Sabtu, 01 Maret 2014

Kisah tragis di Pekalongan

Sekeluarga Tewas Bunuh Diri

PEKALONGAN – Kisah tragis menimpa sebuah keluarga di Kompleks Perumahan Duta Bahagia, Kelurahan Kraton Lor, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Seorang ibu rumah tangga bernama Lina (39) dan anaknya yang masih kelas V SD, Dani (11), ditemukan tewas pada Kamis (27/2) malam sekira pukul 23.00.
 
Kedua warga yang tinggal di sebuah rumah yang berada di Jalan Jalan Tentram No 7, RT 01 RW 05 Perum Duta Indah, itu diduga tewas bunuh diri di dalam rumahnya. Mereka diduga tewas setelah menenggak racun, karena pada saat olah TKP, pihak kepolisian menemukan barang bukti sejenis racun. Pada jasad korban juga menunjukkan bahwa korban meninggal karena keracunan.

Selain ibu dan anak tersebut, ternyata dilaporkan bahwa sang nenek, atau ibu dari Lina yang bernama Anita (58), juga ditemukan tewas. Tak cukup sampai di situ. Adik kandung Lina, bernama Rudito alias Roy (30), juga tewas.

Anita dan Roy dilaporkan tewas di lokasi berbeda, tepatnya di salah satu hotel di Kota Cirebon. Waktunya hampir bersamaan dengan kejadian yang menimpa korban di Kota Pekalongan. Bukan hanya mereka berempat, satu lagi korban, yakni calon istri Roy yang bernama Salsa, hingga Jumat (28/2) siang dilaporkan masih kritis dan harus menjalani perawatan di RS Pelabuhan Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK, melalui Kasatreskrim AKP Bambang Purnomo SH, membenarkan adanya ibu dan anak yang tewas tersebut. Pihaknya menerima informasi pada Kamis tengah malam, yang menyebutkan ada warga Perum Duta Indah yang meninggal dunia diduga karena keracunan.

Kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit (RSUD) Kraton oleh Candra (40), yang juga suami dari Lina, alias menantu dari Anita, pada Kamis malam pukul 23.00. “Kami lalu melakukan olah TKP, dan mengecek jasad korban di rumah sakit,” ujarnya, Jumat (28/2) pagi.

Dari olah TKP dan beberapa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, pihaknya menduga bahwa korban meninggal akibat keracunan. Barang bukti racun yang belum diketahui jenisnya itu ditemukan di dalam rumah korban. “Racunnya jenis apa, kita belum tahu persis. Masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor,” tandasnya.

Sedangkan untuk korban yang meninggal di Cirebon, Bambang belum bisa memberikan keterangan detil. Namun dia membenarkan bahwa kedua korban itu, yakni Anita dan Rudito alias Roy, merupakan ibu dan adik kandung dari Lina.

“Untuk yang TKP di Cirebon, kita belum konfirmasi lebih lanjut. Yang jelas korban di sana merupakan ibu dan adik dari Lina. Karena itu masuk wilayah hukum Polres Cirebon, maka kami akan koordinasi dengan jajaran Polres setempat,” jelasnya.

Jasad Lina dan anaknya, pada Jumat (28/2) sekira pukul 10.00, mulai menjalani proses otopsi di kamar mayat RSUD Kraton oleh tim forensi dari Dokpol Labfor Polda Jateng. Proses otopsi baru selesai sekitar pukul 12.00. “Hasilnya seperti apa, kita belum tahu. Menunggu keterangan dari Labfor,” imbuh Bambang.
Informasi lainnya diterima dari Santosa, petugas Satpam yang berjaga di Perum Duta Bahagia. Satpam tersebut pada Kamis malam sekira pukul 23.00 melihat Candra (suami dari Lina) mengemudikan mobil dengan buru-buru, meninggalkan kompleks perumahan tersebut.

Di dalam mobil yang dikemudikan Candra tersebut, Santosa melihat ada empat orang. Masing-masing, Candra, lalu seorang tetangga korban yang juga dokter, dan dua lagi Anita dan Dani yang diduga sudah meninggal.

Jenazah dua korban yang meninggal di Cirebon, Anita dan Roy, Jumat sekitar pukul 11.00 sudah sampai di Kota Pekalongan. Jasad mereka selanjutnya dibawa ke Gedung Pemulasaraan Jenazah Yayasan Gotong Royong di Jalan Salak, Kota Pekalongan. Menyusul kemudian, sekira pukul 13.00, jasad Lina dan Dani juga dibawa ke tempat tersebut.

Sementara itu, suami dari Lina, Candra, hingga Jumat siang masih terlihat syok. Ia belum bisa dimintai keterangan. Informasi dari sejumlah rekan korban, Candra mendapat telepon dari Cirebon pada Jumat pagi, mengabarkan bahwa ibu mertua dan adik iparnya juga meninggal. “Dia (Candra, red) masih syok, belum bisa dimintai keterangan,” ujar Citro, warga Poncol, Pekalongan Timur, yang juga rekan korban sekeluarga.

*) Diduga Masalah Ekonomi

Citro menuturkan bahwa dirinya mengenal baik korban sekeluarga. Ia merasa bahwa pada keluarga tersebut tidak ada permasalahan antar anggota keluarga yang satu dengan yang lain. “Tidak ada konflik pada keluarga tersebut. Tapi memang, korban yang bernama Lina dari kecil memang sangat patuh dengan ibunya,” ungkapnya.

Dikatakan pula bahwa Lina dan Candra, maupun Anita, punya toko besi yang berlokasi di daerah Kraton Kidul dan Jalan KHM Mansyur, Kelurahan Bendan, Pekalongan Barat. “Mereka punya usaha toko besi,” ujarnya.

Sumber lain menuturkan kepada Radar bahwa penyebab beberapa orang yang masih satu keluarga itu nekat bunuh diri, diduga ada permasalahan ekonomi yang menimpa keluarga tersebut. Diduga usaha toko besi yang mereka kelola mengalami kesulitan dan di ambang bangkrut.

Sebelumnya, beberapa jam sebelum kejadian, pada Kamis (27/2) malam, diketahui bahwa keluarga tersebut bersama-sama makan ke sebuah rumah makan di Comal, Pemalang. Usai makan, Anita mengajak anak dan cucunya untuk pergi ke Cirebon. Segala tas dan baju sudah disiapkan.

Namun suami dari Lina, Candra, meminta supaya istri dan anaknya tetap tinggal di Pekalongan. Akhirnya yang berangkat ke Cirebon hanya Lina, Rudito, dan Salsa (pacar Rudito). Hingga kemudian, peristiwa tragis itu terjadi. Empat orang anggota keluarga tersebut meninggal dunia, diduga bunuh diri dengan menenggak racun.

Reza, seorang petugas Satpam di Perum Duta Bahagia yang ditemui Radar pada Jumat Siang, mengatakan dalam kesehariannya keluarga korban cenderung tertutup. Dia hanya tahu bahwa keluarga tersebut punya dua rumah di kompleks perumahan elit itu. “Rumah di Jalan Tentram No 7 ditinggali tiga orang, yakni pak Candra, Lina, dan seorang anaknya. Sedangkan rumah satunya, di Jalan Sejahtera No 14, ditempati bu Anita (ibu kandung Lina/mertua Candra) dan anaknya yang lain,” ungkapnya.

Ditemukan di Kamar Hotel

sementara itu di Kota Cirebon, tiga anggota anggota keluarga lainnya ditemukan di dalam kamar hotel sekitar pukul 07.00, Jumat (28/2). Dua korban tewas, satu lainnya kritis di dalam kamar 203 di Hotel Langensari, Jl Siliwangi Kota Cirebon. Ketiga korban diduga menenggak racun serangga, karena di dalam kamar kelas medium dengan rate 300 ribu permalam tersebut, keluar busa dan tercium bau obat serangga dari mulut korban.

Keduanya diketahui merupakan ibu dan anak yakni Anita (58) dan Rudito (39), warga Pekalongan. Sementara korban kritis yang juga merupakan pacar Rudito bernama Salsa, kini dirawat di Ruang ICU RS Pelabuhan Cirebon.

Menurut informasi yang dihimpun Radar, penemuan ini berawal dari petugas hotel yang hendak mengantarkan sarapan untuk korban, namun setelah diketuk beberapa kali dari dalam kamar tidak ada jawaban. Kondisi itu membuat petugas hotel curiga. Ditemani sekuriti hotel, petugas membuka kamar 203 menggunakan kunci master dan menemukan ketiganya dalam kondisi terkapar.

Ketiganya lalu dievakuasi pihak hotel ke RS Pelabuhan untuk mendapatkan pertolongan. Anita dan Rudito dinyatakan tewas, sementara Salsa hingga Jumat pukul 21.00 WIB masih mendapatkan perawatan intensif dengan kondisi kritis.

Kapolres Cirebon Kota AKBP H Dani Kustoni SH SIK MHum saat dihubungi melalui sambungan selularnya menjelaskan, korban check in ke hotel pada Jumat (28/2) sekitar pukul 01.00 dinihari. Korban menginap dengan membayar tagihan untuk satu hari. Sementara itu, saat disinggung lebih jauh mengenai motif dari insiden tersebut, Dani mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Terkait kondisi mulut korban yang mengeluarkan busa, dirinya enggan berspekulasi dan akan menunggu hasil Labfor dari Mabes Polri. “Untuk motifnya masih kita dalami. Kita masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti,” pungkasnya.  (way/dri) 

 

Tidak ada komentar: