Sabtu, 27 Oktober 2012

Pelantikan Musa Rodli Kepala Desa Kertijayan

BUPATI LANTIK KADES KERTIJAYAN KEC. BUARAN 

KAJEN - Kamis pagi, 11 Oktober 2012, di kantor kepala desa Kertijayan, Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si secara resmi melantik Musa Rodli yang merupakan kepala desa terpilih Desa Kertijayan Kecamatan Buaran periode 2012-2018. Kades baru yang berprofesi sebagai pedagang ini resmi menggantikan kades sebelumnya, M. Faiki Nawawi yang telah menjabat selama 10 tahun dari tahun 2002-2012.

Usai pelantikan, Musa Rodli dalam sambutannya menyampaikan penghargaannya kepada masyarakat dan semua pihak, baik dari kelurahan maupun kecamatan yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan selama ini sehingga kondisi tetap terjaga kondusif. “Saya akan berusaha mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Bahkan sesuai janji saya, akan memberikan separuh penghasilan bengkok untuk meningkatkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat”, katanya.



Sementara itu Bupati Pekalongan dalam sambutannya menuturkan dengan dilantiknya Musa Rodli sebagai kades terpilih maka perbedaan pendapat yang tadinya ada di masyarakat, hendaknya dapat dihilangkan. Semua warga kembali menjadi satu kesatuan. “Tidak ada lagi yang namanya beda pilihan, misalnya aku orangnya ketela, atau dia orangnya padi. Yang ada adalah saya, kita sama-sama merupakan warga Desa Kertijayan, bagaimana bisa membangun desa agar semakin maju”, jelasnya.

Bupati Pekalongan berpesan kepada kades baru, yang pertama perlu banyak belajar, terutama yang terkait administrasi pemerintahan. Kedua, juga harus pandai-pandai membaca situasi atau peta desa Kertijayan, seperti potensi ekonomi, kondisi sosial dan sebagainya. “Tidak kalah penting yang ketiga, Pak Musa ini harus menyadari mulai hari ini menjadi pribadi yang sebagian tergadaikan. Tidak bisa lagi bersikap bebas seenaknya, karena apapun tindak tanduknya sudah menjadi sorotan warga”, imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati menambahkan sebagai orang tuanya warga se-desa Kertijayan, Musa Rodli hendaknya “jejer” sebagai kades, yang taat peraturan per-UU-an sehingga masyarakat tanpa sungkan akan mendukung dalam setiap langkah. “Seorang kades yang baik itu tidak membedakan sarung ataupun kerudung, dalam arti siap sedia melayani siapapun warganya. Jika ada suatu hajatan atau musibah menimpa, harus tanggap keadaan. Jangan ada kata lelah untuk kepentingan masyarakat. Ibaratnya, desa itu adalah negara mini. Meskipun berat ada banyak urusan namun ini adalah pekerjaan yang mulia”, ungkapnya.

Tak lupa, Bupati menyampaikan terima kasih dan rasa hormat untuk mantan Kades M. Faiki Nawawi atas segala jasa dan pengabdian selama memimpin Desa Kertijayan. Bagaimana pun tumpuan pemerintahan adalah di desa dan kelurahan. Jika desa baik, maka kecamatannya pun akan baik, begitu seterusnya. Apabila ada suatu kekurangan misalnya infrastruktur agar dibenahi dan yang sudah baik agar dapat diteruskan. (rizka)

 

Tidak ada komentar: