Rabu, 19 Juni 2013

Rencana pengurangan kuota Haji,menimbulkan keresahan

Kemenag Diminta Transparan Soal Kuota Haji

Pekalongan, Info Publik – Rencana pengurangan kuota Calon Jamaah Haji (Calhaj) asal Indonesia sebesar 20 persen oleh Pemerintah Arab Saudi terkait masih diperbaikinya masjidil Haram, menimbulkan keresahan di banyak Calhaj. 

Karenanya Kementrian Agama (Kemenag) diminta transparan dalam menentukan kriteria bagi Calhaj yang ditunda keberangkatanya. Hal itu disampaikan Pengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Assalamah, Kota Pekalongan Syaelani Mahfudz saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (18/6). 

Menurut Syaelani meski sampai sekarang belum jelas mengenai berapa orang Calhaj yang harus ditunda keberangkatanya namun wacana tersebut sudah cukup membuat resah banyak Calhaj. “Sudah banyak yang menanyakan hal itu kepada kami, namun kami belum bisa menjelaskanya karena hal itu adalah kewenenangan Kemenag, karenanya kami berharap kemenag transparan dalam hal ini,” katanya.

Misalkan jika berdasarkan urutan pendaftaran, maka hal itu harus disosialisasikan dengan baik kepada Calhaj.”Saya kira jika kriterianya jelas dan transparan para calhaj yang terpaksa tidak diberangkatkan akan bisa menerima hal itu sebagai ketentuan Allah atau takdir,” tandasnya.

Meskipun begitu Syaelani berharap loby pemerintah Indonesia ke pemerintah Arab Saudi agar kuota tidak dikurangi karena persiapan Calhaj sudah dilakukan semuanya seperti manasik sebanyak 10 kali. “hanya peragaan akbar yang belum, bisa dibayangkan betapa kecewanya jika batal berangkat,” ujarnya.

Jika memang akhirnya pengurangan kuota jadi diberlakukan, kepada Calhaj yang sudah sangat merindukan Kabah ataupun tanah suci, syaelany menawarkan mereka untuk mengikuti Umroh. “Itu bagi mereka yang mampu dan mau,” tambahnya. (diskominfo/007)

 

Tidak ada komentar: