Sabtu, 08 Maret 2014

Sedimentasi Muara Teratasi,Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan Ramai Lagi

Pendangkalan Muara Pekalongan Teratasi

PEKALONGAN – Sedimentasi muara di depan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, sedikit teratasi. Pemkot melalui Dinas Peternakan, Pertanian dan Kelautan (DPPK) telah selesai mengetuk sedimentasi di muara tersebut. Upaya tersebut mendapat sambutan baik dari nelayan setempat. Ketua Asosiasi Purseseine Indonesia (API) Pekalongan, Mofid menjelaskan, kapal-kapal anggota API sudah bisa keluar masuk pelabuhan dengan lancar.
Beberapa waktu lalu sudah ada pengerukan, sehingga kapal-kapal kami yang berukuran di atas 30 Gross Ton (GT) sudah bisa keluar masuk ke pelabuhan,” jelas Mofid, jumat (28/2). Dia mengakui sebelumnya ada persoalan terhadap lalu lintas kapal yang akan keluar maupun masuk ke pelabuhan akibat pendangkalan muara. Kapal yang sudah sadar tidak bisa berlayar sedangkan kapal yang mau masuk pelabuhan harus melepas jangkar di laut.
Penjaga kolam sandar kapal, Ahmad menambahkan, ketika muara terjadi pendangkalan, kapal yang bisa masuk atau keluar pelabuhan hanya kapal arek-arek atau mini pursesine dengan bobot dibawah 30 GT. “Kapal arek-arek yang beratnya hanya 17 GT, ketika muara dangkal masih bisa melintas menuju ke pelabuhan dengan menggunakan jasa pemandu,”ujar Ahmad.
Lancar
Pemandu diperlukan agar kapal tidak kandas di muara. Sekarang, perahu-perahu nelayan sudah lancar keluar masuk pelabuhan, termasuk kapal purseseine berbobot di atas 30 GT sudah tidak perlu jasa pemandu. “Apalagi kalau air laut sedang pasang, pelayaran menjadi lebih mudah,” papar Ahmad.
Kepala Unit Pengelola Teknologi Daerah (UPTD) TPI, Kasim Sumadi mengemukakan, untuk mengatasi pendangkalan, pemerintah kota membutuhkan waktu 30 hari untuk mengeruk sedimentasi muara. Pengerukan menggunakan ekskavator.”Saat ini pengerukan masih berlangsung,” kata Kasim. (K40-74)
(SUMBER : SUARA MERDEKA, 01-03-2014)

Tidak ada komentar: