Kamis, 14 Februari 2013

Basyir Ahmad : Meminta Agar Jatah Beras Untuk Rakyat Miskin (Raskin) Jangan Dibagi Rata

Raskin Jangan Dibagi Rata

Pekalongan, Info Publik - Meski mengalami penurunan jatah yang cukup signifikan, namun Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad meminta agar jatah beras untuk rakyat miskin (Raskin) jangan dibagi rata kepada semua warga. Namun harus diberikan kepada yang berhak utuh tanpa dikurangi. Hal itu ditegaskannya saat berbicara pada evaluasi Program Raskin 2012 dan Sosialisasi Petunjuk Tekhnis Raskin 3013 di Ruang Amarta, Rabu (13/2)

Menurut Basyir , meski jatah beras raskin dikurangi dan para penerima belum tentu warga miskin sesuai data yang ada di badan Pusat Statistik (BPS) namun seluruh Camat dan Lurah agar tidak perlu ‘melanggar’ apa yang sudah ditentukan oleh pemerintah itu. “Jadi tinggal bagikan saja sesuai data yang ada dan jangan dikurangi karena itu justru akan menjadi persoalan baru,” tandasnya.

Apalagi jatah Raskin itu sudah jelas nama dan alamatnya serta berapa bagianya, jadi tinggal dibagikan saja dan diatur distribusi serta pengembalian uangnya. “Tugas kitalah sebagai aparat pemerintah untuk meredam jika ada gejolak dari adanya pembagian sesuai jatah tersebut,” katanya. Jika di luar ada warga yang membagi beras raskinnya dengan warga lain yang tidak memperoleh itu sudah bukan menjadi kewenangan petugas lagi.

Terkait pengembalian uang, Basyir menekankan agar dilakukan tepat waktu, karena jika ada kelurahan yang terlambat membayar akan berpengaruh pada kelurahan lainya. Yakni penundaan penyaluran Raskin. 

Raskin ini sendiri betrtujuan untu mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Tiap RTS akan mendapatkan 15 Kg beras perbulan dengan harga tebus Rp 1.600 / kg di titik distribusi. (diskominfo/007) 

 

Tidak ada komentar: