Sabtu, 08 Maret 2014

Rusunawa di komplek Bong Cino, Segera di Bangun

Terima bantuan Rp 27 Miliar
KOTA – Pemkot Pekalongan kembali membangun satu rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa di komplek Bong Cino, Kelurahan Kuripan Lor. Rusunawa, yang mulai dibangun dengan ditandai peletakkan batu pertama, jumat (28/2) lalu. Nantinya, Rusunawa akan diperuntukkan bagi masayarakat tidak mampu, dan juga warga yang masih menempati rumah yang berdiri di atas tanah yang tidak mampu, dan juga warga yang masih menempati rumah yang berdiri di atas tanah yang tidak legal.
Walikota, dr HM Basyir Ahmad menjelaskan, untuk pembangunan Rusunawa, pihaknya menggunakan anggaran bantuan dari Cipta Karya sebesar Rp 27 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai dalam enam bulan dan bisa mulai dihuni tahun depan. “rusunawa bisa di huni warga yang tidak memiliki rumah, atau mereka yang tinggal di kawasan tanah ilegal. Nanti bisa dipindahkan kesana dengan menyewa,” terangnya.
Rusunawa yang ketiga yang ada di Kota Pekalongan tersebut, memiliki dua blok dengan jumlah ruangan per blok sebanyak 96 ruangan. Menurut informasi dai pemborong, bangunan tersebut akan selesai didirikan dalam waktu enam bulan kedepan. Sehingga targetnya, mulai tahun depan Rusunawa bisa mulai dihuni. Dengan didirikannya Rsunawa tersebut, lanjutnya, maka di wilayah Pekalongan Selatan akan memiliki dua Rusunawa. Satu Rusunawa lain sudah terlebih dulu dibangun di komplek Ponpes Syafi'i Akrom. Kedepan, pihaknya menargetkan akan membangun satu Rusunawa di setiap kecamatan. Untuk Kecamatan Utara, saat ini sudah ada satu Rusunawa sehingga Pemkot akan membangun Rusunawa di wilayah Kecamatan Timur dan Kecamatan Barat.
Terutama untuk yang di wilayah barat, karena kita lihat di wilayah barat, karena kita lihat di wilayah Pasirsari lingkungannya sudah tidak baik. Karena terus diterjang rob dan banjir, begitu juga di wilayah Pabean. Sementara untuk Rusunawa yang ada di wilayah Slamaran, saat ini sudah cukup penuh. Makanya kita membangun satu Rusunawa lagi di wilayah Barat untuk memindahkan warga yang ada di dua wilayah itu,” imbuhnya lagi.
Selain diperuntukkan bagi warga kurang mampu dan warga yang masih menghuni ilahan ilegal, pembangunan Rusunawa dengan model bertingkat tersebut juga dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkot untuk mempertahankan lahan pertanian di Kota Pekalongan. Saat ini menurut data, masih ada sebanyak 1200 hektare lahan pertanian, 700 hektar merupakan lahan lestari dan 500 hektare merupakan lahan pertanian biasa. Untuk itu kedepan pembangunan rumah dan bangunan lain di Kota Pekalongan akan dibuat dengan konsep bangunan bertingkat.
Kami berkomitmen di Kota Pekalongan harus tetap ada lahan pertanian. Sehingga lahan yang masih tersisa saat ini yaitu 1200 hektare akan kami pertahankan. Sementara untuk pembangunan pemukiman, akan disiasati dengan rumah model bertingkat, salah satunya dengan model Rusunawa,”beber Walkot lagi.
Selain menjaga lahan pertanian yang masih ada, Pemkot juga akan mengupayakan peningkatan produksi pertanian dengan lahan yang ada. Saat ini, kota Pekalongan baru bisa produksi sebanyak 10 ton beras per hektar. Pemkot akan bekerjasama dengan Balai Pertanian Jawa tengah untuk mengadakan bibit dan pupuk khusus yang bisa menghasilkan panen sebanyak 15 ton per hektar. (nul)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 28-02-2014)

Tidak ada komentar: