Senin, 30 September 2013

sikat gigi 3D (tiga dimensi)


Liputan6.com, New York : Lupakan sikat gigi tradisional atau sikat gigi listrik. Karena saat ini para ilmuwan telah mengembangkan sikat gigi 3D (tiga dimensi) yang khusus dibuat dengan menyesuaikan mulut Anda. Yang Anda perlu lakukan, hanyalah menggigitnya.
 
Hebatnya, menurut para ahli, hanya butuh 6 detik hingga gigi Anda bersih. Selain itu, cara penggunaannya juga cukup mudah. Anda tinggal ke dokter gigi kemudian sesuaikan bentuk sikat gigi di mulut Anda melalui scan digital. 

Jika sikat gigi tersebut sudah jadi, dokter biasanya akan mensimulasikan gerakan menggigit dan mengunyah. Bulu yang digunakan tidak sembarangan. Meskipun bulunya menyerupai sikat gigi normal, tapi bulu di sikat gigi 3D ini jauh lebih halus dan runcing agar dapat mencapai gusi.

Dikutip dari laman Foxnews, Senin (30/9/2013), para pembuatnya menggunakan printingcreate 3D sehingga setelah dokter mengukur ukuran gigi Anda, pembuatnya akan membuat desain menjadi objek 3D menggunakan stereolithography (metode pembentukan objek dengan laser ultraviolet).

Gerakan menggigit untuk mencapai efek bersih di sikat gigi canggih ini disebut juga teknik Bass Modified (ketika sikat diposisikan pada sudut 45 derajat ke akar gigi dan membersihkannya bolak-balik), dan teknik fones (ketika sikat berada pada sudut kanan gigi dan menyikatnya. 

Namun walaupun keunggulannya sudah terbukti, sikat gigi yang disebut Blizzident ini memiliki harga yang mahal. karena jika Anda menginginkannya, Anda harus mengeluarkan uang dari dompet Anda sebesar Rp 3,4 juta.

Minggu, 29 September 2013

Pekan Batik Internasional (PBI) di Kota Pekalongan

Sembilan Negara Sahabat Ikuti Pameran Batik Pekalongan

Metrotvnwes.com, Pekalongan: Pekan Batik Internasional (PBI) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah bertepatan dengan hari Pekan Batik Nasional (HPN), Rabu (2/10). 

Pekan itu akan dihadiri sembilan negara sahabat yang akan membuka stan pamer dengan menampilkan batik dari negara masing-masing.

"Sudah sembilan negara mendaftar untuk ikut dalam ajang pameran yang diselenggarakan dalam PBI," kata  Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop Kota Pekalongan Edy Harsoyo Senin (30/9).

Negara-negara yang dipastikan ikut dalam ajang PBN, demikian  Edy Harsoyo, yakni Malaysia , Singapura , Brunei Darusalam, Vietnam , India, Thailand, Korea Selatan, Belanda dan Jepang. (Akhmad Safuan).

 

Sabtu, 28 September 2013

Sofyan Wanandi:Greenpeace Agen Pemasaran Perusak Ekonomi Indonesia

Greenpeace Bantah Jadi Agen Pemasaran Perusak Ekonomi Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Organisasi nonpemerintah (NGO), Greenpeace membantah tudingan keras berbagai pihak yang menyebut organisasi lingkungan tersebut menjadi agen pemasaran untuk merusak perekonomian Indonesia.

"Greenpeace itu tidak anti-industri, baik sawit maupun kertas, kehadiran kami justru mendorong perusahaan sawit dan sektor kehutanan agar operasional di lapangan sesuai hukum dan berkelanjutan," kata Biro Kampanye Media Greenpeace Riau, Zamzami, di Pekanbaru, Jumat (27/9).

Menurut dia, industri sektor kehutanan yang ada di Indonesia, khususnya Riau, bisa tetap berjalan dengan sebagai mana mestinya tanpa meninggalkan deforestasi di lapangan.

Kehadiran Greenpeace di Indonesia juga mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan, yang tahu betul bagaimana kiprah penggiat lingkungan itu dalam melakukan kampanye.

Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengunjungi kapal organisasi kampanye pelestari lingkungan "Greenpeace" yakni Rainbow Warior III yang sedang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Juni 2013.

"Kami mengimbau kepada asosiasi-asosiasi perusahaan untuk membuka dialog dengan NGO, termasuk Greenpeace, karena kami sangat mendorong pelaku usaha untuk mulai memperbaiki kinerja mereka di sektor kehutanan," ujarnya.

Greenpeace dan sejumlah NGO lain mencatat banyak perusahaan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan, bahkan ada perusahaan yang beroperasi, namun tidak melengkapi surat izin.

"Seperti di Kabupaten Pelalawan, Riau. Perusahaan sawit yang sudah beroperasi sekian tahun, tapi belum memiliki izin. Jangankan operasional di lapangan yang merusak hutan, tapi memenuhi izin usaha saja masih banyak yang tidak dilakukan," ucapnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengimbau industri nasional dan internasional yang beroperasi di Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan intimidasi Greenpeace agar tidak membeli produk di sektor kehutanan.

"Industri harus menyadari bahwa Greenpeace lebih banyak berperan sebagai 'marketing agent' untuk merusak perekonomian Indonesia dibandingkan sebagai penggiat lingkungan," kata Ketua Umum Apindo, Sofyan Wanandi.

 

Maroko adalah tim komplit

RD: Lawan Maroko Tak Mudah

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan berpendapat Maroko adalah tim komplit. Bahkan hari demi hari keikutsertaaannya di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, Maroko terus mengalami peningkatan.

"Melawan Maroko bukan perkara mudah. Dari hari ke hari kemampuannya lebih baik. Makanya mereka bisa lolos ke final dan bertemu lagi dengan kita," kata RD, Sabtu (28/9).

Meski lawan kemampuannya semakin meningkat, RD tetap optimistis anak asuhnya mampu memberikan hasil yang terbaik. Apalagi ia juga sudah mengantongi kekuatan calon lawan yang diperkuat mayoritas pemain muda itu.

Timnas U-23 bakal ditantang Maroko di partai final ISG 2013 yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, Ahad (29/9). Timnas U-23 lolos ke final setelah menghempaskan Turki lewat adu penalti di babak semifinal. Sedangkan Maroko melangkah di partai puncak usai menekuk Arab Saudi 1-0 di babak empat besar.

Ini adalah pertemuan kedua, setelah di babak penyisihan Grup B, Timnas U-23 berhasil menebas Maroko dengan skorer tipis 1-0.

 

Mutu dan kualitas guru di Tanah Air masih rendah

Kemdikbud akui kualitas guru masih rendah

Ambon (ANTARA News) - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Kebudayaan (BPSDMPK) dan Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Syahwal Gultom, mengakui mutu dan kualitas guru di Tanah Air saat ini masih rendah.

"Hasil uji kompetensi yang dilakukan selama tiga tahun terakhir menunjukkan kualitas guru di Indonesia masih sangat rendah," kata Syahwal Gultom, di Ambon, Jumat.

Syahwal Gultom yang berada di Ambon sebagai pembicara pada Seminar Mutu Pendidikan Nasional yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku bekerja sama dengan Kemdikbud, mengakui masih banyak guru terutama di daerah-daerah yang tidak lulus uji kompetensi dan sertifikasi sebagai akibat rendahnya kualitas mereka.

Menurut dia, buruknya hasil Ujian Nasional (UN) pada beberapa provinsi juga sebagai salah satu indikator rendahnya kualitas guru. Banyak guru yang tidak memahami substansi keilmuan yang dimiliki maupun pola pembelajaran yang tepat diterapkan kepada anak didik.

Dia mencontohkan dari sisi kualifikasi pendidikan, hingga saat ini dari 2,92 juta guru, baru sekitar 51 persen yang berpendidikan S-1 atau lebih, sedangkan sisanya belum berpendidikan S-1.

Begitu pun dari persyaratan sertifikasi hanya 2,06 juta guru atau sekitar 70,5 persen guru yang memenuhi syarat. Sedangkan 861.67 guru lainnya belum memenuhi syarat sertifikasi, yakni sertifikat yang menunjukkan guru tersebut profesional.

"Ada banyak masalah yang harus dibenahi dalam persoalan guru. Selain jenjang pendidikan yang belum memadai, kompetensi guru juga masih bermasalah. Saat dilakukan tes terhadap guru semua bidang studi, rata-rata tak sampai 50 persen soal yang bisa dikerjakan," katanya.

Selain tingkat pendidikan yang belum memadai, pada 2010--2015 ada sekitar 300.000 guru di semua jenjang pendidikan yang akan pensiun sehingga harus segera dicari pengganti untuk menjamin kelancaran proses belajar mengajar.

Dia menambahkan standar kualitas guru sudah menjadi fokus perhatian Kemdikbud sejak 2012, tetapi pemerintah juga tak ingin melukai guru yang sudah lama mengabdi.

"Standardisasi guru dimulai dengan melakukan uji kompetensi awal. Tujuannya untuk seleksi awal guru yang layak ikut proses sertifikasi dan pemetaan," katanya.

Ke depan, Kemdikbud akan mengajukan tiga pola pembinaan guru, yakni uji kompetensi, penilaian kinerja, dan diklat secara berkelanjutan dan berjenjang, sehingga kualitas para pendidik semakin meningkat.

UN tahun depan tetap diselenggarakan


Konvensi Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan selama dua hari mulai kemarin, Kamis (26/9) hingga Jumat (27/9) telah menyepakati, bahwa UN tahun depan tetap diselenggarakan, dengan komposisi penilaian akhir (UN dibanding Ujian Sekolah) adalah 60 : 40

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim menyampaikan, jika negara ini ingin maju harus ada ujian yang mengukur standar nasional itu sendiri. Menurut dia, perlu ada ujian yang mengukur kompetensi peserta didik di akhir masa belajar di satuan pendidikan.

 “Akhirnya kita sepakat untuk tetap tahun depan melaksanakan Ujian Nasional dengan komposisi (UN:Nilai Sekolah) 60:40,” kata Musliar pada penutupan Konvensi UN di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (27/9).

Musliar mengatakan, komposisi untuk menentukan nilai akhir ini masih sama dengan penyelenggaraan UN pada tahun ini. Pada tahun-tahun ke depan,  baik nilai ujian sekolah maupun nilai UN keduanya menentukan kelulusan peserta didik masing-masing dengan komposisi 100 persen. “Saya kira ini langkah luar biasa yang bisa kita sepakati tadi malam dan tadi di pleno,” katanya.

Terkait penggandaan soal, lanjut Musliar, telah disepakati akan diserahkan ke daerah. Namun, masih akan dibahas apakah berbasis region atau provinsi. 

“Kalau itu dicetak di masing-masing daerah belum tentu juga ada percetakan yang mampu mencetak soal di daerah itu. Efektivitas pencetakan itu akan kita pikirkan bersama-sama,” ujar Wamendikbud.

Sementara, untuk butir-butir rumusan tentang pengawasan dan pengamanan akan dimasukkan ke dalam POS. Sebelum POS itu disahkan akan dimintakan masukan terlebih dahulu kepada dinas pendidikan provinsi. 

“Misal soal pemindaian dan pengiriman rapor kalau dimasukkan ke dalam rumusan kan terlalu detil. Mungkin itu akan kita akomodasi ketika kita membuat POS,” pungkas Musliar. 

(Humas Kemdikbud/ES)

Pekan Batik Internasional Pekalongan 2 – 6 Oktober 2013

Mendag akan Buka Pekan Batik Internasional Pekalongan 2013

Solopos.com, JAKARTA--Menteri Perdagangan Gita Wirjawan akan membuka pergelaran Pekalongan Batik Week International (PBWI) 2013 pada 2 Oktober mendatang.

“Kami sudah siap menggelar PBWI 2013. Pak Gita Wirjawan, sudah menyatakan kesediaannya membuka hajatan ini bersamaan peringatan Hari Batik, ujar Dwi Ari Putranto, Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah dalam keterangan persnya, Sabtu (29/9/2013).

Ari mengungkapkan pekan batik yang berlangsung 2–6 Oktober bisa menjadi destinasi wisata budaya di Jawa Tengah. Pameran PBWI 2013, menurut Ari, mengambil tempat di GOR Jetayu dan sekitarnya.

Sebanyak 220 stan produk batik sudah terisi sedangkan untuk kerajinan 150 stan serta kuliner 70 stan dari berbagai provinsi dan kabupaten se Indonesia.

“Selain itu ada 11 peserta dari luar negeri. Sejumlah pejabat tingkat pusat dan daerah akan hadir pada pembukaan nanti serta sejumlah delegasi dari luar negeri, ” papar Ari.

Pada malam harinya setelah pembukaan, berlangsung Gala Dinner di halaman gedung negara. Sejumlah perancang busana nasional akan memamerkan pakaian yang dihasilkan oleh peragawan dan peragawati terkemuka.

Sementara pada 3 Oktober akan berlangsung seminar internasional tentang batik di kantor Pemkot Pekalongan.

Acara lain yang ditunggu-tunggu masyarakat adalah Pekalongan Batik Carnaval pada tanggal 5 Oktober. “Karnaval yang menampilkan aneka produk batik dan budaya ini akan berlangsung sepanjang jalan Ahmad Yani pada pagi hingga siang hari,” ujar dia.

Sebagai pembuka adalah marching band Akademi Kepolisian. Peserta dari Jember, Solo dan Jakarta dijadwalkan meramaikan karnaval.

Setiap malam para pengunjung akan menikmati Festival lampion yang dipasang diseluruh area Pekan Batik International sebanyak 1.000 lampion.

Selain itu pada acara penutupan (6/10) akan dibuat secara spektakuler menampilkan Batik International Transculture dan teatrikal batik yang akan menampilkan 500 oang penari dan ditutup dengan pesta kembang api serta pembagian hadiah pemenang lomba-lomba.

Ari menambahkan pekan batik yang setiap tahun diselenggarakan sejak tahun 2006 ini akan semakin semarak dari tahun ke tahun.

“Kegiatan ini sekaligus juga menggairahkan ekonomi Pekalongan. Baik terhadap perkembangan industri batik maupun sektor lainnya,” ujar dia. Selain itu juga meneguhkan kota Pekalongan sebagai `kota batik dunia`.

Sedang Bambang Hardiman, Ketua Pelaksana PBWI 2013 mengungkapkan hingga saat ini persiapan sudah mencapai 95 persen. “Panitia PBWI 2013 tinggal menunggu pembukaan. Persiapan sudah berlangsung dengan baik,” ujar Bambang Hardiman. Ia menambahkan target transaksi pekan batik tahun ini bisa lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

 

Jumat, 27 September 2013

Awas Bahaya Serangan Tawon

Serangan tawon tewaskan 19 orang di China Barat

Xi`an (ANTARA News) - Gelombang serangan tawon sejak bulan Juli lalu telah mengakibatkan tewasnya 19 orang di Kota Ankang, Provinsi Shaanxi, China Barat, kata Departemen Kesehatan setempat pada Jumat.

Rumah sakit di kota tersebut telah menerima sebanyak 583 pasien, 70 di antara mereka masih dirawat, demikian pernyataan beberapa pejabat seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Para ahli setempat mengatakan peningkatan vegetasi mungkin menjadi sebab peningkatan serangan tawon, yang mereka sebut sebagai serangga agresif yang biasanya aktif pada musim panas dan gugur.

Untuk melindungi warganya, Departemen Pemadam Kebakaran di kota tersebut telah membantu memindahkan lebih dari 300 sarang lebah. Tiga rumah sakit juga telah disiagakan untuk merawat korban serangan tawon.

 

Kamis, 26 September 2013

41 surat lamaran tidak memenuhi syarat

41 Pelamar CPNS Tak memenuhi Syarat 

KOTA - Sejak dibuka pada 20 September lalu hingga hari keempat (senin 23/9), Badan Kepegawaian Daerah sudah menerima sebanyak 247 surat lamaran CPNS Pemkot Pekalongan. namun dari hasil seleksi administrasi, sebanyak 41 surat lamaran dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), dan 204 lainnya dinyatakan memenuhi syarat (MS).

Selain itu, juga tercatat ada dua surat lamaran yang tidak masuk formasi. Kabid Pengembangan dan Jabatan BKD setempat, Nur Sobah Ssos MM menjelaskan, data per Senin sudah ada 247 surat lamaran yang masuk. Sebagian besar didominasi pelamar dari luar daerah seperti Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kabupaten Pemalang.

Sementara pelamar dari Kota Pekalongan sendiri, tercatat hanya sebagian kecil saja. "Dari seleksi, 204 dinyatakan MS, 41 dinyatakan TMS dan 2 tidak masuk formasi, karena latar belakang pendidikannya Kesehatan dan Tarbiyah," terangnya. 

Untuk surat lamaran yang dinayatakan TMS, dijelaskan Nur Sobah, dikarenakan beberapa faktor seperti surat lamaran tidak ditandatangani, KTP yang dicantumkan kadaluarsa, tanda tangan legalisir ijasah tidak sesuai yang dipersyaratkan, karena di scan atau stempel, tidak memenuhi IPK minimal yaitu 2,7 dan juga mendahului pendaftaran karena mengirim surat lamaran tanggal 19 cap pos. Dalam tahap pengiriman, sambung Nur Sobah, yang dibutuhkan ketelitian dimana seluruh persyaratan harus disertakan.

 Usai seleksi administrasi, tahap selanjutnya adalah tim akan mengentri data ke aplikasi untuk menentukan nomor tes yang bersangkutan. Setelah diisi ke aplikasi, maka form akan diprint dan dikirimkan kembali ke pelamar sebagai undangan, sekaligus pemberitahuan MS atau TMS.

Dari 50 formasi yang ada, sebagian besar pemalar mengajukan diri mendaftar CPNS pada formasi guru kelas yaitu sebanyak 150 pelamar. Sementara untuk format guru produktif, masih ada beberapa formasi yang belum diisi pelamar seperti guru perhotelan, guru teknik pembuatan benang, guru teknik pembuatan kain, guru garmen, dan guru kria tekstil. Nur Sobah menargetkan jumlah pelamar mencapai 3000 orang sesuai dengan anggaran yang disediakan. 

"Waktu pengiriman surat lamaran mulai dari 20 hingga 30 September cap pos," Sementara untuk tes CPNS akan digelar serentak pada 3 Novermber bersamaan dengan tes CPNS dari honorer K2. Pihaknya masih melobi beberapa sekolah yang mempunyai ruangan representatif untuk digunakan sebagai lokasi tes CPNS.

"Kami sudah memilih beberapa sekolah diantaranya SMPN 4. Sementara untuk tes CPNS umum kami memilih sekolah yang ada di blok barat mulai dari SMKN1 ke utara. Saat ini masih dalam tahap pengajuan ijin penggunaan kelas," pungkas Nur Sobah. (nul)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 15-09-2013)

 

Upah pekerja di Jawa Tengah jauh tertinggal?

Audiensi ke Dewan Pengupahan

PEKALONGAN - Aliansi Pekerja se-Pantura Barat menyampaikan usulan besaran Upah Minimum Kota (UMK) Pekalongan tahun 2014 sebesar Rp 3.095.928,29 ke Dewan Pengupahan Kota Pekalongan. Rumusan besaran UMK 2014 tersebut disampaikan perwakilan Aliansi Pekerja se-Pantura Barat saat beraudiensi dengan Dewan Pengupahan Kota Pekalongan di Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Senin (23/9). 

Koordinator Aliansi Pekerja se-Pantura Barat Tabi'in mengatakan, "Upah pekerja di Jawa Tengah jauh tertinggal? dibandingkan dengan daerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta yang berada di kisaran Rp 3,6 juta dan Rp 3,7 juta,"

JIka dianalogkan sebagai mangkok, menurut dia, upah pekerja di Jawa Tengah berada di cekungan paling bawah. "Upah pekerja di Jawa Tengah berada di cekungan paling bawah. Kami berharap, usulan ini tidak hanya dilihat dari besarnya persentase kenaikan KHL. (Kebutuhan Hidup Layak-red) dari tahun lalu. Tapi harus dilihat perbandingan upah pekerja di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Harapan kami, upah pekerja di Jawa Tengah bisa disejajarkan dengan daerah indutri lain, setidaknya posisinya nanti seperti piring," paparnya.

Mengacu
Dijelaskan dia, besaran UMK 2014 yang diusulkan tersebut mengacu pada hasil survei yang dilakukan sejumlah serikat pekerja di Kota Pekalongan. Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang di tiga pasar tradisional di Kota Pekalongan, Sabtu (14/8). Survei tersebut menghasilkan KHL untuk buruh lajang sebesar Rp 2.608.195,70. 

Setelah ditambah faktor pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen, produktivitas 5 persen dan laju inflasi sebesar 8,79 persen, diperoleh besaran UMK 2014 sebesar Rp 3.095.928,29. Sekretaris Aliansi Pekerja se-Pantura Barat Arifianto berharap, rumusan besaran UMK yang disampaikan Aliansi pekerja se-Pantura Barat tersebut menjadi acuan oleh Dewan Pengupahan Kota Pekalongan dalam merumuskan besaran UMK Kota Pekalongan tahun 2014.

"Angka ini harus dipikirkan sebelum Dewan Pengupahan Kota Pekalongan menetapkan besaran UMK tahun 2014," harapnya. Sekretaris Dewan Pengupahan Kota Pekalongan Slamet Hariyadi yang menerima kedatangan mereka mengatakan akan menampung aspirasi Aliansi Pekerja se-Pantura Barat. Menurut Slamet, Dewan Pengupahan Kota Pekalongan menghormati usulan tersebut. Sebaliknya, pihaknya juga meminta Aliansi Pekerja se-Pantura Barat menghormati mekanisme penentuan besaran UMK yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Kota Pekalongan.

"Dalam menentukan besaran UMK, ada mekanisme atau regulasi yang dijadikan pegangan. Biarkan Dewan Pengupahan berjalan sesuai dengan regulasi. Kami berharap bisa saling menghormati," jelasnya. Kedatangan Aliansi Pekerja se-Pantura Barat hari itu bersamaan dengan digelarnya sidang Dewan Pengupahan Kota Pekalongan membahas besaran KHL 2013. Namun, sidang belum berhasil mencapai kesepakatan tentang besaran KHL, pekerja lajang di Kota Pekalongan tahun 2013.

"Belum ada kesepakatan besaran KHL tahun 2013. Masing-masing pihak mengusulkan sesuai versi masing-masing," terang Slamet. Menurut dia, pada Jumat (27/9) nanti, Dewan pengupahan Kota Pekalongan akan kembali menggelar sidang untuk membahas besaran KHL. Sementara itu, M. Jumali, Anggota Dewan Pengupahan Kota Pekalongan dari unsur Serikat Pekerja Nasional (SPN) mengatakan, kalangan pekerja mengusulkan besaran KHL, 2013 sebesar Rp 1.202.183,28 (K30-49)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 25-09-2013)

Anugerah Adiwiyata Pemkot Pekalongan

4 Sekolah Terima Anugerah Adiwiyata 

SEBANYAK - empat sekolah di Kota Pekalongan memperoleh anugerah adiwiyata dari Pemkot Pekalongan. Sebab dinilai telah memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai budaya bersih, dan sehat di lingkungan pendidikan. Keempat sekolah tersebut adalah MAN 02 Pekalongan, SMA Negeri 1 Pekalongan, SD Negeri Kradenan 1 dan SD Negeri Pringlangu. 

Ke depan anugerah adiwiyata akan terus digalakkan Pemkot Pekalongan, dan akan dikembangkan ke seluruh institusi di seluruh wilayah Kota Pekalongan. Melalui anugerah adiwiyata tersebut, diharapkan dapat berdampak positif bagi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat dan ke depan budaya bersih dan sehat akan menjadi kebutuhan serta gaya hidup masyarakat Kota Pekalongan.

Adapun? pelaksanaan penyerahan anugerah dijadwalkan pada hari Jumat (27/9) di Perumahan Bumi Rejo? Damai dan akan diserahkan langsung oleh Walikota Pekalongan usai bersepeda K3 bersama SKPD, forum muspida beserta masyarakat komunitas sepeda se-Kota Pekalongan. 

Demikian dikatakan kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Slamet Budiyanto usai mengikuti rapat koordinasi 'Pekalongan Go Green Menuju Indonesia Sehat' yang dilaksanakan Rabu (25/9) di Ruang Asisten Pemerintah dan Administrasi Sekda Kota Pekalongan. Kegiatan Pekalongan go green itu sendiri merupakan bagian dari upaya KOta Pekalongan untuk mewujudkan wilayah yang hijau, bersih dan sehat.

Lebih lanjut Slamet Budiyanto menandaskan, jika anugerah adiwiyata sangat menunjang upaya peningkatan kebersihan di lingkungan sekolah sebagai salah satu titik pantau adipura. "Perlu diketahui bahwa target kita pada tahun mendatang adalah adipura kencana. Sehingga, hal tersebut sudah harus di persiapkan sejak sekarang, mengingat tim pemantau dan penilai adipura sudah sering datang di Kota Pekalongan dan melakukan pemantauan serta penilaian," ujar dia.

Sementara itu, guna menunjang kebersihan wilayah di Kota Pekalongan, segenap unsur pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Pekalongan Timur akan melakukan aksi menyukseskan Pekalongan Go Green Menuju Indonesia Sehat, yang dipusatkan di kawasan Lapangan Sorogenen. Sekretaris Kecamatan Pekalongan Timur Joko Setiawan mengatakan, jika pihaknya telah mempersiapkan diri untuk menyukseskan kegiatan tersebut dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat. 

"kita sudah berkoordinasi dengan seluruh Kelurahan di Kecamatan Pekalongan Timur, termasuk menghubungi tokoh-tokoh masyarakat, dan tanggapannya sangat positif," ujar dia optimis gerakan tersebut akan berjalan dengan sukses. (dur)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 26-09-2013)

 

Tenaga honorer Kategori 2 (K2) kuota dari pusat 30 persen

Hanya 30 Persen Honorer K2 Yang Diangkat CPNS

HARAPAN tenaga honorer Kategori 2 (K2) Kota Pekalongan untuk seluruhnya diangkat menjadi CPNS, nampaknya tak akan terwujud. Pasalnya, kuota rekomendasi dari pusat mengatur hanya ada 30 persen dari total sebanyak 62 ribu tenaga honorer K2 di seluruh Indonesia yang akan diangkat menjadi CPNS. 

Sehingga, penentuan diangkat atau tidaknya honorer K2, bergantung pada hasil tes yang akan digelar 3 November mendatang. Kabid Pengembangan dan Jabatan pada BKD, Nur Sobah Ssos MM menjelaskan, memang sudah ada aturan dari pusat yang menyebutkan hal tersebut. Sehingga pengangkatan honorer K2, menjadi CPNS di seluruh daerah, mengacu pada tingkat kelulusan masing-masing.

"Dengan keluarnya kuota rekomendasi 30 persen, maka pengangkatan CPNS berdasarkan tingkat kelulusan tes. Dari jumlah total 62 honorer K2 yang akan mengikuti tes nanti, hanya ada sekitar 206.666 orang yang akan diangkat menjadi CPNS, termasuk dari Kota Pekalongan," terangnya. 

Untuk Kota Pekalongan sendiri, BKD sudah menerima listing sebanyak 283 orang yang kemudian dinyatakan resmi menjadi salah satu peserta seleksi. Namun dalam listing yang diterima, ada tambahan sebanyak 17 orang. Sehingga total honorer K2 yang akan mengikuti tes sebanyak 300 orang, "Berkas sudah langkap dan kami sudah umumkan dan uji publik jumlah dan nama pesertanya. Saat ini tinggal proses percetakan nomor tes," imbuhnya.

Tes bagi honorer K2, akan digelar bersamaan dengan tes bagi CPNS formasi umum pada 3 November mendatang. Formasi honorer K2 untuk Kota Pekalongan, didominasi oleh guru, dan tenaga administrasi sekolah. Mereka juga sudah menjalani serangkaian tes mulai publik bulan Juni kemarin. Diterangkan ur Sobah, tes CPNS bagi honorer K2 hanya akan digelar satu kali saja. 

Sehingga, diharapkan mereka dapat berupaya maksimal dalam menjalani tes. Sementara bagi yang tidak lulus, pihaknya belum mengetahui status pasca tes tersebut, dan akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat. "Untuk status mereka yang tidak lulus paska tes nanti, kami belum tahu sampai sekarang. Menunggu keputusan pusat dulu," imbuhnya.

Bahwa selama moratorium PNS yang lalu, sambung Nur Sobah, pihaknya tidak berhenti total merencakan kebutuhan dan rencana pengangkatan PNS. Namun kabupaten/kota tetap merencakan formasi kedepan, redistribusi pegawai, dan juga proyeksi kebutuhan selama lima tahun berikutnya. Sehingga, dari sana dipastikan kebutuhan PNS setiap tahun di Kota Pekalongan. (nul)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 26-09-2013)

 

Program MBR PDAM di Kota Pekalongan

Tiga Daerah Manfaatkan Sungai Sengkarang 

PEKALONGAN - Guna mencukupi kebuthan air bersih, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang merencanakan kerja sama mengolah air Sungai Sengkarang untuk dijadikan air bersih PDAM.

 "Dalam kerja sama itu, Kota Pekalongan akan mendapatkan tambahan air bersih dengan debit 150 liter/detik. Proyek air bersih itu akan dilakukan mulai tahun 2013 hingga 2014," kata Kabag Hubungan Pelanggan Murip Solichin SE menjelang pengundian berhadiah pada pelanggan air minum, pelanggan listrik dan pelanggan telepon yang membayar rekening lewat 12 loket. 

Kupon itu berlaku untuk pembayaran rekening bulan Maret - Agustus 2013. Pelanggan yang membayar tepat waktu mendapatkan hadiah motor Revo, dan 34 macam alat-alat elektronik lainnya. Undian itu dilakukan di halaman PDAM.

Program MBR
Menurut dia, dengan tambahan debit 150 liter/detik. itu, maka pihaknya akan menutup beberapa seumur bor. Ini dilakukan karena penggunaan sumur bor sangat boros. Selain itu, juga menyebabkan resapan air laut masuk ke daerah perkampungan. Karena itu, kebijakan sumur bor akan diupayakan seminimal mungkin. Murip menjelaskan, jumlah pelanggan PDAM di Kota Pekalongan mencapai 20.485 orang. Jumlah ini akan bertambah terus seiring dengan program pemasangan jaringan air bersih diwilayahnya dengan program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam prgram MBR yang bekerja sama dengan Australia, itu dijatah 1.000 pelanggan baru dengan biaya pemasangan Rp 350.000 yang diangsur selama 10 kali. Program ini ternyata menarik masyarakat sehingga pendaftarnya melebihi target, yakni 1.221 orang. Dari sejumlah pendaftar itu, semua dilayani. Bahkan, dalam upaya menambah pelanggan, tahun 2014 nanti juga akan ada program MBR untuk 2.00 sambungan. 

"Kita tidak perlu khawatir kekurangan cadangan air bersih, karena sampai sekarang ini masih ada sekitar 35% debit air yang belum digunakan. Dengan demikian, tambahan 2.000 sambungan itu tak akan menambah masalah baru," tegasnya. (A15-24)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 26-09-2013)

 

Rabu, 25 September 2013

Beasiswa Pendidikan D-3 di Kabupaten Pekalongan

Bupati Serahkan Voucher Beasiswa Pendidikan D3 dari Latief Foundations 

KAJEN – Yayasan Peduli Pendidikan Latief Foundations (YPPLF) Jakarta menyalurkan Beasiswa Pendidikan D-3 di Kabupaten Pekalongan. Penyerahan voucher beasisiwa D-3 diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si di SMK Yapenda 1 Kedungwuni, Sabtu (21/9/2013).

Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada yayasan Latief Foundations dan Aldiana Nusantara yang peduli membantu dan memperhatikan permasalahan masyarakat.

Dijelaskan Bupati, apa yang yayasan Latief Foundations dan Aldiana Nusantara bidik/lakukan adalah sesuatu yang sangat mendasar, bisa itu disebut kunci, bisa disebut pintu atau bisa juga disebut pengungkit. Sebab, menurut Bupati, apapun masalah bangsa atau apapun masalah kita tanpa adanya kemampuan kita dalam mencerna, menganalisa suatu masalah, tidak mungkin permasalahan itu dapat terpecahkan.

“Untuk dapat menganalisa, mencerna dan memecahkan suatu masalah tidak lepas dari kemampuan sumber daya manusia itu sendiri. Dan dalam hal ini kunci pintu utamanya adalah pembuktian,” ujar Bupati.

“Sehingga saya sangat senang sekali pada hari ini dari Latief Foundations membantu meningkatkan kemampuan derajat pendidikan di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menginformasikan kondisi pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Kata Bupati, prestasi pendidikan di Kabupaten Pekalongan belum begitu baik. Menurutnya, pada saat beliau menjabat sebagai Bupati I (2001-2006), akhir tahun 2006 peringkat pendidikan Kabupaten Pekalongan pada urutan ke-18 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Dan pada saat beliau menjabat kembali sebagai Bupati untuk yang kedua kali (2011-2016), pada tahun 2011 kondisi pendidikan untuk tingkat SD pada urutan ke-34 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, untuk jenjang SMP pada urutan 35 dari 35.

Namun pada tahun 2013 ini kondisi pendidikan sudah mulai membaik. Menurut Bupati, untuk jenjang pendidikan dasar (SD) sudah berada pada posisi 29 se Jawa Tengah, sedangkan untuk jenjang SMP pada urutan ke-39 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Adapun untuk jenjang SMA, pada mata pelajaran tertentu ada yang sudah cukup bagus.

Bupati menambahkan, pada saat ini di Kabupaten Pekalongan masih kekurangan tenaga guru, yakni sebanyak 864 orang yang terdiri 630 untuk jenjang SD, 183 untuk tingkat SMP dan 51 untuk SMA/SMK. Namun kami tidak dapat melakukan pengadaan/rekrutmen PNS, karena pola rekrutmen PNS yang ditetapkan oleh Pemerintah RI yakni mendasarkan pada anggaran belanja. Yaitu apabila suatu daerah anggaran belanja pegawai diatas 50 persen, maka tidak ada/tidak boleh merekrut PNS.

“Sejak tahun 2011 hingga 2013 di Kabupaten Pekalongan tidak ada pengangkatan PNS, sedangkan usia tidak bisa direm, dimana pensiun tiap tahun rata-rata 250 hingga 300, maka terjadi kekurangan guru sebanyak itu. Yang lebih sedih lagi, untuk mata pelajaran tertentu sudah tidak ada,” tegas Bupati.

“Kamis kemarin saya rapat dengan Gubernur, saya sampaikan bahwa kebijakan pemerintah untuk rekrutmen PNS termasuk guru yakni apabila suatu daerah itu anggaran belanja pegawainya dibawah 50 persen perlu adanya peninjauan kembali,” tuturnya.

Kepada para mahasiswa penerima beasiswa, Bupati mengharapkan agar dalam belajar untuk focus dan memanfaatkan dengan baik kesempatan dan fasilitas yang diberikan oleh Latief Foundations. “Saya punya keyakinan bahwa saudara-saudara akan mampu karena saudara-saudara mempunyai motivasi, niat dan ketaqwaan,” terang Bupati.

Untuk kelanjutan program beasiswa, Bupati berharap Koordinator Latief Foundations wilayah Kabupaten Pekalongan untuk mengkomunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sehingga tidak ada masyarakat Kabupaten Pekalongan yang ingin memperoleh jenjang pendidikan yang lebih baik, yang mungkin berada di Jakarta tertinggal akibat kurangnya informasi. Mohon juga dapat dikoordinasikan juga dengan Paguyuban Masyarakat Pekalongan dan Paguyuban Masyarakat Jawa Tengah yang ada di Jakarta.
Sementara itu Ketua YPPLF Latiful Wahid, M.Pd dalam sambutan menyampaikan bahwa saat ini Latief Foundations telah hadir di 22 Provinsi, dan untuk di Jawa Tengah tiap Kabupaten/Kota telah ada koordinatornya.

Latiful mengatakan, dana Latief Foundations murni berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) yang merupakan amanat dari UU Nomor 40 tahun 2007. “Jadi dengan dana itu kami ingin memfasilitasi, memediasi masyarakat tidak mampu,” tuturnya.

Dijelaskan, tahun 2013 Latief Foundations mendapat paket beasiswa sebanyak 30 ribu, yang mana tiap beasiswa senilai Rp 11.400.000,-. Dan untuk Kabupaten Pekalongan sebanyak 104 mahasiswa dengan jumlah beasiswa yang diberikan senilai Rp 1.185.600.000,-.

“Untuk persyaratan mendapatkan beasiswa sangat mudah yakni hanya menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan atau desa, serta mempunyai keseriusan untuk mengikuti perkuliahan,” tandasnya.

Para penerima beasiswa mengikuti kuliah umum (Stadium General) dengan pembicara dari Jakarta, diantaranya Prof. Dr. Alimudin Al Murtala (Ketua Yayasan Aldiana Nusantara) dan Latiful Wahid, M.Pd (Ketua TPPLF Jakarta). Stadium General mengambil tema “Mencetak SDM Berjiwa Entrepreneur Menghadapi Pasar Bebas”. (di2k)

 Sumber : Bag. Humas Setda Kab. Pekalongan

 

Idang Rasjidi dan Syndicate hibur penonton

IDANG RASJIDI HIBUR MASYARAKAT KAJEN 

KAJEN- Minggu malam (22/9) Kota Kajen dihibur oleh Idang Rasjidi  dan Syndicate. Musisi yang telah 44 Tahun berkiprah di dunia Jazz ini berhasil menghipnotis penonton dengan permainan musik dan lagu yang dibawakan bersama kawan-kawannya. Tak kurang dari 2 jam penonton yang malam itu duduk lesehan di Pendopo Rumah Dinas Bupati menikmati permainan musik Jazz dengan tertib.

Idang yang malam itu didampingi Eddy Syakroni (drum), Iwan Wiradi (Perkusi), Samuel Song (Bass), Indri Blacan (Vokal) dan Shaku Rasjidi (drum/perkusi), menyapa para penonton dan memberikan berbagai komentarnya tentang Kajen, diantaranya  tentang dirinya yang baru tahu dan menginjakkan kaki di Kota Kajen.
Tak ketinggalan Pria 58 Tahun ini mengajak masyarakat Kab. Pekalongan khususnya kaum muda untuk menghidupkan seni tradisi (lokal) yang merupakan mahakarya agung yang harus dijunjung tinggi. “Meski ada musik diatonis seperti yang kami mainkan, seni tradisional harus dioptimalkan dan dikembangkan, karena selama ini kita lebih banyak belajar sejarah namun lupa ndak bikin sejarah!,” selorohnya.
Idang juga berjanji akan datang pada acara “Kemah Budaya” yang rencananya akan diselenggarakan pada Oktober 2013 mendatang. Dirinya mengaku sangat tertarik dengan acara tersebut karena melibatkan anak-anak muda. “Saya usahakan akan datang lagi nanti, Saya sangat bangga sama anak muda yang  tidak tawuran dan mau berkarya secara positif,karena Anda harus menjadi kader di daerah Anda sendiri,” tegasnya.
Bupati Pekalongan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, Ir. H. Susiyanto, MM dihadapan para penonton dan undangan yang terdiri para FKPD  dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan mengungkapkan bahwa, pemerintah senantiasa berupaya mendukung dan memberikan kontribusi bagi perkembangan Kab. Pekalongan khususnya dibidang seni budaya.
Antono berharap dengan adanya “Kajen Jazz Lesehan 2013” dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi potensi  Kab. Pekalongan dimata nasional bahkan internasional, mengenalkan musik jazz lebih luas kepada masyarakat, serta sebagai wujud upaya pembinaan untuk meningkatkan apresiasi musik dikalangan dunia pendidikan serta memberikan spirit dan ruang bagi musisi penikmat genre musik jazz.(Dian/H-/An)

Sumber : Bag. Humas Setda Kab. Pekalongan

 

Tradisi Legenonan Desa Kandangserang

LEGENONAN DAN GELAR BUDAYA DESA KANDANGSERANG 

Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si menunjukkan apresiasinya terhadap kegiatan tradisi legononan seperti yang dilaksanakan Desa Kandangserang Kecamatan Kandangserang hari ini (24/9/13). Beliau mengungkapka penghargaannya akan keguyuban warga desa yang telah berupaya secara mandiri untuk menyelenggarakan legenonan dan gelar budaya dalam rangka menyambut sedekah bumi Desa Kandangserang 2013.
“Legenonan merupakan kegiatan tradisi yang sangat baik untuk dijaga dan dilestarikan. Selain itu, adanya kegiatan semacam ini juga menunjukkan kehidupan masyarakat yang rukun dan guyub. Kalau masyarakatnya rukun, maka tugas pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum jadi lebih ringan. Oleh karena itu saya minta kebersamaan, saling pengertian dan gotong royong seperti ini tetap dipertahankan. Karena gotong royong adalah ciri masyarakat kita, ciri khas bangsa Indonesia. Semoga desa Kandangserang bisa menjadi contoh teladan untuk desa lainnya”, ungkap Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan bantuan secara pribadi untuk delapan Rukun Tetangga (RT) yang membuat gunungan hasil bumi untuk lomba sebesar Rp.500.000,-. Selain itu, beliau juga menambahkan bantuan sebesar Rp.1 juta untuk RT yang gunungannya menjadi juaranya nanti. Terkait pembangunan secara fisik, Bupati menjanjikan kepada masyarakat setempat untuk memperbaiki jalan desa, bantuan seragam pakaian untuk paguyuban kesenian serta bantuan 30 juta untuk rehab masjid desa. 
“Bantuan ini semata-mata karena saya senang kalau warga desa, masyarakat guyub rukun dalam membangun desanya. Karena untuk membangun Kabupaten Pekalongan yang besar ini perlu mendapat dukungan dari masyarakat sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud”, imbuhnya.
Sementara itu Kepala Desa Kandangserang Richaini menyampaikan legenonan atau sedekah bumi ini merupakan sebuah selamatan desa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Selain itu, juga sebagai sarana untuk melestarikan tradisi. Sedangkan gelar budaya dilaksanakan untuk memeriahkan legenonan sehingga menarik perhatian masyarakat untuk menyaksikan. Kedepan, kami berharap desa Kandangserang ini bisa lebih maju dan masyarakatnya dapat lebih sejahtera”, jelas Richaini. 
Legononan dan gelar budaya Desa Kandangserang ini juga dimeriahkan oleh parade drumband, lomba gunungan hasil bumi serta karnaval warga desa yang mengenakan berbagai kostum. Selain itu, ada pula pagelaran wayang kulit yang sebelumnya didahului dengan penyerahan tokoh wayang Dewi Sri dan bibit padi dari Bupati Pekalongan kepada dalang.
Seusai menghadiri acara Legenonan, Bupati dan rombongan berkenan mengunjungi salah satu potensi wisata alam wilayah Kecamatan Kandangerang, yaitu Watu Ireng di Desa Lambur. Potensi wisata alam ini sangat unik untuk dipromosikan karena berupa batu hitam yang sangat besar, seluas 2 Ha. Penasaran? Buktikan sendiri untuk berkunjuung kesana. (rizka/her/hamin)
Sumber : Bag. HUmas Setda 

 

Jemaah Haji Asal Pekalongan dirampas saat di Masjidil Haram

Jemaah Haji Asal Pekalongan Dirampas di Mekah

Metrotvnews.com, Mekah: Nahas menimpa Pariyah. Jemaah haji asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu dirampas ketika tengah berada di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.

Apes dialami Pariyah ketika ia dan rekannya tertinggal rombongan saat sa`i, berjalan kaki atau berlari-lari kecil bolak-balik tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya.

Kedua jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang 11 Embarkasi Solo, itu lalu diampiri seorang pria yang berpura-pura menawarkan bantuan. Tapi, tanpa disangka, sang lelaki justru merampas tas milik Pariyah.

"Saya kehilangan paspor, ponsel,dan uang 500 reyal (setara Rp1,5 juta-Red)," kata Pariyah.

Ini adalah kasus kriminal pertama yang menimpa rombongan jemaah haji Indonesia 2013. Jemaah lain diminta tetap waspada saat beribadah di kawasan Masjidil Haram.

 

Tabungan prestasi untuk SD hingga SMP

10 Siswa Berprestasi Terima Tabungan Prestasi 

PEKALONGAN - Sebanyak 10 siswa dari berbagai sekolah mulai jenjang pendidikan SD hingga SMP menerima hadiah berupa tabungan prestasi dari Bimbingan Belajar Prestasi. Tabungan prestasi itu sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para siswa. 

"Tabungan ini sebagai bentuk penghargaan kami atas hasil kerja keras mereka sehingga mereka berprestasi di sekolahnya," terang Pemilik Bimbingan Belajar Prestasi Citro Utomo, Sabtu (21/9) lalu. Menurut dia, siswa yang menerima tabungan prestasi tersebut adalah siswa yang mendapat ranking di sekolahnya masing-masing. Tidak hanya siswa dari Kota Pekalongan yang mengikuti bimbingan belajar di Bimbingan Belajar Prestasi.

Harapannya, pemberian tabungan prestasi tersebut bisa memacu siswa agar lebih giat belajar agar mereka bisa menorehkan prestasi lebih banyak lagi. "Dengan melihat rekening tabungan tersebut, siswa akan bangga inilah kerja keras mereka, sehingga mereka akan termotivasi untuk meningkatkan prestasi," sambungnya. Selain itu, hadiah tabungan dalam bentuk rekening di bank tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk mengajarkan anak-anak agar bisa mengatur dan mempersiapkan masa depan pendidikan mereka sejak dini. (K30-69)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 24-09-2013)

 

KHL Rp. 2.608.000,- dan UMK sebesar Rp. 3.095.000,-.

Angka KHL Belum Disepakati 

KOTA - Dewan Pengupahan Kota Pekalongan, belum menyepakati besaran angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk penentuan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2014 mendatang. Dalam sidang yang digelar Senin (23/9), masing-masing unsur yang tergabung dalam DPK, seperti serikat pekerja dan Apindo, masih bertahan pada besaran yang diusulkannya. 

Sehingga belum ada kesepakatan angka yang diusung. Sekretaris Dewan Pengupahan Slamet Hariyadi SH MHum mengatakan, dalam sidang yang digelar siang itu memang belum ada kesepakatan angka KHL, Karena masing-masing pihak masih bertahan pada angka yang diusulkan. "Dua pihak masih bertahan dengan angka versinya masing-masing. Sehingga KHL belum bisa disepakati kali ini," tuturnya yang ditemui usai sidang.

Untuk itu, dikatakan Slamet, pihaknya akan kembali menggelar sidang lanjutan pada Jumat (27/9) mendatang. Diharapkannya, dalam sidang kedua nanti sudah bisa ditentukan angka KHL, sehingga dapat dijadikan acuan untuk menentukan angka UMK tahun 2014. Selanjutnya akan diusulkan kepada Walikota. Usai sidang Dewan Pengupahan, Aliansi Serikat Buruh Pantura Barat, juga melakukan audiensi dengan Dewan Pengupahan. Mereka menyampaikan hasil survey independen yang dilakukan aliansi serikat pekerja dengan besaran KHL Rp. 2.608.000,- dan UMK sebesar Rp. 3.095.000,-. 

Aliansi Serikat Pekerja berharap, angka tersebut bisa dijadikan pertimbangan bagi Dewan Pengupahan dalam menentukan KHL dan UMK Kota Pekalongan Koordinator Aliansi Serikat Pekerja Pantura Barat, Tabi'in, berharap, agar angka UMK Kota Pekalongan tidak jauh timpang dibandingkan UMK di Provinsi lain seperti Jatim, Jabar dan DKI. DI daerah-daerah tersebut, UMK yang diusulkan mencapai angka Rp. 3,6 juta hingga Rp 3,7 juta. Sementara untuk UMK wilayah Jateng, selama ini menjadi yang terendah dari wilayah lainnya.

"Harapan kami, setidaknya perbandingan angka UMK kami yang ada di Jateng dengan wilayah lain tidak seperti mangkok, dimana Jateng selalu menjadi yang terendah. Yang kami harapkan, setidaknya perbandingannya ibarat piring yang antara ketiga sisinya tidak terlalu jauh berbeda," bebernya lagi. 

Dalam survey independen yang dilakukan pihak aliansi serikat pekerja, sambung Tabi'in, memang ada beberapa komponen tambahan yang dinilai sudah menjadi kebutuhan dasar buruh seperti gorden, hanger, jaket, televisi, topi atau kerudung, dan sandal semi dinas. Sementara 60 koponen yang tercantum dalam permenaker nomor 12 tahun 2012, dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. 

Selain dengan Dewan Pengupahan Kota Pekalongan, aliansi serikat pekerja juga akan melakukan audiensi dengan Dewan Pengupahan di tiga wilayah lain yaitu Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang. Penyampaian hasil survey independen dari serikat pekerja tersebut, diterima langsung oleh Sekretaris Dewan pengupahan dan dijanjikan akan dibawa dalam sidang Dewan Pengupahan selanjutnya. (nul)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 24-09-2013)

 

Masyarakat Kota Pekalongan lebih sadar berlalu lintas

Kesadaran Masyarakat Meningkat 

KESADARAN masyarakat Kota Pekalongan untuk mematuhi aturan berlalu lintas, di pandang sudah semakin meningkat. Mereka sudah lebih sadar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dan lebih tertib saat berkendara di jalan raya. Sehingga, bisa ikut menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan korban meninggal dunia seminim mungkin. 

"Kami sangat mengapresiasi hal itu. Masyarakat sudah lebih sadar untuk mematuhi peraturan berlalu lintas di jalan raya. Saat ini, kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas sudah meningkat cukup signifikan," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK, melalui Kasatlantas AKP Setya Budi Waspada, Senin (23/9).

Ia menyatakan, adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas itu, antara lain dibuktikan dengan semakin minimnya kasus pelanggaran secara kasat mata yang di temukan oleh petugas. Diantaranya, pengendara sepeda motor sebagian besar sudah mematuhi kewajiban 'light on' di siang hari. Kemudian, kewajiban perlengkapan berkendara lainnya, seperti memakai helm standar. "

Kebanyakan, saat ini pelanggaran yang seringkali kita temukan adalah masalah kelengkapan surat-surat. Sedangkan pelanggaran secara kasat mata sudah mulai sedikit. Artinya, masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya keselamatan berkendara. Karena, adanya pelanggaran itu, bisa memicu terjadinya kecelakaan," terangnya.

Adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas itu, antara lain karena seringnya langkah-langkah preemtif dan preventif yang dilakukan petugas Satlantas di berbagai kesempatan. Berbagai penyuluhan tertib berlalulintas, pengaturan arus lalu lintas, hingga penegakan hukum dengan mengedepankan langkah persuasif, sudah berulangkali dilakukan. 

Razia juga berulangkali dilakukan akhir-akhir ini, untuk meningkatkan dalam tertib berlalulintas, serta menekan angka kriminalitas. Meski begitu, Kasatlantas menambahkan, pihaknya terus mengimbau seluruh masyarakat, baik itu para orangtua maupun pihak sekolah, untuk tidak membiarkan anak-anak yang masih di bawah umur (belum berusia 17 tahun dan belum memiliki SIM) untuk tidak mengendarai sendiri kendaraan bermotor. Apakah itu roda dua ataupun lebih.

Sebab, menurut dia, anak yang masih dibawah umur, kondisi emosi maupun kejiwaannya masih labil. Sangat riskan jika mereka diperbolehkan mengemudikan kendaraan bermotor sendiri. "Mereka belum punya SIM, artinya belum boleh mengendarai kendaraan bermotor," tambahnya.

Ia menegaskan, undang-undang tentang lalu lintas sudah mengatur dengan tegas, syarat-syarat seseorang boleh memiliki SIM. Yakni, berusia minimal 17 tahun, tidak bisa mengajukan pembuatan SIM. "Tidak ada dispensasi untuk mereka yang masih berusia di bawah 17 tahun. Ketentuannya untuk membuat SIM, minimal usia 17 tahun ya harus 17. Ditambah lagi, semua prosedur atau tahapan - tahapan untuk memperoleh SIM harus dilakukan. Mulai dari ujian tulis, praktik, dan lainnya," tandasnya. (way)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 24-09-2013)

 

Selasa, 24 September 2013

Bedah rumah Mensos di Kelurahan Kebulen

Kemensos Bantu 200 Rumah Tak Layak Huni di Kota Pekalongan 

PEKALONGAN - Infopublik - Kementrian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan rehabilitasi Sosial RUmah Tak Layak Huni (RTLH) untuk 200 kepala Keluarga (KK). Tiap KK mendapatkan Rp 10 juta. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Mensos pada acara Bedah kampung di Kelurahan Kebulen, Pekalongan Jumat (20/9). Selain itu juga diserahkan bantuan untuk Kelompok Usaka Bersama (KUBE) untuk 20 kelompok. Masing-masing KUBE mendapatkan Rp 20 juta. Bantuan sarana dan prasarana senilai Rp 200 juta. Total jumlah bantuan mencapai Rp 2,6 miliar.

Menteri Sosial Segaf Salim Al Jufri dalam sambutannya menegaskan bedah kampung adalah program andalan jajaran kementerian yang dipimpinnya. Dimana tiap rumah yang akan dibedah diberikan insentif sebesar 10 juta rupiah yang digunakan untuk dibelikan bahan-bahan bangunan. "Semangat bedah kampung adalah semangat kesetiakawanan sosial dan dipraktekkan sebagai implementasi dari peduli dan berbagi," katanya.

Ditambahkannya, program bedah kampung adalah salah satu upaya untuk memotong mata rantai kemiskinan. "Bila rumah dapat terselesaikan maka pemilik rumah dapat memikirkan pada pekerjaan untuk memenuhi kebutuhnya," tandasnya. Dia berharap kedepan terwujud daerah-daerah sejahtera. "Yakni suatu daerah yang lingkungannya menunjukkan keserasian sosial antar warga, saling tolong menolong berwawasan ramah anak dan sebagainya," tambahnya.

Walikota dr HM Basyir Ahmad pada kesempatan yang sama mengatakan berkat berbagai bantuan dan peran serta seluruh masyarakat masalah rumah kumuh di Kota Pekalongan sudah hampir terselesaikan. "Kalau pada tahun 2007 ada sekitar 6 ribu rumah tak layak huni namun saat ini hanya tersisa 1.142 rumah dan ditargetkan rampung pada 2014 mendatang. Pada kesempatan tersebut Basyir mencanangkan Kelurahan Kebulen dan Kecamatan Pekalongan Barat sebagai wilayah bebas rumah kumuh. (diskominfo/007)

 

Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2013

Tomi dan Lita Duta Wisata 2013 

KOTA - Tomi Riski Prasetyo dan Norma Lita Gupita terpilih sebagai Juara 1 Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2013, pada Grand Final yang digelar dihalaman eks rumah jabatan Bakorwil III di kawasan Jetayu, Kota Pekalongan, sabtu (21/9) malam. Keduanya berhak memperoleh hadiah berupa piala bergilir, piala tetap dan piagam penghargaan dari Walikota Pekalongan, serta uang pembinaan masing-masing Rp 5 juta. 

Serta, akan mewakili Kota Pekalongan dalam ajang Pemilihan Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah tahun 2013. Sedangkan Rivan Santoso dan Intan Astria Permana meraih predikat juara II. Mereka masing-masing mendapat piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan Rp 3 juta. Sementara, Akmal Andika Budi Harjo dan Zanuar Kusumawaty Dwi Arimby meraih Juara III, sehingga berhak atas piala, piagam, serta uang pembinaan Rp 2 juta.

Untuk peraih Juara Harapan, masing-masing adalah Iqbal Amran Murba - Ajeng Ratna Ningrum sebagai juara Harapan I, Tejo Wrihatnoto - Ofida Yoshara sebagai Juara Harapan II, serta Beni Wijaya - Alin Julda Qonita sebagai Juara Harapan III. Adapun Aditya Nugraha Putra dan Salsabila Melia meraih predikat Juara Favorit. Para peraih juara Harapan maupun Favorit, semuanya memperoleh piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan masing-masing Rp 1,25 juta. 

Malam Grand Final diikuti oleh 24 peserta (12 pasang), masing-masing 12 Mas dan 12 Mbak, yang telah lolos sebagai finalis. Kemudian, Dewan juri menyaring menjadi enam besar (enam pasang). Sebelumnya, 24 finalis itu berhasil lolos tahapan seleksi yang diikuti 72 peserta. Pantauan Radar Pekalongan, malam Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta WIsata 2013 berlangsung cukup meriah. Tata lampu, dekorasi, hingga musik ditata dengan menarik, meski berkonsep minimalis. Halaman gedung kuno yang dulunya menjadi rumah jabatan Kepala Bakorwil III, disulap menjadi eksotis.

Sejak awal acara, iringan orkes keroncong yang dibawakan siswa siswi SMA 2 Pekalongan yang tergabung dalam 'Orkesmaro' menambah semarak suasana. Deselingi acara hiburan musik oleh Zaskia & Friends. Kemudian, ada pula peragaan busana (fashion show) busana batik karya Eka Wahyu Prabowo yang dibawakan oleh para alumni Duta Wisata Kota Pekalongan yang tergabung dalam Adwika (Asosiasi Duta Wisata Kota Pekalongan). Event? tersebut dihadiri ratusan orang.

Selain sejumlah pejabat SKPD dilingkungan Pemkot Pekalongan, hadir pula sebagai tamu undangan perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, serta Kabupaten Pemalang. Turut hadir, Ketua DPRD Kota Pekalongan HM Bowo Leksono, Ketua KONI Kota Pekalongan H Ricsa Mangkulla, serta Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Hj Balgies Diab. Hanya saja, Walikota maupun Wakil Walikota Pekalongan berhalangan hadir di event tersebut karena ada tigas yang tidak bisa ditinggalkan.

Dalam laporannya, Kepala Dishubparbud Kota Pekalongan Drs Doyo Budi Wibowo MM, menyatakan bahwa tema yang diambil dalam pemilihan Mas dan Mbak Duta? Wisata Kota Pekalongan tahun ini adalah 'muda, kreatif, dan berprestasi, "Tujuannya adalah untuk mencari figur? kepariwisataan untuk mengenalkan potensi dan sumberdaya pariwisata Kota Pekalongan di tingkat secara lebih luas lagi," jelasnya. Disampaikan, 24 finalis yang tampil di babak grand final sebelumnya tahapan seleksi ketat. 

Termasuk, tahap karantina selama dua hari. Antara lain diisi dengan audiensi dengan Walikota, kunjungan ke Radar Pekalongan, table manner di Hotel Horison Pekalongan, kunjungan ke Kampung Batik Pesindon, hingga pembekalan tentang public speaking, ngudi saliro ngudi busono, koreografi, dan kepariwisataan, bertempat di Museum Batik.

"Para juara diputuskan berdasar ranking saat seleksi dan final. Hadiah total pemilihan Duta Wisata ini mencapai Rp 30 juta. Sedangkan peraih Juara I Mas dan Mbak Duta WIsata Kota Pekalongan, berhak maju mewakili Kota Pekalongan dalam pemilihan Duta Wisata Provinsi Jateng," jelasnya. 

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj Balgies Diab, yang mewakili Walikota dr HM Basyir Ahmad, mengharapkan juara Duta Wisata tak hanya bisa mempromosikan dunia pariwisata Kota Pekalongan, sehingga Kota Pekalongan semakin dikenal sebagai salah satu kota destinasi wisata di Jawa Tengah. Melainkan juga harus bisa turut mempromosikan Kota Pekalongan sebagai Kota kreatif. "Karena Kota Pekalongan masuk sebagai salah satu nominator Kota Kreatif dunia baru Unesco. Maka industri kreatif di Kota Pekalongan harus juga dipromosikan," harapnya.

Sementara itu, peraih juara I Mas dan Duta Wisata Kota Pekalongan Tomi Riski Prasetyo, mengaku tak menyangka bisa menjadi juara pertama. Mahasiswa semenster akhir Jurusan Tehnik Informatika (TI) STIMIK Widya Pratama Pekalongan kelahiran Pemalang, 13 Maret 1993 ini merasa senang dan bangga. "Perasaannya senang, bangga dan saya akan berusaha menjalankan tugas sebagai Duta Wisata dengan sebaik-baiknya," ungkap putra tunggal Diki Rahmanto, yang beralamat di Jalan Permai No. 84 Perum Binagriya tersebut. Demikian pula yang disampaikan Norma Lita Gupita, atau yang akrab disapa Lita. Mahasiswi semester 3 jurusan TI di STIMIK Widya Pratama Pekalongan ini juga tak menyangka bisa menjadi juara pertama Mbak Duta WIsata Kota Pekalongan. (way)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 23-09-2013)

 

Sabtu, 21 September 2013

Mukjizat dalam Penembakan di Cirendeu

Aipda Patah dan Mukjizat dalam Penembakan di Cirendeu 

Jakarta - Dua bulan berlalu, sejak peristiwa penembakan yang mengenai dada sebelah kiri Aipda Patah Saktiyono. Dada anggota Satlantas Gambir ini dibedil orang tak dikenal ketika sedang melintas di Jl Cirendeu, Ciputat.

Aipda Patah tidak akan pernah melupakan kejadian yang berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB itu. Baginya, pertolongan Tuhan lah yang membuatnya selamat dan bisa kembali pulih seperti sedia kala.

"Itu kan sasaran mematikan. Tapi alhamdulillah saya masih ditolong oleh Yang Maha Kuasa, saya masih tetap kuat," tuturnya kepada detikcom, Sabtu (21/9/2013).

‎Setelah menjalani perawatan intensif di RS selama 2 minggu, Aipda Patah berangsur pulih dan kini sudah kembali bertugas di lapangan. Nyali Aipda Patah tidak ciut karena kejadian ini, namun dia merasa butuh perlindungan ekstra dalam menjalankan tugasnya.

"Saya ingin juga dikasih senjata untuk jaga-jaga. Sejauh ini senjata saya ya Yang Maha Kuasa saja," ujarnya sambil terkekeh.

Patah mengaku telah menyampaikan keinginannya tersebut kepada atasannya. Namun hingga saat ini belum dipenuhi.

"Itu ada prosedurnya juga. Ada tes psikologi dan sebagainya," kata 

Pria yang telah 36 tahun menjadi polisi ini mengaku pernah dibekali senjata sebelumnya. Hanya saja, kala itu ia merasa tidak membutuhkannya.

"Dulu saya pernah pegang (dibekali senjata) juga, tapi saya balikin ke gudang. Waktu itu mikirnya mau buat apa," terangnya.

Namun demikian, kekhawatiran tersebut tak lantas menyurutkan niatnya untuk bekerja mengabdikan diri pada negara. Ia tetap berangkat dan pulang kerja seperti biasa. Melintasi rute yang sama, berangkat pada waktu yang sama serta mengenakan seragam polisi.

"Kalau trauma berlebihan sih nggak. Saya tetap lewat situ seperti biasa," katanya.

Nurul Haq alias Jack dan Henri Albar menjadi buruan polisi karena diduga bertanggung jawab atas penembakan terhadap anggota kepolisian akhir-akhir ini. Kedua orang inilah yang diduga muncul dari arah belakang Aipda Patah dengan mengendarai motor matic lalu melepaskan tembakan.