Sabtu, 09 Juni 2012

Razia Jaring 20 PGOT

  • Termasuk Tiga Anak
BATANG - Dinilai sering mengganggu ketertiban dan keindahan kota, para Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) kembali ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama petugas dari Dinas Sosial, Kamis (7/6) kemarin. Dari hasil razia tersebut berhasil dijaring 20 orang PGOT termasuk tiga anak-anak bersama ibunya.


Razia yang dilakukan petugas gabungan tersebut dilakukan di sekitar Kota Batang, RSUD Batang, jalur Pantura dan juga alun-alun serta Pasar Batang. Karena di tempat tersebutlah biasanya para PGOT berkeliaran, sehingga petugas memfokuskan ke tempat-tempat itu.

Kasi Program Satpol PP Kabupaten Batang, Faizin mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya bersama dengan dinas instansi terkait, hal itu sebagai langkah untuk menciptakan kondusifitas di Kabupaten Batang, terutam di sekitar Kota Batang, karena selama ini banyak PGOT yang berkeliaran.

"Ini merupakan kegiatan rutin, hal ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat, karena banyak keluhan dari masyarakat terkait banyaknya PGOT," jelas Faizin.

Dikatakan pula jika penertiban terhadap para PGOT tersebut dilakukan untuk menciptakan Kabupaten Batang yang bersih, karena PGOT dinilai dapat mengganggu pemandangan Kota Batang. Dan razia yang sudah dilakukan tersebut

berhasil menjaring 20 orang PGOT yang terdiri dari 18 orang gelandangan, satu orang gila dan satu orang pengamen.
Namun dari razia tersebut, ada tiga orang anak-anak yang juga turut terjaring razia, hal itu dikarenakan tiga orang anak tersebut pada saat ada razia sedang bersama dengan ibunya yang merupakan gelandangan yang biasa mangkal di perempatan Kalisari, sehingga anak-anak tersebut terpaksa harus ikut terjaring.

Faizin mengungkapkan bahwa dari 20 orang yang terjaring razia tersebut rata-rata merupakan orang-orang lam yang juga sudah sering kali terjaring razia. Padahal setelah di razia para PGOT tersebut dikirim ke Panti Rehabilitasi, namun ada juga PGOT yang baru sekali terjaring razia.

"Memang ada anak-anak yang terjaring razia, karena saat itu bersama dengan orang tuanya yang merupakan seorang gelandangan, sehingga tetap kami angkut bersama orang tuanya," tuturnya.

Para PGOT yang terjaring razia tersebut selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan, setelah pendataan selesai, barulah PGOT yang terjaring itu dikirim ke Panti Rehabilitasi Samekto Karti Comal, Kabupaten Pemalang untuk diberikan pembinaan.

Ditegaskan bahwa untuk kegiatan razia tersebut akan dilakukan secara rutin untuk menertibkan PGOT yang terkadang juga meresahkan masyarakat Kabupaten Batang, selain itu juga untuk mengembalikan keindahan Kota Batang. Karena rata-rata para gelandangan yang terjaring membawa barang-barang seperti sampah.

"Kami akan rutin melakukan razia bersama dinas terkait lainnya, hal itu semata-mata untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan juga memberikan pembinaan bagi para gelandangan tersebut," tandas Faizin. (ap12) 
sumber:www.facebook.com/pages/Radar-Pekalongan

Tidak ada komentar: