Rabu, 03 Juli 2013

Penyelundupan narkotika,Perlu revitalisasi pengamanan garis pantai dan laut

Personel Polisi Minim, Penyelundupan Narkotika Marak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyelundupan narkotika yang kesekian kalinya melalui jalur laut (pelabuhan gelap) menjadi catatan tersendiri aparat penegak hukum di Indonesia.

Pakar Kriminal Universitas Indonesia (UI), Yugo Tri menjelaskan, kurangnya sumber daya manusia dari pihak kepolisian memudahkan penyelundupan narkotika dari jalur laut."Lah negara kita dua pertiganya laut," katanya, Rabu (3/7).

Pemerintah bersama aparatnya harus memerhatikan ini. Negara Indonesia merupakan negara maritim yang justru tidak menjadi bahan penilaian pihak kepolisian.

Yugo menilai, polisi tidak menganggap pengamanan di laut dan garis pantai sebagai hal yang vital. Seharusnya pihak kepolisian mengetahui titik mana saja yang dijadikan jalur penyelundupan narkotika. "Polisi harus tahu itu, mau sampai kapan narkotika bebas diselundupkan," katanya.

Menurut Yugo, pihak kepolisian harus melakukan revitalisasi pengamanan garis pantai dan laut. Tentunya diawali dengan penambahan sumber daya manusianya.

Sebab, mustahil jika hanya mengandalkan personel yang saat ini dimiliki pihak kepolisian untuk menjaga garis pantai mulai dari Sabang sampai Merauke. "Mustahil," katanya.

Namun, Yugo memberika sedikit solusi kepada pihak kepolisian selama personel belum cukup. Solusi tersebut ialah pemberdayaan masyarakat agar bisa interaktif dengan polisi.

Kepekaan masyarakat akan aktifitas yang mencurigakan sangat membantu kinerja polisi yang masih kekurangan personel dan polisi juga harus bekerja lebih optimal. "Jadi tidak ada lagi kasus meningkatnya jumlah penyelundupan, setidaknya bisa ditekan," katanya.

Tidak ada komentar: