Sabtu, 21 Desember 2013

Upacara Peringatan Hari Ibu ke-85 Tingkat Kabupaten Pekalongan

TINGKATKAN KIPRAH PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN 

KAJEN – Rabu pagi (18/12), sejumlah pasukan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas, karyawan dan karyawati di lingungkungan Setda Kabupaten Pekalongan, ibu-ibu Dharmawanita, Tim Penggerak PKK, Bhayangkari, dan sejumlah organisasi wanita lainnya di Kabupaten Pekalongan nampak tertib mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Ibu ke-85 Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2013 yang digelar di Lapangan Alun-alun Kajen.Bertindak sebagai Pemimpin Upacara adalah Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, dan dihadiri oleh Asisten Sekda, Para Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Pekalongan.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Linda Amalia Sari dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE mengungkapkan bahwa tema Peringatan Hari Ibu tahun ini adalah “Peran Perempuan dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Demokrasi yang Partisipatif dan Pembangunan yang Inklusif”. Tema tersebut mengandung harapan  di tahun politik 2014 nanti akan semakin banyak warga negara Indonesia yang terlibat dalam Pemilihan Umum 2014. “Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki termasuk untuk berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan yang demokratis. Hal ini juga dijamin dalam Undang-undang Dasar  1945,” ujarnya.

Lebih lanjut Linda Amalia Sari menambahkan bahwa seperti tahun-tahun sebelumnya, Peringatan Hari Ibu ke 85 ini bertujuan untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa Indonesia. “Harapan saya, Peringatan Hari Ibu tahun 2013 ini akan memperkokoh semangat persatuan dan solidaritas kaum perempuan mencapai cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil, demokratis, aman dan sejahtera,” harap Amalia.

Sementara itu, masih dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke 85 tahun 2013, Pemkab. Pekalongan juga menggelar Seminar dengan tema yang sama di Aula Lantai 1 Setda Kab. Pekalongan, bersama narasumber Dr. Shinta Dewi Rismawati, SH,MH (dari Pusat Studi Gender STAIN Pekalongan) dan LSM “Rifka Annisa” Yogyakarta.

Bupati Pekalongan yang siang itu diwakili oleh Wakil Bupati Fadia Arafiq, SE dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan tema tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan menyegarkan aspirasi masyarakat akan keterlibatan dan peran perempuan dimasa lalu dan dimasa kini tidak dapat diabaikan begitu saja bahwa perempuan dan laki-laki adalah pejuang bangsa dalam menegakkan dan mengisi kemerdekaan.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati mengharapkan kaum perempuan untuk bisa meningkatkan kualitas dan kinerja. “Tunjukkan bahwa perempuan bisa sebanding dengan laki-laki tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita. Perempuan adalah kekuatan suami, maksimalkan secara utuh dalam membangun bangsa, khususnya dalam membangun kabupaten Pekalongan,” pesan Fadia.

Dibagian lain, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak BPMPKB Kab. Pekalongan Abdillah Abadi,SH,MPHR dalam laporannya menjelaskan bahwa seminar ini diikuti oleh sekitar 125 orang terdiri dari perwakilan SKPD, anggota Dewan Perempuan, TP.PKK Kabupaten dan Kecamatan, Organisasi Perempuan, dan Perwakilan Organisasi Keagamaan. “Tujuannya adalah meningkatkan kiprah perempuan Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional yang berkelanjutan guna tercapainya tujuan pembangunan nasional dan terwujudnya kesetaraan gender,” urainya. (451h,Aan & Her).

 

Tidak ada komentar: