Sabtu, 07 Desember 2013

Sejumlah lokasi wisata di wilayah Kota Pekalongan

Wisata Kota Pekalongan Akan dipetakkan

PEKALONGAN – Di Kota Pekalongan, ada sejumlah lokasi wisata yang sering dikunjungi para wisatawan lokal maupun luar daerah. Untuk memudahkan wisatawan mendatangi sejumlah lokasi itu, segera dipetakan objek wisata.
Wakil Ketua Pansus II yang menangani pembahasan Destinasi Pariwisata, Bambang Ismunarto menjelaskan, objek wisata di wilayah Kota Pekalongan, antara lain, Pasir Kencana dan Slamaran, wisata kampung batik di dua lokasi yaitu Pesindon dan Kauman.
Selain itu wisata belanja yang sejak lama menjadi jujukan warga luar kota yakni Grosir Setono. “Adapun untuk wisata kuliner, terdapat di beberapa tempat diantaranya Jadoel di daerah Kraton,” kata bambang.
Jika sejumlah objek wisata itu sudah di petakan, menurut dia, tentu harus didukung oleh masyarakat sekitar. Misalnya di dua kampung batik, warga sekitar harus berupaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan. Dengan demikian, ketika ada wisatawan yang datang, akan menjadi betah untuk melihat-lihat maupun membeli beragam jenis batik yang ditawarkan.
Pendapatan
lebih lanjut dikatakan, selain memetakan, anggota pansus II juga berusaha mencari lokasi wisata yang sampai sekarang belum tergarap. Seperti ketika tim nya berkunjung ke Cibulan, Kuningan, belum lama ini.
Bambang mengatakan, daerah itu sebelumnya hanya tempat biasa. Namun berkat penggarapan yang bagus dari pemerintah setempat, Cibulan sekarang menjadi objek wisata yang sering dikunjungi wisatawan. “Meski hanya kolam ikan, karena dikemas secara apik maka bisa menghasilkan pendapatan,” ujar Bambang.
Dari hasil kunjungan kerja ke Cibulan, pihaknya berharap Pemkot Pekalongan bisa mencontoh. Misalnya hutan kota yang ada di wilayah selatan, tandasnya, sebenarnya salah satu wisata di Kota pekalongan. “Kalalu benar-benar dikerjakan dengan benar, dan menjadi obejek wisata, maka masyarakatpun bakal mendapatkan keuntungan,” papar Bambang.
Potensi daerah harus dapat ditingkatkan sehingga berimbas kepada masyarakat,” tandas dia. Contohnya, kalau hutan kota sudah ramai dikunjungi, warga sekitar tentunya akan memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencairi penghasilan, misalnya berjualan makanan dan minuman. (H-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 05-12-2013)

Tidak ada komentar: