Rabu, 17 Juli 2013

Becak hias di kawasan Jetayu

Becak Hiasan Akan Dibuatkan Sub Terminal 

KOTA – Mulai digandrungi akhir-akhir ini, keberadaan becak hias di kawasan Jetayu semakin menjamur. Namun, munculnya sarana hiburan rakyat tersebut juga dinilai menimbulkan dampak negatif, diantaranya menggangu arus lalu lintas disekitarnya. Sehingga, keberadaan becak hias harus diatur agar keberadaannya tidak menimbulkan masalah.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Pekalongan, Sudarno menyampaikan, keberadaan becak hias memang memberikan hiburan alternatif bagi masyarakat. Namun tak jarang, lokasi yang menjadi parkir atau tempat berhenti becak dengan berbagai bentuk itu, dapat menimbulkan kecelakaan atau kemacetan. “Sduah ada beberapa kali laporan masuk dari polres mengenai kecelakaan yang terjadi disana karena kewemprawutan lokasi parkir becak hias. Sehingga kami tengah mengusulkan untuk membuat sub terminal khusus untuk pemberhentian becak hias,” tuturnya kemarin.

Menurutnya, saat ini becak hias sering mengambil lokasi pemberhentian di pinggir jalan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Ditambah keberadaan parkir motor, dan kendaraan lainnya serta penumpang yang tengah mengantri, titik tersebut menjadi pusat kesemprawutan kawasan Jetayu saat malam hari.

Dari hasil pantauan, di kawasan Jetayu terdapat dua titik pemberhentian becak hias. Satu titik berada di depan bangunan eks Gedung Bakorwil III, sementara titik kedua berada di depan gedung Museum Batik. Dua titik itulah yang sering menjadi pusat kesemprawutan.

Sementara untuk rencana usulan pembuatan sub terminal dikatakan Sudarno, saat ini masih dalam proses. Menurutnya, lokasi yang tepat untuk dibuat sub terminal, diantaranya adalah di depan GOR Jetayu. Lokasi tersebut bukan merupakan akses utama lalu lintas di sekitar. Sehingga cocok untuk menjadi pusat pemberhentian bagi becak hias. “kami bukan ingin melarang atau menghambat masyarakat dalam berwirausaha, namun kami juga berharap agar usaha yang dibangun tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat lain. Untuk itu, kami mencoba untuk mencari solusi agar keduanya tetap berjalan. Sehingga keduanya tetap berjalan bersama, satu sisi usaha dan hiburan masyarakat tetap berjalan, disisi lain masyarakat pengguna jalan juga tidak dirugikan,” terang Sudarno.

Selain masalah becak hias, saat ini Satpol PP juga tengah menyoroti mulai maraknya pedagang yang membuka lapak di trotoar lapangan jetayu. Meskipun dibuka luas sebagai pusat hiburan masyarakat namun dikatakan Sudarno, terdapat titik-titik tertentu di kawasan tersebut untuk digunakan sebagai lokasi berdagang. (nul)

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 15-07-2013)

 

Tidak ada komentar: