Sabtu, 08 Maret 2014

Ratusan anggota Polres Pekalongan Kota Latihan Menembak

Biar Tak Salah Sasaran, Polisi Berlatih Menembak

KOTA - Ratusan anggota Polres Pekalongan Kota mengikuti latihan menembak menggunakan senjata api laras pendek di lapangan menembak Markas Brimob Detasemen B Pelopor, Kalibanger, Kota Pekalongan, Jumat (7/3) pagi.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Rifki SH SIK mengatakan, latihan menembak tersebut sebagai salah satu bentuk kesiapan jajarannya dalam pengamanan Pemilu 2014. “Menjelang pemilu mendatang, sudah banyak yang kita persiapkan khususnya persiapan personel. Seperti dengan menggelar latihan dalmas, beladiri, ketrampilan lain, fungsi teknis, dan sekarang ini latihan menembak,” kata Kapolres di sela-sela latihan kemarin.

Dia menjelaskan sesuai jadwal, nantinya sebanyak 568 anggota Polres Pekalongan Kota semuanya akan mengikuti latihan menembak tersebut secara bergiliran. Pelaksanaannya sudah dimulai Jumat pagi kemarin, hingga satu minggu ke depan.

Pada hari pertama kemarin, anggota dilatih menembak menggunakan senjata api laras pendek (pistol). Adapun rata-rata pistol yang digunakan berjenis revolver. Hal ini disesuaikan dengan tugas anggota Polres di lapangan, yang kebanyakan menggunakan senjata laras pendek.  Kemudian hari-hari berikutnya, anggota akan dilatih pula menggunkan senjata laras panjang, tentunya disesuaikan dengan satuan tugas masing-masing.

“Ini kami latihan pakai laras pendek dulu. Karena memang sehari-hari, kebanyakan anggota menggunakan senjata laras pendek. Khususnya anggota yang operasional di Reskrim, Polsek, dan sebagainya,” jelas AKBP Rifki.

Kapolres menambahkan, selain sebagai salah satu bentuk kesiapan dalam rangka pengamanan pemilu, latihan menembak juga dimaksudkan untuk melatih anggotanya untuk tidak salah dalam penggunaan senjata api.

Dengan mengikuti latihan menembak secara rutin, maka anggota Polres Pekalongan Kota diharapkan tidak ragu-ragu ketika pada saat atau kondisi dibutuhkan memang harus menggunakan senjata.  “Kalau orang jarang latihan, akan ragu-ragu pada saat kondisi dia harus menggunakan senjata. Dan yang paling penting, supaya tidak salah sasaran,” tegasnya.

Ia mengakui, banyak anggotanya yang sudah lama tidak memegang senjata api. Termasuk Kapolres sendiri. “Saya juga sudah lama tidak memengang senjata. Alhamdulillah masih bisa, masih mengenai sasaran,” ujarnya sambil tersenyum. (way)

 

Tidak ada komentar: