Senin, 15 Juli 2013

PMI Kota Pekalongan akan tingkatkan penggalangan darah selama Ramadhan

PMI Jemput Darah Usai Tarawih 

PEKALONGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan akan meningkatkan penggalangan darah, terutama selama Bulan Ramadhan, antara lain dengan donor darah massal di masjid dan pondok pesantren agar persediaan darah tidak mengalami kekurangan.

Selain menggelar donor darah di gereja dan wihara, selama Ramadhan, PMI juga akan menjemput darah di kalangan jemaah masjid pada malam hari atau usai shalat tarawih,” kata Petugas Pelaksana Donor PMI Kota Pekalongan Imron Rosadi, kemarin.

Menurut dia, saat ini pihak PMI sedang melakukan negosiasi terkait penjadwalan donor darah di lingkungan Masjid Jami Kauman serta Pondok Pesantren Modern Alquran Buaran, Kota Pekalongan.

Selama Ramadhan, biasanya minat warga mendonorkan darahnya pada siang hari berkurang dari hari-hari selain Ramadhan. Apabila pada hari biasa pendonor sukarela yang datang ke Kantor PMI rata-rata 10-15 orang perhari, saat siang hari pada Bulan Ramadhan tidak ada pendonor datang menyumbangkan darah.

Stok darah PMI Pekalongan saat ini tercatat 361 kantong. Terdiri atas golongan darah B sebanyak 131 kantong, A 65 kantong, O 125 kantong, dan AB hanya 40 kantong. Jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan hingga dua pekan ke depan. Padahal kebutuhan darah rata-rata 30 kantong per hari.

Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa mendonorkan darah pada siang hari di bulan ramadhan dapat membatalkan puasa. Padahal, mendonorkan darah saat berpuasa tidak membatalkan ibadah puasa yang sedang dijalani,” terangnya.

Tak Batalkan Puasa
Sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta tanggal 24 Juli 2000 tentang zhukum Donor Darah bagi Orang Sedang Berpuasa dijelaskan bahwa pengeluaran darah dari orang sedang berpuasa tidak membatalkan tau mengurangi kesempurnaan puasa orang yang bersangkutan.

Bahkan, ditinjau dari sudut keutamaan, sumbangan darah orang yang sedang berpuasa kepada yang membutuhkan adalah suatu amal yang pahalanya lebih besar di bandingkan dengan amal shaleeh yang dilakukan di luar bulan ramadhan.

Imron menjelaskan, bagi masyarakat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa jangan khawatir batal puasanya jika mendonorkan darah. Selain itu, jangan takut badan jadi lemas, karena donor darah justru dapat memicu metabolisme agar aliran darah tetap lancar serta membantu mengganti sel baru atau regenerasi sel darah.

Selain menggalang darah di masjid dan pondok pesantren, PMI juga gencar mengadakan donor darah para jemaat di wihara dan sejumlah gereja, antara lain Gereja Kristen Jawa Pekalongan dan Gereja Bethel Indonesia di Pekalongan. (mni/06)

(SUMBER : HARIAN PEKALONGAN, 12-07-2013)

 

Tidak ada komentar: