Senin, 04 Juni 2012

Ditahan Imbang Persiku

PEKALONGAN - Tuan rumah kesebelasan Persip Pekalongan gagal mencapai target poin penuh saat menjamu tamunya Persiku Kudus dalam lanjutan laga putaran dua Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Kota Batik, Kota Pekalongan, Minggu (3/6) petang.

Laga yang disaksikan belasan ribu pendukung setia Persip, Kalong Mania, serta tiga ratusan SMM dan Basoka (suporter Persiku) itu berakhir imbang tanpa gol.

Jalannya pertandingan, tuan rumah berinisiatif melakukan serangan. Apalagi, tim berjuluk Laskar Kalong menargetkan harus bisa meraih kemenangan dalam laga yang dipimpin wasit Suyanto asal Semarang.

Pasalnya, dalam beberapa pertandingan tandang putaran kedua kemarin, tim besutan Nasal Mustofa ini berulangkali mendapat hasil buruk tanpa meraih kemenangan. Sedangkan tim Macan Muria, julukan Persiku, mampu menandingi permainan cepat yang dipertunjukkan Nur Coyo cs.

Sejumlah peluang beberapa kali berhasil diciptakan oleh Persip. Pelatih Persip Nasal Mustofa masih tetap memercayakan duo sitriker Nur Coyo dan Dede Tamboura sebagai ujung tombak serangan Persip. Salah satu peluang diantaranya didapatkan striker asing Persip asal Mali, Dede Tamboura. Hanya sayang, sejumlah peluang tersebut belum mampu membuat jala Persiku yang dijaga Dedi Haryanto.

Terlihat, lini belakang anak-anak asuhan Riono Asnan sangat kuat. Satu bek asingnya, Alaso, bahkan beberapa kali menyulitkan pergerakan striker Persip, Nur Coyo. Pria kekar dan jangkung itu selalu disiplin menempel ketat Nur Coyo. Alhasil, Nur Coyo pun gagal memanfaatkan sejumlah peluang.

Pola serangan dari sayap kanan juga berkali-kali dilakukan tuan rumah. Muslimin, beberapa kali mampu memberi umpan silang kepada Dede Tamboura. Hanya saja, ketangguhan bek Persiku selalu mengandaskan serangan Laskar Kalong.
Begitupun yang dilakukan tim Persiku. Tim yang dikapteni Agus Santiko ini, beberapa kali menciptakan peluang menjebol gawang tuan rumah.

Striker asingnya, Peter Kuoh, bersama rekannya, Agus Santiko, gagal memanfaatkan umpan dari lini tengah yang diisi Dodon Kuncahyo, Wahyu dan Aljandro Tobar. Meski mendapat peluang di menit 38, namun kiper Persip, Nurul Subkhi, mampu melakukan penyelamatan yang apik. Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Memasuki babak ke dua, terjadi pergantian kiper di kubu Persip. Nur Sanam menggantikan Nurul Subkhi. Sedangkan di kubu Persiku, tak ada perubahan berarti.

Menit-menit awal babak ke dua dimulai, tuan rumah mendominasi serangan. Salah satu peluang dicetak gelandang Persip, Wahyu Tri Harjanto. Ia menendang bola dari luar kotak penalti. Tetapi, tendangan keras tersebut belum bisa membuahkan gol. Si kulit bundar masih melambung jauh di atas mistar gawang Persiku.

Untuk meningkatkan serangan, pelatih Persip memasukkan Risdianto Abdillah, menggantikan Wahyudi yang sudah mulai turun staminanya. Lalu, seorang punggawa Persip yang punya spesialisasi tendangan bola-bola mati, Agung Prasetyo, juga dimasukkan.

Hingga menit 70, kedua tim silih berganti melakukan serangan. Hingga sepuluh menit pertandingan berakhir, tuan rumah terus menekan tim tamu. Tampak, Agus Santiko dkk lebih berinisiatif untuk bertahan. Tetapi, sejumlah pemain Persiku terkesan mengulur-ulur waktu. Sehingga, wasit pun beberapa kali memberikan hukuman bagi tim tamu.

Hal inilah yang sempat membuat beberapa pemain kedua kesebelasan bersitegang di tengah lapangan, hingga menit-menit akhir pertandingan. Sampai lima menit perpanjangan waktu berakhir, skor kacamata masih tidak berubah. Persip ditahan imbang Persiku 0-0.

Seusai pertandingan, pelatih Pesiku H Riono Asnan mengaku puas dengan penampilan para pemainnya. Menurutnya, hasil imbang tersebut sudah seperti yang dia targetkan. "Kami bersyukur bisa mencuri poin dari Persip," katanya. Riono menambahkan, di menit-menit akhir babak ke dua, sejumlah pemainnya gampang terbawa emosi. Hal inilah yang akan ia evaluasi ke depannya.

Sementara, pelatih Persip Nasal Mustofa mengungkapkan bahwa anak-anak asuhnya sebenarnya sudah bermain cukup bagus. Hanya saja, sejumlah peluang belum berhasil membuahkan gol. "Anak-anak sudah main bagus. Strategi kita tadi memang terus melakukan serangan ke lawan," ujarnya.

Nasal menyayangkan dengan aksi ulur-ulur waktu yang ditunjukkan sejumlah pemain tim tamu. "Pada saat anak-anak sudah panas, sudah dalam posisi menyerang, mereka (Persiku, Red) melakukan sejumlah trik. Antara lain peotes ke wasit, dan lainnya," ujarnya.

Nasal menandaskan, dengan hasil seri kemarin, pihaknya akan mengevaluasi tim, guna meraih hasil penuh saat laga kandang berikutnya melawan Persis Solo, Sabtu (9/6) mendatang. "Lawan Persis kita wajib menang," tandasnya.


Dari pantauan Radar, meski secara umum berjalan lancar, namun laga Persip melawan Persiku masih diwarnai adanya aksi pelemparan botol mineral oleh penonton. Beberapa kali penonton di tribun barat dan tribun VIP, melempar bekas botol air mineral. Beruntung, hal ini tak menyebabkan jatuhnya korban luka.

Aksi pelemparan juga mendapat perhatian serius dari aparat keamanan, terutama Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dhani Hernando. Bahkan, Kapolres turut terlibat langsung mengamankan seorang penonton yang diduga menjadi pelaku pelemparan botol bekas air mineral.

Ia menjelaskan, tindakan tegas tersebut dilakukannya untuk mencegah kemungkinan terjadinya bentrok antar penonton yang justru memperburuk citra Kota Pekalongan sebagai penyelenggara. "Itu yang ingin kita cegah. Terbukti setelah ada penonton yang kita ambil, tidak ada yang melempar (botol) lagi," tegasnya. (way) 
sumber:radarpekalongan

Tidak ada komentar: