Senin, 18 Juni 2012

Dikepung Rob, Warga Tratebang Memilih Menetap

Meski kawasan Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto menjadi daerah langganan rob dengan berbagai ancaman penyakit gatal-gatal dan lingkungan menjadi kumuh. Namun, warga di sana memilih menetap tinggal di lokasi tersebut.

Dolzein salah satu warga Desa Tratebang, Wonokerto mengemukakan, warga di desanya memilih menetap bertempat tinggal di daerah pesisir Kabupaten Pekalongan karena daerah tersebut sudah menjadi kampung halamannya serta sebagian besar tak mampu membeli rumah untuk pindah, sehingga meski rob warga tetap menetap. Diakuinya, luapan air laut tersebut membuat lingkungan desanya kian kumuh dan ancaman penyakit gatal-gatal tak bisa dihindari. 

Namun demikian, hal tersebut tidak membuat warga berniat untuk pindah daerah. "Bagaiman mau pindah, uang untuk beli rumah di daerah lain tidak ada. Ya harus menetap," ujarnya.



Berkaitan penanganan rob, warga pernah melakukan rembug desa melalui program PNPM agar salah satu progra yang disusun adalah mengatasi rob yang berada di desanya. Sebab, lanjut dia berdasarkan analisa warga saat rembug desa tersebut air rob masuk ke pemukiman warga melalui pintu air yang berada di sisi sebelah barat balai desa.

Karena itu, pihaknya meminta agar pintu air di sebelah barat balai fungsinya dimaksimalkan atau diperkuat guna membendung air laut agar tak menggenangi pemukiman dan jalan desa.

Kepala Desa Tratebang Bambang Suwarno menambahkan, persoalan rob di desanys sudah berkali-kali dimintakan bantuan ke pemerintah daerah. Bahkan, baru-baru ini salah satu jalan di desanya ditinggikan 30 centimeter agar tak tergenang rob.

Kades juga membenarkan mengenai beberapa warga tetap memilih bertahan meski di desanya menjadi langganan rob. Hal tersebut karena sudah menjadi kampung halaman serta tak ada uang untuk pindah atau meninggikan rumah guna menghindari genanangan rob. 
sumber:dprd-pekalongankab.go.id

Tidak ada komentar: