Sabtu, 07 Juli 2012

Pangdam : Santri Jangan Unthul Munyuk

PEKALONGAN - Karakter santri diharapkan bisa mandiri dan tidak gampang ikut-ikutan orang.  Hal ini dikatakan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Mulhin Asyrof saat bertemu santri se-Jawa Madura di Ponpes Al Khoirot Pekalongan, Jumat (6/7).



Santri dalam pandangan Pangdam, juga harus paham untuk jangan ikut-ikutan orang banyak, karena belum tentu benar. ”Jangan cuma unthul munyuk, yang benar itu belum tentu disenangi, dan yang disukai itu belum tentu benar,” tegas Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menegaskan, serangan pihak asing terhadap bangsa Indonesia kini dinilai bukan dari serangan militer. Serangan moral lebih berbahaya daripada serangan militer.

Pangdam mengingatkan santri, untuk perkara serangan militer, TNI yang akan menghadapinya di garis depan. Namun untuk serangan nonmiliter, seperti serangan dalam bentuk ekonomi dan menurunkan moral bangsa, harus dihadapi bersama-sama.

”Para santri yang akan menjadi dai-dai ini nanti yang harus melawan serangan moral dari luar maupun dari dalam,” ungkap Pangdam.

Bentuk Kepedulian

Santri juga diharapkan tidak apatis dan diam melihat permasalahan bangsa ini. Sebelum bertemu para santri, Pangdam beserta jajaran menunaikan shalat Jumat di Masjid Jami Pekalongan.

Hadir dalam kesempatan itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dhani Hernando, Danrem 071/Wk Kolonel Inf Cecep R Mujono dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol (Kav) Wahyu Eko Purnomo beserta jajaran Kodam, Korem dan Kodim.

Bupati Pekalongan Amat Antono dan  Wakil Walikota Alf Arslan Djunaid dan Habib Luthfi juga  hadir dalam acara kemarin.

Sementara itu penggagas acara kali ini, KH Mirza Hasbullah menuturkan, acara ini diadakan sebagai bentuk kepedulian santri untuk bersama-sama dengan unsur TNI dan Polri menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (K21-90)

sumber:www.suaramerdeka.com, 08 Juli 2012

Tidak ada komentar: