Sabtu, 12 Oktober 2013

Eropa Krisis Pangan

Krisis Pangan Landa Puluhan Juta Warga Eropa 

LONDON, suaramerdeka.com - Krisis ekonomi yang melanda Eropa lima tahun lalu, bakal menjadi masa tak terlupakan bagi warga di kawasan itu. Jutaan orang kini berbaris untuk mendapatkan makanan di dapur umum.

Tak sedikit yang menerima paket makanan di rumah-rumah mereka. Bahkan, warga yang dulu masuk kelas menengah banyak tinggal di tenda, stasiun kereta api, atau tempat penampungan untuk para tunawisma.

Ironisnya, mereka juga tak ragu-ragu mendatangi organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta organisasi lainnya untuk meminta bantuan. Upaya itu dilakukan, jika tidak ada jalan lain bagi mereka untuk mempertahankan hidup.

Mereka meminta makanan atau obat-obatan. Ada juga yang meminta uang untuk membayar biaya sewa agar tidak diusir dari rumah mereka. Jutaan orang kini telah dihantui oleh krisis ekonomi terburuk dalam enam dekade terakhir.

Menurut laporan terbaru International Federation of Red Cross (IFRC) and Red Crescent 

Societies, pada Kamis 10 Oktober 2013 waktu setempat, krisis telah membuat orang kehilangan pekerjaan dan rumah mereka.

Meskipun, mereka tidak pernah membayangkan itu bisa terjadi. Krisis telah membuat mereka menjadi miskin bahkan lebih miskin.

"Eropa sedang menghadapi krisis kemanusiaan terburuk dalam enam dekade terakhir," kata Sekretaris Jenderal IFRC, Bekele Geleta, dalam laporan itu.

Banyak yang tidak menyangka krisis akan berlangsung begitu lama dan berpengaruh besar. Saat ini, menurut laporan itu, terdapat lebih dari 18 juta orang yang kembali membutuhkan bantuan pangan yang didanai Uni Eropa.

Bahkan, 43 juta orang tidak mendapatkan cukup makan setiap hari, dan 120 juta orang menghadapi risiko kemiskinan.

Laporan itu juga menyebutkan, krisis tidak hanya terjadi di negara-negara langganan krisis. Tetapi juga banyak melanda negara Eropa lainnya. Di Prancis, misalnya, ada tambahan 350.000 orang yang jatuh di bawah garis kemiskinan sejak 2009. Tren serupa tercermin di banyak negara lain.

Palang Merah Nasional dan Bulan Sabit Merah di Eropa telah merespons kondisi itu dengan semakin meningkatnya bantuan domestik dan program-program sosial.

( vvn / CN34

Tidak ada komentar: