Kamis, 31 Mei 2012


 
Pemerintah Kota Pekalongan tahun ini menambah dana akselerasi mencapai 14,6 milyar rupiah. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 8,2 milyard rupiah.

Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan BPMP2AKB setempat Muhamad Iqbal kepada Radio Kota Batik mengatakan, meningkatnya dana akselerasi karena banyaknya kebutuhan warga miskin yang harus dipenuhi.

Iqbal menambahkan dana akselerasi dapat langsung ditujukan kepada keluarga miskin namun bisa juga secara tidak langsung seperti untuk perbaikan lingkungan.


Program akselerasi pembangunan keluarga sejahtera berbasis masyarakat diantaranya untuk menangani rumah yang tidak layak huni, lingkungan masih kumuh, memberikan pelatihan anak putus sekolah dan pembiayaan pendidikan kejar paket.

sumber: /www.radiokotabatik.net dan sumber lain

PLN Luncurkan Program PDKB Tekan Pemadaman Listrik

PT PLN Ditribusi Jawa Tengah Dan DIY terus melaksanakan program Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan PDKB. Melalui program tersebut perbaikan jaringan listrik dilakukan tanpa harus melakukan pemadaman.

Pihak PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY meresmikan 4 tim Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan untuk Pekalongan, Cilacap, Klaten dan Salatiga secara resmi diluncurkan di halaman kantor PT. PLN Area Pekalongan Kamis 31 Mei 2012 pagi.


General Manager PT. PLN Distribusi Jawa Tengah - DIY Ferdinand Timbul Siahaan kepada Radio Kota Batik mengatakan dengan program PDKB upaya pemeliharaan jaringan listrik tak perlu lagi memadamkan listrik hingga berjam-jam sehingga menimbulkan kerugian dari masyarakat.

Siahaan menjelaskan pekerjaan dalam keadaan bertegangan sangat beresiko tinggi, sehingga semua tim PDKB untuk memperhatikan keselamatan serta perawatan terhadap sarana prasarananya.

Siahaan menambahkan saat ini total pekerja PDKB di Jawa Tengah jumlahnya mencapai 13 ribu 115 orang. Apabila ke depan kebutuhan tenaga PDKB semakin besar maka bisa dipastikan jumlahnya akan ditambah dengan menggunakan pola outsourcing.

sumber:www.radiokotabatik.net

Kota Pekalongan Akan Tambah 2 Klinik Berhenti Merokok

Pemerintah Kota Pekalongan akan menambah 2 klinik berhenti merokok. Klinik khusus untuk perokok tersebut rencana akan ada di setiap kecamatan. Saat ini pemkot telah memiliki 2 Klinik berhenti merokok yaitu di Balai Pengobatan Paru dan Puskesmas Tondano.

Dokter Dwi Herry Wibawa Kepala Dinas Kesehatan Setempat kepada Radio Kota Batik mengatakan, pihaknya menargetkan pada tahun 2013 disetiap kecamatan diharapkan sudah mempunyai klinik berhenti merokok.


Menurut Dokter Herry, nanti kedepan Klinik berhenti merokok akan dibangun di Pekalongan Selatan dan Pekalongan Barat. Hal ini sebagai komitmen dalam memerangi asap rokok di wilayahnya.<br />

Dwi Herry berharap kesadaran masyarakat untuk berhenti merokok menjadi meningkat dan jumlah perokok juga tidak bertambah, serta warga yang tidak merokok menjadi terlindungi. Apalagi saat ini di Kota Pekalongan telah memiliki 7 kawasan tanpa rokok.
sumber:www.radiokotabatik.net

Mahasiswa Di Pekalongan Gelar Aksi Anti Rokok

Menyambut Hari Bebas Tembakau se-Dunia puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota mengelar aksi turun kejalan. Sepanjang jalan mahasiswa mengkampanyekan anti-rokok kepada masyarakat.

Mereka memulai aksi disejumlah kawasanan ruang publik diantaranya, Pasar PodoSugih, Pasar Banjarsari, lapangan Mataram dan Lapangan Sorogenen.


Sandi kepada Radio Kota Batik mengatakan aksi ini dilakukan dalam bentuk ajakan kepada masyarakat untuk berhenti merokok, karena rokok membahayakan kesehatan.

Sandi menjelaskan memang dampak merokok tak datang secara seketika tapi baru terasa di waktu mendatang. Sebab lambat laun asap rokok akan menyerang kesehatan tubuh.<br />
Para mahasiswa juga mendukung langkah Pemkot Pekalongan yang melarang peredaran iklan rokok di wilayah Pekalongan. Langkah tersebut sangat tepat untuk menyelamatkan generasi muda dan masyarakat lainya dari bahaya rokok.

sumber:www.radiokotabatik.net

Antrean Capai Dua Kilometer

PEKALONGAN – Masyarakat diminta menghindari Jl. Gajahmada, tepatnya di proyek perbaikan Jembatan Bremi yang sedang dibongkar oleh Bina Marga Jateng. Pembongkaran dimulai Selasa (22/5) pagi dan diperkirakan selesai dalam waktu 60 hari kerja. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka Selasa (23/5) petang, antrean panjang dari arah timur mencapai ujung Jl Wills atau dua kilometer dari titik perbaikan jembatan. Kepolisian sempat mengalihkan arus kendaraan berat melalui Jl KH Mas Mansyur untuk mencegah kemacetan parah di perempatan Ponolawen.


Rabu (24/5) pagi, beberapa bus besar anatar Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) memilih melintas di Jl Kurinci yang relatif sempit untuk dilewati kendaraan berat. Pengemudi truk yang tidak punya keberanian seperti sopir bus, memilih bertahan dalam antrean panjang disepanjang Jl Wills, Jl Sriwijaya dan Jl Slamet. 

Dari arah barat, kemacetan berujung di sebelah barat perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan di kawasan Tirto. Pengendara mengeluhkan tidak adanya jalur alternatif bagi kendaraan berat di Kota Pekalongan. “Tua di jalan tidak hanya di Jakarta. Di Pekalongan ternyata juga bisa,” ujar Alfi (40), pengemudi truk tronton yang antre di Jl Sriwijaya.

Belum Ada Tembusan
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Muanas Budi Prasetyo kepada Suara Merdeka menjelaskan, hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan tembusan baik dari kontraktor pelaksana maupun pihak Bina Marga Jateng yang melaksanakan proyek tersebut. “Hingga detik ini (kemarin) belum ada yang kulanuwun mas,” katanya kemarin. Anas menjelaskan, meski begitu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polres Pekalongan Kota untuk mengurangi kemacetan.

Anas memberikan solusi bagi pengendara sepeda motor, untuk melalui Jl Samanhudi Pasirsari, bisa melalui jalan sebelum atau sesudah Kali Meduri untuk selanjutnya menuju Kramatsari berakhir di Jl Perintis Kemerdekaan. Untuk kendaraan roda empat, Anas menyarankan pengemudi menuju arah selatan melintas Jl Ahmad Dahlan, untuk kemudian berbelok ke kawasan Binagriya, begitu juga sebaliknya. (K21-90)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 24-05-2012)

Populasi Sapi Perah Pengaruhi Tingkat Konsumsi Susu di Kota Batik

Menurunnya jumlah sapi perah di wilayah Kota Pekalongan, membuat konsumsi susu segar rendah. Dan bahkan hingga saat ini jumlah populasi sapi perah hanya ada sekitar 300 ekor.


Kepala Seksi Usaha Ternak dan Pengolahan DPPK Kota Pekalongan Ilena Palupi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan susu segar, masih diperlukan penambahan populasi sapi perah sebanyak 200 ekor.


Jumlah konsumsi susu segar masyarakat tahun 2012 lalu, hanya sekitar 2 liter per tahun, atau hanya 4 tetes perharinya. Namun tahun 2012 ini, pihaknya menargetkan ada kenaikan hingga 10 persen.


Ilena Palupi menambahkan, selain sedikitnya jumlah populasi sapi perah, rendahnya pengetahuan tentang manfaat mengkonsumsi susu segar, juga mempengaruhi jumlah tingkat konsumsi susu segar di masyarakat.
sumber:www.radiokotabatik.net

703 Guru SD Ikuti Workshop Pembelajaran Tematik

PEKALONGAN – guna meningkatkan prestasi siswa kelas 1, 2 dan 3 SD/MI di Kota Pekalongan, maka sebanyak 703 guru, kepala sekolah, dan pengawas mengikuti workshop pembelajaran tematik. Kegiatan itu berlangsung mulai 24-26 Mei di aula SMKN 2 Pekalongan. Walikota pekalongan, HM Basyir Ahmad dalam sambutannya menegaskan, kegiatan itu sebagai terobosan untuk peningkatan pendidikan di wilayahnya. Karena itu, para guru diminta mengikuti dengan tekun, semata-mata untuk kepentingan anak didik.

Terobosan itu, menurut dia, akan dibicarakan bersama sehingga nantinya menjadi keputusan bersama untuk meningkatkan pendidikan di Kota Batik. “Karena itu, saya berharap kepada guru, kasek, dan pengawas untuk memberikan masukan terkait terobosan itu,” katanya. Terkait dengan pendidikan di wilayahnya. Basyir selalu meminta kepada sekolah untuk mengadakan terobosan sebagai inovasi di sekolahnya. “Hari ini harus jauh lebih baik dari kemarin. Demikian pula besok harus jauh lebih baik dari hari ini,” tegasnya.

Standar Jelas
Dia berharap, sekolah-sekolah di Kota Batik memiliki sistem dan standar yang jelas, sehingga masyarakat sudah apa yang akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan. Dia mencontohkan bidang kesehatan di wilayahnya, yang semuanya menggunakan standar ISO. “Saya berharap, sekolah di Pekalongan adalah terbaik dari daerah lain,” tegasnya.

Karena itu, seperti dalam visi dan misi Walikota, maka sekolah mestinya juga menentukan apa yang akan dicapai di masa mendatang. Jadi, sebelum melakukan kegiatan, sekolah sudah merencanakan terlebih dulu. Demikian pula, pelaksanaannya juga sudah sesuai dengan apa yang ditulis dalam perencanaan.

Terkait dengan sekolah negeri dan swasta . Dia mengaku akan lebih lebioh menyeimbangkan. Perhatian pada sekolah swasta akan ditingkatkan. Hal itu dilakukan karena di Kota Pekalongan sekolah swasta mampu menampung sekitar 45% dari seluruh siswa, sedangkan sekolah negeri 55%. Karena itu, ke depan, dia akan lebih perhatian terkait dengan anggaran yang akan diberikan pada swasta. (A15-48)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 26-05-2012)

Wilayah Pekalongan Timur Masih Berpeluang Untuk Pengembang

Wilayah kecamatan Pekalongan Timur, dinilai masih berpotensi untuk pengembangan pemukiman dalam peta tata ruang. Wilayah yang masih potensial untuk pengembangan perumahan adalah di kelurahan Degayu, Gamer serta keluarahan Dekoro.


Kasi Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Khaerudin mengatakan wilayah Pekalongan Timur merupakan satu-satunya wilayah yang memiliki lahan cukup luas, yang belum banyak di manfaatkan, sedangkan wilayah Pekalongan Utara, terkendala rob dan banjir sehingga di batasi bagi pengembang.


Khaerudin menambahkan, untuk wilayah Pekalongan Selatan, sebagian besar lahan yang tersisa sawah yang harus di pertahankan untuk memenuhi lahan pertanian berkelanjutan.


Sementara itu, Ketua Komisariat Real Estatate Indonesia Pekalongan, Ricsa Mangkula mengungkapkan, sejumlah pengembang memang sudah memiliki rencana investasi ke wilayah Pekalongan Timur, namun kondisi saat ini di wilayah tersebut kurang memiliki fasilitas penunjang untuk pemukiman.


Ricsa menjelaskan, fasilitas umum yang menunjang untuk pemukiman antara fasilitas jalan yang memadai, keberadaan sekolah serta pasar. Selain itu tingkat keamanan di Pekalongan Timur dinilai masih rawan.
sumber:www.radiokotabatik.net

Polisi Bekuk 2 Pengecer Kupon Judi Togel Di Jalan Sulawesi

Jajaran Kepolisian Resort Pekalongan Kota, kembali membekuk dua orang pelaku judi toto gelap di jalan Sulawesi Selasa Malam. Kedua Pelaku adalah Maryono warga Kelurahan Podosugih dan Achmad Rizal warga Kelurahan Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat.

Juru Bicara Kepolisian Resort Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Purwanto kepada Radio Kota Batik mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan hasil informasi masyarakat melalui kring serse.


Purwanto menjelaskan, awalnya polisi hanya menangkap Maryono, dari penangkapan itu dikembangkan hingga akhirnya polisi membekuk Achmad Rizal di Jalan Sulawesi.

Dari tangan keduanya Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain sejumlah uang tunai, 2 unit HP, puluhan lembar kertas rekap maupun belasan kupon togel yang telah terjual.

sumber:www.radiokotabatik.net & sumber lain

E-KTP di Kota Batik Terganggu Kekurangan Blanko

Proses pembuatan kartu tanda penduduk elektronik terganggu, karena Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekalongan masih kesulitan mendapatkan blangko, dan harus menunggu kiriman dari kementrian dalam negeri.



Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Budhy Santosa menjelaskan, tempat percetakan untuk blanko hanya pihak kementrian dalam negeri yang mengetahuinya, dengan tujuan agar tidak dipalsukan.

Budy mengungkapkan, meski pembuatan E-KTP saat ini sudah dilimpahkan ke daerah, namun pembuatan blanko belum di limpahkan ke daerah.



Budhy menambahkan, selain terkendala dengan blangko pihaknya juga mempertanyakan status kepemilikan alat yang akan digunakan untuk proses E-KTP, merupakan pinjaman atau akan dihibahkan.

sumber:www.radiokotabatik.net

Minat Siswa Melanjutkan Sekolah Di SMK Meningkat

Minat siswa Sekolah Menengah Pertama atau S-M-P, yang melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan atau S-M-K negri atau swasta di Kota Pekalongan tahun ini meningkat. Hal tersebut terlihat dari perbandingan antara jumlah siswa SMK dan SMA sebesar 60 banding 40.


Kepala Bidang SMA, SMK dan MA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan, Suroso kepada radio Kota Batik mengatakan, hal ini sesuai dengan misi Kota Pekalongan sebagai Kota fokasi, dimana jumlah siswa SMK lebih banyak jika dibanding jumlah siswa SMA.



Kondisi tersebut, didukung pula dengan jumlah SMK yang lebih banyak dibanding SMA, yaitu 11 SMK dan 10 SMA yang ada saat ini.


Suroso menghimbau kepada siswa-siswi alumni SMP dan para orangtua, agar sebaiknya melanjutkan sekolah ke SMK saja. Karena lulusan SMK bisa langsung bekerja atau melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta.
sumber:www.radiokotabatik.net

Pabrik Gula Sragi Nyatakan Masih Merugi

Pabrik Gula Sragi menyatakan sampai dengan saat ini masih merugi. Kerugian disebabkan karena pabrik gula mengalami kekurangan bahan baku. Hal ini di katakan Administratur PG Sragi Djoko Wahyudiono pada acara Selamatan Giling, Rabu 30 juni pagi.


Menurut Joko, supaya tidak merugi pihaknya mengupayakan penambahan bahan baku, dan akan merubah sistem giling menjadi defikan remet karbonatan, agar menghasilkan gula yang lebih berkualitas.



Pada musim giling tahun ini, pihak Pabrik Gula Sragi merencanakan giling tebu sesuai taksasi Maret dengan luasan 4.376 Ha, dengan jumlah tebu mencapai 3,022 juta kuintal. Dan awal musim giling direncanakan akan dilaksanakan pada hari Kamis 7 juni, dan direncanakan selama 110 hari giling.


Puncak rangkaian Pesta Giling tebu tahun ini, diawali dengan upacara Penggilingan Temanten Tebu dan Temanten Glepung. Temanten Tebu menandakan kesiapan tebu sedangkan Temanten Glepung menandakan kesiapan pabrik untuk melaksanakan giling. Ribuan warga tampak memadati sekitar Pabrik Gula Sragi untuk menonton arak-arakan tebu yang disemarakkan dengan karnaval yang menggunakan kostum warna-warni.
sumber:www.radiokotabatik.net

Panitia Pengadaan Tanah Rel Ganda Terima Puluhan Aduan

Dalam dua minggu setelah hasil pendataan tanah dan bangunan di umumkan, panitia pengadaan tanah atau P2T Kota Pekalongan, menerima puluhan aduan dari warga yang lahannya akan terkena proyek rel ganda Pekalongan Semarang.


Sekertaris P2T Kota Pekalongan, Priyono kepada Radio Kota Batik menjelaskan, panitia pengadaan tanah telah menerima 27 aduan dari warga kelurahan Kergon, dan 3 aduan dari warga kelurahan Bendan.

Priyono mengungkapkan, sebagian besar warga mengadukan masalah pengukuran ulang terhadap tanah mereka yang akan terkena proyek jalur ganda.



Menurut priyono, pengaduan ini terjadi karena belum ada persamaan persepsi antara warga dan panitia terhadap tanah yang akan di bebaskan. Namun panitia hanya berpedoman pada kepemilikan tanah berdasarkan sertifikat yang di miliki oleh warga.


Priyono menambahkan, pihaknya sudah mulai menindaklanjuti pengaduan dengan menurunkan tim ke dua kelurahan tersebut, sambil menunggu tim penaksir harga mengumumkan proses ganti rugi pada akhir Juni mendatang.
sumber:www.radiokotabatik.net

Bupati Pekalongan Lantik Ratusan Pejabat Esselon 3,4, dan 5

Bupati Pekalongan Amat Antono kembali melantik 169 pejabat eselon 3, 4 dan 5. Pelantikan digelar di Aula Lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan. Sebelumnya Bupati juga sudah melantik ratusan pejabat eselon.


Bupati Amat Antono dalam sambutannya menegaskan, jabatan adalah kepercayaan yang diamanatkan oleh pimpinan. Sedangkan mutasi serta promosi bertujuan untuk penyegaran organisasi supaya lebih dinamis dan sehat.


Bupati menjelaskan, pihaknya setiap 6 bulan sekali akan melakukan evaluasi seluruh pejabat eselon, dan menegaskan bahwa mutasi atau rotasi kali ini bukan berarti seseorang itu salah. Tetapi, karena akan menempatkan seseorang pada jabatan yang tepat untuk menuju masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera.


Bupati dalam kesempatan tersebut, juga menyampaikan agar SKPD bisa mengelola asset milik Pemkab Pekalongan seperti Pendopo Bupati di Jalan Nusantara Kota Pekalongan, yang rencananya akan dikerja samakan dengan pihak ke tiga.

sumber:www.radiokotabatik.net

Jumlah Pencurian Meteran Air Di Kota Pekalongan Turun

Jumlah aksi pencurian meteran air milik pelanggan PDAM Kota Pekalongan turun, bahkan hingga akhir bulan Mei tahun 2012 ini belum dilaporkan ada kasus pencurian meteran air.


Kepada Radio Kota Batik Direktur PDAM Kota Pekalongan, Yani Setiawan mengatakan tahun 2011 lalu terjadi 10 kasus pencurian meter air, namun tahun ini jumlahnya di perkirakan turun karena sejak awal tahun 2012 belum ada laporan.



Pencurian meter air tersebut rata-rata terjadi di sejumlah perumahan, yang dinilai lingkungannya sepi saat siang hari seperti di Perumahan Podosugih dan Binagriya.


Yani menghimbau, agar meteram air pelanggan diletakan didalam halaman rumah serta diberikan pengaman agar tidak mudah dicuri.
sumber:www.radiokotabatik.net

Haris Riyadi Design Batik Tulis Khusus Piala Eropa

Banyak cara dilakukan untuk mengekspresikan kegembiraan atas digelarnya Piala Eropa di Polandia dan Ukraina, Harris Riadi salah seorang perajin batik di Kota Pekalongan membuat kain batik bermotif logo piala eropa 2012.


Haris Riyadi kepada Radio Kota Batik mengatakan, proses Pengerjaan batik tulis bermotif bola ini dikerjakan dalam waktu satu minggu untuk setiap motif yang dipesan pelangganya.

Haris peraih Peraih juara Adi Wastra Nusantara Award 2006 ini menjelaskan, maksud pembuatan batik motif piala eropa ini untuk berpastipasi dalam pengembangan motif batik ini kearah event internasional.

Haris mengungkapkan, menjelang berlangsungnya Piala Eropa, Ia sudah menerima pesanan batik yang umumnya pecinta bola yang datang dari Jakarta serta Staff kedutaan Indonesia di sejumlah Negara di Eropa.

Haris menambahkan, untuk pembuatan batik motif piala Eropa kali ini Ia mengunakan kain katun sesuai dengan pesanan pelangannya, namun tidak menuntup kemungkinan akan mengunakan bahan dari jeans.
sumber:www.radiokotabatik.net

Pemkot Pekalongan Merencanakan Untuk Melakukan Percepatan Pembangunan

Guna Antisipasi kepentingan politik
PEMKOT - Pemerintah Kota (pemkot) Pekalongan merencanakan untuk melakukan percepatan pembangunan strategis dalam beberapa bidang. Tujuanya guna mengantisipasi pemanfaatan bagi kepentingan politik oleh golongan tertentu.

Kami ingin percepat penggunaan agar tidak diselewengkan untuk kepentingan politik tertentu mengingkat pilkada Gubernur akan di laksanakan tahun 2003, dan pilkada Kota Pekalongan 2015 nanti,” ucap Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad saat membuka musrenbangda 2012 dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2013 di ruang amarta satda Pekalongan, kamis (29/3). 


Dalam pelaksanaan pembangunan, sambung walikota, pemkot akan melakukan peningkatan untuk bidang perdagangan dan pariwisata seperti pembangunan binatur riverwalk di daerah Medono,dan memperkuat pasar tradisional terutama pasar banjarsari. Untuk bidang lingkungan hidup, pemkot tidak hanya sekedar membangun konsep green city dengan penanaman RTH di beberapa kawasan khususnya daerah bantaran sungai, namun juga di lakukan pengolahan pengurangan sampah dari proses awal. Adanya peningkatan reformasi birokrasi dengan membuat standar sistem manajemen mutu. Makanya SKPD harus bersertifikat ISO agar terlihat kinerjanya, menjadi lebih baik atau lebuh buruk, Katanya.
Semua pembangunan tersebut di bagi ke dalam tiga bidang di antaranya kesehatan, pendidikan dan penanggulangan kemiskinan. Saat ini kami menekankan zero grow dalam perekrutan PNS. Bahkan telah mencapai minus grow. Sehingga satu orang PNS di Kota Pekalongan melayani sekitar 60-an orang. Hal ini lebih baik dari standar nasional yang hanya melayani 45 orang,” ucapnya. Acara ini di hadiri seluruh SKPD, perwakilan masyarakat dan kelurahan yang berada di ruang lingkup Kota Pekalongan. Bahkan juga di hadiri perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jateng.

(SUMBER: RADAR PEKALONGAN, 31-3-2012)

PIK Remaja Andromeda Masuk Enam Besar

PEKALONGAN- Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja Andromeda Kecamatan Pekaongan Timur berhasil menyisihkan 12000 PIK Remaja Se-Indonesia, sehingga lolos enam besar dalam lomba PIK Remaja Tingkat Nasional. Ketua tim penilai lomba PIK Remaja Tingkat Nasional Witri Windrawati menjelaskan, pada penilaian lomba PIK Remaja Tingkat Provinsi Jawa Tengah, PIK Remaja Andromeda Kecamatan Pealogan Timur lolos di tiga kategori, yakni PIK Remaja Tumbuh, PIK Remaja Tegar dan PIK Remaja Tegak.


Menurut Windri, PIK Remaja andromeda Tumbuh Kota Pekalongan bersaing dengan PIK Remaja dari Kota Semarang, Jakarta, Dumai, Kalimantan Timur dan Jawa Barat. PIK Remaja dari enam Kota Tersebut berhasil menyisihkan 12000 PIK Remaja Se-Indonesia. “Jika PIK Remaja Andromeda menjadi juara pertama, akan ada perwakilan yag akan kami bawa ke Nusa Tenggara Barat pada peringatan Hari Keluaraga Nasional, Terang Windri sebelum melakukan penilaian terhadap PIK Remaja Andromeda di Kantor Camat Pekalongan Timur, Senin ( 21/5)

Sementara itu, Wakil WaliKota Alf Arslan Djunaid menilai keberadaan PIK Remaja sangat penting dalam upaya mencegah anak anak terjerumus pada hal hal negatif, seperi halnya Narkoba. Karena PIK akan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh anak anak usia Remaja. Sebelum Tim Penilai Lomba PIKRemaja Tingkat Nasional melakukan penilaian, anggota PIK Remaja Andromeda menampilkan drama berjudul Janji Udin. Drama itu mencertakan pentingnya perencanaan Keluarga untuk kesejahteraan Keluarga, Diceritakan dalam drama tersebut Udin yang harus memiliki sebelas anak harus menjalani separo hidupnya di penjara karena menggelapkan uang perusahaan untuk memenuhi kebutuhan anak anaknya.

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-05-2012)

Rabu, 30 Mei 2012

Ratusan Bangunan Melanggar Kawasan Sempadan Sungai Pekalongan

Ratusan bangunan yang berada di sepanjang sungai Pekalongan dinilai telah melanggar garis sempadan sungai.Berdasarkan pantaun pihak DPUPT bangunan yang melanggar tersebut sebagian besar berada di pusat kota.

Kasi Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan ,Khaerudin kepada Radio Kota Batik mengatakan Pemkot akan berupaya menertibkan bangunan tersebut karena kawasan sempadan sungai merupakan kawasan yang harus dilindungi sebagai daerah serapan air .
 

Menurut Khaerudin sebagai perlindungan hukum Pemkot Pekalongan akan menerbitkan Peraturan Daerah yang mengatur tentang Garis Sempadan Sungai.

Warga yang bangunan miliknya melanggar garis sempadan akan diberi waktu hingga 5 tahun untuk merubahnya ,sedangkan bangunan yang mengganggu garis sempadan diberi waktu hingga 2 tahun untuk menyesuaikannya.
sumber:www.radiokotabatik.net

57,97% Lulusan SMK Kedungwuni Diterima Kerja Di Berbagai Perusahaan

Sebanyak 57, 97 persen siswa SMK Negeri Kedungwuni yang baru saja dinyatakan lulus ujian nasional tahun ini , saat ini telah diterima bekerja di 14 perusahaan di Jakarta.

Wakil Kepala SMK Kedungwuni Sukarno mengatakan saat ini ada 14 perusahaan yang telah menampung lulusan SMK Negeri Kedungwuni, dan PT. Astra Daihatsu Motor adalah yang paling banyak menerima mereka yaitu sebanyak 93 orang siswa yang terdiri dari berbagai kompetensi keahlian.

Sukarno menambahkan dari 376 siswa SMK Negeri Kedungwuni yang tahun ini mengikuti Ujian Nasional tahun ini dinyatakan lulus 100 persen.
sumber:www.radiokotabatik.net

Polisi Tangkap 2 Pelaku Penjambretan Di Wilayah Tirto


Jajaran Kepolisian kembali menangkap dua orang komplotan jambret di Wilayah Kota Pekalongan. Dalam penangkapan polisi terpaksa melumpuhkan salah pelaku yang sering meresahkan masyarakat ini dengan timah panas pada Senin (28/05).

Dua orang pelaku penjambretan yang tertangkap adalah Niko Oktaviano warga Bandengan dan Wahyu Setiawan warga Dukuh Kecamatan Pekalongan Utara.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dhani Hernando kepada Radio Kota Batik mengatakan mereka yang tertangkap ini merupakan salah satu kelompok penjambretan dengan modus yang cukup sadis.Selain merampas barang milik korbannya pelaku juga tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

Sebelumnya keduanya telah menjambret kalung emas milik Sutinah pemilik warung di wilayah Kelurahan Tirto.Dalam melancarkan aksinya kedua pelaku berpura-pura membeli di warung milik korban.
sumber:www.radiokotabatik.net

Selasa, 29 Mei 2012

RS Bendan Kota Pekalongan Ditarget Menjadi Tipe A

Pekalongan, Info Publik – Rumah sakit Tipe C, RS Bendan, Kota Pekalongan yang hari ini baru berulang tahun yang ke tiga, ditarget segera menjadi Tipe A dalam rentang waktu 5 sampai dengan 10 tahun mendatang. Hal ini dilakukan guna lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kota Pekalongan dan sekitarnya.

Demikian disampaikan Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Ulang tahun RS Bendan yang ketiga, Selasa (22/5). “Pada saat diresmikan tiga tahun lalu, saat kami meminta kesediaan Wakil Presiden Yusuf Kalla untuk meresmikanya dinilai sebagai permintaan yang tidak masuk akal, karena rumah sakit ini bertipe D, namun kami berhasil meyakinkan bahwa RS ini akan segera menjadi tipe A,” katanya.

Karenanya, meski sekarang masih bertipe C, namun dia yakin akan segera menjadi tipe A. “tentu saja pihak Pemkot Pekalongan akan berusaha semampu mungkin membantu melengkapi berbagai peralatan dan tenaga ahli guna memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Menurut Basyir kemajuan RS Bendan ini amat pesat dan bermanfaat bagi orang banyak. Tak hanya buat warga Kota Pekalongan dan sekitarnya, namun juga untuk negara. “Meski baru berjalan tiga tahun, namun tidak sedikit RS yang berusia 30 tahun dari berbagai penjuru tanah air melakukanh studi banding kesini,” tandasnya.

Kedepan, Basyir berharap agar RS bendan secara bertahap dan cepat berkembang dengan berbasis karyawan non PNS. “Meskipun non PNS namun saya berharap kesejahteraanya jauh melebihi PNS,” tambahnya.

Usai upacara, Basyir diiringi sejumlah pejabat seperti Wakil Walikota HA Alf Arslan Djunaid, Ketua DPRD M Bowo Leksono, Sekda Dwi Ari Putranto meninjau sekaligus meresmikan ruang 'Terang Bulan'. Sebuah ruangan yang diperuntukkan bagi pasien VIP. (MC / Humas & protokol/ AN Takari)
sumber:www.pekalongankota.go.id

Pemkot Pekalongan Kucurkan Dana PDPM Rp 5,956 Miliar


Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengucurkan dana Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) sebesar Rp 5,958 miliar kepada 47 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kota Pekalongan. Wali Kota Pekalongan M Basyir Ahmad meyerahkan dana tersebut pada pencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-9 tahun 2012 di aula kantor Kecamatan Pekalongan Selatan. Menurut Wali Kota, selama ini pembangunan hanya terkonsentrasi di kota dan kecamatan. 

Dengan mengalokasikan anggaran langsung ke BKM, diharapkan dapat mendorong kemandirian dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di masing-masing kelurahan. “Agar gotong royong masyarakat bisa bangkit lagi,” terangnya. 

Dengan adanya dana tersebut, kata dia, kelurahan bisa langsung membangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Selama ini, banyak program yang direncanakan di kelurahan, tetapi tidak pernah terjadi karena saat dibawa ke Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) kecamatan, program yang direncanakan itu hilang. 

Namun dengan dana PDPM, masyarakat bisa langsung membangun,” sambungnya. Selain menyerahkan dana PDPM, Wali Kota juga menyerahkan dana hibah untuk pemberdayaan masyarakat dari APBD Provinsi Jawa Tengah 2012 sebesar Rp 339,250 juta. 

Dana hibah tersebut dialokasikan kepada 12 kelompok masyarakat di Kota Pekalongan. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPMP2AKB)Kota Pekalongan Sri Wahyuni menjelaskan, dana hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk pugar rumah panggung sebanyak tujuh unit di Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara sebesar Rp 71,75 juta. Selain itu, pugar rumah tidak layak huni sebanyak lima unit di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara sebesar 25 juta serta pavingisasi dan pembangunan saluran air di sejumlah kelurahan.
sumber:www.persip.net

102 Keluarga di Pekalongan Direlokasi

Sebanyak 102 keluarga yang menempati daerah aliran sungai (DAS) dan pemakaman bong Cina di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, direlokasi dan mendapatkan dana penggantian masing-masing Rp3 juta dari Pemkot Pekalongan. Pemantauan Media Indonesia di Pekalogan, Minggu (27/5), ratusan rumah warga di Kota Pekalongan masih menempati lahan yang bukan peruntukan perumahan, yakni di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) maupun kompleks pemakaman bong Cina di Kelurahan Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. 

Selain menjadikan pemandangan tidak elok, penempatan rumah-rumah liar tersebut juga mengganggu lingkungan karena sungai menjadi kotor dan pendangkalan yang mengakibatkan banjir, sehingga Pemerintah Kota Pekalongan berupaya melakukan penertiban. Sebanyak 102 keluarga yang menempati kawasan terlarang tersebut terdiri atas 63 keluarga berada di DAS dan 39 keluarga di kawasan pemakaman bong Cina, sehingga Pemkot Pekalongan melakukan langkah  relokasi dengan memberikan biaya ganti pindah masing-masing Rp3 juta per keluarga. 

Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad mengatakan biaya relokasi 102 keluarga tersebut telah disiapkan dan segera dilakukan upaya pemindahan, untuk keluarga yang berada di DAS juga disiapkan lokasi pemindahan di rumah susun, sedangkan yang berada di kawasan bong Cina akan menempati lahan kapling yang tak jauh dari lokasi awal. "Relokasi ini dilakukan karena Pemkot Pekalongan bertekad bebas dari rumah kumuh tahun ini, sehingga titik-titik kekumuhan yang mengakibatkan bencana dapat dikurangi," kata Basyir. Relokasi yang dilakukan, demikian Basyir, juga dilakukan secara musyawarah dan mufakat, sehingga tidak ada penggusuran tetapi tetap bisa membangun dan warga akan lebih nyaman dan hidup sehat di tempat baru tanpa ada yang dirugikan.
sumber:www.persip.net

Senin, 28 Mei 2012

Pemkot Pekalongan akan bangun tiga jembatan

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR: Pemkot Pekalongan akan bangun tiga jembatan

PEKALONGAN: Pemerintah Kota Pekalongan, tahun anggaran 2012 memprogramkan perbaikan tiga jembatan yang kini kondisinya sudah rusak.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan, Joko Purnomo di Pekalongan, Minggu mengatakan sebanyak tiga jembatan tersebut, yaitu jembatan di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sokorejo, jembatan di Jalan Samanhudi, Pasirsari, dan Jembatan Sikembang.

“Perbaikan jembatan di Jalan Otto Iskandardinata telah dialokasikan anggaran sebesar Rp583 juta, jembatan di Jalan Samanhudi Rp120 juta, dan Jembatan Sikembang Rp300 juta. Semua dana perbaikan jembatan itu dialokasikan melalui APBD 2012,” katanya tadi.

Menurut dia, proses perbaikan jembatan tiga itu, kini masih pada tahap lelang dengan melalui sistem electronic procurement (E-proc).



“Kami perkirakan awal Juni 2012 surat perintah kerja (SPK) sudah terbit sehingga proyek perbaikan jembatan itu bisa secepatnya dikerjakan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa sebanyak dua dari tiga jembatan yang rusak tersebut akibat terlalu kelebihan beban dan lainnya karena faktor usia bangunan.

“Untuk Jembatan Sikembang, selain akan kami perbaiki juga akan diperlebar luas jembatan itu agar bisa dilintasi dua kendaraan dari kedua arah,” katanya.

Selain itu, pada pondasi jembatan di Jalan Samanhudi, Kecamatan Pekalongan Barat, yang kini banyak ditumbuhi enceng gondok, katanya, juga akan ditinggikan agar aliran air sungai tetap lancar.
“Kami memperkirakan ketiga jembatan tersebut akan selesai dikerjakan hingga Oktober mendatang,” katanya. (ANT)
sumber:www.bisnis-jateng.com

Tingkat Kelulusan Di Kota Batik Meningkat

Prestasi kelulusan siswa SMA dan SMK di Kota Pekalongan yang mengikuti Ujian Nasional tahun ini meningkat di banding tahun lalu. Jika tahun lalu tingkat kelulusan hanya 99,89 persen, namun tahun ini meningkat hingga mencapai 99,95 persen.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat, Suroso kepada Radio Kota Batik mengatakan, dari 3.991 peserta Ujian Nasional dari SMK/SMA/ MA ada empat orang siswa yang tidak lulus.




Dari jumlah keseluruhan peserta UN di Kota Pekalongan yang mencapai 4018 orang, 2 siswa yang berasal dari SMK Diponegoro dan MAN 2 Pekalongan dinyatakan tidak lulus. Sementara untuk tingkat SMA baik negeri maupun swasta,tingkat kelulusannya mencapai 100 persen.
sumber:/www.radiokotabatik.net

Meski Rob, Tekuni Budi Daya Ikan

PEKALONGAN, Petambak di Kelurahan Kandang Panjang memutuskan tetap menekuni usaha budi daya ikan, meski sering merugi karena gagal panen ikan yang diakibat air pasang atau rob. Hal tersebut akibat modal petambak terbatas dan tidak memiliki keahlian lain. “Petambak tidak memiliki keahlian lain sehingga meski sering merugi akibat rob, usaha budi daya ikan tetap ditekuni, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Ketua Kelompok Tani Tambak Muara Rejeki Kelurahan Kandang Panjang Kota Pekalongan Miftahudin, belum lama ini.

Ia mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi petambak dalam menjalankan usaha yakni rob. Dari luas lahan sekitar 40 hektare di Kelurahan Kandang Panjang Kota Pekalongan. Sebanyak 80 persennya telah tergenang air.


Pinjam Modal
Hal tersebut dikarenakan area tambak berbatasan dengan laut dan tanggul penahan rusak. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi, petambak terpaksa meminjam modal agar bisa menjalankan usaha.

Modal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan semakin mahal, sehingga petambak terpaksa meminjam modal. Selain dipicu kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, langkah petambak ini juga didasarkan pada pertimbangan hampir tibanya Lebaran Idul Fitri yang membutuhkan biaya besar,” tuturnya.

Miftah menambahkan, kendala lain yang juga dihadapi petambak yakni anjloknya harga budi daya. Untuk ikan bandeng turun dari Rp. 23 ribu menjadi Rp. 14 ribu per kilogram, sedang rumput laut dari Rp. 1.500 menjadi Rp. 1.000 per kilogram. Rob tidak hanya membuat puluhan hektare tambak di Kelurahan Kandang Panjang Kota Pekalongan gagal, tapi juga membuat budidaya rumput laut terhambat karena sulit melakukan proses pengeringan. Pihaknya berharap, pemerintah daerah melakukan peninggian tanggul penahan rob dan memperbaiki sarana prasarana yang ada. (H79-86)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 21-05-2012)

Tetap Lestarikan pengajian Sorongan dan Bandungan

  • Satu Abad ponpes Rabatul Muta'allimin

PONDOK pesantren Ribatul muta'allimin Landungsari atau dikenal sebagai Ponpes Grogolan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Selain usianya sekarang sudah satu abad (berdiri tahun 1911), Ponpes yang didirikan oleh KH saelan (almarhum) itu kini berkembang pesat.

Awal pendirianya, menurut ketua yayasan Ribatul Mutaiallimin, saelani Machfudz yang di dampingi pengasuh Ponpes KH Sa'dullah Nachrowi LC, diawali banyaknya warga yang ingin berguru pada KH saelan. Itu dilakukan karena KH saelan sudah mengaji pada Kiai Chambali bin Kiai Khomsah (Landungsari) dan Habib Hasyim (Pekalongan). Beliau juga pernah nyantri di pacitan, Madura dan beberapa Pondok lainya.


Adanya keinginan warga itu, membuat KH Saelan menurutinya dengan menggaji di mushala kecil yang sederhana. Pengajian yang di lakukan pada waktu itu dengan cara sorongan (kiai menyimak santri yang membaca kitab kuning), dan cara bandungan (kiai membacakan kitab di hadapan para santri). Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata jumlah santri yang menggaji terus bertambah.tahun 1928, atas bantuan H Abdussalam didirikankan pondok untuk menginap para santri.

Kini Ponpes itu berkembang cepat. Ponpes yang semula tradisional, kini berkembang yang semula tradisional, kini berkembang bukan hanya berupa pondok pesantren dengan pendidikan diniyah saja, namun juga mengembangkan sekolah Mts dan MA Ribatul Muta'allimin dengan siswa sekitar 600 anak.

Adapun jumlah santri yang mengaji di Ponpes itu, menurut dia, yang bermukim (menginap di ponpe sebanyak 260 anak). Kemudian yang hanya mengikuti mengaji diniyah termasuk warga sekitar mencapai 1200 anak serta yang sekolah di Mts dan MA 600 anak. Setelah itu, Ponpes diasuh oleh KH Nachrowi dan KH Hamid Yasin (wafat 1981) putra KH Saelan.KH Nachrowi Chasan adalah santri sekaligus menenti KH Saelan. (Trias Purwadi-86)

(SUMBER : SUARA MERDEKA 11-05-2012)

Warga Binaan Idang Go Internasional

PEKALONGAN – Musisi jazz kenamaan, Rasjidi, mengakui perkembangan genre musik jazz di Kota Pekalongan mampu berkembang secara baik. Bahkan, sejak menjadikan beberapa remaja sebagai anak binaannya, salah seorang dari mereka berhasil go internasional. Hal itu Minggu kemarin dikatakan Idang Rasjidi, pada kesempatan menggelar jumpa pers di lounge Hotel Dafam Pekalongan, sebelum memulai workshop klinik jazz bagi pelajar setempat yang diselenggarakan secara gratis.

Saya setiap menggelar klinik bagi pelajar di Pekalongan selalu gratis, ini untuk membina kalangan pelajar supaya mampu mengembangkan talentanya. Sebab, segala sesuatu ada pada diri masing-masing, mau maju atau tidak,” katanya. Pasalnya, sejak beberapa kali datang di Kota Pekalongan dan berdiri Omah Musik Idang Rasjidi Sindicate, bermunculan talenta-talenta bagus dari Kota Batik yang mampu menjadi kebanggaan daerah.

Salah satunya adalah Tico Laksana, remaja asal Panjang, Pekalongan Utara, sekarang telah menjadi musisi jazz kaliber dunia dan sering mengikuti festival-festival jazz dipenjuru negeri, serta telah mendapat perhatian khusus musisi-musisi dunia. “Saya sangat senang sekali melihat kemajuan kondisi yang ada di Kota Pekalongan, karena saya sering ke Pekalongan dan memiliki binaan-binaan serta mampu berkembang secara baik. Yang tercetak sekarang bukan lagi pemula, melainkan musisi kaliber dunia,” tandas Idang.


Karena itu, Tico Laksana harus dijadikan sebagai contoh positif seseorang yang bertekad kuat untuk maju, tidak memiliki rasa takut untuk berubah dari sebuah kecil menuju sosok musisi dunia. “Sekarang ini cara berfikir masyarakat Pekalongan yang perlu dirubah, harus positif tidak menganggap sebuah hal tidak mungkin, karena pada hakekatnya semuanya sama dan kemampuan untuk maju,” jelas Idang yang juga menggelar show bersama Tompi di Hotel Dafam Pekalongan. (H52-86).

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 21-05-2012)

Minggu, 27 Mei 2012

30 Siswa Lulusan SMK Dwija Praja Siap Kerja

30 siswa dari 219 Siswa SMK Dwija Praja Kota Pekalongan yang lulus Ujian Nasional tahun ini telah
diberangkatkan untuk bekerja di luar kota. 

Triyono, Humas SMK Dwija Praja kepada Radio Kota Batik mengatakan, sebagian diantaranya di terima bekerja di pabrik pembuat sepeda motor. Selain 30 siswa yang sudah pasti diterima kerja, 10 siswa lainnya saat ini tengah menjalani tes kesehatan. 

Sedangkan dari 219 siswa terdiri dari tiga jurusan, teknik kendaraaan ringan, teknik las, serta teknik
listrik, yang mengikuti Ujian Nasional dinyatakan lulus 100 persen.
sumber:www.radiokotabatik.net

Satu Siswa MAN 2 Tidak Lulus


Dari 316 siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Pekalongan yang mengikuti Ujian Nasional, hanya seorang yang dinyatakan tidak lulus. Pihak sekolah berupaya melakukan pendekatan kekeluargaan, dengan datang ke
rumah siswa, agar siswa yang tidak lulus tersebut tidak shock.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 2, Jaeri kepada Radio Kota Batik mengatakan, siswa tersebut tidak lulus karena tidak memenuhi syarat penilaian minimal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang seharusnya syarat minimalnya 4, sedang siswa tersebut hanya mendapatkan nilai 3,7. 


Jaeri menambahkan, siswa yang tidak lulus tersebut, jika mau mengulang akan di bebaskan dari biaya sekolah. Sedangkan pengumuman kelulusan di MAN 2 disampaikan melalui pos, dengan pertimbangan untuk menghindari konvoi sepeda motor.
sumber:www.radiokotabatik.net

Sabtu, 26 Mei 2012

Jelang Libur Sekolah, Agen Bus Kebanjiran Order

Sejumlah biro perjalanan wisata di Kota Pekalongan kebanjiran pesanan dari berbagai instansi maupun lembaga pendidikan menjelang masa liburan sekolah.

Yunanto Wijanarko, pemilik PO Jaya Mandiri, kepada Radio Kota Batik mengatakan, pesanan tersebut meningkat hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan kondisi normal. Bahkan, untuk bulan Mei hingga Juli, semua kendaraan miliknya sudah habis dipesan.

Selain sejumlah sekolah yang menyewa bus untuk kegiatan wisata saat libur tiba, rombongan peziarah juga mendominasi pemesan. Mereka umumnya bertujuan ke Jogja, Guci,Semarang dan Bandung.

Yunanto menambahkan, meskipun pada masa libuan sekolah terjadi peningkatan pemesanan, namun pihaknya tidak berencana menaikan tariff perjalanan.
sumber:www.radiokotabatik.net

Pemkot Berikan Ganti 17 Warga Bong Cino

Sebanyak 17 kepala keluarga yang menempati lahan bong cino Kelurahan Kuripan Lor Kecamatan PekalonganSelatan,yang akan di relokasi mulai mendapatkan ganti rugi dari Pemkot Pekalongan.

Setiap warga menerima ganti sebesar 3 juta rupiah, dan sebagian besar warga penerima ganti rugi tersebut akan pindah ke tanah kapling milik Haji Rochan warga Kuripan gang 6. 

Supriyono, salah seorang warga bong cino kepada Radio Kota Batik mengatakan, besarnya ganti rugi ditetapkan berdasarkan musyawarah antara warga dengan Pemkot Pekalongan. Dan secepatnya warga akan pindah sebelum akhir bulan juni mendatang.

Rencananya, tahun ini Pemkot akan malakukan relokasi terhadap 102 KK, yang terdiri dari 63 KK yang menempati saluran irigasi,serta 39 lainnya yang menempati kawasan bong cino.


Sementara itu, Walikota Pekalongan Basyir Ahmad menjelaskan,dari ganti rugi sebesar 3 juta yang di berikan, untuk sewa rumah 1,5 juta selama setahun, dan 1,5 juta untuk biaya pindah rumah.Walikota menegaskan, hingga tahun 2014 Pemkot akan terus menertibkan bangunan-bangunan liar yang menempati tanah milik Pemkot, maupun bangunan liar yang menempati saluran air.
sumber:www.radiokotabatik.net

Kota Pekalongan Kekurangan Mobil Damkar

 Perkembangan Kota Pekalongan yang pesat, ternyata belum di imbangi ketersediaan mobil pemadam kebakaraan. Bayangkan untuk mengcover 4 wilayah kecamatan, jumlah damkar yang masih bisa di
operasionalkan cuma satu.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran, Kuswinarno kepada Radio Kota Batik mengatakan, untuk upaya pemadaman kebakaran selama ini, pihaknyaselalu mendatangkan mobil pemadam dari kabupaten Pekalongan dan kabupaten Batang.Kuswinarno menjelaskan, idealnya kota Pekalongan memiliki empat armada pemadam kabakaran, karena wilayahnya terdiri dari kecamatan. Dan rencananya tahun ini Pemkot akan menambah satu unit armada damkar lagi.

Kuswinarno menambahkan,kondisi dua mobil damkar lainnyadinilai sudah terlalu tua dan tidak layakuntuk dioperasionalkan, karena mobil damkar tersebut buatan tahun 1970-an dan1980-an.
sumber: www.radiokotabatik.net

Warga Tangkap Dua Pelaku Penjambretan Di Jalan Ki Mangun Sarkoro

Dua pelaku penjambretan di jalan Ki Mangun Sarkoro PekalonganTimur, berhasil tertangkap massa pada Jumat malam lalu,setelah menjambret tas milik Ella Rohana warga Kelurahan Landungsari.

Dua orang pelaku adalah Iswan Bahrul dan Fauzan Marzuki,yang merupakan warga kelurahan Bandengan Kecamatan Pekalongan Utara.Kapolsek Pekalongan Timur, Komisaris Polisi Sri Sumardi kepada Radio Kota Batik mengatakan, kejadian bermula ketika Ella Rohana yang tengah mengendarai sepeda motor di jalan Seruni
dipepet oleh kedua pelaku. Dan sempat terjadi tarik menarik tas yang mengakibatkan tas korban putus.

Namun,korban tetapberusaha mengejar pelaku, serta berteriak minta tolong, sehingga warga yang berada di lokasi kejadian berdatangan, dan berhasil menangkap kedua pelaku.Sri Sumardi menjelaskan, dari hasil keterangan kedua pelaku kepada petugas penyidik aksi ini dilakukan karena desakan ekonomi, sebab penghasilannya sebagai pedagang sandal di pasar tiban;tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya.
sumber:www.radiokotabatik.net