Sabtu, 01 Maret 2014

Penemuan Mayat di Sungai Kerto

Warga Dikagetkan Penemuan Mayat Mengambang di Sungai

BANDAR – Warga desa/Kecamatan Bandar, Jumat (28/2) pagi kemarin digegerkan dengan penemuan sesosok sesosok mayat di di sungai Kerto. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan mengambang dialiran sungai yang biasa dipergunakan warga untuk mandi dan mencuci baju.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, penemuan tersebut bermula saat seorang warga yang hendak pergi ke sawah. Saat melintas di dekat sungai, dia melihat adanyamelihat kaki yang mengambang disungai. Melihat hal itu, diapun langsung memanggil warga lainya untuk diajak bersama-sama mengecek temuan kaki tersebut. Dan setelah didekati, ternyata kaki yang mengambang itu benar-benar kaki manusia, dan pada waktu itu juga warga melaporkan ke polisi.

Mendapat laporan dari warga, petugas dari Polsek Bandar yang dipimpin Kapolseknya, AKP Gumana SH, MH langsung meluncur ke lokasi yang dimaksud. “kami mendapat laporan sekitar pukul 07.00 WIB terkait penemuan mayat di sungai, dan setelah tiba di lokasi, ternyata ada sesosok mayat mengambang disungai yang sering dijadikan tempat mandi dan mencuci,” jelasnya.

Petugas dibantu warga kemudian mengevakuasi mayat dari sungai dan melakukan identifikasi, serta meminta keterangan dari para saksi. Dan dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya bekas-bekas penganiayaan.
Menurut penuturan saksi, sesosok mayat yang ditemukan itu adalah orang gila yang mempunyai penyakit epilepsi/ayan yang sering terlihat di tempat tersebut untuk buang hajad. “Dan setelah kami melakukan otopsi di rumah sakit, memang tidak ada bekas-bekas penganiayaan. Korban tewas murni kecelakaan yang diakibatkan ketika penyakitnya kumat, dan posisinya masih berada disungai serta tidak ada yang melihatnya. Sehingga diapun tewas tenggelam,” beber Kapolsek.

Dan menurut keterangan salah satu warga, Ninik, dia sering melihat orang gila itu lewat di depan rumahnya menuju ke sungai. Dan warga sekitar sudah banyak yang mengetahui jika orang itu mempunyai penyakit ayan dan sering melihatnya saat kambuh kemudian menolongnya. “Namun untuk kejadian ini warga tidak ada yan melihat dan kejadianya di sungai waktunya, serta diperkirakan sore hari karena ketika mayat ditemukan kondisinya sudah sedikit berbau dan kembung,” ujarnya.

Dan setelah dilakukan visum, jenasah oleh pihak Kepala Desa Bandar, M Ja`far diputuskan untuk dimakamkan, karena tidak ada kerabat di desa tersebut. (ap2)

 

Tidak ada komentar: