Sabtu, 28 Desember 2013

Randusari potensial untuk budidaya ikan

RANDUSARI, POTENSI BUDIDAYA LELE 

KAJEN – Potensi alam desa Randusari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan yang berlimpah air membuat desa Randusari sangat potensial untuk budidaya ikan termasuk lele. Hal ini juga didukung dengan pasar yang luar biasa bisa menerima sedikitnya 5 kwintal lele perharinya.

Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi mengharapkan potensi desa  Randusari yang luar biasa ini bisa dikembangkan untuk budidaya lele dengan harapan 1 KK 1 kolam, sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga, namun tentunya hal tersebut juga tergantung dari keseriusan masyarakatnya. Hal tersebut disampaikan Bupati saat Panen Lele Kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Budidaya Lele di Desa Randusari – Doro Kamis kemarin (19/12).

Dalam acara yang  juga dihadiri oleh Kepala DKPP Kab. Pekalongan, Kepala DPPK, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala BAPPEDA dan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kab. Pekalongan ini Antono menyampaikan dukungannya pada para pembudidaya ikan lele yang sampai saat ini sudah mencapai 106 kolam. “Ayo bareng-bareng diniati betul untuk anak cucu kita,” ajaknya.

Menurut Pak Mul salah satu anggota Kelompok Budidaya Ikan “Maju Makmur” Desa Randusari, budidaya ikan lele di desa tersebut sangat menguntungkan, berapapun hasilnya dapat terserap oleh pasar. Namun untuk mengembangkan budidaya ini mereka menemui kendala dengan pakan ikan yang masih menggunakan pelet sehingga keuntungan yang diperoleh belum begitu memadai.

Untuk meningkatkan kesejahteraannya, kelompok tani ini berencana membuat pakan alternatif dari bahan ikan laut dan ampas tahu. Bupatipun mendukung hal ini dengan berniat memberikan bantuan berupa alat pembuat pakan dan indukan untuk penetasan sehingga Pokdakan tersebut tidak perlu lagi mendatangkan bibit dari daerah lain. “Asal jelas untuk masyarakat, Insya Allah akan sejahtera. Ayo diniati tenan untuk kesejahteraan masyarakat!,” ujarnya.     (451h & Aan )
sumber

 

Tidak ada komentar: