Rabu, 18 Maret 2015

Pasar Terpadu Kuripan Dibuka Pertengahan April

Dibuka Pertengahan April
 
PEKALONGAN – Pasar Terpadu di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan yang telah selesai dibangun, rencananya juga akan digunakan untuk tempat pemotongan hewan. Pemkot Pekalongan saat ini telah menerima sedikitnya 15 calon pedagang yang akan menjalankan usaha pemotongan hewan.
 
Demikian disampaikan Walikota Pekalongan, M Basyir Ahmad, Senin (16/3). “Selain nanti untuk pasar burung kicau dan dara, ikan hias, dan ayam, juga di situ akan ada tempat untuk pemotongan hewan. Sudah ada 15 pedagang untuk pemotongan hewan yang sudah terdata,” kata Basyir.
 
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya terus berbenah dan mengkoordinasi calon pedagang yang akan menghuni Pasar Kuripan Terpadu yang rencananya akan dioperasikan mulai April mendatang. Selain untuk pasar hewan yang akan dikumpulkan secara terpadu, dia menambahkan, Pasar Kuripan juga akan digunakan sebagai tempat pemotongan hewan. Seperti kambing, sapi dan lainnya. “Pasar terpadu Kuripan sesuai rencana akan dibuka paling lambat 15 April mendatang,” katanya.
 
Dalam membangun Pasar Terpadu Kuripan, pihaknya melibatkan beberapa instansi. Yakni Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM, Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan (DPPK), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). 
 
Jadi masing-masing dinas mengkoordinasi masing-masing pedagang yang akan direlokasi. Sementara untuk DPU, menjalankan agar bagaimana sanitasi atau pembuangan untuk dipasar bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada tempat pemotongan hewan, namun dainase atau pembuangan limbahnya buruk,” katanya.
 
Untuk sistem pengelolaan Pasar Terpadu Kuripan, menurut Basyir, belum menggunakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti yang telah masuk dalam rencana sebelumnya. Namun, dia menambahkan, masih akan menggunakan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD).
 
Dikelola UPTD
Pedagang sudah clear semua dan setuju untuk direlokasi ke Pasar Terpadu Kuripan. Tapi memang sementara pengelolaan masih dengan UPTD. Pengelolaan akan menjadi BLUD nanti akan diputuskan pada sekitar Mei. Saat ini masih disiapkan secara matang untuk BLUD,” ucapnya. Untuk menjadi BLUD, Basyir menjelaskan, harus ada manajemen yang baik, regulasi yang jelasn, dan paling penting mengedepankan pelayanan yang berkualitas.
 
Jangan sampai pelayanan jelek. Pasar sengaja tidak kami buat perusahaan daerah, karena jika hanya mencari keuntungan maka akan kalah dengan pasar modern. Untuk itu, saat ini kita sedang pertimbangkan untuk membuat regulasi dan manajemen yang baik namun tetap mengedepankan pelayanan bukan semata keuntungan,” ujarnya.
 
Pasar Terpadu Kuripan, merupakan pasar terpadu yang akan menampung seluruh pedagang hewan di Kota Pekalongan. Yakni untuk pedagang ikan hias yang sebelumnya berada di Pasar Sayun, Pasar burung di Pasar Podosugih dan Sorogenen, dan pedagang-pedagang hewan lainnya yang tersebar di beberapa pasar di Kota Pekalongan.
 
Sementara itu Kepala Disperindagkop Kota Pekalongan, Supriono kepada Suara Merdeka menjelaskan, pembangunan Pasar Terpadu Kuripan dilaksanakan dalam tiga tahap. “Pembangunannya sampai sekarang baru selesai tahap II,” ucapnya. Dia menambahkan, pembangunan tahap I menghabiskan biaya Rp 4,7 miliar. Rinciannya dari APBN 2014sebesar Rp 3 miliar lebih, dan APBD Kota Pekalongan 2014 sebesar Rp 3,7 miliar. Sedangkan pembangunan tahap II, kata Supriono, menghabiskan biaya Rp 1,1 miliar. Dana diperoleh dari APBD Perubahan 2014.
 
Adapun pembangunan tahap III akan dkerjakan dalam waktu dekat ini dengan biaya sebesar Rp 1.250.000.000 dari APBD Kota Pekalongan 2015. Dengan demikian total biaya pembangunan Pasar Terpadu Kuripan sebesar Rp 7,1 miliar. (enn-15)
 
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 17-03-2015)

Tidak ada komentar: