Sabtu, 21 Desember 2013

Menteri Sosial:Saya berharap PKH akan memberi manfaat yang besar bagi para keluarga penerima

Sebanyak 12.917 KSM Berhak Menerima PKH 2013 

Kajen- Sebanyak 12.917 keluarga dari 16 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan berhak menerima Program Keluarga Harapan (PKH) 2013. Jumlah tersebut merupakan jumlah Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang memiliki komponen PKH yang disetujui oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia. Jumlah usulan yang diajukan dalam proposal sebanyak 17.030 dari 19 Kecamatan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan Hari Suminto, SH.MH pada acara  Video Conference Launching Program Keluarga Harapan tahun 2013 yang digelar di Aula Dinsosnakertrans kemarin Selasa(17/12). Hadir dalam acara tersebut perwakilan Unit Pelaksana Program PKH Wilayah Jawa Tengan, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kab Pekalongan, Kabag Humas, perwakilan Kantor Pos, Perwakilan Telkom, Para Pendamping PKH dan perwakilan KSM penerima PKH.

Hari menjelaskan dari 12.917 KSM terbagi dalam kategori PKH ibu hamil, balita, anak usia SD dan anak usia SMP. Jumlah dana bantuan yang diterima Tahap I/IV Tahun 2013 sebesar Rp. 8.132.725.000,- . “Nilai bantuan PKH diberikan bervariasi. tergantung jumlah anggota keluarga yang diperhitungkan dalam penerimaan bantuan, baik komponen kesehatan maupun pendidikan. Besaran bantuan bisa berubah sesuai dengan kondisi keluarga saat disurvei,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Sosial RI, Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri MA melalui Video Conference dari Malang,  dalam sambutannya menyampaikan bahwa program keluarga harapan ini merupakan bantuan tunai bersyarat yang diharapkan dapat membantu ibu-ibu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anak dalam hal kesehatan dan pendidikan, utamanya bagi balita, anak prasekolah, anak sekolah dan anak usia dasar SD sampai SMP.

“Sebagai penerima PKH, ibu-ibu khususnya ibu hamil dan menyusui, diharapkan dapat lebih intensif mengunjungi lembaga-lembaga kesehatan dan untuk anak penerima PKH diwajibkan hadir disekolah sedikitnya 85% setiap bulan,” ungkapnya.

“Saya berharap PKH akan memberi manfaat yang besar bagi para keluarga penerima,”imbuhnya.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial RI, Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri MA di Malang Jawa Timur ini juga disiarkan secara langsung melalui Video Conference dari Pekalongan, Ternate, Prabumulih, Tarakan dan Pasuruan. Dan dari masing-masing daerah melaporkan kesiapan UPPKH (Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan) secara video conference kepada Menteri Sosial. (An-an)

 

Tidak ada komentar: