Jumat, 21 September 2012

Program Replikasi Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK)

Tiga Kelurahan Terima Replikasi PLPBK 

PEMKOT – Sebagai bentuk motivasi terhadap kinerja Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Pemkot Pekalongan memberikan bantuan dalam bentuk program replikasi Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), berupa dana sebesar Rp 1 M per kelurahan kepada tiga kelurahan yaitu, Yosorejo, Dekoro dan Krapyak Lor. Demikian diungkapkan Koordinator PNPM Kota Pekalongan, Sri Ratnawati kepada Radar, Kamis (13/9).

Ketiga kelurahan tersebut masing-masing mewakili tiga kecamatan di Kota Pekalongan,” terangnya. Ketiganya mendapatkan bantuan dana untuk mengembangkan lingkungannya yang berasal dari APBD Kota Pekalongan. “Dana tersebut, akan disalurkan secara bertahap. Hingga akhir 2012, akan disalurkan Rp 175 juta untuk perencanaan, disusul Rp 150 juta untuk pemasaran. Kemudian sisanya akan diberikan tahun 2013 untuk realisasi pembangunan fisik,” Program replikasi PLPBK, merupakan program yang dibuat sendiri oleh Pemkot Pekalongan dengan mencontoh PLPBK dari pemerintah pusat, yang dikemas dalam bentuk penghargaan Neghborhood Development (ND) kepada BKM. Namun, karena diperkirakan kondisi kelurahan di Kota Pekalongan yang sudah tak masuk kategori untuk mendapatkan bantuan ND dari pusat, maka secara inisiatif Pemkot mereplikasi program tersebut dengan menggunakan dana APBD.



Sedangkan mengenai kriteria kelurahan yang berhak mendapatkan PLPBK tersebut, bahwa kriteria masih sama dengan program yang berasal dari pusat. “Kami akan lihat kinerja BKM yang paling mandiri dan berhasil, maka akan mendapatkan bantuan replikasi PLPBK. Direncanakan, program ini akan diberikan setiap tahun kepada masing-masing tiga kelurahan,” imbuh Ratna.

Menurut Ratna lagi, saat ini keadaan kelurahan di Kota Pekalongan memang diperkirakan tidak masuk kriteria pemberian ND dari pusat. Karena ada tambahan kriteria yang ditentukan yaitu angka kemiskinan di kelurahan yang bersangkutan harus di atas 20 persen, selain kriteria berhasilnya BKM di Kelurahan tersebut. Sedangkan di kelurahan tersebut. Sedangkan di kelurahan di Kota Pekalongan, rata-rata memiliki angka kemiskinan sudah di bawah 20 persen. “Untuk masalah kinerja BKM, kami yakin di Kota Pekalongan ini masih banyak yang bagus, tapi untuk kriteria angka kemiskinannya yang kita perkirakan tidak ada yang memenuhi. Untuk itu, agar BKM tetap termotivasi bekerja dengan baik, Pemkot membuat replikasi ini,” bebernya. 

Pemberian bantuan replikasi PLPBK, dikatakan Ratna, hanya sebagai rangsangan agar masyarakat bisa membangun potensi ekonomi di wilayahnya. Dengan dana Rp 1 M, masyarakat dapat membangun sebuah pusat kegiatan, sedangkan untuk pengelolaan dan kelanjutannya, diserahkan penuh kepada warga tanpa diberikan bantuan kembali. (ap16)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 15-09-2012)

 

Tidak ada komentar: