Senin, 15 Juli 2013

Masjid Tidak Searah Kiblat


70 Persen Masjid Tidak Searah Kiblat

 PALEMBANG –  Hasil turun lapangan tim dari Kanwil Kemenag Sumsel ke sekitar 100 masjid dan musala yang ada di Palembang, 70 persen arah salat tidak mengarah ke kiblat. 



”Ada yang melenceng hanya satu derajat, tapi ada pula yang cukup jauh hingga 24 derajat,” ungkap Jamilul Achmadi SAg, staf Pembinaan Syariat dan Sistem Informasi Bidang Urais Kanwil Kemenag Sumsel yang juga anggota badan hisab dan rukyat Sumsel, Minggu (14/7).

Di Sumsel ada 6.762 masjid, 4.547 langgar, dan 3.006 musala. Dikhawatirkan, masih banyak yang tidak mengarah ke kiblat. Memang ada tim dari Kanwil Kemenag Sumsel maupun Kemenag kabupaten/kota, tapi tidak mudah untuk memastikan keakuratan kiblat semuanya.

”Kita atau tim pengukur kiblat dari Kemenag kabupaten/kota memang bisa diminta membantu mengukur arah kiblat yang benar. Tapi kalau mau melakukannya sendiri pun bisa, yakni pada 16 Juli ini,” katanya.

Apa yang terjadi pada 16 Juli" Besok, umat Islam di Sumsel, khususnya pengurus langgar, musala dan masjid dapat dengan mudah menyesuaikan arah kiblat. ”Tanpa ilmu macam-macam, cukup melihat bayangan benda apa pun yang dalam posisi tegak lurus,” ucap Jamilul.

Bisa tongkat, pohon, tiang listrik bahkan tiang rumah. Garis lurus dari arah bayangan benda yang menghadap matahari itulah artinya arah kiblat yang akurat. Menurutnya, pukul 16.28 WIB di Sumsel bertepatan dengan pukul 12.28 WIB di Mekah. ”Pada jam dan menit itu, posisi matahari tepat berada di atas Kakbah (Rashdul Qiblat),” katanya.

Bayangan dari benda tegak lurus itu muncul karena terkena sinar matahari yang pada saat itu posisinya tepat di atas Kakbah. “Kita tinggal berdiri di ujung bayangan, menatap lurus ke arah benda tegak lurus itu yang searah dengan matahari. Itulah arah kiblat yang benar,” tuturnya.

Saat itu, garis Lintang Kakbah sama dengan declinasi matahari. Rentang waktu yang afdol untuk meluruskan arah salat di rumah, musala, langgar hingga masjid hanya sekitar empat menit. Lebih dari itu, maka arah bayangan mulai melenceng dari arah kiblat. Diungkap Jamilul, setiap tahun memang ada dua saat yang akurat untuk menyesuaikan arah kiblat.

Untuk tahun kabisat (genap 366 hari), Rashdul Qiblat terjadi pada 27 Mei dan 15 Juli. Sedangkan untuk tahun Basithah, penyesuaian kiblat yang pas pada 28 Mei dan 16 Juli. ”Seperti tahun ini, karena tahun Basithah maka selain kesempatan 28 Mei lalu, 16 Juli saat yang paling pas untuk menyesuaikan arah kiblat kita salat,” tukasnya.(tha/ce2)

Tidak ada komentar: