Senin, 24 Juni 2013

Dana bantuan langsung sementara (BLSM ) di Pekalongan, Ribuan warga miskin tak dapat jatah

Ribuan Warga Miskin Pekalongan Tak Dapat Jatah BLSM

PEKALONGAN - Penyaluran dana bantuan langsung sementara (BLSM ) di Pekalongan belum bisa dicairkan hari ini, Sabtu 22 Juni 2013 . Pencairan dana kepada masyarakat miskin penerima BLSM sebagai dampak kenaikan BBM. Itu masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

Kantor Pos Pekalongan, sebagai tempat penyaluran  BLSM tersebut hingga kini masih mempersiapkan untuk pencairan dana perlindungan sosial  dampak naiknya BBM tersebut.

Kepala Bagian Program Kantor Pos Pekalongan Mosyas menyebutkan, Kantor Pos Pekalongan hari ini belum mulai menyalurkan dan masih menunggu perintah dari pusat.

“Kantor Pos Pekalongan yang membawahi kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang , akan menyalurkan kartu perlindungan sosial atau BLSM sebanyak sekitar 126 ribu (jiwa). Untuk kota Pekalongan saja, ada sebanyak 8.000 ribu, dari seluruh jumlah penerima tersebut,  saat ini baru separo yang didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya, Sabtu (22/6/2013).

Sementara itu, ribuan warga miskin di kota Pekalongan tidak mendapat kartu BLSM  itu karena mereka tidak terdata. Padahal kondisi warga miskin di kota batik ini sangat memprihatinkan, sejak beberapa bulan ini selalu terendam banjir air pasang atau rob.

Kondisi rumah terendam rob, demikian juga dengan akses jalan dan tempat usaha , praktis mereka kondisinya sangat mengenaskan. Mereka sangat butuh BLSM untuk dana tambahan sebagai dampak kenaikan bbm kali ini.

Ketua RT 04 RW 09 Kelurahan Panjang Wetan, Pekalongan Utara, Teguh Sutiono menyebutkan, di wilayahnya yang terhitung  sangat miskin hanya ada tiga orang penerima BLSM, padahal warganya ada sebanyak 50 kepala keluarga (KK).

"Sampai sekarang ini kami belum menerima kartu untuk BLSM, padahal di tempat kami semua warga miskin dan sangat keberatan dengan naiknya BBM sehingga membutuhkan dana tersebut ,” jelasnya

Data data tim nasional percepatan penanggulan kemiskinan, jumlah penerima raskin pada tahun lalu ada sekitar turun 22 ribuan namun saat ini turun drastis menjadi  hanya 8.261 orang saja atau berkuang lebih dari 70 persen. Dampak dari penurunan ini, maka penerima BLSM juga sangat minim sehingga ada ribuan warga miskin yang tidak mendapat bantuan langsung sementara tersebut. (Suryono/Sindo TV/wdi)

 

Tidak ada komentar: