Sabtu, 20 April 2013

Ujian Nasional Terburuk

Ketua DPR: UN terburuk sepanjang pemerintahan SBY
 

Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan pelaksanan Ujian Nasional tahun 2013 adalah yang terburuk sepanjang pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Menurut saya ini penyelenggaraan UN terburuk ya, sepanjang pemerintahan SBY," kata Marzuki di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat.

Untuk itu Marzuki meminta investigasi atas kegagalan pelaksanaan Ujian Nasional tersebut, termasuk soal percetakan yang dimonopoli sebuah perusahaan percetakan.

"Ini harus diinvestigasi persoalannya di mana. Tidak boleh sebetulnya dalam konteks UN ini hanya monopoli satu perusahaan saja. Kalau itu dilakukan, distribusinya pasti carut- marut," kata dia. 

Menurutnya, seharusnya pencetakan soal ujian dilakukan rayon per rayon sehingga distribusi ke berbagai daerah tidak terganggu. 
 

Ketua DPR-RI, Marzuki Alie


"Saya yakin percetakan banyak di Indonesia, harga bisa distandarisasi. Banyak caralah untuk menghasilkan UN berjalan dengan baik dan benar," katanya. 

Kalaun pun ditunda, kata Marzuki, maka seharusnya berlaku untuk semua daerah.

"Misalnya satu bulan. Tunda semua, disiapkan semuanya. Pastikan betul berapa lama ditunda dan ujian harus dilaksanakan serentak," kata Marzuki. 

Marzuki meminta Menteri Pendidikan M. Nuh untuk mengevaluasi bawahannya, seperti Dirjen yang melaksanakan kebijakan. 

"Ini kan tingkat pelaksana, bukan kebijakan. Ini harus diberi sanksi pelaksanaannya yang amburadul. Proses tendernya yang diragukan, sebenarnya," kata Marzuki.

Dia juga menyayangkan fotokopi soal ujian fotokopi karena ini berakibat pada kebocoran soal ujian. "Ini sudah bocor duluan, pasti bocor. Kalau enggak bocor enggak mungkin," katanya. 
Editor: Jafar M Sidik

Tidak ada komentar: