Selasa, 18 Juni 2013

Peluang Kota Pekalongan meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN)

Pekalongan Berpeluang Raih Penghargaan WTN

PEKALONGAN – Kota Pekalongan berpeluang meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). Berdasarkan hasil penilaian tahap II dan III yang disampaikan Tim Penilai dari Kementerian Perhubungan di Ruang Kalijaga Setda, Jum'at (14/6), beberapa kriteria penilaian mendapat nilai cukup baik. 

Namun, ada beberapa koreksi dan perbaikan yang harus dilakukan Kota Pekalongan. Anggota Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kementerian Perhubungan, Rudi, Abisena mengatakan, ada beberapa kriteria penilaian Penghargaan Wahana Tata Nugraha, antara lain jalan, kondisi permukaan jalan, angkutan umum, terminal, marka jalan, rambu-rambu dan kedisiplinan pengendara yang meliputi pengendara angkutan umum, kendaraan pribadi, kendaraan roda dua dan angkutan tradisional.

Kriteria yang nilainya baik, di antaranya angkutan umum. Menurut Rudi, penampilan angkutan kota di Kota Pekalongan cukup bagus. “Tak ada cat yang mengelupas. Papan trayek sebagian besar sudah tercantum, dari asal hingga tujuan. 

Pengemudi juga berseragam,” kata Rudi di hadapan Walikota M Basyir Ahmad dan jajaran Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) dan Sat Lantas Polres Pekalongan Kota. Selain itu, tidak ditemukan angkutan umum yang tidak resmi. “Angkutan umum tidak resmi tidak ada, misalnya becak motor tidak kami temukan,” imbuh dia.

Rambu Parkir
Namun, sebagian besar angkutan umum di Kota Pekalongan tidak mencantumkan daftar tarif, tandas dia. Kriteria lainnya, rambu-rambu jalan juga dinilai sudah bagus, “Rambu parkir sudah tersedia,” tambah Rudi. Namun belum banyak rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan, sehingga harus dilengkapi. Sementara itu, Ketua Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kementerian Perhubungan, Eddi Gunawan menyarankan Walikota untuk melakukan terobosan-terobosan guna menjaga keberlangsungan angkutan umum di Kota Pekalongan.

 “Program unggulan terkait angkutan umum belum muncul. Padahal, fenomena saat ini, pertumbuhan sepeda motor sangat pesat sehingga menggusur keberadaan angkutan umum. Di Bali, angkutan umum sudah punah,” ungkap Eddi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kota Pekalongan disarankan untuk melakukan terobosan-terobosan agar keberadaan angkutan umum bisa berkembang lagi. 

“Angkutan umum harus dipertahankan agar kendaraan pribadi tidak bertambah,” ujar dia. Eddi mengatakan, pengumuman penghargaan di bidang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tersebut akan dilakukan pada September mendatang. (K30-74)

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 17-06-2013)

 

Tidak ada komentar: