Selasa, 12 Agustus 2014

Canting Batik Cap Dari Kayu Lebih Diminati

PEKALONGAN - Perajin batik di Kota Pekalongan lebih senang menggunakan canting batik cap yang terbuat dari kayu dibandingkan canting cap dari tembaga. Jika dibandingkan dengan penjualan canting batik cap dari tembaga, canting cap dari kayu lebih banyak.

Canting batik cap dari kayu dijual antara Rp. 20.000,- sampai dengan Rp. 35.000,- per unit. Harganya tergantung dari motifnya, semakin rumit motifnya, harganya semakin lebih mahal. Motif canting cap kayu yang bermotif liris paling banyak dibeli perajin batik saat ini.
Tingginya minat perajin terhadap canting batik cap dari kayu ini ,membuat perajin canting jenis ini mulai menggenjot produksinya. Sehari perajin mampu membuat 10 hingga 15 unit canting cap berbahan dari kayu ini. 

sumber :www.perindagkop.pekalongankota.go.id 


Rabu, 02 Juli 2014

2016, Krisis Listrik

2016 Terancam Krisis Listrik

 PEKALONGAN – Apabila tahun ini proyek Pembangkit listrik tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Desa Karanggeneng, Ujungnegoro, dan Ponowareng, Kecamatan Kandeman dan Tulis, Kabupaten Batang tidak segera dibangun, maka pada tahun 2016 seluruh pulau Jawa akan terancam krisi listrik serta pemadaman bergilir.
 
Jika Tak Segera Bangun PLTU, Investor Tunda Masuk Batang
Hal ini diungkapkan oleh Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Wilayah Distribusi Jateng DIY, Supriyono saat menyerahkan program beasiswa CSR PT PLN kepada 5 anak dari Kabupaten Batang senin (30/6) di kantor PLN Distribusi Jateng dan DIY. “PLTU ini memang sangat dibutuhkan, karena pada tahun-tahun kedepan kebutuhan listrik kita akan naik. Kalau hal tersebut tidak diimbangi dengan pemabngunan PLTU ini, maka dikhawatirkan pada 2016 akan terjadi pemadaman bergilir karena kekurangan pasokan listrik,” ucapnya.

Sementara itu Manager PLN Rayon Batang, Hengky Leonard Lumingas mengatakan bahwa beberapa tahun ke depan arus investasi ke Jawa Tengah khususnya Batang akan naik. “Investasi produksi di Batang pada beberapa tahun kedepan akan mengalami peningkatan, hal ini harus diimbangi dengan jumlah pasokan listrik yang cukup banyak,” katanya.

“Pada tahun ini penggunaan listrik untuk wilayah Kabupaten Batang sendiri baik untuk produksi maupun rumah tangga mencapai sekitar 30 Mega Watt. Dan sekarang PLN sedang menangguhkan permintaan listrik dari salah satu perusahaan dari Jakarta yang akan investasi di Batang dengan perkiraan pemakaian listrik sebesar 32 mega watt,” jelasnya.

Apabila pihak PLN memaksakan, sambung Hengky, bisa saja memberi pasokan listrik pada sektor produkssi sebesar itu. Namun  efeknya harus ada pemadaman bergilir, karena saat ini PLN masih mengambil listrik dari Jawa Timur. “Itu baru satu perusahaan, karena masih ada banyak perusahaan yang sudah masuk ke PLN minta listrik. Diantaranya perusahaan pengolahan kayu dan perusahaan air minum,” bebernya.

“Maka dengan dibangunnya PLTU Batang dengan daya listrik 2 x 1000 Mega watt, masalah pasokan listrik untuk Batang pada khusunya dan pulau Jawa pada umumnya dapat teratasi. Selain itu sebelah barat pulau jawa, sampai Sumatra juga akan aman untuk pasokan listriknya.” sambungnya.

Hengky mengatakan bahwa pada tahun ini rencana pembangunan PLTU terbesar se-Asia Tenggara tersebut akan dilaksanakan. “Pembangunan proyek ini sudah molor dari rencana yaitu oktober tahun lalu. Harapannya tahun ini bisa segera dimulai pembangunannya, walaupun kami belum tahu pada bulan apa,” pungkasnya. (ap3)

Minggu, 29 Juni 2014

Ramadhan, Tempat Hiburan Tetap Buka

Tempat Hiburan Boleh Buka

 PEKALONGAN – Pernyataan Walikota yang sebelumnya setuju untuk menerapkan aturan tutup total bagi tempat hiburan selama Ramadan, tidak benar-benar terealisasi. Bahkan, kebijakan yang sebelumnya disampaikan langsung oleh Walikota tersebut berubah drastis. Tempat hiburan, tetap diperbolehkan buka selama Ramadan dan Pemkot hanya membatasi jam operasional mereka selama Ramadan.

Kebijakan tersebut, tercantum jelas dalam seruan yang diedarkan Pemkot Pekalongan. Dalam seruan yang ditandatangani langsung oleh Walikota Pekalongan, Kapolres Pekalongan Kota, Ketua DPRD Kota Pekalongan dan Ketua MUI Kota Pekalongan tersebut, Pemkot hanya melarang segala bentuk perjudian dan penyakit masyarakat lainnya seperti prostitusi. Hal itu tercantum dalam poin pertama.

Sedangkan pernyataan yang mengatur tentang tempat hiburan, terdapat pada poin keempat dimana disebutkan bagi para penjual makanan dan minuman (warung makan, kafe dan restoran), serta penyelenggara hiburan agar tidak mengganggu orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Sebelumnya, dalam poin kedua dan ketiga, Pemkot juga melarang peredaran dan konsumsi miras serta narkoba. Di poin ketiga, larangan serupa juga disampaikan untuk produksi, memperdagangkan mengedarkan dan memasang petasan. Total, seruan berisi enam poin tentang larangan maupun imbauan kepada masyarakat selama bulan puasa.

Saat dikonfirmasi terkait seruan yang sudah diedarkan kepada masyarakat itu, Kepala Dishubparbud setempat, Drs Doyo Budi Wibowo MM membenarkan bahwa selama bulan Ramadan nanti, temapt hiburan tetap diperkenankan buka. Hanya saja, Pemkot memberikan batasan jam operasional.

“Jadi sesuai dengan seruan yang disampaikan Pemerintah Kota, bahwa sebenarnya untuk hiburan itu tidak ditutup, hanya saja diberikan pembatasan jam operasional. Dasarnya ada surat dari Gubernur yang memberikan seruan agar jangan membatasi orang berusaha, namun tetap mengatur pengawasan dan monitoringnya,” beber Doyo, Jumat (27/6).

Diterangkannya lagi, Pemkot hanya akan mengatur jam operasional tempat hiburan agar keberadaannya tidak mengganggu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Hal yang sama juga disampaikan Kasi Trantib Satpol PP, Sudarno. Dikatakannya, menurut hasil rapat yang digelar Dishubparbud kemarin, disepakati jam operasional tempat hiburan. Tempat hiburan hanya diwajibkan tutup H+2 di awal Ramadan. Selanjutnya, tempat hiburan diperbolehkan buka dengan jam operasional mulai 12.00 siang sampai 17.00 sore, jam 17.30 sampai jam 19.30 mereka harus tutup dan baru kembali buka jam 20.00 sampai maksimal 12.00 malam.

“Kesepakatan ini sudah diatur dan dijadikan seruan untuk disampaikan kepada seluruh pelaku usaha di pariwisata mulai dari restoran, hotel dan tempat karaoke,” terangnya.

Setelah H+3, lanjut Sudarno, pihaknya akan melakukan monitoring bersama sejumlah instansi terkait lainnya untuk melihat apakah kesepakatan yang dibuat tersebut benar-benar dilaksanakan oleh para pelaku tempat hiburan. “Peraturan ini dibuat sesuai dengan edaran Gubernur yang menyatakan bahwa tidak bileh mematikan usaha, dan hanya membatasi jam operasional saja agar tidak mengganggu dan menimbulkan gejolak di masyarakat,” ucapnya.

Selain mengawasi tempat hiburan apakah berjalan sesuai kesepakatan, Satpol PP dikatakan Sudarno juga akan tetap aktif untuk melakukan operasi di tempat-tempat yang disinyalir menjadi pusat peredaran dan penyalahgunaan minuman keras guna menciptakan suasan kondusif selama bulan Ramadan. (nul)

Sabtu, 14 Juni 2014

Pembuatan Jalan Tembus Krapyak Lor-Degayu

TNI dan Warga buat Jalan Tembus Krapyak Lor-Degayu
PEKALONGAN – Untuk meningkatkan akses jalur ekonomi pertanian, TNI bersama warga melalui program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) berhasil menyelesaikan pembuatan jalan tembus penghubung antara Kelurahan Krapyak Lor dan Dukuh Clumprit Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Pembuatan jalan dengan panjang 235 meter dengan lebar 3 meter serta talut sepanjang 470 meter dengan tinggi 1,35 meter diselesaikan selama 21 hari, sejak Rabu (21/5) – Rabu (10/6). Danramil 19/Pekalongan Utara Kapten CZI Agus Pujiatmo selaku Panglima Kotis TMMD, dalam laporannya pada Upacara penutupan TMMD di halaman kompleks Rusunawa Slamaran, Krapyak Lor, Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (10/6) menyatakan, melalui kegiatan TMMD telah terlaksana proyek fisik. Yakni pembangunan jalan sirtu sepanjang 235 meter dengan lebar 3 meter, serta membuat talud sepanjang 470 meter dan tinggi 1,35 meter.
Sasaran Fisik
Adapun sasaran fisik tambahan berupa renovasi rumah tidak layak huni sebanyak 10 unit. “Ada pula sasaran nonfisik berupa penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan selama TMMD. Di antaranya penyuluhan hukum, kamtibmas, lalu lintas, pencegahan narkoba, kesehatan, dan keluarga berencana (KB),” ujarnya.
Dijelaskan, kegiatan TMMD melibatkan 105 personel. Mereka terdiri atas 40 anggota TNI, 10 anggota Polri, 50 warga masyarakat, ditambah dengan 5 orang tim teknis. Pembiayaan kegiatan TMMD bersumber dari APBD Provinsi sebesar Rp 120 juta, dan APBD Kota Pekalongan Rp 100 juta. Dengan total Rp 220 juta. Menurutnya, manfaat dari kegiatan TMMD ini yakni memperlancar arus lalu lintas perekonomian, pendidikan dan pemerintahan.
Meningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta kamtibmas. “Serta meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan serta melestarikan budaya gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Kapten CZI Agus Pujiatmo. Dalam upacara kemarin, secara resmi TMMD ditutup oleh Walikota M Basyir Ahmad. (H63-47)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 11-06-2014)
sumber

Jumat, 13 Juni 2014

Temukan Granat Aktif Lokasi Wisata

Warga Temukan Granat Aktif di Lokasi Wisata

WELERI – Sebuah granat aktif ditemukan di lokasi pembangunan Talud yang ada di depan lokasi wisata religi, Goa Bunda Maria, Besokor, Jumat (13/6). Penemuan yang mengagetkan tersebut membuat geger warga sekitar lokasi. Berada di lokasi jalan yang menanjak, lokasi sempat dilihat oleh warga sekitar yang penasaran akan penemuan granat tersebut.

Kapolsek Weleri, AKP Haryo Deko Dewo, mengatakan, penemuan granat tersebut diperkirakan merupakan sisa-sisa peninggalan jaman perang Belanda dulu. Melihat bentuknya yang sudah tertutup tanah dan terlihat berwarna kekuning-kuningan. Karena diduga masih aktif, maka pihaknya melaporkannya kepada Tim Gegana Brimob Polda Jateng untuk menjinakkannya.

Granat tersebut ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB, oleh salah seorang pekerja, yang sedang menggarap pembangunan Talud, tepat di depan lokasi wisata religi, Goa Bunda Maria. “Granat ini diduga masih aktif sehingga akan diledakkan.

Proses peledakkan akan dilakukan oleh Tim Gegana Brimob Polda Jateng,” bebernya.

Proses peledakkan granat tersebut dilakukan sorehari setelah kedatangan Tim Gegana Brimob Polda Jateng. Penjinakkan granat tersebut dilakukan dengan meletakkan granat di sebuah ladang yang berjarak kurang lebih 50 meter, untuk kemudian dipicu dengan menggunakan sebuah detonator. “Kami amankan granat tersebut di lokasi yang cukup kondusif dengan dibatasi garis polisi. Setelah kedatangan Tim Gegana Brimob Polda Jateng, baru granat tersebut dijinakkan,” imbuhnya.

Sementara itu, RT setempat, Paito mengungkapkan jika dirinya mendapat laporan dari salah satu pekerja yang melaporkan adanya penemuan granat tersebut. “Setelah mendapat laporan dari pekerja tersebut, saya kemudian melaporkan penemuan ini kepada Polsek Weleri untuk ditindaklanjuti. Mereka kemudian datang meninjau lokasi dan melihat granat tersebut,” katanya. (yog)

Empat Tersangka Berbuat Asusila

Cabuli Gadis di Bawah Umur, Empat Pemuda Ditangkap

KOTA – Sebanyak empat pemuda, kemarin (13/6), ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota, karena telah mencabuli seorang gadis di bawah umur.

Para tersangka, masing-masing adalah AS (21), MD (27), RA (15), ketiganya warga Panjang Baru, Pekalongan Utara, serta DK (15), warga Pasirsari, Pekalongan Barat. Mereka kini mendekam di sel tahanan Mapolres setempat, dan akan dijerat dengan Pasal 81 UU No 23 Tahun 20012 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK, melalui Kasubbag Humas AKP Ghufron SH menjelaskan, pengungkapan kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu, tak lepas dari informasi warga yang melaporkan kasus tersebut ke polisi, Kamis (12/6).

Ketika itu, pada Kamis (12/6) dini hari sekira pukul 00.30, beberapa warga melihat ada seorang remaja putri yang sedang dicabuli oleh tersangka di teras rumah tersangka AS di daerah Panjang Baru.

Mengetahui kejadian itu, warga setempat segera berusaha menolong yang masih belum sadar sepenuhnya, karena dalam pengaruh obat. Sementara tersangka langsung melarikan diri. Warga selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, polisi kemudian berhasil menangkap empat orang tersangka. Diungkapkan pula bahwa peristiwa pencabulan itu diawali dari adanya ajakan oleh AS dan MD pada Rabu  (11/6) mengajak korban yang merupakan warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, ke tempat kos di daerah Panjang Wetan, Pekalongan Utara.

Di lokasi tersebut, korban diajak untuk melakukan persetubuhan. Sore harinya, aksi pencabulan kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh DK di daerah Krakalan, Pekalongan Utara. “Korban semula diajak oleh tersangka yang tak lain adalah pacarnya, pergi ke tempat kos di daerah Pekalongan Utara. Kemudian diajak untuk melakukan persetubuhan,” ungkap Ghufron.

Peristiwa tersebut kembali berulang pada Kamis (12/6) dini hari. Korban kembali dicabuli oleh tersangka. Hingga kemudian, peristiwa tersebut diketahui warga sekitar dan dilaporkan ke polisi.

Salah satu tersangka, MD, mengaku dirinya mencabuli korban bergantian bersama temannya, AS. “Saya nggak memaksa korban. Saya bahkan nawari, dia mau minta apa saya beri. Saya melakukannya bergantian sama teman saya,” akunya.

Tetapi ia menyangkal jika dirinya merayu korban untuk melakukan hubungan suami istri. “Dia yang mengajak saya melakukan hubungan itu. Saya juga sudah bilang ke dia (korban), mau minta apa saya beri,” sangkalnya.

Tersangka lainnya, AS, mengaku bersama MD mencabuli korban. Tersangka ini juga mengaku kalau korban sebelumnya berpacaran dengan DK, sudah terlebih dulu berpacaran dengannya.

Sedangkan tersangka RA menyangkal melakukan persetubuhan dengan korban. “Saya tidak sampai berhubungan dengan dia. Saya hanya melepas pakaiannya,” elaknya.

Diungkapkan pula kalau tindakan itu dilakukan lantaran ia benci dengan korban. “Saya benci dia (korban). Dia juga benci saya, biasa ngejek saya,” ungkapnya.

Sementara, tersangka lainnya, yang juga pacar korban, DK, mengaku telah mencabuli korban. Tetapi ia mengelak jika dirinya mengajak teman-temannya untuk ikut mencabuli korban. “Saya nggak tahu kalau itu,” sangkalnya. (way)

Peresmian Gedung SMAN 2 Pekalongan

Walkot Resmikan Dua Lantai di SMAN 2
 WALIKOTA dr HM Basyir Ahmad meresmikan dua gedung baru SMA Negeri 2 Pekalongan, Jumat (13/6) pagi, yang memiliki dua lantai sebagai langkah awal untuk membebaskan komplek sekolah tersebut dari rendama banjir rob.
Dua gedung baru tersebut, berada di bagian depan komplek sekolah atau di sisi kanan kiri joglo. Rencananya, gedung tersebut akan digunakan untuk ruang kelas, dan laboratorium.
Kepala SMAN 2, Budi Hartati MPd mengatakan, pembangunan gedung tersebut dapat dikerjakan setelah mendapatkan anggaran dari APBN melalui kementrian.
Setelah dua gedung itu, pihaknya juga sudah berencana akan melakukan peninggian dan membangun akses jalan agar tidak terendam rob. Rencana tersebut sudah tercantum dalam rencana pembangunan jangka pendek sekolah. “Kondisi saat ini, lapangan basket, tenis, voli dan futsal masih terendam, kami berencana akan melakukan pengurugan. Kemudian kami juga berencana akan meninggikan akses jalan, dan peninggian selasar. Keduanya akan menggunakan dana sumbangan dari masyarakat yaitu sumbangan orang tua siswa dan anggaran DAK,” beber Budi dalam paparannya.
Pihak sekolah, dikatakan Budi, juga sudah mempunyai rencana pembangunan jangka panjang. Namun untuk rencana tersebut, sekolah tengah berupaya untuk mencari anggaran dengan mengajukannya ke kementrian pusat.
Kepala Dindikpora, drg Agust Marhaendayana MM dalam sambutannya menyatakan, bahwa pihaknya sempat berencana merelokasi gedung SMAN 2 Pekalongan. Mengingat kondisi alam yang ada. Namun saat ini, Dindikpora bersama pihak sekolah sudah mendapatkan sejumlah bantuan baik dari provinsi maupun pusat. Sehingga dapat membangun gedung SMAN 2 dengan sistem dua lantai, sehingga menghindari terjangan air rob.
Selain gedung baru, lanjutnya, SMAN 2 juga juga sudah membuat lingkungan yang asri dengan mengurug lapangan tengah, dan membuat taman disana.
Kedepan, Agust juga berharap SMAN 2 dapat kembali membangun gedung bertingkat di bagian belakang komplek sekolah. Tak hanya sarana berupa gedung, menurut Agust sekolah tersebut juga membutuhkan polder yang nantinya sekaligus dapat dibuat kolam, sehingga polder bisa berfungsi ganda. Selain untuk penampungan air rob juga dapat digunakan untuk kolam yang mendukung spesifikasi SMAN 2 sebagai sekolah plus perikanan.
Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad, dalam sambutannya mengakui bahwa tantangan SMAN 2 untuk berkembang memang terbilang berat. Selain dituntut mempertahankan kualitas dan kuantitas sebagai sekolah SMA yang berdiri kedua di Pekalongan, SMAN 2 juga harus menghadapi tantangan alam.
“Padahal SMAN 2 ini mempunyai tanah yang paling luas, tapi letaknya di tepi pantai. Sehingga sering diterjang rob dan banjir. Namun jangan patah semangat, caranya dengan tetap bersungguh-sungguh dan serius untuk tetap membangun sekolah dengan kondisi yang demikian,” pesannya.
Walikota juga menginginkan agar segenap jajaran guru dan kepala sekolah tidak berputus asa, dan terus melakukan inovasi yang kreatif. “Sekarang posisi Kota Pekalongan yang terendah sudah satu meter berada di bawah permukaan laut.
Namun kami akan tetap berupaya, karena kami melihat Belanda yang ketinggiannya tujuh meter di bawah permukaan laut pun bisa,” pungkas Walkot. (nul)

Sabtu, 19 April 2014

TPQ dan Madrasah Diniyah, Membentuk Akhlak Mulia di Kota Santri

Madin dan TPQ Bentuk Akhlak Anak

PEMBERDAYAAN lembaga-lembaga pendidikan keagamaan di kota Pekalongan harus ditingkatkan. Dikarenakan peran lembaga-lembaga pendidikan keagamaan seperti halnya Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah sangat penting dalam pembentukan akhlak anak-anak di kota santri Pekalongan.

“Keberadaan lembaga pendidikan keagamaan TPQ dan Madraasah Diniyah di Kota Pekalongan saat ini jumlahnya cukup banyak, hal ini sangat bagus, namun hal ini bisa menjadi beban jika tidak bisa diberdayakan secara maksimal,” ucap Suratno, kepala Kementrian Agama Kota Pekalongan dalam acara bimbingan teknik untuk kepala TPQ dan Madrasah Diniyah se-Kota Pekalongan yang bekerja sama dengan Badan Kordinasi TPQ Kota Pekalongan

Selain memberdayakan TPQ dan Madin, sambung Suratno, tidak kalah penting juga untuk menjalin kordinasi vertikal, antar lembaga maupun horisontal dengan dinas terkait. “Kami dari Kementrian Agama membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pengurus TPQ dan Madrasah Diniyah untuk mengajukan proposal bantuan kepada kami, akan kami usahakan untuk membantu semaksimal mungkin.” lanjutnya

Sementara Arifin, Kepala Bidang Kesra mengatakan, bahwa bimbingan teknik ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja para pendidik di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan. “Setiap tahun yang namanya dunia pendidikan akan selalu ada perubahan. Maka kami setiap tahun akan melakukan bimbingan teknik,” ucapnya

“Para kepala TPQ dan Madrasah diniyah yang dihadirkan ini diharapkan bisa menularkan ilmu yang didapat kepada para staf pengajar agar bisa meningkatkan mutu dan kualitas kinarja di lembaga pendidikan keagamaan,” pungkas Arifin. (ap3)    

Pencuri dan Penadah Diringkus Polisi

Pencuri dan Penadah Belasan Motor Diringkus

MAPOLRES - Tim Buser Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota berhasil meringkus dua tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor yang telah menggasak belasan sepeda motor korbannya. Satu tersangka diketahui sebagai pencuri motor, sedang satunya lagi menjadi penadah motor-motor curian.

Kedua tersangka, berinisial MR alias Cemplon (20), warga Bandengan, Pekalongan Utara, serta RA (23), warga Pasirsari, Pekalongan Barat. MR diketahui bertindak sebagai eksekutor pencurian. Sementara RA berperan sebagai penadahnya. Selain menangkap dua tersangka, polisi juga telah mengamankan barang bukti 5 unit sepeda motor hasil kejahatan para tersangka.

Dalam ekspos kasus tersebut di Mapolres Pekalongan Kota, Rabu (16/4), terungkap bahwa tersangka telah melakukan pencurian di banyak lokasi, terutama di sekitar wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, serta Kabupaten Batang. Dari pengakuan tersangka, diketahui pula kalau mereka sudah berhasil menggasak sedikitnya 11 sepeda motor milik korbannya.

Tersangka MR alias Cemplon mengaku, dalam melakukan aksinya, ia dibantu seorang temannya yang saat ini masih menjadi buron. Selanjutnya, motor hasil curian tersebut dijual ke RA seharga Rp 1,5 juta hingga 3 juta. “Ada tiga motor yang saya jual ke RA,” ungkapnya, sembari masih menahan sakit karena kaki kirinya ditembak petugas.

Sementara, RA, mengaku menjadi penadah motor curian dari MR dan satu tersangka lainnya yang masih belum tertangkap. Motor tersebut kemudian ia jual lagi ke orang lain. MR mengaku mendapat upah Rp 300 ribu, untuk setiap motor yang berhasil ia jual. “Saya sudah menjualkan tiga motor,” kata pemuda yang mengaku sudah pernah dua kali masuk penjara karena kasus pencurian.

Sedangkan uang hasil penjualan sepeda motor curian itu, tutur MR dan RA, dipakai untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, serta dihabiskan bersama teman-temannya.

Pengungkapan kasus tersebut antara lain berawal dari adanya laporan korban bernama Wagiyono (27) warga Landungsari, Pekalongan Timur, pada 13 Maret silam. Kepada polisi, korban menuturkan sore itu setelah mandi dia pergi keluar rumah dengan mengendarai mobil lewat jalan Kartini.

Korban kaget, lantaran melihat sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi G-2722-LA miliknya di-step oleh orang yang tidak ia kenal dari arah selatan menuju utara. Korban berusaha mengejar. Namun karena situasi jalan ramai dia kehilangan jejak. Korban pun kemudian melapor ke polisi.

Mendapati laporan tersebut, tim buser Satreskrim Polres Pekalongan Kota langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil mengantongi identitas pelaku.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK, melalui Kasatreskrim AKP Bambang Purnomo, menuturkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut berkat kerja keras anggota dan partisipasi masyarakat. “Alhamdulillah, akhirnya dua tersangka berhasil kita tangkap. Tersangka lainnya masih dalam pengejaran. Kita juga masih mencari barang bukti lainnya, semoga sebentar lagi bisa kita amankan,” katanya.
Modus yang dipakai para tersangka, ungkap Bambang, adalah dengan melakukan ‘hunting’, berkeliling mencari sepeda motor sasaran. Jika melihat ada sepeda motor yang diparkir tanpa dikunci setang, tersangka langsung beraksi. Sepeda motor tersebut dibawa kabur dengan cara di-step. Kemudian setelah dirasa aman, tersangka meminta bantuan temannya untuk menghidupkan mesin motor tersebut.

Bambang membeberkan, kedua tersangka sudah mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor di 11 lokasi, yang berada di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. “Dari tersangka yang kita tangkap, ternyata mengembang ke daerah lain selain Kota Pekalongan, yakni Kabupaten Pekalongan dan Batang. Untuk itu, kita sudah berkoordinasi dengan Polres Pekalongan dan Polres Batang,” ungkapnya. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (way)

 

Laga "Panas" Persip Pekalongan-PSIS Semarang

Persip Siap Menjamu PSIS

KOTA - Kesebelasan Persip Pekalongan siap menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 di Stadion Kota Batik, Selasa (22/4) mendatang.

Kesiapan itu disampaikan Pelatih Persip, Sugeng Widodo, usai mengasah kemampuan skuad Laskar Kalong dalam latihan rutin di Stadion Kota Batik, Jumat (18/4) sore. “Kita siap tempur melawan PSIS,” ujarnya.

Sugeng menyatakan, dalam laga kedua yang akan dijalani Persip setelah laga perdana lawan Persitema Temanggung kemarin, pihaknya akan menerapkan strategi menekan terlebih dulu. “Kita jadi tuan rumah, sebisa mungkin harus bisa menekan sejak menit awal,” katanya.

Terkait dengan komposisi pemain yang akan diturunkan, besar kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan yang diturunkan saat bertandang ke Temanggung, Selasa (15/4) lalu. Hanya saja, Sugeng menandaskan, pihaknya masih akan menunggu perkembangan kondisi pemainnya lebih lanjut. “Kita lihat besok, siapa yang paling siap untuk dimainkan,” tandasnya.

Ada kemungkinan, Nur Coyo akan diduetkan dengan striker asal Mali, Sanau Salia, sebagai starter. Hal ini sama dengan saat Persip meraih kemenangan 3-1 atas Temanggung di Stadion Bhumi Phala sebelumnya. Ketika itu, Coyo dan Salia diduetkan sejak babak dua, dan hasilnya positif.

Mengenai hasil pertandingan Selasa mendatang, Sugeng optimistis Nur Coyo dkk mampu mengatasi anak-anak Mahesa Jenar. Terlebih, saat ini mental para pemain Persip sedang bagus-bagusnya, setelah berhasil membawa pulang poin penuh dari laga tandang pertamanya. “Tetapi kita tetap mewaspadai PSIS. Informasinya, striker asing mereka punya kecepatan dan keunggulan duel bola-bola atas,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam latihan rutin di Stadion Kota Batik Jumat (18/4) sore kemarin, Sugeng mengasah kerjasama tim para pemainnya. Anak-anak Persip kemarin menjalani latihan game-game ringan. Mereka dibagi menjadi dua tim untuk sparing, sembari melatih sentuhan akhir. Tak lupa, para pemain juga diasah untuk mengeksekusi bola-bola mati ke arah kiper. “Sekaligus melatih kiper kita untuk siap mengeblok tembakan bola dari pemain lawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Persip H Budi Setiawan menargetkan tim Laskar Kalong bisa meraih kemenangan dari laga kontra PSIS Selasa mendatang. “Manajemen sudah menargetkan, Persip harus mampu sapu bersih semua laga kandang,” tegasnya. (way)

 

Penyelundupan Narkoba Gagal

Napi Lapas Pekalongan Pesan Ganja dan Sabu

EKALONGAN – Satuan Narkoba Polres Pekalongan Kota bersama petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas setempat, Rabu (16/4).

Sebanyak satu paket narkoba jenis daun ganja kering seberat 1,6 kg, serta 5 gram sabu-sabu, itu sebelumnya ditemukan tergeletak di teras depan Lapas Kelas IIA Pekalongan pada Rabu sekira pukul 05.00.

Paket narkoba tersebut disamarkan dengan cara disimpan di dalam kantong plastik hitam, disertai dua nasi bungkus, dua bungkus snack singkong, dan dua botol air mineral. Barang bukti tersebut kemudian disita Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota guna pengembangan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Polres Pekalongan Kota, dan koordinasi dengan petugas Lapas, diketahui bahwa paket narkoba itu merupakan pesanan salah seorang warga binaan (napi) Lapas Pekalongan yang menghuni Blok 4.

Napi tersebut bernama Dedi Hanura (50), yang merupakan napi kiriman dari LP Cipinang Jakarta. Dedi tercatat sudah menjalani hukuman selama dua tahun, dari 12 tahun vonis yang diterimanya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK, didampingi Kasat Narkoba AKP Junaedi dan Kasubbag Humas AKP M Ghufron, kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/4), menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi dari petugas Lapas Pekalongan.

Petugas Lapas menginformasikan kalau di teras depan Lapas setempat, pada Rabu (16/4) pagi ada orang tak dikenal yang menaruh satu bungkusan plastik berisi paket ganja dan sabu-sabu.

Polres bersama pihak Lapas kemudian berkoordinasi untuk melakukan penyelidikan siapa pemilik barang tersebut. “Kita koordinasi dengan petugas Lapas untuk mengetahui siapa pemilik barang itu,” jelas Kapolres.
“Akhirnya kita ketahui bahwa barang tersebut milik seorang napi berinisial DH (Dedi Hanura, red). Saat kita interogasi, yang bersangkutan mengakui bahwa barang tersebut adalah pesanannya,” imbuhnya.

Dari pemeriksaan terhadap napi tadi, paket ganja seberat 1,6 kg dan 5 gram sabu yang bernilai sekitar Rp 15 juta itu dipesan dari seseorang yang berdomisili di Jakarta. “Masih kita dalami, siapa yang mengirimkan barang tersebut. Menurut keterangan dari tersangka, barang itu dipesan melalui orang yang berdomisili di Jakarta,” jelas AKBP Rifki.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap siapa di balik pengiriman paket narkoba tadi. Polres juga masih mendalami, apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain.

*) DIPANCING
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pekalongan, Suprapto, membenarkan jika bungkusan di dalam kantong plastik hitam yang di dalamnya diantaranya berisi paket ganja seberat 1,6 kg dan 5 gram sabu-sabu itu, sebelumnya ditemukan oleh petugas di depan teras pintu depan Lapas.

Bungkusan tersebut sejak sekitar Subuh diletakkan oleh orang tak dikenal yang diduga kuat sebagai kurir narkoba. “Petugas kami melihat ada bungkusan diletakkan di teras depan. Tapi kita belum tahu itu pesanan siapa,” ujarnya.

Untuk mengetahui siapa pemesan barang tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Pekalongan Kota melakukan penyelidikan. Bungkusan berisi paket ganja dan sabu-sabu itu dibiarkan masih tergeletak di teras, sembari terus diawasi oleh petugas Lapas dan kepolisian.

Namun sampai sore hari, tidak ada seorangpun yang mengambil barang tersebut. Petugas Lapas dan kepolisian sengaja memancing warga binaan Lapas setempat yang diduga sebagai pemesan paket ganja dan sabu-sabu tadi.

Benar saja, tak berapa lama ada warga binaan Lapas yang menanyakan apakah ada kiriman paket barang yang ditujukan untuknya. Dan ternyata, benar bahwa paket berisi ganja dan sabu itu adalah pesanan warga binaan bernama Dedi H.

Dedi kemudian menjalani pemeriksaan dan penyidikan oleh petugas kepolisian. Setelah ditelusuri, ternyata barang tersebut dipesan dari orang di Jakarta. Barang itu lalu berusaha dikirimkan ke dalam Lapas oleh kurir. “Kita belum tahu siapa kurir tadi. Masih diselidiki,” ujarnya.

Suprapto menegaskan, dengan adanya pengungkapan kasus tersebut, pihaknya akan memproses napi yang terlibat sesuai aturan hukum yang berlaku. “Akan kita beri sanksi. Yang bersangkutan juga kita taruh di sel tersendiri. Kita pisahkan dengan yang lain, agar jangan sampai mengatur siasat dengan penghuni yang lain. Sambil kita lakukan pengembangan terus,” tandasnya.

*) SUDAH CURIGA
Lebih lanjut Suprapto menambahkan, sebenarnya pihaknya sudah menaruh kecurigaan terkait adanya temuan barang-barang terlarang, termasuk narkoba, yang dimasukkan ke dalam Lapas. “Kita curiga, pasti ada kurir dari luar yang melakukannya,” ungkapnya.

Maka, pengawasan terhadap barang-barang dan penghuni Lapas pun diperketat. Termasuk dengan menggelar operasi atau razia secara rutin, bersama jajaran Polres Pekalongan Kota.

Namun diakuinya, masih saja ada pihak-pihak yang berusaha menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas. Bahkan, beber Suprapto, pihaknya mengetahui pernah ada orang dari luar yang melempar paket ganja dari luar tembok Lapas.

“Bahkan pernah kami dapatkan, barang tersebut ada yang tersangkut kawat duri pagar tembok Lapas. Ada pula yang sampai jatuh di bawah pagar,” beber Suprapto. (way)

Jajanan Sekolah, Berbahayakah?

Sebagian Pedagang Pilih Buat Jajanan Sendiri

PEKALONGAN – Sebagian pedagang jajanan anak sekolah memilih membuat sendiri jajanan yang akan dijual ke sekolah-sekolah. Sementara pedagang lainnya mengambil dari distributor. Asrofi, pedagang es kuwut dan indil bakso mengatakan, selama 20 tahun berjualan, ia membuat sendiri indil yang dijualnya ke sekolah-sekolah.
Nggak mantap rasanya kalau tidak membuat sendiri,” kata dia. Senin (14/4). Dengan demikian, ia bisa memastikan jajanan yang dijualnya aman dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan berbahaya. Sebaliknya, jika mengambil dari produsen, ia tidak bisa memastikan kandungan bahan-bahan dalam jajanan tersebut.
Saya sendiri memiliki anak yang sekolah di SD. Jadi saya juga sering menasehati agar anak saya tidak jajan sembarangan. Karena itu dalam membuat jajanan pun, saya tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya,” kata dia.
Lebih Efisien
Sementara pedagang lainnya memilih mengambil jajanan dari produsen. Kustirah, salah seorang pedagang aneka jajanan dari bahan baku ikan mengatakan, ada 20 jenis jajanan yang dijualnya setiap hari. Sehingga lebih efisien jika mengambil produknya dari produsen.
Diakui, ia tidak mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan jajanan yang dijualnya itu. Menurut Kustirah, beberapa waktu lalu Dinas Kesehatan membeli barang dagangannya untuk dijadikan sampel pemeriksaan. Jika setelah diperiksa beberapa jajanan yang dijualnya mengandung bahan-bahan berbahaya, ia akan menghentikan pembelian jajanan tersebut dari produsen. (K30-68)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 16-04-2014)

Waspada, 251 Jenis Narkotika Baru

Ditemukan, 251 Jenis Narkotika Baru

PEKALONGAN BARAT – Jenis narkoba baru terus bertambah. Dari 165 jenis, saat ini ditemukan 251 jenis narkoba baru. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba agar jumlah korban tidak bertambah.
Kepala Bidang (Kabid) Pendegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, Susanto mengatakan, bertambahnya jenis narkoba baru itu juga menambah jumlah penggunanya. Menurut dia, pertumbuhan jumlah penyalah guna narkoba sangat cepat. Dari 1971 sampai sekarang bertambah 200 kali lipat.
Dengan jumlah pecandu yang cukup besar 4,3 juta hingga 4,7 juta jiwa pada 2013,” kata Susanto pada Sosialisasi Penegakan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada Mahasiswa. Kegiatan berlangsung di ruang Kalijaga Setda, selasa (15/4).
Dijelaskan, kejahatan narkotika sudah sangat luas dan masif. Tidak mengenal batas usia dan status. Setiap tahun, kata dia, sedikitnya 50 orang Indonesia meninggal dunia akibat narkoba. Di Jawa Tengah, dari Jumlah warga Jawa Tengah pada 2011, 2,2 persen terjerat penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2,3 persen pada 2013.
Jadi Kader
Berdasarkan penelitian BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesian pada 2008, 70 persen adalah pelajar dan mahasiswa. “Karena itu, perlu diberikan pemahaman-pemahaman tentang bahaya narkoba kepada mahasiswa dan pelajar,” kata dia.
Dikatakan, untuk menekan laju pertumbuhan peredaran narkoba, BNN Jawa Tengah akan menggandeng mahasiswa untuk menjadi kader antinarkoba. “Mahasiswa diharapkan bisa menjadi kader dalam upaya pencegahan peredaran narkoba di kalangan mahasiswa. Sehingga pada 2015, laju pertumbuhan peredaran narkoba bisa ditekan hingga di bawah 2,28 persen,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medis Pusat Rehabilitasi Narkoba Rumah Sakit (RS) HA Djunaid, Dinawati menjelaskan, saat ini ada lima pengguna narkoba yang menjalani rawat inap di Pusat Rehabilitasi Narkoba RS HA Djunaid.
Sebagian datang sendiri karena keinginan untuk berobat dan ingin sembuh,” kata dia. Selain itu, Pusat Rehabilitasi Narkoba RS HA Djunaid merehabilitasi 18 pecandu narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekalongan. (K30-68)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 16-04-2014)

Sabtu, 05 April 2014

Bursa Kreasi Anak Muda Bangsa, Full Talenta (Buka Masa)

Buka Masa Got Talent Digelar

PEKALONGAN - Group Dealer Yamaha Agung Motor, sebagai dealernya kawula muda Pekalongan dan sekitarnya. Kembali menggelar event bergengsi Bursa Kreasi Anak Muda Bangsa, Full Talenta (Buka Masa) Got Talent yang digelar secara bertahap selama bulan Maret sampai dengan Mei 2014 di seluruh wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

“Babak penyisihan berlangsung di mall-mall dan kampus ternama. Diantaranya seperti  di Trans Carrefour Pekalongan, Ramayana Pekalongan Square, Yogya Mall Slawi dan Yogya Mall Pemalang,” terang Divisi Promosi Yamaha Agung Motor Group Juhara Rasad kepada Radar.

Selain itu, tambahnya, pada bulan April babak penyisihan juga masih akan terus berlangsung. Diantaranya akan digelar di kampus Unikal dan Mall Pekalongan atau Banjarsari. “Sedangkan babak final, akan digelar secara akbar di out door dengan hadiah jutaan rupiah,” jelasnya.

Kompetisi tersebut bebas menampilkan berbagai keahlian yang penting bisa ditampilan dan menghibur. Bagi yang memiliki bakat dari nyanyi, band, dance, musik akustik, sulap, stand up comedy dan lain sebagainya.

Untuk peserta yang akan mendaftar hanya akan dibedakan pada dua macam kategori saja. Yaitu pelajar (SMP dan SMA) dan umum. Pendaftaran Gratis alis tidak dipungut biaya,  bisa di Dealer Yamaha Agung Motor Jalan Dr Sutomo No 65 Pekalongan dengan menghubungi Putri. Juga bisa mendaftar ke seluruh cabang Yamaha Agung Motor terdekat.

Dijelaskan lebih detail, juri pada event ini adalah para pPraktisi di bidangnya masing-masing. Diantaranya ada instruktur tari, guru kesenian salah satu SMA Negeri dan mantan pengelola stasion radio.

“Mereka akan membibing dan memberikan saran-saran yang konstruktif selama acara berlangsung. Istimewanya pada event ini juga melibatkan puluhan juri votelock. Dan pooling sms akan semakin melengkapi dan membuat hasil penjurian lebih dinamis. Jika anda punya talent yang layak diapresiasi, silahkan daftar di event ini,” pungkasnya. (han)

 

Pemkot Akan Merelokasi Pasar Ikan Hias Sayun

Pedagang Ikan Hias Tak Takut Rugi

RENCANA Pemkot untuk merelokasi pasar ikan hias dari pasar sayun ke kawasan Kuripan Lor yang relatif lebih lebih sepi pada tahun 2015 tidak membuat pedagang khawatir dagangan mereka akan sepi pembeli.

Demikian disampaikan Suwanto (48), salah seorang pedagang ikan hias di pasar Sayun yang akan direlokasi. “Kalau kami para pedagang menyambut baik rencana pemindahan pasar ke daerah Kuripan Lor. Kami tidak khawatir sepi pembeli, karena jualan ikan itu seperti jualan hobi. Jadi dimanapun tempat jualannya pasti akan ada pembelinya,” ucapnya

Menurut Suwanto, salah satu faktor yang membuat para pedagang tidak takut rugi adalah kualitas ikan hias yang tinggi di Pekalongan. “Kualitas ikan hias Pekalongan tergolong baik. Pedagang disini biasanya punya pelanggan dari luar kota seperti Tegal, Semarang, Jogjakarta, dan Cirebon. Jadi pasti ada pembelinya,”lanjutnya.

“Kalau yang dipindah cuma satu atau dua saja tentu kami keberatan dan pasti tidak laku, tapi ini kan yang akan dipindah semuanya satu pasar. Jadi ya kami ikut saja. Ditambah lagi kami tak punya pilihan, karena disini juga tanahnya mau dipakai PJKA,” papar Suwanto.

Selain itu Suwanto menambahkan dengan rencana pemerintah yang akan membuatkan expo dan pemeran ikan hias di tahun 2015 mendatang membuat para pedagang semakin antusias. ”Kalau pemerintah kan katanya kalau sudah dipindah kesana, mau dibuatkan pameran dan expo ikan hias. Kalau hal tersebut benar-benar dilaksanakan kami para pedagang akan menyambut baik hal itu,“ pungkasnya. (ap3)

Langkah Tegas, Peserta Kampanye Ditilang

Peserta Kampanye Ditilang

KOTA – Sejak dimulai masa kampanye pada 15 Maret lalu, hingga kemarin (4/4), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan Kota telah menilang belasan pengendara yang merupakan simpatisan berbagai partai politik di Kota Pekalongan.

Mereka ditilang karena tidak mematuhi aturan tertib berlalulintas ketika mengikuti kampanye terbuka dari caleg maupun parpol yang mereka dukung.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK, melalui Kasatlantas AKP Pranata mengatakan, para pelanggar tersebut sebagian besar adalah pengendara roda dua. “Adapun pelanggaran yang dilakukan, diantaranya tidak memakai helm, berboncengan tiga, kendaraan yang dipreteli, serta tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan,” ungkap Pranata, Jumat (4/4).

Selain menilang para pengendara roda dua yang tidak taat aturan lalulintas ketika mengikuti kampanye, imbuh Pranata, pihaknya juga beberapa kali memberikan teguran terhadap pengemudi mobil bak terbuka. Pasalnya, mobil yang sebenarnya untuk mengangkut barang tersebut, dipakai untuk mengangkut orang. “Akhirnya pengemudinya kita tegur,” jelasnya.

Langkah tegas dari petugas Satlantas terhadap peserta kampanye yang melanggar aturan tertib berlalulintas  itu, salah satunya dilakukan pada Jumat (4/4) di Jalan Cempaka, Kota Pekalongan.

Sejumlah anggota Satlantas menghentikan beberapa pengendara roda dua yang mengikuti konvoi kampanye terbuka salah satu parpol.

Sedikitnya ada tiga sepeda motor yang kemudian dibawa petugas, lantaran pengendaranya tidak memakai helm. Sepeda motor yang dihentikan petugas itupun terpantau tidak dilengkapi spion. Dan, ketika diperiksa, pengendara yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraannya. (way)

 

Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2014

Kebutuhan Anggaran TPG Capai Rp 59,2 milliar

DINDIKPORA Kota Pekalongan sudah mulai melakukan proses tahapan penerbitan SK untuk mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan pertama tahun 2014. Meski tahun ini tidak lagi melalui proses mekanisme pengusulan anggaran, namun Dindikpora telah menghitung kebutuhan anggaran TPG untuk guru PNS. Hasilnya, kebutuhan anggaran TPG untuk tahun 2014 mencapai Rp 59,2 milliar untuk satu tahun. Anggaran tersebut merupakan kebutuhan dana TPG hanya untuk 1493 guru PNS di Kota Pekalongan.
Tidak adanya proses pengusulan besaran kebutuhan TPG dari daerah ke pusat, membuat anggaran TPG ditentukan langsung oleh pusat. Untuk menentukannya, pemerintah pusat berpedoman pada jumlah penerimaan TPG tahun lalu, ditambah kenaikan gaji. Dan juga jumlah peserta yang lulus dalam PLPG tahun 2013.
Pengelola TPG Dindikpora Kota Pekalongan Mabruri, Spd menjelaskan, mekanisme pencairan memang dibedakan antara guru PNS dan non PNS. Untuk guru non PNS, prosesnya langsung dilakukan oleh pusat. Sehingga untuk saat ini sudah ada sebagian guru yang telah menerima TPG. “Untuk non PNS, guru Dikdas sebagian sudah menerima dan disalurkan lewat rekening masing-masing. Sementara untuk TK dan Dikmen SK sudah ada di pusat. Sedangkan guru PNS saat ini sedang dalam proses pengusulan SK di semua jenjang.” terangnya, Kamis (27/3)
Meknisme pengusulan SK, lanjutnya, juga dibedakan dari jenjang guru mengajar. Untuk jenjang TK, dan Dikmen yaitu SMA, SMK, pengusulannya lewat proses manual. Sementara untuk Dikdas yaitu SD dan SMP, pengusulannya lewat online melalui aplikasi dindikpora yang tahun lalu sempat menjadi kendala dalam penyusunan SK.
Namun untuk tahun ini, kata Mabruri, guru sudah mulai terbiasa dengan aplikasi Dapodik. Sehingga dari jumlah guru yang sudah mengusulkan SK, hanya lima persen yang dinyatakan tidak valid, “Ada beberapa faktor yang membuat data tidak valid, diantaranya kesalahan guru atau operator yang menginput data atau memang tidak memenuhi jam mengajar 24 jam secara linier.” bebernya lagi.
Sementara untuk jumlah guru yang menerima TPG, dirinya mengatakan bahwa tahun ini jumlahnya bertambah sebanyak 300 orang dengan total guru sebanyak 1854 yang terdiri dari 361 guru non PNS dan 1493 guru PNS. Pencairan TPG untuk guru PNS, masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang besaran TPG yang diberikan. Sampai pertengahan maret ini, hampir seluruh daerah belum menerima pencairan dana TPG. “Kondisinya sama dihampir seluruh daerah yang belum cair. Karena PMK terbit serentak untuk smeua daerah.” imbuhnya.
Setelah cair, menurut Mabruri, untuk guru PNS masih ada tahapan selanjutnya, karena anggaran masuk ke kas daerah.
Dari kas daerah baru TPG dicairkan ke rekening masing-masing guru. Berbeda dengan guru non PNS yang anggarannya dari pusat langsung masuk rekening masing-masing. Untuk kisaran besaran TPG adalah satu kali gaji pokok dipotong pajak. Besaran gaji yang menjadi acuan, adalah gaji perbulan januari 2014 dan berlaku untuk satu tahun.
Kami dari pengelola berkomitmen akan berupaya untuk mengurus masalah TPG dengan sebaik-baiknya, sehingga kami imbau untuk para guru agar tetap bisa fokus menjalankan tugas keprofesian sebaik-baiknya tidak perlu khawatir tentang pengelolaan TPG. Sehingga bisa mengurangi konsentrasi mereka,” pesan mabruri. (nul)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 28-03-2014)

Hari jadi Kota Pekalongan ke 108

HUT kota Pekalongan Ke 108 Sederhana dan Khidmat
Pekalongan, Info Publik – Hari jadi Kota Pekalongan ke 108 diperingati secara sedehana dan khidmad, Selasa (1/4). Diawali dengan kirab budaya, gunungan buah-buahan dan nasi bungkus megono yang merupakan makanan khas kota batik tersebut. Acara ditutup dengan Doa bersama dengan para ulama.
Walikota dr HM Basyir Ahmad, Wakil Walikota HA Alf Arslan Djunaid, Ketua DPRD M Bowo Leksono serta sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) juga mengikuti kirab tersebut. Yang menarik kirab tersebut juga diikuti sejumlah peserta cantik berkulit bule yang memakai pakaian tradisional Jawa.
Kirab di mulai dari depan kantor Kelurahan Podosugih menuju Kompleks Pemkot Pekalongan di jalan Mataram dan disaksikan ribuan warga. Usai kirab dan doa bersama gunungan buah-buahan dan nasi megono itu langsung menjadi rebutan warga.
Dora (17) remaja asal Jerman yang mengikuti kirab bersama sejumlah temanya mengaku sangat tertarik dengan tradisi dan kirab budaya ini. “Sangat istimewa,” katanya dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Kepala DinasPerhubungan dan Pariwisata Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo mengatakan peringatan Hari Jadi Kota Pekalongan ini memang dilakukan dengan sederhana karena saat ini sedang menghadapi musim kampanye menjelang Pemilu. “Namun kami berharap kesederhanaan acara ini tidak mengurangi arti dari Hari jadi itu sendiri,” ujarnya.
Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat memberikan sambutan menegaskan bahwa Kirab budaya ini menunjukkan Kota Pekalongan didirikan dan dibangun dengan basis budaya.

Sabtu, 29 Maret 2014

Diklat Peningkatan Kompetensi, Sekdes diminta netral

Sekdes Diminta Tak Terjebak Kepentingan Kampanye Politik

DPRD Kab Pekalongan - Sekretaris Desa di seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan diminta tidak larut atau terjebak dalam massa kampanye politik. Permintaan itu disampaikan Bupati Amat Antono, di sela-sela kegiatan Diklat Peningkatan Kompetensi, Sekdes, di Aula Setda Lantai 1, Rabu (26/3).

"Saya ingin agar kades, sekdes dan perangkat desa lainnya bisa kompak dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa. Saya juga mengingatkan pemilu sebentar lagi digelar. Diharapkan para sekdes tetap pada tupoksinya, tidak larut dalam kampanye politik, tidak terjebak pada kepentingan. Saya tidak akan mengurangi hak politik sekdes," tandas dia.

Menurutnya, menjadi seorang PNS berarti sebagian dirinya telah tergadaikan, terikat dengan peraturan perundang-undangan sehingga tidak lagi bisa sebebas layaknya masyarakat umum.

"Saudara dituntut untuk bisa melaksanakan peraturan perundang-undangan sebagai PNS. Jadi kalau ada sekdes yang bertindak tidak sesuai dengan aturan, akan saya tindak," katanya.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Pemkkab Pekalongan itu menandaskan, kedudukan dan tugas pokok dan fungsi seorang sekdes harus betul-betul disadari dan dipahami.

Hal ini, kata dia, agar dalam pelaksanaan tugas tidak rancu, bias dan arahnya jelas. "Sekdes itu fungsinya staf, bukan komando atau pengambil kebijakan. Oleh karena itu, sekdes dan kepala desa harus bisa kompak dan seirama," jelasnya. (i)

 

72 shelter (lapak) diperjualbelikan

Lapak di Gemek Diperjualbelikan?

KEDUNGWUNI - Ketua Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin mengeluhkan adanya praktik jual beli shelter atau lapak di Taman Gemek Kedungwuni Pekalongan. Padahal, shelter tersebut disediakan pemerintah secara gratis kepada masyarakat untuk meningkatkan ekonomi, khususnya para pedagang di wilayah tersebut.

“Ada oknum yang menjual shelter kepada orang yang bersedia menempatinya. Nilainya pun mencapai jutaan rupiah. Kabar itu saya peroleh langsung dari para pedagang,” akunya.

Dijelaskan, awalnya memang lapak diberikan kepada pedagang. Namun begitu tak ditempati, lapak kemudian diperjualbelikan. “Ini

Saat diklarifikasi pernyataan tersebut, Camat Kedungwuni Pekalongan, Sumarwati menampiknya. Ia mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya praktik jual beli shelter tersebut.

“Terkait hal itu kami belum mengetahui. Namun, untuk pengelolaan gemek kami sudah melakukan optimalisasi. Kita juga akan adakan evaluasi terkait pengelolaan gemek,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Pengelola Taman Lapangan Gemek, Ghufron Jamal, menambahkan, dalam aturan penggunaan shelter oleh para pedagang di kawasan Gemek, jika sudah melebih 15 hari tidak dipakai, maka sudah bisa ditempati oleh orang lain. “Para penjual yang menjajakan jualannya di shelter ini merupakan para pedagang yang sudah sejak dulu ada di Gemek. Jauh sebelum taman ini dibangun seperti ini, sebagian besar mereka (pedagang) sudah menempati lapangan Gemek,” ujar Ghofur.

“Sampai saat ini, jumlah yang tersisa ada 8 selter, Itupun masih diupayakan untuk bisa ditempati. disperindag juga terus lakukan evaluasi,” imbuhnya.

Untuk sekedar diketahui, di kawasan Gemek tersebut terdapat 72 shelter untuk para pedagang. (yan)

 

Jalan Rusak Mendesak, Segera Diperbaiki

Jalan Rusak di Pasar Grogolan Mendesak Diperbaiki

KOTA - Jalan rusak di Pasar Grogolan, Kelurahan Landungsari, sangat mendesak untuk diperbaiki. Sebab mengganggu aktivitas warga, terutama masyarakat yang akan bertransaksi di pasar setempat.

Rohmah (38), pedagang buah di pasar Grogolan menyebut, jalan di Pasar Grogolan yang rusak diakibatkan karena banjir beberapa waktu lalu. “Kondisi jalannya rusak, apalagi jalan di sebelah utara Pasar Grogolan sudah parah. Padahal itu kan termasuk jalan utama,” ucapnya.

Selain jalan sebelah utara pasar, Rohmah juga menyebut, jalan di dalam pasar juga banyak yang berlubang. “Kalau musim hujan kan jadi banyak kubangan air dan becek. Jadi kesannya kumuh, nah kalau kumuh gak ada pembeli yang mau kesini kan pedagang jadi rugi, ” terangnya .

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bambang Sugiarto saat ditemui Radar pada Jum’at (28/3) mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan perbaikan -perbaikan jalan. “Jumlah jalan rusak di Kota Pekalongan itu kan banyak. Jadi gak mungkin dalam satu bulan bisa diperbaiki semuanya, harus dilakukan satu persatu,” jawabnya.

Sejak Januari 2014, sambung Bambang Sugiarto, DPU sudah melakukan perbaikan perbaikan jalan, dan itu terus berlangsung sampai sekarang. “Jadi masyarakat mohon maklum dan sabar, tapi pasti akan kami perbaiki, tidak usah khawatir,” jawabnya lagi.

Bambang Sugiarto mengatakan bahwa tahun ini dianggarkan dana sebesar Rp 1,1 Miliar untuk perbaikan secara umum, untuk perbaikan jalan sendiri mendapat alokasi Rp360 juta. Sisanya digunakan untuk perbaikan trotoar, selokan dan lain-lain. “Untuk kerusakan-kerusakan kecil akan kami tangani sendiri dari DPU, namun untuk kerusakan jalan yang sudah sangat parah kami bekerja sama dengan pihak swasta untuk memperbaikinya, karena pihak DPU tidak sanggup,” pungkasnya. (ap3)   

 

 

Jejak Kampung Arab di Jalan Surabaya Pekalongan

Kampung Arab Berpotensi Jadi Objek Wisata Budaya

PEKALONGAN – Puluhan anggota Pekalongan Heritage Community dan beberapa komunitas lain di Kota Pekalongan berjalan kaki menyusuri Jalan Surabaya. Kedatangan mereka untuk menelusuri jejak kampung arab dalam acara Jalan-jalan Heritage Mengenal Kampung Arab Kota Pekalongan, Minggu (2/3).

Jalan-jalan Heritage Mengenal Kampung Arab Kota Pekalongan dimulai dari Masjid Wakaf, kemudian peserta berjalan kaki menyusuri Jalan Surabaya. Beberapa kali peserta singgah di sejumlah rumah dengan arsitektur kuno yang masih dipertahankan hingga saat ini. Kampung arab berpotensi untuk dijadikan objek wisata budaya.
Kendati demikian, menurut pengamat arsitektur dan dosen Universitas Pekalongan (Unikal), Sri Puji Astuti Soekardi, penanda Kampung Arab sudah banyak yang hilang, baik tampilan maupun fungsinya. Menurut dia, bangunan-bangunan di Kampung Arab saat ini arsitekturnya sudah berubah. Selain itu, fungsinya pun sudah berubah menjadi pertokoan. “Saat saya melakukan penelitian sepuluh tahun yang lalu, rumah-rumah di sini bergaya kolonial (artdeco). Tapi sekarang keberadaan rumah-rumah bergaya kolonial itu hampir punah,” paparnya.
Astuti mengatakan, perubahan desain bergaya kolonial, serta pengalihan fungsi tersebut berkaitan dengan perubahan ahli waris. Pemkot Pekalongan diharapkan mempertajam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Bangunan Cagar budaya, melalui Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang perlindungan bangunan cagar budaya di wilayahnya. “Perda harus lebih ketat. Renovasi diperbolehkan, sedikit saja. Tapi style (gaya) lama harus tetap dipertahankan,” tandas Astuti.
Kearifan Lokal
Sebab, menurut dia, Kampung Arab Kota Pekalongan berpotensi untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata budaya. “Kampung Arab ini sebenarnya berpotensi untuk dikembangkan menjadi cultural tourism. Namun belum dikemas dengan baik,” imbuh Astuti.
Pegiat sejarah Kota Pekalongan Arif Dirhamsyah berharap kegiatan tersebut bisa menumbuhkan generasi muda Kota Pekalongan untuk lebih mengenal budaya masyarakat, terlebih kearifan lokal. “Karena mencintai kearifan lokal merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air,”ujar Arif.
Jalan-jalan heritage Mengenal Kampung Arab Kota Pekalongan juga diikuti Olivier Johannes Raap, penulis buku Soeka-soeka di Djawa Tempoe Doeloe, serta empat warga Jerman sukarelawan Indonesia Internasional Work Camp (IICW), serta anggota Komunitas Fotografi Pekalongan. (K30-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-03-2014)

Jalan KH Mas Mansyur akan dihijaukan taman vertikal

Taman Vertikal Hiasi Kota

PEKALONGAN – Sejak pekan lalu, taman vertikal menghiasi beberapa sudut Kota Pekalongan. Keberadaan taman vertikal itu selain menambah cantik wajah Kota Pekalongan, juga berfungsi untuk mengurangi polusi karena asap kendaraan bermotor.
Taman vertikal tersebut bisa dijumpai di perempatan Ponolawen, di sudut kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan di pertigaan Tirto. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Pekalongan Slamet Budiyanto mengatakan, taman vertikal dibuat untuk menambah wajah kota agar lebih cantik, sekaligus untuk penghijauan.
Taman vertikal tersebut dinilai cukup startegis sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah penghijauan di lahan yang terbatas. “Kami berusaha untuk menambah perwajahan kota agar lebih indah. Selain itu juga untuk penghijauan,” terang dia, (23/3).
Menurut dia, taman vertikal yang ada di beberapa sudut Kota Pekalongan tersebut merupakan partisipasi dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dan RSUD Bendan melalui program corporate Social Responsibility (CSR).
Kurangi Polusi
Ia berharap, perusahaan lainnya bisa membuat taman vertikal di lokasi lainnya melalui program CSR. Taman vertikal merupakan taman yang teknik penanaman dibuat secara vertikal atau tegak lurus. Tumbuhan di taman berfungsi untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan suplai oksigen. Selain itu sejumlah ruas jalan di Kota Pekalongan juga akan dihiasi tanaman dalam pot.
Slamet Budiyanto mengatakan, KLH Kota Pekalongan mendapat bantuan 100 tanaman dalam pot dari program CSR BRI Peduli. Pot-pot itu ditanami aneka jenis tumbuhan, nantinya akan disebar ke sejumlah ruas jalan di Kota Pekalongan. “Pot-pot itu nanti akan diletakkan di ruas jalan yang penghijauannya masih kurang, misalnya di Jalan KH Mas Mansyur,” papar Slamet. (K30-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 24-03-2014)

Pemkot Tambah Dana Hibah untuk Atasi Kemiskinan

APBD 2015 Diprioritaskan untuk Atasi Kemiskinan

PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan akan menambah dana hibah kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) menjadi Rp 50 miliar pada APBD Kota Pekalongan tahun anggaran 2015. Kebijakan itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi kemiskinan.
Kemiskinan harus diberantas. Dana hibah yang sebelumnya Rp 40 miliar, nanti akan ditambah menjadi Rp 50 miliar agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Walikota M Basyir Ahmad pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun anggaran 2015 di Ruang Amarta Setda (24/3)
Ia mengatakan, ada beberapa isu yang menjadi fokus program Pemkot Pekalongan pada 2015, yakni pemberantasan kemiskinan, meingkatkan mutu pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah. “Untuk mencegah dan meminimalisir banjir, kami akan membangun drainase sekunder di Sungai Meduri dan Sungai Bremi,” imbuh Basyir.
Dukungan Pendanaan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan Sri Ruminingsih memaparkan, beberapa upaya penanggulangan kemiskinan di antaranya penguatan dan pemantapan peran kelembagaan masyarakat sebagai pelaku pemberdayaan. Selain itu, peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan optimalisasi dukungan pendanaan dan fasilitasi teknis dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, pembanguna infrastruktur akan diprioritaskan untuk penanggulangan bajir dan rob, peningkatan sarana dan prasarana jalan, pengelolaan persampahan, pengelolaan penerangan jalan umum dan revitalisasi pasar. Di bidang kesehatan, lanjut dia, anggaran akan dialokasikan untuk penyediaan akses layanan kesehatan dasar, baik di puskesmas maupun rujukan.
Selain itu optimalisasi anggaran dukungan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Musrenbang dihadiri lurah dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Pekalongan. Di samping itu sejumlah perwakilan dari Komunitas dan organisasi di Kota Pekalongan, seperti Muslimat NU dan Forum Anak Kota Pekalongan. (K30-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 26-03-2014)

Pembangunan Sabuk Pantai (Revetment)

Rp 2 Miliar untuk Bangun Revetment

PEKALONGAN – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan akan meneruskan pembangunan infrastruktur penanganan rob di wilayah pesisir, baik pembangunan sabuk pantai atau revetment maupun geotube. Kepala DPU Kota Pekalongan Masrsudi Ismanto menjelaskan, untuk membangun infrastruktur penanganan rob tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp 700 juta dalam APBD Kota Pekalongan tahun ini. Selain itu, Pemkot juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi.
(Pemprov) Jawa Tengah sebesar Rp 1,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur penanganan rob. “Anggaran tersebut untuk membangun revetment geotube dan pemecah gelombang,” papar Marsudi, (25/3). Dijelaskan, tahun ini DPU Kota Pekalongan akan membangun revetment di wilayah. Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, “Revetment di Pantai Slamaran akan disambung hingga ke arah Timur,” jelas Marsudi.
Reklamasi Alami
Sementara itu, pembangunan geotube yang akan dilanjutkan pada tahun ini masuk di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara. Rencananya, pembangunan geotube yang akan dikerjakan pada tahun ini sepanjang 300 meter. Dengan demikian, lanjut dia, di sepanjang pesisir Kota Pekalongan pada tahun ini sudah terlindungi penahan gelombang, sehingga permukiman warga diharapkan tidak lagi terendam rob.
Marsudi mengemukakan, tidak hanya membangun revetment dan geotube, di sepanjang pesisir objek wisata Slamaran, karena nantinya juga akan dibangun groin atau pemecah gelombang. “Harapannya, di sepanjang pesisir nanti ada reklamasi secara alami,” tandas Marsudi. (K30-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 26-03-2014)