Sabtu, 01 Maret 2014

Batik dari Kota Pekalongan akan Jadi Rujukan di Italia

Italia lirik Batik Untuk Mode
PEKALONGAN – Batik dari Pekalongan tidak bisa diingkari lagi sebagai warisan budaya lokal maupun dunia. Tak heran kalau salah satu akademi mode tertua di Italia, Koefia, tertarik melakukan kolaborasi budaya mode italia. “Kolaborasi ini nantinya akan disebarkan ke Eropa sehingga batik lebih mendunia,” kata Direktur Artistik Academia Koefia Bianca, Lami Cimiotea didampingi brand ambassador Italia, James Edward de rave dan Yenny Lionawati Calvi serta para jurnalis ruang kerja Walikota Pekalongan, selasa (25/2).
Diakui Bianca, ketika melihat langsung perajin batik di Kota Pekalongan seperti di Batik Dian Pelangi, ia sangat kagum dengan teknik pembuatan batik yang benar-benar tidak ada di belahan dunia lainnya. “Batik dari Kota Pekalongan akan kami jadikan rujukan di Italia, selanjutnya akan kami sebarkan luaskan ke seantro Eropa, Maka kami membawa desainer kesini nantinya untuk membuat mode dari batik yang bisa diperagakan di Eropa,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini generasi tua di Itali memang cukup banyak yang memiliki batik, namun yang mereka miliki sebatas jenis batik untuk pantai yang dibeli di Bali dengan motif bunga saja. Kenyataannya batik yang ada di Kota Pekalongan beragam corak, motif dan warna. “Keberadaan batik ini akan kami kenalkan kembali kepada generasi muda di Eropa,” tuturnya.
Fasilitasi
Sementara Walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad menyatakan siap memfasilitasi para desainer Italia. “Kami sangat membuthkan desainer-desainer kelas dunia seperti yang dimiliki Academia Koefia,” katanya. Brand Ambassador Italia, James Edward de Rave mengemukakan nantinya tidak hanya batik saja namun juga kain sarung bisa di batik dengan baik sehingga bisa mengangkat nilau jual sarung itu sendiri. K-28/Ct
(SUMBER : WAWASAN, 27-02-2014)
 

Tidak ada komentar: