Rabu, 28 Agustus 2013

Komunitas peduli lingkungan Kota Batik

Komunitas Hijau Siapkan Aksi Penyelamatan Lingkungan 

FORUM Komunitas Hijau (FKH) Kota Pekalongan, bersama sejumlah komunitas peduli lingkungan, dalam waktu dekat akan melancarkan aksi penyelamatan lingkungan Yakni penyelamatan pepohonan di pinggir - pinggir jalan di Kota Batik, berupa pencabutan paku, pembersihan atribut kampanye maupun iklan, atau media promosi lain yang menempel di pepohonan. hal itu terungkap dalam silaturahmi FKH bersama sejumlah komunitas peduli dan pecinta lingkungan di Kota Pekalongan, yang digelar di kantor Lingkungan Hidup (24/8).

Koordinator FKH, Hermawan menyatakan, bahwa aksi itu sebagai wujud langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga pepohonan dari kerusakan. Sebab, keberadaan pepohonan sangat penting sebagai sumber oksigen. "Dengan ikut menjaga lingkungan, antara lain dengan menyelamatkan pepohonan, berarti kita sudah turut menjaga sumber oksigen kita. kita juga ikut mengurangi dampak pemanasan global," kata Wawan, sapaan akrabnya. Ia menjelaskan, aksi penyelamatan pohon itu merupakan salah satu langkah awal dari beragam aksi nyata yang akan dilakukan. Bertindak selaku koordinator aksi, adalah Andi dari Komunitas Biji Kota Pekalongan. Selanjutnya, imbuh Wawan, aksi akan dilanjutkan dengan penyelamatan sungai-sungai dari tumpukan sampah dan pencemaran limbah.

PETA HIJAU
Dalam pertemuan yang di Sosialisasi KLH Kota Pekalongan itu, masing-masing perwakilan komunitas yang hadir menyampaikan kegiatan masing-masing, terutama yang terkait dengan aksi kepedulian lingkungan. Aksi itu nantinya akan dikolaborasikan dengan program dari Dewan Riset daerah (DRD) kota Pekalongan.Sedikitnya 20 komunitas hadir dalam pertemuan yang difasilitasi oleh KLH Kota Pekalongan itu. Diantaranya, Komunitas Rumah Hijau, Komunitas Biji, Pesona Swadaya hijau, Akademi berbagai Pekalongan, OI, Pekalongan Heritage, Forum mapala, NU Peduli Lingkungan, Dewan Kesenian, Fantatik, KONI, Forum Anak, Forum Kota sehat, Fantatik, Mapala, TP PKK, POC, FCBI Pekalongan, PAUD Green School Tirto, Tunas Mandiri Tegalrejo, hingga Karang taruna,

Juga menghadirkan narasumber yakni Dr Shinta Dewi MHum dari DRD Kota Pekalongan, serta sharing pengalaman dari yayasan Bina Karta Lestrai (Bintari) semarang, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang pengelolaan lingkungan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable development). Dibahas pada mengenai rencana penyusunan 'green map' atau peta hijau sebagai bagian program kerja FKH Kota Pekalongan. Penyusunan green map ini dipandu oleh Amalia Wulansari dari yayasan Bintari Semarang.

"Peta hijau nanti akan dipasang di tempat strategis di Kota Pekalongan sebagai bahan informasi bagi masyarakat," imbuh Wawan. Sekretaris DRD Kota Pekalongan Dr Shinta Dewi mengapresiasi pertemuan itu sebagai langkah strategis memetakan masalah lingkungan, demi mewujudkan tujuan bersama yakni 'green city'. "DRD mendukung penuh kegiatan FKH dan berharap terjalin komunikasi aktif antara FKH dan DRD dalam mewujudkan Kota Pekalongan sebagai green city," ungkapnya. (way)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 26-08-2013)

 

Tidak ada komentar: