Jumat, 30 November 2012

Perpustakaan Baru Di Kelurahan Keputran

Berdayakan Minat Baca, Keputran Bangun Perpustakaan

BARU - Sekretaris Kelurahan Keputran, Murito didampingi dua orang pegawai Kelurahan lainnya saat menunjukkan bangunan perpustakaan baru yang telah selesai dibangun. 

KEPUTRAN - Minat baca yang rendah membuat pihak Kelurahan Keputran berinisiatif membangun Perpustakaan didalamnya. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Kelurahan, Murito didampingi Kasi Trantib, M Zainal Abidin saat ditemui di Kelurahan setempat, Rabu (28/11). 

Kelurahan Keputran sebenarnya telah memiliki dua taman baca RW di wilayahnya, namun hal tersebut dianggapnya masih belum cukup maksimal untuk meningkatkan minat baca warganya sehingga dilakukan penambahan dengan dibangun perpustakaan di Kelurahan. "Kami ingin agar minat baca di wilayah Kelurahan Keputran semakin meningkat. Dengan adanya Perpustakaan diharapkan bisa membantu menambah pengetahuan mereka dan juga mendekatkan warga dengan pihak Kelurahan," katanya. 

 foto ilustrasi

Pembangunan perpustakaan tersebut didapatkan karena Kelurahan Keputran termasuk Kelurahan percontohan SKPD 2012. Sedangkan penganggaran untuk pembuatan perpustakaan didapatkan dari Pemprov Jateng yang kemudian diserahkan dan dikerjakan melalui Kecamatan Pekalongan Timur. "Beberapa waktu kemarin, dilakukan survai oleh Pemprov dan mereka merencanakan untuk membangun Perpustakaan di bagian depan dari Kelurahan Keputran karena untuk memudahkan masyarakat mengakses ke tempat tersebut. Jika ditempatkan di belakang, dikhawatirkan masyarakat akan enggan untuk mengakses ke perpustakaan karena harus melewati ruangan kantor Kelurahan," jelasnya. 

Setelah dibangunnya ruangan untuk perpustakaan ini, rencananya koleksi buku akan segera dikirim dari perpustakaan Pemprov Jateng. Dengan luas 35 meter persegi dan jumlah penduduk yang mencapai 4.442 jiwa, diharapkan keberadaan perpustakaan kelurahan bisa membantu meningkatkan minat baca masyarakat. "Rencananya pada Kamis (29/11) ini bangunan perpustakaan tersebut akan diresmikan oleh pihak dari Kecamatan," tambahnya. (ap15)

 

97 SDN Dalam Satu Kelurahan, Akan Dilebur Jadi 50 Sekolah

97 SDN Akan Dimerger 

PEMKOT - Pada tahun 2013 nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berencana untuk melakukan merger dari 97 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada diwilayahnya menjadi hanya 50 sekolah saja. Hal tersebut dilakukan guna efektifitas dan efisiensi kegiatan pendidikan yang berada di wilayah Pemkot Pekalongan. Demikian disampaikan oleh Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad saat ditemui usai melaksanakan Sholat Dhuhur di Masjid Al Amin pada kantor Setda setempat, Rabu (28/11). 



Proses merger dilakukan karena beberapa hal seperti letak sekolah yang berdekatan dan masih dalam satu Kelurahan sehingga dua sekolah dilebur menjadi satu. Nama sekolah dan gedung boleh tetap sama namun kepemimpinan berada dalam satu atap atau sistem manajerial. "Selama ini, banyak dari para guru yang belum bisa memenuhi jam mengajar 24 jam dalam satu minggunya. Proses merger atau peleburan sekolah ini diharapkan mampu memenuhi hal tersebut," bebernya. Selain itu, nantinya dengan sistem ini diharapkan kemampuan manajerial seorang Kepala Sekolah (Kepsek) benar-benar bisa berkualitas untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pekalongan. "Salah satu pertimbangan pemilihan kualitas kepala sekolah tersebut didasarkan adanya peningkatan nilai kelulusan UN para peserta didiknya untuk setiap tahunnya," ujarnya. 



Pada proses merger ini, Kepsek yang telah bekerja selama empat tahun akan terlebih dahulu diberhentikan secara keseluruhan dan dialihkan menjadi guru biasa. Kemudian nantinya akan dipilih Kepsek baru dengan melihat kemampuan yang dipunyai oleh para guru yang ada selama ini di wilayah Pemkot Pekalongan. "Pemberhentian Kepsek menjadi guru merupakan hal yang biasa karena jabatan tersebut merupakan jabatan fungsional dan bukan struktural. Artinya, Kepsek merupakan jabatan tambahan dari seorang guru bukan jabatan baru. Mereka disumpah tapi tidak dilantik," tegas orang nomor satu di Pemkot Pekalongan tersebut. 

Sebelumnya, Seorang Pengawas di UPTD Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pekalongan Timur, Dai Wardoyo mengatakan proses merger SDN tersebut menjadi hanya 50 sekolah dianggapnya akan memberikan dampak berupa penurunan gairah pendidikan karena banyak Kepsek yang harus tereliminasi. 

Kondisi ini membuat mental seorang Kepsek yang tereliminasi menjadi menjadi tidak baik karena harus kembali menjadi guru biasa. Apalagi jika sebenarnya kinerja Kepsek tersebut selama menjabat tidak terlalu buruk. "Saya mendukung proses merger sekolah. Hanya saja, saya pikir jika jumlahnya menjadi 50 sekolah dari 97 sekolah SDN yang harus dimerger merupakan hal yang berlebihan. Menurut saya jumlah yang masuk akal paling hanya ada 10 sekolah saja yang layak untuk dimerger," ulasnya. 

Hal itu terjadi karena menurut Dai Wardoyo, ada beberapa syarat untuk sebuah SDN bisa melakukan proses merger. Misalnya, SDN tersebut memiliki jumlah peserta didik kurang dari 90 orang dan letak yang berdekatan satu sama lain seperti halnya di SDN Kandang Panjang. "Bahkan salah satu syarat terbentuknya SDN yaitu tidak boleh memiliki kelas paralel (kelas 1A dan 1B) lebih dari dua kelas. Padahal biasanya untuk SDN jumlah siswa dalam satu kelas bisa mencapai 40 orang," urainya. (ap15)

 

Lomba Siswa Prestasi 2012 Tingkat Kota Pekalongan

SDN Klego 1 Raih 'Dobel' Siswa Prestasi 

TROPI - Nada Nafilatu Zulfa dan Gusti Agung Rama didampingi oleh Koordinator Pembina Siswa Prestasi SDN Klego 1, Akhmad Mulyono SPd saat menunjukkan tropi juara lomba siswa prestasi 2012 tingkat Kota Pekalongan. 

KLEGO - SDN Klego 1 yang merupakan satu-satunya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Pekalongan, mampu memborong juara lomba siswa prestasi 2012 tingkat Kota dengan meraihnya pada dua kategori yakni putra dan putri. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Pembina Siswa Prestasi SDN Klego 1, Akhmad Mulyono, di kantor sekolah setempat, Selasa (27/11). 



Kedua siswa yang berhasil meraih juara lomba siswa prestasi 2012 tersebut adalah Nada Nafilatu Zulfa dengan Gusti Agung Rama. Nada berhasil menjadi juara setelah mengumpulkan nilai sebanyak 541,99 sedangkan Rama mampu mengalahkan para pesaingnya dengan perolehan nilai 522,36. "Mereka mendapatkan nilai tersebut dari tes tertulis untuk setiap mata pelajaran (Mapel), nilai raport, berbagai piagam kejuaraan, berpidato, ketrampilan dalam mengoperasikan komputer, hasta karya dan wawancara kepribadian," bebernya. 

Prestasi yang berhasil diraih tersebut tidak lepas dari adanya persiapan yang sangat matang dalam menghadapi lomba. Misalnya dengan menggelar program rutin latihan yang dilakukan pada hari minggu di sekolah. Ditambah lagi dengan pemberian jam tambahan pada malam Jumat, Sabtu dan Minggu. "Pada hari minggu kami tetap berikan latihan di sekolah sehingga tidak ada hari libur. Untuk pembelajaran di malam hari dilakukan dengan mengadakannya di rumah siswa secara bergantian. Jika malam Jumat di rumah Nada maka malam Sabtu di rumah Rama," urainya.

Raihan prestasi dobel juara tersebut dilakukan untuk pertama kalinya oleh SDN Klego 1 karena selama ini persaingan diantara peserta sangat ketat seperti misalnya dengan SDN Panjang Wetan 1 dan SDN Medono 8. Hanya saja kemenangan ini terancam tidak bisa dilanjutkan karena Dindikpora Kota Pekalongan belum menganggarkan untuk mengikutsertakan pemenang di tingkat Kota Pekalongan untuk maju ke tingkat Propinsi. "Tahun kemarin, lomba siswa prestasi hanya sampai tahap tingkat Kota saja karena tidak ada penganggaran untuk maju di tingkat Propinsi. Namun mudah-mudahan tahun ini berbeda dengan yang kemarin sehingga kedua siswa tersebut bisa maju ke tingkat Propinsi," harapnya. 

Prestasi dari SDN Klego 1 diakui oleh Akhmad Mulyono mengalami peningkatan sejak sekolah tersebut beralih status menjadi RSBI sejak lima tahun yang lalu. "Ini baru tahun kelima dari status RSBI SDN Klego 1, dua tahun lagi kami baru bisa meluluskan siswa dari status tersebut," pungkasnya dengan bangga. (ap15)

 

Maraknya Penggunaan Zat Kimia Berbahaya Untuk Makanan

Awas, Mie Usek Berrodamin Beredar
  • Diproduksi di Batang
  • Pemasaran sampai Kota dan Kabupaten Pekalongan

BATANG - Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi panganan kerupuk jenis mie usek. Pasalnya, panganan yang banyak disukai kaum hawa ini terindikasi menggunakan Rodamin B sebagai bahan tambahan pangan (BTP). Padahal, jenis pewarna tekstil ini telah dilarang oleh Kementerian Kesehatan, karena dampaknya yang membahayakan kesehatan.

Kasie Konsumsi Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan BP2KP Kabupaten Batang, M Faried SP, menyatakan, temuan awal atas penggunaan Rodamin B pada mie usek ini justru dari Kabupaten Pekalongan. Ketika dilacak, ternyata mie usek tersebut adalah produksi asli Batang. “Sebetulnya, itu temuan beberapa bulan lalu. Kami pun telah menemukan sumber produksinya. Bahkan kami sudah melakukan pembinaan, mengingatkan pemilik usaha untuk tak menggunakan campuran zat berbahaya,” ungkapnya di kantor, Rabu (28/11).

Dikatakannya, produsen mie usek ternyata ada di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Batang. Ketika dikonfirmasi, pemilik usaha pun mengakui jika telah menggunakan Rodamin B sebagai BTP. Zat ini dia peroleh dari Toko Tekstil. “Hasilnya kita uji dengan alat kita, dan ternyata positif. Hanya saja, kami masih perlu menguji kembali kandungan mie usek ini ke Laboratorium Kesehatan Semarang, guna memperkuat kesimpulan. Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan ambil sempelnya lagi,” terangnya.



Selain itu, Faried pun mengaku mendapatkan informasi tambahan dari Universitas Semarang, bahwa produksi kerupuk berrodamin ini beredar di Batang. “Pemasarannya tidak hanya di Batang, tetapi sampai Kabupaten Pekalongan. Kemungkinan besar, mie usek ini juga masuk ke Kota Pekalongan,” tandasnya.

Meski telah melakukan pembinaan, Faried tak menjamin bahwa pengusaha mie usek ini mematuhi himbauan instansinya. Karena itu, pihaknya akan meminta ke Bupati untuk menerbitkan surat peringatan. “Surat ini nantinya akan kami sampaikan ke pengusaha mie usek. Isinya, ya melarang penggunaan Rodamin B ataupun zat berbahaya lainnya sebagai campuran panganan,” pungkasnya.

Temuan ini menambah daftar maraknya penggunaan zat kimia berbahaya dalam produksi makanan. Sebelumnya, dua produsen mie kuning basah di Kecamatan Batang pun terbukti menggunakan formalin sebagai campuran. Bahkan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah langsung menggerebeg lokasi usaha dan menyita hampir 1 ton mie kuning ini. (ap22)

Bahaya Utama rhodamin B  Terhadap Kesehatan :
- Gangguan fungsi Hati atau Kanker hati.
- Rhodamin B bisa menumpuk dilemak sehingga lama-lama jumlahnya akan terus bertambah.
- Rhodamin B bisa memicu kanker jika di produksi tahunan.
sumber

Pengelola Parkir Nakal Akan Diganti

Pengelola Parkir Nakal Diganti

PEMKOT - Walikota Pekalongan, dr HM Basyir Ahmad memastikan akan mengganti pengelola parkir yang nakal. Hal itu sebagai bentuk sanksi bagi pengelola parkir yang tidak menyetor, serta menarik uang parkir diatas ketentuan.

Demikian ia sampaikan usai sidang paripurna DPRD, Senin (26/11). Sebelumnya, Pemkot melalui Dishubparbud merancang beberapa kebijakan baru untuk memperbaiki kondisi tersebut. Diantaranya mencabut izin pengelolalaan parkir. "Saya pastikan tahun depan, akan ada beberapa pengelola parkir yang diganti," ucapnya.

 Foto Ilustrasi

Namun, hal tersebut akan dilakukan dengan melihat terlebih dahulu pengelola parkir yang menyalahi aturan perjanjian. Karena, bagi pengelola dan juru parkir, sudah ada surat perjanjian masing-masing. "Nanti akan kami evaluasi bagi juru parkir per tiga bulan. Sedangkan untuk pengelola per satu tahun akan dievaluasi," tuturnya.

Menurut Walkot, potensi parkir yang mencapai angka Rp2,9 M masih sangat jauh dari harapan. Padahal, harusnya bisa mencapai minimal Rp2 M, atau setidaknya bisa mencapai setengah. "Tapi kenyataannya, untuk mencapai target Rp700 juta saja sudah berat," kritiknya.

Tentu saja hal tersebut sangat memprihatinkan. Sebab potensi yang besar tapi tidak bisa dicapai karena bermasalah pada pengelola. Sedangkan masyarakat sendiri justru merasa terbebani dengan tarif parkir yang ditarik, terkadang tarif motor yang dalam Perda hanya Rp500 bisa mencapai Rp1000 di tempat tertentu. Bahkan mencapai tarif Rp2000 dalam kondisi tertentu.

Walikota menegaskan, pengelolaan parkir pada tahun depan akan menggunakan sistem lelang. Jika ada juru parkir ataupun pengelola yang tidak setor secara rutin, akan langsung dicoret, dan lahannya bisa dilelangkan untuk pengelola yang lain. "Pada kenyataannya, masih banyak calon pengelola yang ingin mendaftar dan siap memenuhi target dan perjanjian yang diberikan oleh Pemkot," terang Basyir.

Ditanya mengenai ketegasan petugas di lapangan, Walkot mengatakan, ketegasan akan semakin ditingkatkan. Menurutnya, beberapa waktu yang lalu pihak Pemkot masih mengedepankan jalur komunikasi dengan harapan pengelola bersedia memenuhi target, dan perjanjian. Namun selama dua tahun terakhir ternyata upaya tersebut gagal, akhirnya diputuskan Pemkot akan melakukan tindakan tegas.

"Sementara ini, pengelola akan kami tata terlebih dahulu. Kemudian, penataan akan masuk lokasi dimana banyak marka jalan maupun tempat-tempat yang sebenarnya dilarang untuk parkir namun tetap digunakan," pungkasnya. (ap16)
sumber

Pasar Jepang Terbuka Terhadap Hasil Budi Daya Udang Vaname

Jepang minati udang vaname Pekalongan 

Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA News) - Pasar Jepang terbuka terhadap hasil budi daya udang vaname dari Kelompok Petambak Sampang Tigo Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Satu sebab penting karena kelompok petambak itu bisa menjaga kualitas produknya.



Taieng (55), pedagang pengumpul udang vaname di Pekalongan, Kamis, mengatakan, pedagang akan menjual udang vaname ini ke Kabupaten Pati yang selanjutnya diekspor ke Jepang oleh pedagang setempat.
"Udang vaname yang berukuran besar dan berkulit keras akan dikirim oleh perusahaan pengekspor. Sedangkan, udang vaname berukuran kecil dan berkulit muda dijual ke pasar tradisional," katanya.
 
Menurut dia, harga udang vaname mencapai Rp42.000 per kilogram dan selanjutnya oleh perusahaan diekspor ke Jepang yang rata-rata mencapai 20 ton.
 
"Oleh karena itu, setiap memasuki masa panen udang vaname, kami selalu membeli udang itu dari hasil budi daya Kelompok Simpang Tigo Kota Pekalongan," katanya.
 
Ketua Kelompok Petambak Sampang Tigo Kota Pekalongan, Bahrudin mengatakan bahwa budi daya udang vaname cukup menjanjikan karena hasil panen mampu mencapai 3,3 ton.
 
"Hanya saja, saat ini petambak mengalami kesulitan mendapatkan pakan dan bibit udang yang mencapai Rp17 ribu per kilogram. Untuk mendapatkan pakan, kami harus membeli pakan ke daerah lain, karena di daerah setempat belum ada pedagang yang menjual pakan itu. (*)
Editor: Ade Marboen

Kamis, 29 November 2012

Buronan Curas Ditangkap Jajaran Polsek Pekalongan Timur

Polsek Timur Tangkap Buronan Curas di Jalan Diponegoro

Jajaran Polsek Pekalongan Timur berhasil menangkap Sachna Budiawan, yang menjadi buronan kasus pencurian dengan kekerasan di sebuah hotel di wilayah Pekalongan Timur, beberapa waktu lalu.

Sachna, warga Kelurahan Bendan, Pekalongan Barat, ditangkap oleh anggota Reskrim Polsek Pekalongan Timur saat bersama kawan-kawanya di jalan Diponegoro, Senin 26 November.
 


Kapolsek Pekalongan Timur, Komisaris Polisi Sri Sumardi, kepada Radio Kota Batik mengatakan, Sachna merupakan buronan kasus pencurian dengan kekerasan terhadap Kurnia Afiah, warga Kelurahan Podosugih, pada bulan Februari silam.

Sebelumnya, Sachna terlibat adu mulut dengan Kurnia Afiah, karena Sachna tidak mengembalikan emas seberat 25 gram yang dipinjamnya. Emas tersebut ternyata telah dijual Sachna, namun karena korban marah membuatnya kalap dan memukuli korban hingga pingsan.

Selain menghilangkan emas korban, Sachna juga mengambil uang sebesar Rp 11 juta milik Kurnia Afiah dan kemudian kabur hingga keluar kota.

Kapolsek menambahkan, penangkapan terhadap Sachna berkat adanya informasi jika Sachna tengah berada di rumahnya. Setelah dilakukan penyelidikan beberapa hari, akhirnya polisi menangkap Sachna disekitar Jalan Diponegoro.

Zebra Candi, Tindakan Pre Emtive dan Preventine

Operasi Zebra Candi 2012 Kedepankan Tindakan Pre Emtive dan Preventine

Jajaran Kepolisian Resort Pekalongan Kota mulai hari ini melaksanakan Operasi Zebra tahun 2012, Operasi yang dinamakan Zebra Candi ini mengedepankan tindakan Pre Emtive dan Preventine.



KBO Lantas Polres Pekalongan Kota, Inspektur Polisi Satu Ardi Demastyo, kepada Radio Kota Batik mengatakan, untuk kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 28 November hingga 11 Desember, pihaknya akan mengerahkan kurang lebih 150 anggota.

Ardi mengajak masyarakat semuanya untuk mematuhi peraturan lalu lintas baik dokumen kendaraan atapun fasilitas penunjangn keamanan lain, sehingga orang orang yang kita cintai tidak jadi korban kecelakaan dijalan raya.
sumber

 

Dua Pelaku Pengedar Kupon Judi Togel Ditangkap Tim Buser

Tim Buser Tangkap 2 Bandar Togel di Bendan

Tim Buser Polres Pekalongan Kota pada Selasa malam berhasil menangkap dua pelaku pengedar kupon judi togel, kedua pelaku adalah Imam Yusro dan Dedi Wibowo, yang merupakan warga Kelurahan Bendan Kecamatan Pekalongan Barat.

Juru Bicara Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Purwanto, kepada Radio Kota Batik mengatakan, penangkapan ini merupakan salah satu penangkapan dengan barang bukti terbanyak, dari tangan mereka polisi menyita HP, serta uang hasil penjualan togel sebesar 1 juta rupiah.



Penangkapan pelaku ini, berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah karena dilingkungan rumah pelaku sering digunakan untuk kegiatan judi toto gelap.

Purwanto menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan perburuan terhadap sejumlah pelaku judi togel lainnya yang merupakan anak buah kedua pelaku, karena dari hasil pemeriksaan sementara mereka mengaku memiliki anak buah dalam menjualkan kupon judi togel.
 


 

Pemerasan Jatah Uang Keamanan, Tindakan Kriminal

Diminta Uang Pengamanan Pedagang Diminta Lapor Polisi

Jajaran Kepolisian Resort Pekalongan Kota meminta pedagang yang menjadi korban pemerasan dengan dalih uang keamanan, untuk segera lapor ke Mapolres, sehingga bisa dilakukan penindakan, karena apapun dalih tindakan tersebut merupakan tindakan kriminal.


Kasat Bimas Polres Pekalongan Kota, Ajun Komisaris Polisi Sumarjo, kepada Radio Kota Batik mengatakan, pihaknya meminta masyarakat untuk tak segan melapor kepolisi, jika menerima tindak premanisme yang menimpanya.

Dalam aksinya biasanya para preman ini meminta jatah uang keamanan, padahal hal tersebut tidak dibenarkan bahkan perbuatan tersebut, merupakan tindakan pidana sehingga para pelakunya bisa diproses secara hukum.

Sumarjo menambahkan, meminta masyarakat untuk tidak takut melapor, apabila mengetahui atau menjadi korban premanisme karena pihaknya akan menjamin keamanan pelapor.

Minggu, 25 November 2012

Puluhan Rumah Di Kelurahan Panjang Baru, Terendam Air Laut

Rob, Puluhan Rumah Terendam
  • Warga Tak Bisa Beraktifitas

PEKALONGAN - Rob kembali menerjang wilayah utara Kota Pekalongan. Kali ini, puluhan rumah yang ada di RT 5 RW 7 Kelurahan Panjang Baru, terendam air laut hingga ketinggian mata kaki orang dewasa. Bahkan beberapa rumah warga sempat kemasukan air.

Menurut penuturan warga sekitar, terjangan rob kembali hadir sejak turunnya hujan lebat pada Jumat lalu, namun Rabu (21/11) pagi merupakan terjangan rob terbesar dari pada hari-hari sebelumnya.

"Rob sudah naik sejak hujan lebat yang terjadi sejak Jumat, namun sekarang ketinggian air bertambah besar," tutur Muradi (60), salah satu warga.



Dikataka Muradi lagi, wilayahnya memang mejadi langganan rob yang masih tersisa di wilayah Panjang Baru. Karena, sebagian wilayah lainnya sudah ditinggikan oleh pemerintah. "Sedangkan daerah kami belum, ya jadinya begini, walaupun yang lain kering tempat kami tetap terendam," ucapnya lagi.

Rendaman air rob, bahkan tidak hanya datang kali ini saja. Sebelumnya wilayah tersebut juga sudah terendam dan berlangsung selama berbulan-bulan. Menurut Muradi, faktor sudah ditinggikannya bagian lain membuat air rob yang menggenang disana susah untuk surut.

"Yang masih terendam parah adalah RT 5 dan RT 6. Kali ini memang belum mencapai puncaknya, tapi sudah seperti ini. Nanti ketika hujan lebat mulai turun terus menerus, ketinggian air disini akan bertambah hingga di dalam rumah akan mencapai lutut orang dewasa. Kalau sudah begitu, warga disini tidak bisa beraktifitas sama sekali," bebernya.

Sementara itu ketua RT setempat, M Romadhon (45), juga menuturkan hal yang sama. Dirinya mengatakan banyak warganya yang tidak bisa beraktifitas karena terjangan rob. "Masih segini saja, ada sekitar delapan rumah yang sudah kemasukkan air rob cukup tinggi dan menghambat aktifitasnya," ucap Romadhon.

Mewakili warga lainnya, Romadhon berharap agar pemerintah segera merealisasikan peninggian jalan di wilayahnya tersebut, seperti juga yang sudah dilakukan di wilayah lain. "Pak Lurah memang sudah sempat datang dan menjanjikan hal tersebut. Harapan kami ya semoga segera direalisasikan, karena keadaan kami disini sudah semakin susah. RT lain juga sudah ada peninggian, kenapa disini tidak," ujarnya lagi.

Meluapnya air rob juga terlihat di wilayah RT 1 RW 6. Meskipun belum memasuki rumah warga, mulai menggenangnya air rob di jalanan mulai menimbulkan keresahan warga. Sama dengan wilayah sebelumnya, peninggian jalan di RT 1 RW 6 juga masih dalam tahap pengerjaan. (ap16)
sumber

UMK Kota Pekalongan Sebesar Rp 980 Ribu

Buruh Tuntut Pendidikan Gratis
  • Karena UMK Tak Cukup

DPRD - Upah minimum kota (UMK) Kota Pekalongan tahun 2013 sebesar Rp 980 Ribu, tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan buruh di Kota Pekalongan. Karena itu, mereka menuntut kepada Pemkot untuk memberikan layanan pendidikan gratis kepada buruh.

Demikian terungkap dalam public hearing yang digelar DPC SPN bersama Pattiro, DPRD dan Dindikpora di ruang sidang DPRD, Senin (19/11).

Sekretaris DPC SPN, Budhy Pratomo ST membeberkan, dari hasil survey didapatkan bahwa kebutuhan real buruh yang sudah berkeluarga, dengan dua anak per bulan mencapai Rp1,9 juta. Sedangkan upah yang diterima di bawah Rp1 juta per bulan. "Jadi sangat jauh dari mencukupi," ucapnya.



Kemudian, tambah Budhy, sebanyak 97 persen uang gaji yang diterima buruh, akan dihabiskan hanya untuk kebutuhan pangan sehari-hari, belum mencakup kebutuhan lain seperti tempat tinggal dan biaya pendidikan anak. "Sedangkan untuk biaya pendidikan sendiri, rata-rata menyerap 48 persen dari upah buruh per bulannya. Jadi dari fakta tersebut, menunjukkan upah yang diterima buruh tidak mencukupi," tegasnya.

Diluar itu, lanjutnya, masih banyak pula biaya tak terduga seperti pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah. "Hal tersebut, semakin memberatkan kami para buruh dalam menyekolahkan anak kami. Apa yang katanya sudah ditanggung pemerintah, ternyata masih juga harus membayar karena adanya pungutan tersebut," kata Budhy lagi.

Untuk itu, para buruh meminta kepada Pemkot Pekalongan, untuk mewujudkan pendidikan gratis bagi anak buruh (pendidikan dasar) dengan menerbitkan kartu cerdas, serta memberikan beasiswa bagi anak buruh hingga ke tingkat Perguruan Tinggi. "Jika tidak, maka buruh akan mereproduksi anak yang akan menjadi buruh kembali. Dalam arti kemiskinan di Kota Pekalongan akan terus tumbuh," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Pekalongan, HM Bowo Leksono AhT SH MM mengatakan, sebagai DPRD pihaknya akan menjalankan fungsi dan kewenangannya dalam membatu beban buruh tersebut. Salah satunya adalah fungsi pengawasan dalam pelaksanaan pungutan sekolah. Kemudian, DPRD juga akan menjalankan tugas penganggaran, sehingga dapat memback up program di Dindikpora agar menyediakan beasiswa bagi buruh.

Sedangkan Kepala Dindikpora setempat, drg Agust Marhaendayana MM mengatakan, bahwa Pemkot telah memberi jaminan pendidikan adil bagi semua, dalam arti gratis bagi yang tidak mampu, dan tetap membayar bagi yang mampu. Terkait pengaduan terjadinya pungutan, Agust Marhandayana telah menyebarkan surat edaran untuk mencegah perilaku tercela, serta melakukan sidak menindaklanjuti laporan yang masuk. "Untuk tingkat SD dan SMP, kami pastikan pendidikan gratis bagi yang tidak mampu," tegasnya.

Sedangkan mengenai surat edaran, dijelaskan Agust, Dindikpora melarang segala bentuk pungutan yang dilakukan sekolah dalam jumlah dan waktu pembayaran yang dibatasi, kemudian sekolah juga dilarang mengadakan les dengan biaya tambahan serta melakukan jual beli kepada siswanya dalam bentuk apapun. (ap16)
sumber

Kamis, 22 November 2012

Pelantikan Kades Api-Api

BUPATI LANTIK KADES API – API, WONOKERTO

Bertempat di Kantor Kepala Desa Api – Api Drs. H. Amat Antono, M.Si mengangkat sumpah dan melantik Kepala Desa Api-Api terpilih, Mustaghfirul Ghofar, SH. Pria Kelahiran 15 Desember 1978 ini terpilih sebagai Kades untuk periode 2012 - 2018 menggantikan ayahnya Solikhin yang telah menjabat selama sepuluh tahun dari 2002 sampai 2012.

Dihadapan undangan yang terdiri dari Bupati dan istri, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, para Staf Ahli, Asisten Sekda dan para kepala SKPD, Muspida serta warga masyarakat, usai pelantikannya Ghofar dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh warga masyarakat Desa Api – Api, termasuk Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) sehingga Pilkades dapat berjalan lancar. “Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang dengan kesadarannya sendiri mau datang ke TPS dan memberikan suaranya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ghofar mengajak seluruh warganya untuk bersatu padu membangun Desa Api-Api, termasuk mengatasi rob air laut yang telah menjadi musibah langganan di desanya serta kesulitan warganya, para petani tambak. Terkait tugas yang akan diembannya,yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, Ghofar menyatakan dirinya mengharapkan dukungan, saran, dan partisipasi dari segala pihak termasuk dari Pemkab Pekalongan.



Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengharapkan agar Ghofar yang sebelumnya berprofesi sebagai pekerja swasta dapat menempatkan dirinya sebagai kepala desa yaitu sebagai seorang pemimpin yang harus memberikan teladan bagi rakyatnya. “Kerja di swasta beda dengan menjadi Kades, karena Kades dituntut keteladanannya,” tegasnya. Antono juga mengharapkan masyarakat agar memberikan kesempatan kepada Kades baru untuk secara penuh melaksanakan tugasnya secara penuh.

Antono juga mengingatkan Ghofar agar mau belajar, mendengar dan introspeksi, karena mau tidak mau mulai sekarang sebagai seorang Kades dirinya harus melaksanakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sebagai wujud tanggung jawab serta menyadari kondisinya sekarang dimana yang harus menempatkan diri sebagai orang tua bagi masyarakat Desa Api – Api. “Perbedaan dalam proses pemilihan adalah hal biasa, namun setelah itu masyarakat harus bersatu membangun desanya, apa yang sudah bagus harus menjadi lebih bagus, karena kalau tidak ada kemajuan berarti Anda belum berhasil,” tegasnya menutup sambutannya.(dian’s).

 

Diskusi Dan Rakor Kehumasan:Mengoptimalkan Fungsi Kehumasan Pemerintah

PEMKAB GELAR DISKUSI DAN RAKOR KEHUMASAN 

KAJEN - Dilatarbelakangi pentingnya koordinasi, integrasi dan sinergitas antara SKPD sebagai narasumber/sumber informasi dengan Bagian Hubungan Masyarakat serta insan media, maka Bagian Humas Setda Kabupaten Pekalongan, pada Rabu 21 Nopember 2012 menyelenggarakan diskusi dan rakor kehumasan dengan tema mengoptimalkan fungsi kehumasan pemerintah dalam membangun citra dan reputasi positif instansi pemerintah.

Acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan, Drs. H. A. Antono, M.Si ini  dihadiri oleh para Asisten Sekda, staf ahli Bupati dan Kepala SKPD dan Camat se Kab. Pekalongan serta wartawan yang bertugas di wilayah Kab. Pekalongan.  Dalam laporannya, Kepala Bagian Humas Setda, Drs. Ali Riza, M.Si mengungkapkan harapannya agar SKPD dapat bersinergi dengan Bagian Humas untuk menginformasikan kegiatan atau capaian pembangunan di instansi masing-masing untuk dipublikasikan ke media. “Membangun citra positif bukan hanya tugas Humas namun tanggungjawab bersama SKPD, sehingga fungsi kehumasan menjadi optimal,” terangnya.



Pada bagian lain, Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya mengemas dan mengkomunikasikan sebuah berita sehingga akhirnya lahir sosok “media darling” (kekasih media) seperti Jokowi dan Rustriningsih. “Kalau prestasi, saya tidak mengurangi rasa hormat, sebenarnya masih tidak terlalu jauh dengan yang lain, tetapi kemampuan beliau dalam mengemas, mengkomunikasikan apa yang dilakukan, sangat dan sangat luar biasa, sehingga kadang timbul di hati, alangkah enaknya kalau menjadi kekasih media, bukan yang dibenci oleh media,” terangnya.

Bupati menyatakan mengapresiasi kegiatan ini, karena menurutnya dengan rakor dan dialog semacam ini, akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengevaluasi diri dan berbenah diri, guna mengoptimalkan fungsi kehumasan. “ Ini menurut saya bagus sekali. Evaluasi diri tidak hanya Bupati, Sekretaris Daerah, para Asisten, para Staf Ahli Bupati, para Kepala SKPD, bukan, tetapi untuk kita semua,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati juga berharap nantinya muncul pemikiran yang tertanam diantara para undangan untuk mengedepankan fungsi, karena jika fungsi yang dikedepankan, maka yang terjadi adalah pasti upaya saling memperkuat, saling berperan, saling membagi tanggung jawab. “Saya yakin apabila ikatan kita ini untuk kepentingan masyarakat, kepentingan umat, maka ego sektoral pasti bisa kita kendalikan. Bukan target pribadi, bukan upaya untuk menjatuhkan seseorang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini Bupati juga meminta kepada SKPD untuk bisa mengkaji, mengevaluasi diri atas apa yang selama ini telah dilakukan, dan berharap memiliki komitmen bersama untuk mengedepankan fungsi, ini akan menjadi kesepakatan bersama, baik itu kita yang ada di aparat pemerintah, swasta, termasuk media. “Ini saya harapkan, jadi ikatan kita adalah untuk kepentingan umat, menjadi komitmen dalam rangka memproduksi dan mendistribusikan informasi kepada publik, karena kita di dalam rangka memproduksi informasi kita juga perlu jernih, di dalam mendistribusikan juga perlu selektif karena masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak seluruhnya bisa secara jernih mampu memilah dan memilih, kadang masih ditelan mentah. Oleh karena itu, di dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi, saya minta bisa secara seimbang,” terangnya menutup sambutan.

Diskusi yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Pekalongan ini dimoderatori oleh Esmara Sugeng Dekan Fakultas Hukum Universitas Pekalongan, dan menghadirkan empat narasumber, yaitu Pimpinan Redaksi (Pimred) Radar Pekalongan, Saefulah yang mengetengahkan teknis meramu sebuah berita agar memiliki nilai berita/value, sedangkan Pimred Radar Semarang, Iskandar membawakan materi membangun sinergi humas dan media massa, seta bagaimana membangun citra positif. “ Semua SKPD bisa menjadi humas, sehingga tidak semuanya ditanggungkan kepada humas,” terangnya.

Narasumber ketiga adalah Trias Purwadi dari Suara Merdeka yang mengetengahkan materi terkait fungsi dan tugas pers, termasuk didalamnya kiat-kiat penting untuk menjadi humas yang handal. Sedangkan  Pimred  harian Wawasan, Agus Toto Widyatmoko memberi materi tentang Humas sebagai pembangun citra bukan pengatur acara. Menurut Toto jika humas hanya bisa menjadi event organizer (EO) atau pengatur acara maka humas tersebut perlu direvitalisasi.

Diskusi ini kemudian dilanjutkan dengan Rakor Kehumasan yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Sekda, Drs. H. Yoyon Ustar Hidayat, M.Si. (dian’s).

Pelantikan 2 Kades

KADES KETITANG KIDUL DAN SUMURJOMBLANGBOGO DILANTIK

KAJEN – Seusai melantik Kades Sangkanjoyo Kecamatan Kajen, pada hari yang sama Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si  secara resmi melantik kepala desa terpilih Desa Ketitang Kidul dan Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong. Acara berlangsung di pendopo Kecamatan Bojong, dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti yang merupakan istri Bupati, Asisten Pemerintahan Sekda Drs. H. Yoyon Ustar Hidayat, M.Si, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM H.M. Zaki, S.IP dan beberapa Kepala SKPD, Camat Bojong beserta Muspika dan seluruh Kades se Kecamatan Bojong. Tidak ketinggalan ratusan keluarga dan sanak-saudara dari kedua Kades yang dilantik yang memadati kantor Kecamatan Bojong.

 Kades terpilih Desa Ketitang Kidul Chaer Chamdi akan menjabat untuk periode 2012-2018. Lelaki kelahiran 9 Juli 1976 itu yang semula berprofesi sebagai wirausahawan menggantikan kepala desa sebelumnya Ny. Windradiningrum. Sedangkan Kades terpilih Desa Sumurjomblangbogo Edy Suyitno dengan masa jabatan yang sama menggantikan Ahmad Fadholi, S.Ag. Edy Suyitno merupakan PNS aktif pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pekalongan. 


Setelah melantik, Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pemilihan kepala desa dan masyarakat yang telah dengan sukses menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pilkades. “Saat ini sudah tidak ada lagi dukung tidak mendukung salah satu calon Kades, namun yang ada adalah satu kesatuan dalam keluarga di desa dan bagaimana membangun desa ke depan yang lebih baik,” ujar Bupati.

Kepada Kades yang baru saja dilantik, Bupati mengatakan bahwa mulai hari ini telah menjadi seorang pemimpin di desa. Dimana dengan menjadi Kepala Desa, menurutnya dituntut banyak hal, salah satunya adalah keteladanan dalam kehidupan. Keteladanan ini harus nampak dalam sikap perilaku, tidak sebatas ucapan saja. “Teladan dalam berperilaku ini memang tidak gampang, namun saya yakin dengan niat yang kuat akan dapat menjadi contoh, tidak hanya dalam tata kelola pemerintahan namun juga kepada warganya”, ucapnya.

Bupati melanjutkan menjadi kepala desa juga harus banyak belajar. Baik mengenai administrasi pemerintahan maupun tugas yang lain. “Jangan malu belajar kepada senior, camat maupun Bupatinya sekalian. Bangun komunikasi diantara kita. Karena tugas seorang kepala desa sangat luas, antara lain harus bisa memenej para stafnya, mengelola urusan pemerintahan serta melayani urusan warganya. Mulai dari KTP, pajak sampai masalah rumah tangga warga”, tuturnya.

Ditambahkan Bupati, masyarakat yang sekarang memiliki pemimpin baru harus bisa bekerja bersama-sama membangun Desa Ketitang Kidul maupun Desa Sumurjomblangbogo ke arah yang lebih baik. “Saya mohon masyarakat mendukung dan memberikan kesempatan kepada Kades yang baru untuk membangun desanya ke arah yang lebih baik,” pinta Bupati.

Menjelang musim penghujan, dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu juga mengharapkan kepada semua pihak untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan agar tidak timbul penyakit. “Menghadapi musim penghujan, kadang penyakit muncul dan sampah menumpuk. Untuk itu saya titip jangan sampai menjadi musibah bagi kita semua,” harapnya.

Kepada Camat dan Muspika serta Kepala Dinas Pendidikan, Bupati juga menghimbau agar giat mensosialisasikan ke sekolah-sekolah ataupun masyarakat akan pentingnya berkendera di jalan raya. “Bojong adalah wilayah perlintasan antara Wiradesa ke Kajen hingga ke Banjarnegara. Di wilayah Bojong ini seperti kita ketahui sering terjadi kecelakaan. Untuk itu, saya minta kepada Camat, Muspika dan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengkampanyekan patuh tertib lalu lintas di sekolah-sekolah maupun masyarakat,” terang Bupati.

“Saya minta Camat juga menyikapi proses E-KTP. Silahkan dibreakdown ke desa-desa agar seluruh masyarakat yang mempunyai identitas bisa terdaftar. Demikian juga soal pajak, saya minta Camat untuk menghimbau kepada para Kades untuk tidak lupa mengingatkan warganya bahwa saat ini menjelang batas akhir pembayaran pajak,” pinta Bupati mengakhiri sambutannya.

  Sementara itu, Kades baru Desa Ketitang Kidul Chaer Chamdi didampingi Kades Baru Desa Sumurjomblangbogo Edy Suyitno dalam sambutan perdananya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pilkades lalu yang berjalan dengan aman, lancar tanpa halangan apapun.

Kedua Kades tersebut dihadapan Bupati dan seluruh undangan yang hadir berjanji akan melaksanakan amanah yang diembannya sesuai visi dan misi. “Kami mohon bimbingan Bapak Bupati dan Bapak Camat agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan kami juga mohon dukungan dari seluruh masyarakat kami untuk bersama-sama membangun desa ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Acara pelantikan tersebut diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada kedua Kades, secara berurutan mulai Bupati dan istri, dilanjutkan SKPD, Camat dan Muspika serta segenap keluarga besar kedua Kades yang hadir. (di2k)

Pelantikan Kepala Desa Terpilih Desa Sangkanjoyo

KADES SANGKANJOYO-KAJEN DILANTIK

Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, Msi  secara resmi melantik kepala desa terpilih Desa Sangkanjoyo Kecamatan Kajen Suko Mardiyono untuk masa jabatan 2012-2018. Lelaki yang semula berprofesi sebagai Kaur Kesra Desa Sangkanjoyo ini menggantikan kepala desa sebelumnya Kurdimanto, SIP, MSi.

Setelah resmi melantik, Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan menjadi seorang kepala desa dituntut banyak hal, salah satunya adalah keteladanan. Keteladanan ini harus nampak dalam sikap perilaku, tidak sebatas ucapan saja. “Teladan dalam berperilaku ini memang tidak gampang, namun saya yakin dengan niat yang kuat akan dapat menjadi contoh, tidak hanya dalam tata kelola pemerintahan namun juga kepada warganya”, ujarnya.


Bupati melanjutkan menjadi kepala desa juga harus banyak belajar. Baik mengenai administrasi pemerintahan maupun tugas yang lain. “Jangan malu belajar kepada senior, camat maupun Bupatinya sekalian. Bangun komunikasi diantara kita. Karena tugas seorang kepala desa sangat luas, antara lain harus bisa memenej para stafnya, mengelola urusan pemerintahan serta melayani urusan warganya. Mulai dari ktp, pajak sampai masalah rumah tangga warga”, tuturnya.

Ditambahkan Bupati, masyarakat yang sekarang memiliki pemimpin baru harus bisa bekerja bersama-sama membangun desa Sangkanjoyo ke arah yang lebih baik. “Desa Sangkanjoyo merupakan desa penyangga Kajen, maka perilaku warganya pun dituntut untuk bisa menjadi teladan. Misalnya dalam tertib administrasi kependudukan. Saya titip Pak Suko ini agar dibantu dalam melaksanakan tugasnya. Semoga apa yang menjadi harapan bersama dapat terwujud”, imbuhnya.

Sementara itu, Kades baru Suko Mardiyono dalam sambutannya mengatakan akan meneruskan pembangunan yang telah dilakukan pendahulunya. Berbagai kekurangan akan dibenahi, sedangkan yang sudah berjalan baik akan ditingkatkan. “Saya mengharapkan kerja sama dan dukungan warga. Pilkades telah selesai pada tanggal 21 Oktober 2012, oleh karena itu segala ekses negatif perbedaan pilihan hendaknya dapat dihilangkan. Mari kita bersatu padu membangun Desa Sangkanjoyo menjadi lebih maju dan menyongsong masa depan yang lebih baik”, ungkapnya.

Sebagai desa dengan tradisi langganan lunas PBB, Suko Mardiyono pun menargetkan akan lunas PBB akhir Desember ini. “Saya ingin tradisi ini terus dipertahankan. Program-program pemerintah yang lain juga akan kami terima dan dilaksanakan dengan baik demi kesejahteraan warga”, tutup Suko mengakhiri sambutan. (rizka)

Tim Penjemputan Jamaah Haji Asal Kota Batik

Kemenag Kota Pekalongan Siapkan Tim Penjemputan Haji
Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan sudah menyiapkan tim penjemputan jamaah haji asal Kota Batik yang tergabung dalam kolter 75 dan 76.

Kepada Radio Kota Batik Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementian Agama Kota Pekalongan Nadhif mengatakan ada dua tim gabungan yang akan bertugas berada di lokasi yang disiapkan untuk kepulangan jamaah haji.



Dimana tim pertama akan bertolak menuju solo Donohudan pada hari Jum'at sore untuk melakukan penjemputan jamaah haji kloter 75 sebanyak 182 jemaah haji. Sedangkan tim yang kedua akan berangkat hari sabtu sore untuk melakukan penjemputan jamaah haji kloter 76 sebanyak 299 jemaah haji.

Menurut Nadhif selain bertugas dalam memperlancar proses penjemputan serta mengawal jamaah haji mulai dari Donohudan hingga ke Kota Pekalongan, tim juga bertugas membantu membawakan barang-barang milik jamaah.
 

Program Minapolitan Diharapkan Meningkatkan Sektor Perikanan Di Kota Batik

Program Minapolitan Gunakan Pinjaman Dana Luar Negeri

Untuk mesukseskan Program Minapolitan di kawasaan Pelabuhan di Kota Pekalongan, pihak PPNP dan Pemkot Pekalongan mendapat pinjaman lunak dari luar negeri.
 


Program Minapolitan diharapkan akan meningkatkan sector perikanan di Kota Batik.

Kepala PPNP, Zainur Manurung, kepada Radio Kota Batik mengatakan, alasan penggunakan dana pinjaman dari luar negeri, dikarenakan anggaran APBN dinilai tidak mampu mencukupi kebutuhan dana yang mencapai 190 milyar rupiah.

Zainur menjelaskan, saat ini proses pembangunan kawasan Minapolitan sudah mencapai 20 persen, diharapkan akan selesai pada tahun 2014 mendatang.

 

Seorang Buronan Berhasil Ditangkap Jajaran Kepolisian Sector Tirto

Polsek Tirto Tangkap Buronan Kasus Pencurian

Jajaran Kepolisian Sector Tirto, berhasil menangkap Waluyo, seorang buronan yang diduga merupakan pelaku sejumlah kasus pencurian di wilayah Kecamatan Tirto.

Aksi penangkapan terhadap Waluyo ini, dipimpin langsung oleh Kapolsek Tirto Ajun Komisaris Polisi Mandala, pada Selasa 20 November dinihari.


Kepada radio Kota Batik Mandala mengatakan, Waluyo merupakan buronan kasus pencurian di rumah milik Muhamad Furqon warga Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, pada tahun 2010 silam.

Mandala menjelaskan, dalam aksinya, Waluyo bersama dua rekannya, berhasil menggasak uang tunai senilai puluhan juta rupiah.

Kapolsek menjelaskan, selain menangkap Waluyo, Polisi juga sudah menangkap pelaku lainya yaitu Yunus alias Canus. Sedangkan pelaku lainyaitu Kiswanto hingga saat ini masih dalam pengejaran Polisi. Waluyo akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

Menderita Luka Lebam Akibat Penganiayaan

Tak Dapat Bantuan Bedah Rumah, Warga Aniaya Ketua BKM Kelurahan Buaran 

Jajaran Sektor Pekalongan Selatan, hingga kini masih mencari Slamet Khamdani warga keluarahan Buaran yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Abdul Kholil Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat atau B-K-M, Kelurahan Buaran.

 
Slamet Khamani nekat menganiaya Abdul Kholil, hingga menderita luka lebam di bagian tubuhnya pada Selasa 20 November dirumahnya.

Kasus penganiayaan ini di duga bermotif pelaku tidak mendapatkan bantuan bedah rumah.

Kapolsek Pekalongan Selatan, Komisaris Polisi Sugito Marsudi, kepada Radio Kota Batik mengatakan, berdasarkan keterangan korban, pelaku sebelumnya meminta agar rumahnya di perbaiki melalui program bedah rumah.

Namun permintaan tidak bisa dipenuhi, karena periode sebelumnya Slamet sudah mendapatkannya, sehingga bantuan tahap ke dua ini diperuntukan bagi warga belum mendapatkan bantuan.

Sugito menambahkan, pihaknya masih berupaya megumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi, dan pelaku Slamet Khamdani saat ini masih diburu oleh petugas.
sumber

 

Taget Produksi Ikan Mencapai 30 Ton

Produksi Ikan Di PPNP Masih Melebihi Target

Meskipun sepuluh tahun ini mengalami penurunan namun produksi ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan atau PPNP masih melebihi target yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Kepala PPNP Jainur Manurung mengatakan meski target produksi ikan mencapai 30 ton per harinya, namun kini jumlah produksi ikan di PPNP mencapai 50-hingga 60 ton perhari.


Jainur menjelaskan dengan jumlah produksi sebanyak itu tproduksi ikan di Pekalongan surplus hingga lima puluh persen jika dibandingkan dengan pelabuhan Cilacap dengan Tipe A jumlah produksinya masih banyak disini.

Jainur berharap dengan program Minapolitan akan meningkatkan produksi ikan di Pekalongan karena pihaknya akan memperbaiki fasilitas, sumber daya manusia serta system sehingga kapal nelayan akan kembali masuk ke Pekalongan tanpa harus melalui prosedur yang rumit.
 

Mencuri HP Dan Uang Milik Majikan

Mencuri, Pembantu Rumah Tangga Dipolisikan

Polisi kembali menangkap seorang pembantu rumah tangga yang ketahuan mencuri HP dan uang milik majikanya. Sebelumnya Polisi menangkap seorang pembantu yang mencoba melarikan motormilik majikanya di Kajen.

Pelaku adalah Nisma warga Kelurahan Dekoro kecamatan Pekalongan Timur nekat mencuri HP Blackberry serta uang milik Tsani Mala Sarie, warga Jalan Trikora Kelurahan Yosorejo Pekalongan Selatan.


Juru Bicara Kepolisian Resort Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi Purwanto kepada Radio Kota Batik mengatakan pelaku mencuri saat majikannya pergi bekerja. Namun aksinya diketahui oleh pembatu lainnya.

Setelah korban pulang kerja pembantu tersebut melapor ke majikannya jika Nisma telah mengambil HP serta uang dicelengan sebesar 800 ribu.

Tsani Mala Sari kemudian menghubungi biro penyalur pembantu untuk menanyakan alamat pelaku.

Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi rumah pelaku serta menangkapnya.

Sementara barang bukti HP telah dijual dan sebagian uangnya sudah digunakan pelaku untuk berbelanja.


Selasa, 20 November 2012

Sebanyak 32.717 E-KTP Sudah Dibagikan Kepada Warga

32.717 E-KTP Wilayah Pekalongan Sudah Dibagikan ke Warga

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Dari 100.433 Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau E-KTP yang telah dicetak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk wilayah Kota Pekalongan, sebanyak 32.717 E-KTP sudah dibagikan kepada warga.

"Sampai Senin (19/11), kami telah membagikan 32.717 E-KTP kepada warga Kota Pekalongan. Artinya, 33 persen dari E-KTP yang sudah jadi, telah diterima warga Kota Pekalongan," terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kota Pekalongan Budhy Santosa, di ruang kerjanya, Selasa (20/11).


Menurut dia, pendistribusian E-KTP kepada warga telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Namun, pendistribusian E-KTP tercetak mengalami berbagai kendala. Di antaranya terbatasnya alat pembaca E-KTP. "Alatnya terbatas, hanya satu yang difungsikan. Itu pun, masih digunakan untuk enrollment (perekaman data E-KTP)," sambungnya.

Selain itu, lanjut dia, banyak warga yang sudah dijadwalkan melakukan aktivasi E-KTP tidak datang ke kantor kecamatan untuk melakukan aktivasi dan mengambil E-KTP. Dijelaskan dia, sebelum E-KTP diserahkan kepada warga, harus dilakukan verifikasi sidik jari. Sehingga, warga harus datang sendiri, tidak bisa diwakilkan. 

Namun pada pelaksanaannya, banyak warga yang diundang untuk melakukan aktivasi atau verifikasi sidik jari tidak bisa hadir ke kantor kecamatan sesuai jadwal yang ditentukan. Budhy memaparkan, dalam sehari pihaknya mengundang 175 hingga 200 warga di setiap kecamatan untuk melakukan aktivasi E-KTP. Akan tetapi, dari jumlah warga yang diundang tersebut, sekitar 50 hingga 75 warga tidak hadir. Akibatnya, ada sisa E-KTP yang kembali ke kantor Dindukcapil Kota Pekalongan.
( Isnawati / CN32 / JBSM )
sumber

Senin, 19 November 2012

Batik Bikers Pekalongan,Klub Wild Hogs, IMBI Semarang, Mengadakan Kegiatan Sosial

Batik Bikers Santuni Yayasan Al Maktab 

SANTUNI - Klub Bikers Batik Pekalongan bersama dengan Klub Wild Hogs (Tegal) dan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Semaranga menggelar kegiatan penyantunan kepada Yayasan Panti Asuhan Al Maktab di daerah Simbang Kulon gang 4. 

SAMPANGAN - Klub Motor Gede (Moge) yang tergabung dalam Batik Bikers Pekalongan mengadakan kegiatan penyantunan kepada Yayasan Panti Asuhan Al Maktab yang berada di daerah Simbang Kulon gang 4, Minggu (18/11). Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Klub Wild Hogs (Tegal) dan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Semarang yang sengaja diundang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


Sekjen Batik Bikers, Syarif Muhammad Bahauddin menjelaskan kegiatan penyantunan tersebut merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap tahunnya. Sedangkan untuk kegiatan rutin mingguan, Batik Bikers menggelar acara Riding dan Sunday Kuliner.

Acara penyantunan tersebut berupa kasur, lemari pakaian, tempat jemuran pakaian dan juga TV yang langsung diterima oleh Ketua Yayasan Al Maktab, H Mirza didampingi penghuni panti asuhan tersebut. Selain bantuan tersebut, anak-anak yatim di panti asuhan Yayasan Al Maktab juga diberikan uang saku. "Pada kali ini kami mengadakan kegiatan sosial berupa penyantunan kepada para penghuni panti asuhan Yayasan Al Maktab. Kegiatan kami adakan bersama dengan Klub Moge dari Tegal dan Semarang," bebernya.

Berdiri pada 1 November 2011, saat ini Batik Bikers Pekalongan telah memiliki anggota yang berjumlah 35 orang. Tidak semua anggota tersebut berasal dari Kota Pekalongan saja tapi juga dari daerah sekitar seperti Kabupaten Pekalongan dan Batang. Untuk acara kumpul-kumpul, biasanya diadakan di Jalan Diponegoro atau tepatnya di depan Apotek Ibukota yang diadakan setiap malam minggu. Sedangkan Basecamp Klub Moge Batik Bikers Pekalongan berada di Jalan Blimbing No 4.

"Kami memiliki semboyan 'Endless Rolling Brotherhood' yang berarti bahwa persaudaraan yang terjalin tidak akan pernah putus. Walaupun begitu, kegiatan yang dilaksanakan oleh Batik Bikers lebih merupakan kegiatan santai sebagai penyaluran hobi," katanya.

Menanggapi keberadaan Klub-klub Moge yang sering ugal-ugalan di jalan, Syarif Muhammad Bahauddin mengatakan jika tidak semua pengendara Moge berlaku seperti itu dan biasanya hanya terjadi pada oknum-oknumnya saja. Namun dirinya mengaku jika memang pada saat berada di jalan, para pengendara Moge sering meminta pengguna jalan lain agar minggir ketika rombongan tersebut hendak lewat.

"Itu kami lakukan karena Moge berbeda dengan motor jenis lainnya, apabila hendak mengerem membutuhkan kekuatan yang besar dan tidak bisa serta merta berhenti. Sehingga membutuhkan ruang yang luas untuk menghindarkan dari laka lantas. Idealnya jarak antara Moge satu dengan lainnya sekitar enam meter," jelasnya. (ap15)

 

Aksi Penipuan Berkedok Sebagai Anggota Polisi

Warga Buaran Nyaris Jadi korban Penipuan Berkedok Polisi

Cholison warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Senin, 19 November nyaris menjadi korban penipuan berkedok sebagai anggota kepolisian. Beruntung sebelum mentransfer uangnya, Ia sadar dan melapor polisi.

Kepada Radio Kota Batik, Cholison mengatakan, sebelumnya ia mendapat telpon seseorang yang mengaku sebagai Polisi yang memberitahukan jika anaknya telah ditangkap karena terlibat dalam kasus narkoba.
 


Pelaku meminta Cholison untuk mengirim uang lewat rekening yang sudah disiapkan oleh pelaku,
namun saat hendak mengirim uang, Cholison curiga dan akhirnya melapor ke Mapolsek Buaran.

Setelah dihubungi ternyata anaknya dalam kondisi baik-baik saja.

Sementara itu, pihak Polsek Buaran mengimbau masyarakat untuk tidak gampang percaya terhadap aksi penipuan berkedok sebagai anggota polisi dan meminta uang untuk menyelesaikan kasusnya.

Pihak Kepolisian saat ini melakukan penyelidikan kasus ini dan melacak nomor telepon yang digunakan untuk menghubungi Cholison.

2013 Pembangunan Balai Latihan Kerja dan SMK Kawasan Batik Teknopolitan

Mulai 2013, Pemkot Bangun SMK dan BLK di Kawasan Batik Teknopolitan

Pembangunan Balai Latihan Kerja dan SMK Kawasan Batik Teknopolitan di lahan bekas makam Tionghoa di Kuripan Kidul, Kecamatan Pekalongan Selatan, akan dimulai tahun 2013 mendatang.

Walikota Pekalongan, Basyir Ahmad, dalam dialognya dengan Radio Kota Batik mengatakan, tahun ini pihaknya baru melakukan pengurukan lahan tersebut.
 


Dana yang dipergunakan berasal dari APBD untuk penggurukan dan pembangunan sebesar 3,5 milyar. Sementara untuk pembangunan SMK 4, saat ini anggaranya diperoleh dari APBN sebesar 8 milyar.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah setempat, Muhammad Feizal menjelaskan, Pekalongan Batik Teknopolitan merupakan kawasan terpadu yang mengintegrasikan pelatihan dan showroom produk unggulan Kota Pekalongan.

 

Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Kandangserang

Longsor di Kandang Serang , 19 KK Diungsikan

Bencana tanah longsor dan tanah bergerak melanda Dukuh Batur Sari, Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Minggu, 18 November sekitar jam 9 malam.

Kepala Seksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Arifin, kepada Radio Kota Batik menjelaskan, ada 5 rumah warga yang terkena longsor, sementara 30 rumah lainnya rawan terkena longsor karena tanahnya terus mengalami pergerakan.
 


Arifin mengatakan, karena rawan lonsor pihaknya terpaksa mengungsikan ketempat yang lebih aman 19 KK dari 90 warga yang menghuni dukuh Batur Sari.

Arifin menambahkan, pihaknya saat ini sudah mendirikan sejumlah tenda pengungsian di lapangan terbuka serta mengirim bantuan perlatan dan logistik yang dibutuhkan.

Jumat, 16 November 2012

Bulan Pengaduan Layanan Public

Ombudsman Gandeng Patitro Gelar Bulan Aduan Layanan Publik

Komisi Ombudsman Jawa Tengah bekerja sama dengan Yapika dan Pattiro Pekalongan, mengelar acara program bulan aduan pelayanan public, yang di launching di gedung Amarta, Rabu 14 November 2012.

Hendrik Rosadinar, program manajer Yapika Jakarta mengatakan, sampai dengan saat ini pengaduan layanan public oleh institusi besar penyelengara layanan, dianggap masih hal yang tabu, sehingga ruang public menjadi tertutup.


Hendrik menjelaskan, ruang pengaduan tertutup, karena tidak tersedianya mekanisme komplain layanan public dari penyelengara Negara.

Sementara itu Pegiat Pattiro, Budi Prathamo mengungkapkan, tujuan diadakannya bulan pengaduan layanan public adalah untuk mendorong masyarakat untuk lebih berani mengadukan masalah layanan public.

Pengaduan terhadap layanan public ini, bisa di sampaikan melaui 12 organisasi binaan Pattiro serta melaui sms center Radio Kota Batik di nomor 085542000912.

Kawanan Pencuri BMT Mitra Umat Membawa Kabur Puluhan Juta

BMT Mitra Umat Samborejo Di Bobol Maling

Kantor BMT Mitra Umat yang berada d Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, di bobol kawanan pencuri pada Rabu 14 November. Pencuri di duga membawa kabur puluhan juta, uang milik nasabah.

Salah seorang karyawan BMT Mitra Ummat, Ana, kepada Radio Kota Batik mengatakan, aksi pencurian diketahui karyawan saat pagi hari / saat karyawan akan masuk kerja.
 


Ana menjelaskan, pencuri membawa kabur satu unit computer, namun kemungkinan besar ada sejumlah barang lain yang hilang, karena kantornya masih dalam kondisi acak-acakan dan polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara oleh pihak berwajib.

Sementara itu Kapolsek Tirto, Ajun Komisaris Polisi Mandala mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyidikan, dengan memeriksa sejumlah saksi, kemungkinan besar aksi pencurian dilakukan pada tengah malam saat lingkungan Tempat Kejadian Perkara sepi.

 

Karnaval Milad Muhammadiyah Kab.Pekalongan

BUPATI LEPAS RATUSAN PESERTA KARNAVAL MILAD MUHAMMADIYAH 

Kamis pagi masyarakat Kedungwuni dan sekitarnya nampak berduyun-duyun memadati lapangan Gemek di depan Kantor Kecamatan Kedungwuni. Mereka terlihat antusias menyaksikan ratusan peserta karnaval yang sedang menunggu giliran dilepas oleh Bupati Pekalongan. Berbagai unsur keluarga besar Muhammadiyah Cabang Pekajangan baik dari unsur pendidikan seperti pelajar dan para guru, unsur kesehatan, ekonomi maupun olahraga meramaikan karnaval dengan aneka kostum masing-masing.

Tampak hadir pula dalam kesempatan itu Camat Kedungwuni Bambang Sujatmiko, Ketua DPD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Riyanto, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari partai PAN Haifan dan Sofwan Sumadi, serta para sesepuh Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si yang berkesempatan melepas rombongan peserta karnaval dalam sambutannya menyampaikan penghargaannya atas dedikasi, pengabdian Muhammadiyah kepada bangsa dan kinerja riil yang telah diberikan selama ini. “Tak lupa saya juga mengucapkan selamat tahun baru Hijriyah. Hari ini adalah hari pertama di tahun baru, saya berharap semoga di tahun baru ini taqwa kita akan semakin meningkat, terutama dalam kehidupan sehari-hari”, ujarnya.



Diungkapkan Bupati, semangat riil cinta tanah air dan bangsa yang diwujudkan dalam kegiatan semacam ini hendaknya dapat dijadikan motivasi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. "Saya tadi melihat ada peserta yang membawa poster bertuliskan ‘Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu’, saya harap tidak hanya Muhammadiyah saja tetapi juga bangsa dan negara ini dititipkan kepada generasi muda”, tuturnya.

Bupati Pekalongan menambahkan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat yang besar, diharapkan dapat menjadi pionir, pemersatu, motivator dan arah dalam rangka membangun masyarakat yang lebih baik. “Mudah-mudahan semangat ini menjadi virus yang baik, menjadi inspirasi upaya membangun karakter bangsa agar tetap utuh dan kondusif”, imbuhnya.



Bupati Pekalongan kemudian mengibarkan bendera start sebagai tanda pemberangkatan rombongan peserta pawai karnaval. Kirab yang diselenggarakan dalam rangka Milad ke-90 Muhammdiyah (15 November 1922-15 November 2012) Cabang Pekajangan ini diikuti oleh 16 ranting Muhammadiyah se-Cabang Pekajangan. Dan menempuh jarak kurang lebih 5 kilometer yakni mulai dari lapangan Gemek ke selatan sampai jalan raya Paesan. Kemudian belok kiri ke arah pertigaan Podo, kemudian ke utara menuju jalan raya Ambokembang dan terus ke utara sampai di panggung kehormatan di Koperasi Batik Pekajangan.(rizka).