Selasa, 26 November 2019

Olahraga Berkuda dan Panahan Pekalongan

Terbaru, Main Kuda dan Panahan 

KARANGANYAR – Bagi anda penyuka olahraga berkuda dan panahan, kini sudah bisa menikmati olahraga satu ini di Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Namanya Wisata Alam La Ranch Resto and Galeri, Kampung Cowboy Pekalongan. Tepatnya berada di Desa Limbangan, bisa ditempuh 1 km dari Kajen atau 8 km dari kota Pekalongan.
Demikian diungkapkan Yanto, salah satu Owner sekaligus GM La Ranch ketika ditemui dilokasi, Jumat (22/11). Dia mengungkapkan obyek wisata yang digagasnya beserta Roni ini bernuansa wisata edukasi.
Kampung cowboy
“Kalau untuk Kabupaten Pekalongan sendiri menurut saya ini adalah sebuah konsep yang memang wawasan edukasi wisata. Dimana edukasi wisata ini kita sudah menyiapkan beberapa wahana yang memang cocok untuk pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.
“Dimana dari Paud ini ada kurikulum 13, kurtilas 13, yang mereka salah satunya adalah paling penting adalah stimulasi motorik halus dan motorik kasar. Nah motorik halus dan motorik kasar kita ada semuanya wahananya. Ya kita siapkan wahananya,” sambungnya.
Obyek wisata yang baru soft launching pada tanggal 18 Oktober lalu ini menyediakan berbagai wahana bermain yang edukatif bagi anak-anak, remaja, dewasa dan para orang tua. “Diantaranya untuk motorik halus ada kelinci, bulu yang bisa disentuh, terus ada domba pula. Nah untuk motorik kasar, kita ada kuda untuk menstimulasi, dan ada panahan dan ada mainan mini anak-anak untuk ketangkasan, membuat mereka harus menjaga keseimbangan,” paparnya.
Selain itu Yanto menuturkan bahwa mengedukasi Wisata di La Ranch ini memang disiapkan untuk sarana belajar mengajar di luar ruang untuk Kabupaten Pekalongan. “Yang saat ini tentu Kabupaten Pekalongan sudah memiliki kawasan wisata. Tapi itu kan lebih mengandalkan kepada alam yang sudah tersedia. Sementara La Ranch ini dari nol yang tidak ada apa-apanya,” kata dia.
Yanto mengaku proses pengerjaan berbagai wahana yang ada hanya satu bulan. “Semula adalah sebuah kebun tebu dan jagung, nah akhirannya kita mencoba melakukan beberapa kreasi, bagaimana memikirkan Kabupaten Pekalongan ini memiliki sebuah kawasan wisata yang memang bisa seluruh usia,” ujarnya.
Mulai dari resto, playground, berkuda, taman domba, taman kelinci, kebun organik, panahan, hingga manasik haji dan umroh ada disini. Juga dilengkapi dengar berbagai fasilitas seperti mushalla, toilet, dan area jajanan ramah lingkungan buat anak.
Wahana andalan atau spesial dari La Ranch sendiri adalah berkuda dan panahan.
Wisata Alam yang digagas oleh Yanto dan Roni ini masih terus melakukan inovasi dan pengembangan, yang memiliki luas 1 hektar ini baru terpakai 1/2 hektar saja. Anda tak perlu khawatir masalah biaya masuk dan biaya untuk menjajal setiap wahana. Karena harganya sangat terjangkau dan merakyat. Tiket masuknya hanya Rp5.000, dan tiket setiap wahana sudah paling tinggi Rp15.000 yakni berkuda, sementara yang lain ada yang Rp10.000 dan yang terendah Rp5.000.

Puas bermain dan menjejal berbagai wahana, anda tentu tak akan lupa mengabadikan keindahan setiap spot dengan swafoto. Capek berkeliling dan menjajah setiap wahana dan berfoto, anda bisa mencoba berbagai menu yang disajikan di Resto La Ranch sendiri.
Harga setiap menu di restonya juga cukup bersahabat dengan kantong. Menu paket ayam bakar dan penyet hanya Rp25 ribu. Sementara kentang goreng, sosis bakar, pisang goreng, pisang bakar, sambal ijo hanya Rp10 ribu. Yang lebih spesial lagi all item diskon 20%.
Sejak soft launching pada tanggal 18 Oktober hingga ketika tim radar pekalongan meliput lokasi pada tanggal 22 November 2019, sudah ribuan orang dari berbagai latar belakang menjajah berbagai wahana yang disediakan La Ranch.
Selain itu, La Ranch juga telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Selain karena 25 karyawannya berasal dari orang asli Limbangan, juga karena La Ranch menggratiskan lapak bagi masyarakat yang ingin berjualan di lokasi wisata, dengan syarat makanan yang dijual higienis dan aman untuk anak-anak, serta tidak menggunakan bahan plastik dan bahan tak ramah lingkungan. (ap3)

Serangan Tawon, Memakan Korban

Diserang Ratusan Tawon, Suami Istri Tewas


Sepasang suami-istri di Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, Pemalang, tewas mengenaskan akibat diserang ratusan tawon. Keduanya diserang ratusan tawon saat melintas di area pemakaman desa setempat.
Keduanya diketahui bernama Suwaryo (62) dan Endriyati (45). Jenazah Suwaryo dimakamkan hari ini di Desa Jraganan. Sedangkan istrinya dimakamkan di Desa Kebandaran pada Senin (25/11) siang kemarin.
Hasil gambar untuk ilustrasi serangan tawon
“Kedua korban merupakan suami-istri. Istrinya dulu yang meninggal dan sudah dimakamkan, sedangkan suaminya meninggal pada Senin malam,” kata Kepala Desa Kebandaran, Sumarto Cumole, Selasa (26/11/2019).
Dijelaskan pada Minggu (24/11) sekitar pukul 17.00 WIB, sepulang dari sawah, keduanya melintas di area pemakaman Dukuh Karyomukti, desa setempat, dengan naik sepeda motor berboncengan. Sesampai di lokasi pemakaman, tiba-tiba keduanya diserang tawon,” kata Sumarto.
Oleh para tetangga, keduanya dilarikan ke Puskesmas Bodeh untuk mendapatkan penanganan medis. Keduanya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Prima Medika, Pemalang. “Korban menjalani perawatan medis sehari, namun jiwanya tidak tertolong,” tambah Sumarto.
Endriyati meninggal pada Senin dini hari pukul 00.48 WIB. Sedangkan Suwaryo meninggal Senin malam pukul 20.39 WIB.
Casmuah (70), kakak Endriyanti, mengatakan korban mendapat luka sengatan cukup banyak pada tubuhnya. “Di tubuhnya banyak titik hitam bekas sengatan lebah, terutama di punggungnya,” kata Casmuah.
Tokoh warga setempat, Sumarto, mengatakan di desanya terdapat sembilan sarang tawon Vespa affinis atau tawon endhas atau oleh warga disebut tawon baluh yang berukuran besar. Kini sarang-sarang telah dibasmi oleh warga dan petugas.
“Dari tadi malam sampai tadi pagi, sembilan sarang tawon di desa sini sudah dibasmi dengan bantuan Damkar Pemalang,” katanya.
Terpisah, Kapolsek Bodeh AKP Sriyanto mengimbau warga segera melapor ke petugas jika mengetahui atau mendapati ada sarang tawon di sekitar permukiman.
“Kalau ada sarang yang sama, segera laporkan. Intinya, jangan menyentuh sarang tawon terlebih dahulu, karena membahayakan,” imbau AKP Sriyanto. (mbr/mbr/detik)

Nasyiatul Aisyiyah gelar Musykerda, Dilokasi Pusat Informasi Mangrove

Nasyiatul Aisyiyah Dorong Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga

KOTA – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Pekalongan, menggelar musykerda yang menjadi ajang evaluasi program kerja organisasi di tengah periode. Nasyiatul Aisyiyah memilih Pusat Informasi Mangrove (PIM) sebagai lokasi musykerda sekaligus menutup agenda dengan penanaman mangrove di pesisir pantai Kota Pekalongan.
Tak hanya mengevaluasi program kerja pengurus Nasyiatul Aisyiyah dua tahun sebelumnya, dalam kegiatan itu juga muncul rekomendasi yang akan dilaksanakan dalam periode kepengurusan dua tahun mendatang. Rekomendasi yang muncul, masih seputar program kemasyarakat dengan fokus pada perempuan dan anak.
Salah satu yang jadi program utama yakni mendorong kemandirian ibu rumah tangga lewat program Sekolah Istria Bahagia (Sigia). Program tersebut akan memberdayakan kompetensi yang dimiliki anggota Nasyiatul Aisyiyah agar ditularkan kepada para ibu rumah tangga muda.
“Salah satu rekomendasi untuk program dua tahun ke depan adalah program kemasyarakatan yaitu program keluara bahagia. Tujuannya agar ibu rumah tangga muda bisa mandiri dengan memiliki kompetensi melalui pendidikan ketrampilan yang diberikan anggota-anggota NA yang memang punya kompetensi tertentu di sejumlah bidang,” tutur Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Pekalongan, May Amna usai kegiatan, Minggu (24/11).
Nasyiatul Aisyiyah akan menyelenggarakan pelatihan baik formal maupun non formal untuk membekali ketrampilan pada setiap anggotanya. Dengan program tersebut, output yang diharapkan adalah para ibu rumah tangga dapat mandiri secara ekonomi tanpa perlu bekerja di luar.
“Targetnya dapat terwujud ekonomi berbasis keluarga dengan menguasai sebuah ketrampilan. Sehingga ibu rumah tangga bisa mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan kewajiban. Selain itu, teman-teman di Nasyiatul Aisyiyah juga diharapkan punya bargaining kompetensi sehingga mampu memberikan kontribusi lebih di tengah masyarakat” jelasnya.
Sementara mengenai pemilihan lokasi musykerda dan kegiatan penunjang yakni penanaman mangrove, dia mengatakan bahwa hal itu merupakan bagian dari perwujudan 10 pilar keluarga muda tangguh. “Di pilar nomor 9 adalah ramah lingkungan. Isu pemanasan global dan rob di Kota Pekalongan mendorong kami untuk mencari kegiatan yang tepat dan dipilih penanaman mangrove,” tambah May.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat memantik kesadaran para anggota dan organisasi otonom di bawah Muhammadiyah yang juga dilibatkan dalam kegiatan, agar sadar bahwa masalah lingkungan kini menjadi persoalan yang cukup krusial. “Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi salah kontribusi dakwah kami untuk turut menjaga lingkungan sekitar,” tandasnya.(nul)

NU dan Rabithah Alawiyah Sinergi Dalam Kepedulian Lingkungan

NU dan Rabithah Alawiyah Kota Pekalongan Bersinergi Jaga Alam

KOTA – Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Rabithah Alawiyah Pekalongan, Pemkot Pekalongan, DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Brimob Pekalongan menanam seribu batang tanaman mangrove di pesisir pantai Kota Pekalongan, Sabtu (23/11) pagi.
Ketua PCNU Kota Pekalongan, H Muhtarom, menuturkan kegiatan tersebut wujud sinergitas PCNU, Rabithah Alawiyah, Pemkot Pekalongan, Brimob, dan warga masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian alam. Diantaranya, turut mencegah pesisir pantai Kota Pekalongan dari abrasi, dengan cara menanam mangrove.
“Kita sadari bahwa masyarakat secara umum perlu digugah kepeduliannya untuk bersama-sama menjaga kondisi mangrove, utamanya warga NU dan lembaga yang mengurusi. Sebab selama ini kegiatan yang demikian sudah cukup banyak terselenggara, namun kurang begitu maksimal,” terangnya, di sela kegiatan penanaman mangrove.
Apalagi menurut Muhtarom, kondisi hutan mangrove saat ini di Indonesia cukup memprihatikan, termasuk di Kota Pekalongan. Padahal, mangrove dapat mencegah abrasi. “Dari informasi yang diterima kondisi pesisir pantai Pekalongan ini mengalami abrasi yang sangat signifikan di setiap tahunnya dan air laut juga mengalami kenaikan. Kondisi demikian tidak cukup disikapi dengan perasaan khawatir, melainkan harusa ada aksi-aksi nyata seperti perawatan,” tegasnya.
Ketua Umum DPP KNTI, M Riza Damanik menyebut apa yang dilakukan oleh kawan-kawan KNTI, Rabithah Alawiyah dan NU di Pekalongan bersama dengan pemerintah dan Brimob merupakan kerja sama yang perlu terus dikembangkan ke depannya. Sebab, di dunia internasional langkah perawatan hutan mangrove itu sudah digalakkan. “Sudah sejak lama sebenarnya kita ingin mengajak Rabthah Alawiyah dan NU khususnya dengan pemerintah dan Brimob untuk melakukan hal serupa,” terangnya.
Lebih lanjut M Riza menambahkan, terpeliharanya hutan mangrove ini sangat berdampak pada kehidupan masyarakat secara umum. Karena dampak yang diakibatkan dengan rusaknya hutan mangrove akan memengaruhi kelangsungan hidup masyarakat yang tentunya ekonomi.
“Kita semua kan sebenarnya sudah tahu, bahwa tanaman mangrove itu di satu sisi sangat bermanfaat dan di sisi yang lain kondisinya terancam. Sehingga diperlukan upaya-upaya langsung seperti penanaman pohon mangrove yang kita lakukan saat ini,” pungkasnya.
Sebelum aksi penanaman magrove dilakukan, turut hadir langsung Wali Kota Pekalongan untuk memberikan dorongan melaksanakan kegiatan. Bahkan dirinya berharap apa yang dilakukan oleh Rabithah Alawiyah dan NU khususnya dapat berjalan secara terus menerus.
“Saya sangat gembira ada kelompok masyarakat yang sangat peduli terhadap kawasan pantai di Kota Pekalongan ini, dan tentunya kami men-support terus agar penanaman mangrove ini bisa secara massif dilakukan. Kami juga akan mendorong komunitas yang lain termasuk pelajar, untuk melakukan aksi menjaga dan merawat pohon mangrove,” jelas Saelany Machfudz. (way)