Kamis, 20 Juni 2013

"Gulung Tikar" akibat rob kian parah

Rob Kian Parah

PEKALONGAN – Lantaran kondisi rob yang kian parah, dan tak kunjung teratasi, warga Kelurahan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat. Kota Pekalongan, mengadu ke Walikota HM Basyir Ahmad, senin (17/6). 

Warga menilai, selama ini penanganan rob yang dilakukan Pemkot Pekalongan, hanya terpusat di wilayah Kecamatan Utara. Sementara di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, khususnya Kelurahan Pasirsari yang tergenang rob, belum menjadi fokus perhatian Pemkot.

Menurut juru bicara warga, Irham, akibat bencana rob banyak berbagai sektor masyarakat menjadi terganggu. Seperti halnya sektor pertanian, hampir 70 persen luas tanah pertanian tidak dapat diolah. Hal itu merupakan mata pencaharian warga Pasirsari. Selain itu, sawah dekat Suangai Bremi juga terendam rob. Kemudian sektor usaha batik mengalami kerugian, karena adanya penambahan biaya untuk proses produksi.

Gulung Tikar
Ada sekitar 10 persen usaha batik gulung tikar akibat rob,” terang Irham, kepada Walikota. Disamping itu, lanjut dia, akibat rob sejumlah siswa enggan berangkat ke sekolah, lantaran jalan menuju sekolah maupun sekolahnya terendam rob. 

Serta berbagai sektor yang lain terpuruk akibat dampak rob. “Maka kami minta Pemkot dapat memperhatikan aspirasi dari warga Kelurahan Pasirsari lainnya. Di samping itu, hal yang paling mendesak, perlu dibuatkan tanggul penahan. Itu agar air rob tidak naik ke perkampungan.

Menanggapi aspirasi warga, Walikota HM Basyir Ahmad menyatakan, pada prinsipnya wilayah Utara itu hanya istilah saja. Tetapi, Pemkot tetap akan mengatasi rob secara keseluruhan, termasuk di wilayah Pasirsari. Dijelaskan, belum lama ini Walikota mengaku belajar penanganan rob di Swedia dan Jerman. Banyak ilmu yang didapatkan saat belajar di sana. 

“Wilayah Slamaran Krapyak Lor dan Krapyak Kidul, hampir semuanya bisa teratasi masalah rob. Meski mereka areanya kecil dengan biaya Rp 20 miliar untuk pembuatan embung. Sekarang rob di Slamaran sudah bisa teratasi,” ujarnya.

Kemudian penangan rob akan bergeser ke wilayah Pekalongan Barat. Tetapi untuk pembuatan embung di wilayah Pekalongan Barat dibutuhkan anggaran Rp 150 miliar. Sehingga, APBD cukup berat untuk mengkaver biaya tersebut. Terkait usulan warga pembuatan tanggul, Walikota berjanji akan menganggarkan di anggarkan perubahan APBD 2013 (H63-69)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 19-06-2014)

Tidak ada komentar: