Kamis, 05 Juli 2012

Penganugerahan Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012

Jakarta,  Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 4 Juli 2012 telah menghadiri kegiatan puncak acara penganugerahan Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012. IOSA dilaksanakan untuk meningkatkan pemanfaatan dan implementasi free and open source software (FOSS) di lingkungan pemerintahan dan lembaga pendidikan, yang diharapkan juga mendorong peningkatan pemanfaatan open source software di lingkungan bisnis dan individual. Awalnya adalah ajang penganugrahan yang berfokus pada kategori instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota dan pendidikan menengah atas yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software (OSS) di instansinya masing-masing.



Penghargaan ini diberikan melalui serangkaian penilaian dan pengamatan di berbagai instansi pemerintah dan pendidikan menengah atas mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian OSS dalam aktivitas organisasinya. IOSA ini bukan saja ajang penganugrahan tetapi menjadi platform pertukaran idea dalam pengadopsian Open Source di lingkungan badan pemerintah dan pendidikan. IOSA mulai dilaksanakan pada tahun 2010 dan secara rutin tiap tahun dilaksanakan. IOSA 2012 adalah pelaksanaan yang ketika kalinya. Setiap tahun muncul berbagai wajah baru sebagai pemenang IOSA 2012. Banyak pendatang baru yang melaju melebihi pemenang lama. Hal ini jelas menggambarkan dinamika IOSA telah menjadi suatu motor penggerak bagi pengadopsian OSS.


Pada tahun 2012 ini 17 badan pemerintah pusat dan 64 badan pemerintah daerah yang mengikuti IOSA 2012. Kemkominfo bekerja sama dengan Universitas Gunadarma menyediakan pemilihan untuk kategori SLTA. Sekolah perlu memanfaatkan perangkat lunak secara tepat baik dari sisi fungsi ataupun dari sisi pedagogis ataupun etika. Penggunaan perangkat lunak Open Source memungkinkan sekolah mengajarkan kepada anak didik untuk menggunakan perangkat lunak dengan tetap menghargai HAKI, etika dan memberikan nilai-nilai pedagogis. Tentu saja dengan tetap memberikan fungsi dan sangat ekonomis.


Dengan berjalannya waktu, IOSA kini memiliki beberapa kategori baru. Yaitu mahasiswa, penghargaan kepada tokoh dan komunitas. Mahasiswa adalah unsur penting sebagai penentu masa depan industri ICT Indonesia. Kesadaran penggunaan perangkat lunak legal menjadi sangat penting di kalangan mahasiswa. Open Source sebagai solusi alternatif untuk menyediakan aplikasi legal yang tetap ekonomis dan mandiri dapat dikatakan sangat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan jiwa mahasiswa. Pada IOSA 2012 mahasiswa diberikan kesempatan mengajukan karyanya yang mengunakan perangkat lunak Open Source, baik karya animasi, ataupun perangkat lunak/keras yang menggunakan Open Source. Kepesertaan mahasiswa pada tahun ini sangat menggembirakan, peserta terdiri dari 161 mahasiswa pendaftar dari 23 lembaga pendidikan tinggi yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia.

Kategori baru lainnya adalah penghargaan kepada para tokoh, wartawan serta komunitas. Pihak-pihak ini merupakan pihak yang sangat penting di dalam perkembangan Open Source. Jadi tidak berlebihan bila pada IOSA 2012 ini para tokoh, wartawan dan komunitas yang menunjukkan peranannya dalam perkembangan Open Source menerima penghargaan. Diharapkan dengan bertambahnya jenis kategori IOSA tahun 2012 kali ini, tidak hanya menambah antusias pengguna, penggiat, pendidik dan pengembang produk-produk berbasis FOSS pada level pemerintah dan pendidikan menengah atas saja namun juga akan menambah antusias masyarakat secara umum dan berdampak positif pada pengembangan FOSS secara menyeluruh. Dengan makin luasnya penggunaan Open Source, maka bangsa Indonesia dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan Teknologi Informasinya.


Adapun daftar pemenang IOSA 2012 adalah sebagai berikut:

   1. Untuk kategori lembaga pemerintah pusat:
         1. Juara 1. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pemilihan penggunaan OSS bukan hanya karena faktor biaya saja, tetapi berdasarkan keamanan dan kehandalan. Serta mampu mewajibkan pihak ketiga (kontraktor) untuk Menkalinan OSS
         2. Juara 2. Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Konsistensi pimpinan dalam menggunakan OSS dan serta memiliki pertimbangan yang kuat untuk Green ICT. Pertimbangan ini memicu pembangunan private cloud di lingkungan Bapeten
         3. Juara 3. Lembaga Pertahanan Nasional. Mengalokasikan penandanaan yang besar sekitar 7 juta EU untuk pengembangan berbagai aplikasi Open Source.
      Penghargaan khusus:
         1. Penghargaan Khusus terhadap HAKI, Kementerian Agama
         2. Penghargaan Khusus, Sektor Keamanan, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan
         3. Penghargaan Solusi berbasis Pelayanan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara
         4. Penghargaan Dokumen Panduan, Kemeterian Pemuda dan Olah raga
         5. Penghargaan Semangat pengadopsian OSS, Badan Pengawas Obat dan Makanan
         6. Penghargaan GIS berbasis OSS, Kementerian Kehutanan
         7. Penghargaan Interoperabilitas berbasis OSS, Kementerian Perhubungan
 
 2. Pemerintah Kota
         Juara 1. Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penggunaan OSS di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan dan memberikan alternatif aplikasi pemerintah yang masih mewajibkan format proprietary. Konsisten penggunaan OSS
         Juara 2. Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Memiliki kecepatan pengadopsian yang sangat istimewa dengan road map dan master plan serta telah dipilih sebagai proyek percontohan dalam pemanfaatan dan pengadopsian Open Source.
         Juara 3. Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dengan keistimewaan karena melakukan pengadopsian Open Source dengan strategi menjemput bola dengan melakukan kegiatan door to door dalam implementasinya.

    Penghargaan Khusus diberikan kepada :
       1. Penghargaan khusus untuk percepatan implementasi OSS. Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur.
       2. Penghargaan khusus untuk kemandirian pengembangan aplikasi OSS, Pemerintah kota Yogyakarta, DIY
       3. Penghargaan khusus untuk efisiensi anggaran TI dengan OSS, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
       4. Penghargaan khusus untuk penerapan OSS di institusi pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lamongan. Jawa Timur
       5. Penghargaan khusus untuk pembangunan komunitas OSS, Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan
       6. Penghargaan khusus untuk penerapan OSS di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
       7. Penghargaan khusus untuk semangat pengadopsian OSS, Pemerintah Kabupaten Batanghari, Jambi

http://kominfo.go.id

Tidak ada komentar: