABIB Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ulama terkemuka asal Kota Pekalongan meminta kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk tidak bermain di ranah politik. Pasalnya, Ansor sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama harus lebih fokus pada tugas utamanya sebagai kader penerus NU. Jika Ansor tidak fokus, maka yang rugi tentu saja Nahdlatul Ulama.

Hal tersebut dikatakan saat memberikan tausiyah usai menyaksikan pelantikan jajaran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pekalongan periode 2015 – 2020 di Kanzus Sholawat, belul lama ini.

“Saya tidak menginginkan Ansor menjadi batu loncatan para pengurus dan anggota untuk masuk ke jalur politik, dan saya meminta kepada kalian untuk lebih fokus pada bidang pengkaderan agar NU tidak kekurangan stok,” ujar Habib Luthfy.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai anak kandung NU, Ansor harus bisa menjadi contoh adik adiknya. Kalau Ansor bermain politik, tentu saja proses pengkaderan akan terhambat. Bahkan akan mandek dan yang dirugikan adalah NU.

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H. Muhtarom meminta kepada jajaran pengurus yang baru saja dlantik untuk segera tancap gas untuk merealisasikan program program yang telah diputuskan. Pasalnya, selama ini Ansor Kota Pekalongan mati suri, yang berakibat pada program program NU di bidang kepemudaan tidak bisa ditangani secara maksimal.

Ansor sebagai garda terdepan Nahdlatul Ulama, hendaknya pelantikan ini sebagai moment pembuktian diri bahwa Ansor dapat bangkit kembali mengejar ketertinggalan dari cabang cabang lain,” pintanya.
Meski dalam suasana hujan, pelantikan di Kanzus Sholawat berjalan lancar disaksikan ratusan undangan dari badan otonom,lembaga, lajnah di lingkungan NU serta tamu undangan lainnya. (dur)
sumber

Tidak ada komentar: